Ditinggal Istri Meninggal, Laki-Laki Ini Bekerja Menarik Becak Sambil Menggendong Bayinya

Ditinggal Istri Meninggal, Laki-Laki Ini Bekerja Menarik Becak Sambil Menggendong BayinyaKasih ibu memanglah sepanjang masa. Namun, siapa sangka dibalik kasih sayang seorang ibu yang besar tersebut ternyata kasih sayang seorang ayah juga tidak kalah besarnya. Meskipun ayah tidak melahirkan tetapi ayah juga memiliki kasih sayang yang begitu besar untuk anaknya, bahkan ia rela banting tulang mencari nafkah untuk menghidupi anaknya tersebut. Berangkat pagi pulang malam, terkena terik matahari dan hujan sudah tidak dipikirkannya lagi yang terpenting anaknya bahagia dan hidup dengan berkecukupan tanpa harus memikirkan dirinya sendiri.

Nah, di bawah ini merupakan kisah nyata tentang seorang ayah yang menjadi orang tua tunggal dari bayinya yang baru beberapa hari dilahirkan karena istrinya meninggal dunia pasca melahirkan anaknya tersebut. Dengan hanya bekerja sebagai seorang penarik becak ia tetap berjuang untuk bisa membesarkan anaknya tersebut. Bahkan yang paling mengharukan ia harus bekerja sambil menggendong bayinya. Dan hati siapa yang tidak tersentuh melihat keadaan seperti itu? Dan memang pada kenyataannya hal tersebut benar-benar terjadi di India.

Ditinggal Istri dan Merawat Bayinya Sendiri

Ditinggal Istri Meninggal Laki-Laki Ini Bekerja Menarik Becak Sambil Menggendong BayinyaSeperti halnya yang dilansir Dailymail, nama laki-laki penarik becak terebut yaitu Bablu Jatav. Bablu Jatav merupakan laki-laki berusia 38 tahun, ia menikahi istrinya bernama Shanti 15 tahun yang silam. Setelah 15 tahun pernikahannya tersebut ia baru dikarunia seorang bayi perempuan yang ia berinama Damini. Pak Bablu mengatakan bahwa dirinya sangat senang telah dikarunia seorang puteri  yang sangat cantik, namun dibalik kebahagiaannya tersebut ia dilanda kesedihan yang mendalam karena setelah kehadiran seorang wanita yang ia cintai yakni Damini tetapi ia juga harus mengalami kehilangan wanita yang ia cintai juga yakni Shanti istrinya tersebut. Shanti istri dari pak Bablu tersebut meninggal setelah dirinya melahirkan Damini. Ia meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit  tepatnya pada tanggal 20 Sepetember beberapa tahun yang silam.

Karena pak Bablu hidup seorang diri dan jauh dari sanak saudara serta tidak ada teman yang mau diminta bantuan untuk merawat puterinya tersebut, akhirnya pak Bablu memutuskan untuk merawat dan mengasuh puterinya tersebut Damini yang baru berusia 1 bulan. Pada saat itu tugasnya merangkap yakni sebagai ayah dan juga sebagai ibu.

Setiap Hari Membawa Damini Bekerja

Hal yang paling dan amat memilukan dari kehidiupan pak Bablu yakni karena tidak ada teman yang mau dimintai bantuan untuk menitipakn Damini pada saat pak Bablu bekerja. Dengan keadaan tersebut maka dengan terpaksa setiap hari pak Bablu bekerja menarik becak dengan membawa puterinya tersebut. Ia menarik becak sambil menggendong Damini yang baru berusia 1 bulan tersebut dengan menggunakan kain gendongan yang diselempangkan pada pundaknya dibawah terik matahari. Pak Bablu setiap hari terus bekerja dengan menggendong Damini karena ia harus menghidupi dan membesarkan anaknya tersebut.

Selain membawa puterinya tersebut bekerja, pak Bablu juga melakukan pekerjaan yang lain seperti memandikan, memberikan susu, mengganti popok, memberi makan dan hal-hal lainnya yang harus dilakukan disela-sela kesibukannya sebagai penarik becak tersebut. Seringkali keadaan tersebut juga membuat ia kurang istirahat, bahkan ia tidak tidur sama sekali karena harus menjaga dan menidurkan anaknya setiap kali terbangun ditengah malam.

