6 Komitemen Pernikahan Untuk Ciptakan Rumah Tangga yang Indah

 Setiap pasangan yang menikah dan menjalin hubungan berumah tangga tentu menginginkan jika hubungan yang dijalankannya saat ini bersama dengan pasangan terasa begitu indah dan begitu bersahaja, layaknya pada saat pertama mereka berpacaran. Cinta yang terus bersemi seakan membuat dunia terasa begitu indah yang dijalani bersama dengan pasangan. Di awal pernikahan, setiap orang pasti mengharapkan pernikahan mereka berjalan dengan langgeng hingga usia senja, namun pada kenyataannya untuk dapat bisa mewujudkan hal tersebut tidak semudah seperti yang dibayangkan. Banyaknya masalah dan begitu sulitnya cobaan serta besarnya tanggung jawab yang harus dihaapi membuat tak sedikit pasangan pada kahirnya memutuskan untuk menyerah dan memilih berpasrah dan mengakhiri hubungan pernikahannya dengan mengajukan talak dan perceraian.

Semakin maraknya ketidak harmonisan dalam berumah tangga dan angka perceraian yang semakin hari semakin menyedihkan, seolah menandakan jika saat ini masyarakat sudah mulai kehilangan motivasi diri untuk bisa memiliki pernikahan yang bahagia. Beberapa pasangan yang sudah menikah mengatakan jika cinta yang besar dan begitu menggebu hanya bisa bertahan saat mereka masih berpacaran hingga awal-awal pernikahan. Selebihnya dari itu, dengan semakin banyak tuntutan hidup, asmara dan gairah cinta yang dirasakan para pasangan semakin memudar. Jika yang sebelumnya, semua kekurangan yang ada pada pasangan tidak nampak karena cinta yang terlalu besar, setelah menikah dan menjalani hubungan yang telah lama rasa itu malah memudar dan tak lagi bisa mempertahankan hubungan yang indah seperti yang mereka rasakan dulu. Hal inilah yang pada akhirnya membuat pasangan yang sebelumnya terlihat begitu harmonis dan begitu saling mencintai harus berakhir di meja persidangan dengan mengajukan gugatan perceraian.

Ada sebuah pepatah mengatakan jika, "Tidak akan ada asap bila tidak ada api,” yang mana ini berarti tidak akan ada perceraian jika tidak ada sebab ketidakcocokan atau perselisihan antar masing-masing pasangan. Sewaktu kita bertanya pada beberapa pasangan mengenai alasan mengapa mereka berpisah, maka akan ada begitu banyak alasan yang diberikan.

Nah, bagi anda yang mengharapkan kebahagiaan dalam pernikahan dan agar pernikahan yang akan anda jalani kelak bisa bertahan langgeng dan awet hingga usia senja, bukan hanya cinta yang harus anda andalkan, melainkan sebuah komitmen pun akan sama pentingnya dalam menjaga sebuah hubungan. Berikut ini ada beberapa komitmen yang harus segera disudahi agar hal ini tidak sampai menghancurkan pernikahan anda dengan pasangan.

6 Komitemen Pernikahan Untuk Ciptakan Rumah Tangga yang Indah

1. Ketidakjujuran

Layaknya membangun rumah diatas sebuah karang, badai dan ombak yang besar tentu akan menerjang kapanpun secara tak terduga. Untuk itu, diperlukan sebuah kerangka yang kuat untuk bisa menegakan rumah dan membangunnya meski ombak dan badai menerjang. Begitupun dengan sebuah hubungan rumah tangga yang sehat, dimana kejujuran adalah sebuah landasan yang akan bisa memperkokoh hubungan suami istri yang bahagia, tanpa sebuah kejujuran hubungan pernikahan yang harmonis akan mustahil terwujud. Sikap saling terbuka antara masing-masing individu dalam berumah tangga akan dapat mengindarkan dan menutup peluang kecurigaan dan prasangka buruk yang bisa tumbuh di dalam kehidupan berumah tangga yang anda jalani.

