Demi Cucu Bisa Sekolah, Nenek Renta Ini Rela Menggendong Cucunya Setiap Hari Sejauh 4 Km

Demi Cucu Bisa Sekolah, Nenek Renta Ini Rela Menggendong Cucunya Setiap Hari Sejauh 4 KmSeperti yang kita ketahui semuanya, bahwa kasih sayang seorang ibu dan ayah merupakan kasih sayang tiada tara di dunia ini. Namun, ternyata dibalik kasih sayang ke dua orang tua, ada tersimpan kasih sayang yang sangat besar dari nenek dan kakek kita. Bahkan, nenek dan kakek kita lebih menyayangi cucunya dibandingkan anaknya sendiri. Apapun rela mereka lakukan demi kebahagiaan cucunya tersebut. Materi dan fisik rela dikorbankan untuk cucu tercintanya, seperti halnya nenek renta yang berasal dari China. Ia rela menggendong cucunya yang cacat setiap hari aga cucunya tersebut bisa sekolah. Bukan main, nenek tersebut setiap harinya harus menempuh perjalanan kurang lebih 4 km dari  mulai berangkat sampai pulang ke rumahnya.

Sungguh ironis melihat kejadian seperti itu. Kini justru kita yang dimanjakan oleh kemajuan zaman dengan banyaknya tersedia berbagai macam transportasi untuk memudahkan kita, justru dibalik itu semua masih ada saja beberapa orang  yang mengalami kesusahan dan harus kerja keras agar bisa mencapai tempat tujuannya tersebut. Entah karena memang tidak ada transportasi sama sekali atau tidak memiliki uang yang cukup, yang jelas banyak sekali faktor yang mendasari itu semua yang tidak kita ketahui.

Nah, di bawah ini merupakan kisah perjuangan nenek renta yang bisa kita jadikan bahan renungan.

Keluarga Satu-Satunya yang Dimiliki Hanyalah Cucunya

Yibin, Provinsi Szechuan, China, itulah asal nenek berusia 66 tahun yang sangat luar biasa hebat. Diketahui nenek tersebut hanya tinggal bersama cucunya. Cucu nenek renta tersebut bernama Fang Mei Qiu yang kini telah berusia 14 tahun. Fang merupakan anak yang berbeda dengan anak lain pada umumnya, dimana sejak dirinya dilahirkan ia memiliki keadaan lutut yang abnormal, sehingga menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Ketika berjalan atau hanya berdiri pun ia akan merasakan sakit yang sangat luar biasa hebatnya. Dengan kodisi seperti itu, ia selalu membutuhkan neneknya untuk melakukan segala hal.

Selama ini Fang tidak dirawat oleh kedua orang tuanya dan hanya dirawat oleh nenek dan kakeknya saja. Ayahnya Fang sudah meninggalkan dirinya sejak ia berusia 2 tahun. Tidak hanya ayahnya yang meninggalkan dirinya, ibunya yang seharusnya merawat anaknya tersebut pun malah pergi dan menikah lagi. Namun, hal yang memilukan terjadi, dimana kakek Fang mengalami sakit-sakitan karena usianya telah tua, sehingga keadaan kakeknya tersebut mengharuskan Fang dirawat oleh neneknya saja.

Agar Fang Bisa Sekolah, Neneknya Rela Menggendong Sejauh 4 Km

Demi Cucu Bisa Sekolah, Nenek Renta Ini Rela Menggendong Cucunya Setiap Hari Sejauh 4 KmSeperti yang kita ketahui meskipun keadaan hidup mereka sungguh mengkhawatirkan,  tetapi sang nenek tidak mau membiarkan cucunya yang lumpuh tersebut terisolasi di rumah tanpa mengecam pendidikan sama sekali. Dengan tekad yang kuat, si nenek mendaftarkan Fang ke salah satu sekolah. Sekolah Fang tersebut tidaklah dekat dengan rumah, untuk bisa sampai ke sekolahnya Fang haruslah menempuh jarak kurang lebih 2 Km. Selain itu, pada saat itu pun di desanya tersebut tidak ada kendaraan satu pun yang bisa ditumpangi untuk bisa sampai ke sekolahnya. Namun, keadaan seperti itu tidak membuat mereka putus asa ataupun mengeluh sama sekali. Demi sang cucu bisa sekolah nenek Fang tersebut rela menggendong cucunya yang lumpuh ke sekolah.