Setiap Hari Diajak Bekerja Damini Sakit Parah

Ditinggal Istri Meninggal Laki-Laki Ini Bekerja Menarik Becak Sambil Menggendong BayinyaTeriknya matahari dan debu jalanan serta hiruk pikuk jalanan yang harus dilewati setiap hari membuat Damini mengalami sakit parah. Fisik Damini yang pada saat itu masih berusia 1 bulan belum siap menerima kehidupan dijalan.
Ketika mengetahui terdapat gangguan pada anaknya tersebut, kemudian tanpa pikir panjang lagi Pak Bablu melarikan anaknya ke rumah sakit swasta yang berada di Jaipur di negara bagian Rajasthan. Pada saat itu rumah sakit menyatakan bahwa Damini mengalami gangguan pernafasan, gagal ginjal, syok karena pengaruh lingkungan, gangguan elektrolit dan jamur septikemia yakni suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya patogen di dalam darah.

Mendengar anaknya didiagnosa seperti itu, pak Bablu sangat kaget dan sedih. Ia yang hanya bekerja sebagai tukang becak dan memiliki penghasilan yang pas-pasan tentunya harus bekerja ekstra keras lagi agar bisa membiayai pengobatan anaknya tersebut, sedangkan untuk menyewa becak yang setiap harinya ia kayuh untuk bekerja saja ia harus menyisihkan uang sebesar 30 rupee, ditambah lagi ia harus menysihkan setiap bulannya uang sebanyak 500 rupee untuk sewa rumahnya yang ia tempati sekarang, belum lagi biaya hidup harian yang harus ia tanggung, dan keadaan tersebut akan lebih berat saat dirinya harus menyisihkan uang tambahan untuk perawatan bayi perempuannya tersebut. Namun, semangat pak Bablu tidak pernah padam, ia setiap harinya terus bekerja dengan keras demi mendapatkan uang untuk pengobatan Damini.

Akhirnya, Banyak Bantuan yang Meringankan Masalah Pak Bablu

Berita tentang perjuangan hidup pak Bablu pada saat itu menyebar di India bahkan sampai seluruh dunia. Banyak media sosial yang memuat kisahnya tersebut. Dengan begitu, orang-orang yang mendengar dan melihat perjuangan serta kisah hidup dari pak Bablu sangat tersentuh, dan akhirnya datanglah berbagai bantuan untuk pak Bablu.

Pada salah satu wawancara media lokal pak Bablu Mengatakan Bahwa ia takut untuk menikah lagi, karena puteri semata wayangnya yang sangat ia sayangi masih kecil dan ia tidak bisa mempercayakan begitu saja pada orang yang baru ia kenal. Damini merupakan buah hati yang sangat ia nanti-natikan selama 15 tahun pernikahan dengan istrinya Shanti. Pak Bablu memutuskan untuk merawatnya sendiri sekuat tenaganya agar kepergian dan pengorbanan istrinya tersebut dalam memberikan buah hati untuk dirinya tidaklah sia-sia.

"Saya tidak membutuhkan apa-apa lagi untuk diri saya sendiri, semuanya akan saya berikan untuk puteri saya. Saya memang buta huruf, tetapi saya ingin menyekolahkan puteri saya ke sekolah yang baik. Saya juga ingin memberikan pesan kepada mereka yang meninggalkan anak perempuannya, bahwa anak perempuan bukanlah beban, melainkan berkat tuhan". Ucap pak Bablu seperti dikutip dari media First Post.

Pada saat itu, pemerintah wilayah Rajashtan dan beberapa penyumbang lainnya berhasil menggalang dana bantuan untuk biaya perawatan Damini. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan becak baru kepada pak Bablu agar ia tidak usah lagi menyewa becak. Beberapa LSM juga bahkan menwarkan jasa untuk merawat Damini setidaknya selama 2 tahun kedepan sampai keadaan Damini bear-benar siap untuk hidup dengan ayahnya tersebut.

Perjuangan pak Bablu Jatav akhirnya tidaklah sia-sia dan menuai hasil yang manis. Perjuangan yang tulus dengan disertai niat yang baik mampu mendatangkan kebaikan pula.

loading...