Hanya Dengan 'Kedipan Mata', Akhirnya Wanita yang Menderita Lumpuh Ini Bisa Meraih Gelar Sarjana

Kekurangan fisik selama ini selalu dianggap sebagai suatu kesalahan dalam hidup. Bahkan ada diantaranya beberapa orang yang memiliki kekurangan dari fisiknya selalu mengeluh dan putus asa akan hidup yang dijalaninya, ia menganggap bahwa hidup ini tidaklah adil untuk dirinya, dan yang lebih parah lagi mereka yang memiliki fisik tidak sempurna memiliki anggapan bahwa dirinya tidak bisa hidup dengan bahagia layaknya orang normal.

Namun, tahukah anda Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah pilih kasih terhadap umatnya. Tuhan telah menciptakan makhluknya dengan sebaik-baiknya. Meskipun tuhan menciptakan atau mentakdirkan makhluknya dengan keadaan yang kurang sempurna itu bukan berarti bahwa tuhan tidak menyayanginya, ia hanya memberikan sedikit cobaan kepada umatnya. Jika umatnya bisa melaluinya maka tidak menutup kemungkinan bahwa yang maha pencipta akan memberikan kebahgiaan setelahnya.

Seperti yang bisa kita saksikan sekarang ini, banyak diluar sana orang yang memiliki fisik tidak sempurna namun mereka bisa berhasil meraih kesuksesan. Dan hal itu bisa membuktikan bahwa tuhan telah menyimpan rencana lain dibalik apa yang telah diberikan kepada umatnya. Kerja keras, semangat dan pantang menyerah merupakan sifat unggul yang diberikan tuhan kepada mereka yang memiliki kekurangan. Dengan sifat tersebutlah beberapa orang yang memiliki kekurangan akhirnya bisa meraih apa yang diinginkannya. Seperti halnya wanita yang akan kita bahas kisahnya di bawah ini, dengan kekurangan fisik yang dimilikinya tetapi ia berhasil membuktikan kepada seluruh orang di dunia ini bahwa tidak selamanya orang yang tidak normal hidupnya pun tidak normal pula. Dengan perjuangan, kerja keras dan semangat yang besar ia akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya meskipun hanya dengan berbekal kedipan mata saja.

Terkena Stroke Setelah Melahirkan Putranya

Dawn Faizey, itulah nama wanita inspiratif tersebut. Pada awalnya Dawn hidup normal seperti orang-orang disekitarnya , dimana pada saat itu ia berprofesi sebagai guru. Namun, setelah ia menikah dan memiliki seorang putra kehidupannya berubah sangat drastis. Sebagaimana yang dilansir dari mirror.co.uk, Dawn mengalami penderitaan setelah 2 minggu dirinya melahirkan Alexander putranya. Dawn melahirkan di usia kandungan yang baru 26 minggu.

Setelah melahirkan dan ketika kembali ke rumah, tekanan darah wanita ini sangatlah tinggi. Setiap kali ia bangun tidur, ia merasa sakit kepala bahkan kata-kata yang diucapkannya pun menjadi tidak jelas. Selain itu ia juga mulai merasa kesemutan pada tubuh sebelah kanannya, apa yang dirasakannya tersebut membuat wanita ini tidak bisa berbicara dan tubuhnya mengalami kelumpuhan. Pada saat orang-orang disekitarnya berbicara, ia hanya bisa mendengar tanpa mersepon apa-apa. Hingga akhirnya suatu keajaiban datang, dimana pada saat itu Dawn tidak lumpuh secara total karena ia masih bisa mengedipkan matanya, dan setelah mengetahuinya harapan baru dari dirinnya akhirnya muncul.

Sayangnya, Simon, suaminya yang selama ini telah menikahinya meninggalkann dirinya ketika berada pada posisi seperti ini. Namun Dawn tidak terlaur-larut dalam kesedihan, meskipun kita tahu bahwa kondisinya tersebut sangatlah menderita tetapi ia tidak pernah putus asa. Wanita ini tetap menjalani hari-harinya tanpa ada penyesalan sama sekali. Bahkan yang lebih membanggakan lagi meskipun ia lumpuh tetapi ia memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan sekolah dan meraih gelar sarjananya.

Setelah terkena stroke, Dawan menyadari bahwa dirinya tidak bisa melakukan aktivitas fisik apapun. Namun, ia memutuskan untuk menggunakan satu-satunya organ utuh yang masih bisa difungsikan yakni otaknya. Dawn memiliki keinginan yang kuat untuk membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya bahwa meskipun lumpuh tetapi ia masih bisa menjadi dirinya seperti yang dulu.

Menjalankan Kuliah Selama 6 tahun

Kuliah dengan keadaan yang seperti itu memanglah sangat sulit. Namun ia tidak pernah merasa putus asa, dengan bantuan komputer khusus yang dirancang, ia bisa berkomunikasi melalui kedipan matanya. Dengan tekun dan semangat Dawn menghabiskan waktu sebanyak 3 jam perhari untuk mengikuti perkuliahan dengan cara online. Dawn pada saat itu mulai mengikuti perkuliahan pada tahun 2008.

Keadaan sepertinya tidak mau berpihak kepada dirinya. Ketika selama 6 tahun mengikuti kegiatan perkuliahan, Dawn menderita penyakit lainnya yakni dua kali harus melawan penyakit pneumonia. Penyakit pneumonia merupakan penyakit yang menyerang paru-paru. Meskipun berbagai macam halau rintangan menghampirinya tetapi ia tidak pantang menyerah, dirinya tetap semangat untuk mengikuti perkuliahannya.

Ayah Dawn yang terus mendukung anaknya tersebut merasa sangat senang akan perkembangan putrinya tersebut. Pria yang berusia 80 tahun ini merasa sangat bangga memiliki anak seperti Dawn. Menyaksikan Dawn selama ini berjuang melawan penyakitnya ini sangatlah menyentuh hati ayahnya tersebut.

Down lulus pada bulan Oktober tahun yang lalu, momen kelulusan dari Dawn ini akan menjadi momen yang sangat membahagiakan untuk keluarganya. Bahkan setelah kelulusannya tersebut, Dawn yang kini telah menjadi orang tua tunggal ini memiliki niat untuk melanjutkan studinya untuk meraih gelar master di History of Arts.

Nah sahabat, sifat pantang menyerah dan semangat yang besar dari Dawn patut kita jadikan pelajaran. Meskipun kita tahu keadaannya sangatlah memprihatinkan tetapi ia tetap semangat melanjutkan hidup tanpa merasa tersisih dan terbuang. Kisah dari Dawn juga bisa menginspirasi kita semua, mengapa tidak dengan keadaan seperti itu ia tetap memikirkan pendidikannya, berbeda halnya dengan sekarang ini dimana kita banyak menemukan segelintir orang yang selalu malas untuk bersekolah, bahkan ada diantaranya beberapa orang yang mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikannya. Ingatlah pendidikan itu sangatlah penting, karena pendidikan merupakan salah satu aset dalam hidup ini.

loading...
loading...