2. Keacuhan

Hubungan suami istri adalah hubungan yang saling mencintai untuk bisa menciptakan sebuah perkawinan yang bahagia. Untuk itulah, suami dan istri perlu dan wajib menunjukan rasa kepeduliaannya satu sama lain sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab dan bukti kasih kepada pasangan. Apabila salah satu pasangan atau keduanya sudah tak lagi saling memperdulikan, mereka tidak akan pernah tahu bagaimana hubungan mereka dan kemana arah hubungan mereka akan berlayar.

3. Kurang Komunikasi

Rasanya kurang masuk akal dan kurang etis bila kita mendengar alasan sebuah pasangan suami istri yang bercerai karena mereka kurang berkomunikasi. Bukankah suami dan istri tinggal dalam satu atap? Untuk itu mereka akan senantiasa bertemu dan berjumpa. Nah, sebagai suami dan istri hendaknya mereka tidak saling mengabaikan dan tidak memperhatikan satu sama lain. Sebuah komunikasi yang baik akan bisa menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam berumah tangga. Melalui komunikasi yang baik, segala macam permasalahan akan bisa segera diatasi secepatnya, sehingga tidak terakumulasi menjadi sebuah ketidaknyamanan yang menumpuk dan terpecah dalam satu waktu yang bisa menjadi masalah yang besar.

4. Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah sebuah pengkhianatan terbesar dalam berumah tangga, ketika salah satu pasangan mendapati rekannya berkhianat terhadap janji suci yang telah dilantunkan saat di awal pernikahan, maka tidak terbayang bayang mana tersakitinya ia dan bagaimana hancur hatinya. Tidak ada kebahagiaan sejati yang dirasakan oleh mereka yang mengkhianati pasangannya, yang ada hanyalah kebahagiaan sesaat yang akan membuat mereka menyesal dalam seumur hidupnya. Apalagi mengingat sulitnya membangun kembali cinta yang telah dikhianati akan begitu sulit dan tidak akan merasakan cinta yang sama dan keharmonisan seperti sebelumnya. Kebahagiaan sejati yang akan bisa didapat dalam berumah tangga ialah dari sebuah kesetiaan. Untuk itu, cintai dan kasihi pasangan kita apapun yang terjadi dan bagaimanapun kondisinya.

5. Kekerasan Dalam Berumah Tangga

Tidak seharusnya kesetiaan dan kesucian cinta dinodai dengan emosi dan nafsu yang membara yang dilakukan sewaktu amarah memuncak dan menyakiti pasangan. Tidak ada wanita yang mau jika dirinya dan tubuhnya menjadi korban amarah yang membara yang dilakukan oleh pasangannya. Ingatlah, pernikahan adalah ikatan suci yang dilakukan dan disanggupi atas dasar cinta dan kasih yang begitu dalam. Anda berdua adalah rekan hidup yang mana masing-masingnya harus saling menjaga dan melindungi. Untuk itulah, setiap bentuk kekerasan baik kata maupun fisik harus segera dihentikan dan cintai pasangan anda seperti anda mencintainya saat dulu.

6. Sikap Egois

Dalam sebuah hubungan berumah tangga, setiap pasangan harus menunjukan sikap saling peduli dan saling memperhatikan antara satu sama lain. Segala bentuk keegoisan dan sikap terus mementingkan diri sendiri akan dapat menghancurkan sebuah hubungan pernikahan. Agar sebuah hubungan berjalan dengan langgeng, maka berusahalah untuk lebih peka terhadap kondisi pasangan anda dan pahami pula setiap kekhawatirannya. Tunjukan bentuk kepeduliaan anda dengan selalu memberikan kasih sayang dan perhatian anda padanya. Dengan demikian, pasangan akan dapat merasakan kasih dayang dan perhatian.

Sebuah komitmen adalah kerangka yang bisa berdiri dengan tegap ketika fondasi dari cinta sudah terlebih dahulu berdiri dengan kokoh. Dengan komitmen, sebuah hubungan pernikahan akan dapat berjalan langgeng dan awet.