Pada saat itu jam masuk sekolah Fang yaitu pukul 08.30. Nah, agar tidak terlambat datang ke sekolah, nenek biasanya bangun pada pukul 05.00 lalu mempersiapkan semua hal-hal yang dibutuhkan Fang dan dirinya selama dalam perjalanan. Nenek dan Fang meninggalkan rumah tepat pukul 07.00, itu berarti perjalanan yang harus ditempuh dengan jarak 2 Km tersebut yaitu memakan waktu 1 1/2 jam. Sang nenek tidak pernah mengeluh sama sekali, justru ia lakoni kegiatan seperti itu dengan hati terbuka semata-mata karena kasih sayang besar terhadap cucunya tersebut.

Ketika menempuh kesekolah Fang, mereka berdua harus melewati rute yang tidak mudah, mereka berdua harus melewati jalan-jalan dipegunungan, dan seperti yang kita ketahui semua bahwa jalan-jalan dipegunungan tidaklah rata dan tentunya itu akan menjadi tugas sangat melelahkan, bahkan untuk kita yang sehat sekali pun. Apalagi untuk nenek berusia 66 tahun ditambah harus menggendong cucunya Fang yang memiliki berat sekitar 40 kg, belum lagi ditambah dengan berat tas sekolah. Dan kegiatan ini dilakukan nenek sudah lima tahun lamanya dan jika diakumulasika si nenek selama ini telah menempuh perjalanan kurang lebih 4000 km.

Karena kondisi nenek yang tidak bugar, maka mereka berdua akan berhenti sebanyak lima kali selama perjalanan untuk beristirahat. Ketika pulang pun mereka berdua selalu menempuh rute yang sama. Kebesaran cinta dan kasih sayang si nenek tersebut diungkapkan oleh sang nenek dengan mengatakan bahwa ia selalu khawatir dengan masa depan Fang, karena dia dan suaminya sudahlah tua dan tidak mungkin selamanya menemani fang. Nenek tersebut pun bahkan mengaku bahwa ia sering terbangun ditengah malam karena sebuah mimpi buruk, dimana dirinya melihat cucunya tersebut tergelincir ke dalam sebuah genangan air dalam perjalanan ke sekolah.

Fang cucu si nenek tersebut bukannya tidak mengetahui pengorbanan neneknya, ia mengetahui bahwa perjalanan tersebut sangatlah melelahkan untuk neneknya itu. Untuk itu, demi meringankan neneknya tersebut ia menumpu berat badanya dengan menggunakan kruk bambu yang dibuat oleh neneknya. Untuk membalas jasa neneknya, Fang berjannji untuk belajar dengan giat, agar perjuangan neneknya tersebut tidaklah sia-sia.

Kisah dari keduanya tersebut kemudian dipublikasikan ke media, setelah dipublikasikan pemerintah setempat mengetahui kisah hidup nenek dan cucu tersebut yang akhirnya keluarga mereka dipindahkan kerumah yang lebih dekat dengan sekolah Fang. Selain itu, Fang juga diberikan kursi roda, sehingga ia sekarag tidak lagi bergantung pada neneknya tersebut. Lebih dari itu, pemerintah setempat juga memberikan perawatan medis demi kesembuhan Fang agar bisa berjalan kembali.

Sungguh pengorbanan yang sangat luar basa. Untuk itu, setelah membaca kisah di atas semoga  mata hati kita terbuka, semoga kita bisa lebih mencintai orang-orang disekeliling yang menyayangi diri kita. Karena pada kenyataanya, orang-orang yang menyayangi kita rela melakukan apa pun yang terpenting kita merasa bahagia. Sayangilah ibu, ayah, nenek, kakek dan siapa pun itu selagi masih ada kesempatan untuk kita bisa membalas kasih sayang semuanya. Bukan barang berharga, perhiasan dan mobil mewah yang mereka inginkan, namun mereka menginginkan kasih sayang yang sama seperti apa yang mereka berikan kepada kita kelak jika mereka tua.