Kisah Buruh Pabrik yang Kini Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di Dunia

Zang Xin Seorang Buruh Pabrik yang Kini Jadi Wanita Terkaya di DuniaUntuk menjadi kaya ada 3 cara yang bisa ditempuh dan anda bisa pilih salah satu dari ke 3 cara tersebut. Pertama anda terlahir dari seorang keluarga kaya dan secara otomatis anda menjadi orang kaya, atau jika anda tidak terlahir dari keluarga kaya anda bisa pilih cara yang ke dua yaitu, nikahi orang kaya hingga anda ikut menjadi kaya, namun cara yang ke dua ini biasanya harus membutuhkan modal paras yang cantik atau tampan. Tetapi jika cara ke dua tersebut bukan takdir anda, anda bisa memilih cara yangg ketiga yaitu, bekerja keras serta dibaregi dengan berpikir cerdas.

Cara ketiga inilah yang ditempuh oleh seorang wanita asal Cina yang kini menjadi salah satu wanita terkaya di Dunia. Ya, dia adalah Zhang Xin. Nama Zhang Xin mungkin sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Cina tersebut. Zhang Xin merupakan seorang wanita yang berumur 47 tahun. Dari gambar di atas kita melihat sosok perempuan anggun tersebut sedang berfoto riang diatas bangunan yang paling bergensi di Beijing Cina. Ya, itulah bangunan miliknya. Bangunan tersebut dibangun dari hasil kerja keras dan keringatnya sendiri. Jauh dari sebelum bangunan tersebut didirikan, tempat itu merupakan rumahnya yang ia dulu pernah tempati.

Masa Kecil Zhang Xin Sebagai Buruh Pabrik

Sebelum menjadi sukses seperti itu, Zhang Xin melalui lika liku hidup terlebih dahulu. Masa kecil Zhang Xin pada saat itu dilalui dengan hidup yang penuh dengan kesengsaraan. Ia tinggal di lantai lima rumah susun di pinggiran Beijing yang sekarang menjadi perusahaannya. Untuk makanpun ia mengalami kesulitan, tidak jarang ia menahan lapar karena tidak ada makanan sama sekali.

Karena merasa kehiduan di Beijing tidak memadai Zhang xin yang pada saat itu berusia 14 tahun memutuskan pindah ke Hongkog bersama ibunya. Mereka berdua berharap bahwa kehidupan selanjutnya di Hongkong dapat mengalami kemajuan. Namun nyatanya, kehidupan yang mereka berdua lalui di Hongkong tidak jauh berbeda dengan kehidupan di Beijing. Di Hongkong mereka tinggal disebuah ruangan kecil yang hanya cukup dimuat oleh dua dipan saja.

Jika pada umumnya anak-anak lain seumuran Zhang Xin masih asyik bermain dan menikmati indahnya masa kecil, namun berbeda halnya dengan Zhang Xin. Karena melihat kehidupan yang miris seperti itu, Zang Xhin memutuskan untuk bekerja membantu ibunya. Pada saat itu Zhang Xin bekerja sebagai buruh pabrik kecil yang memproduksi garmen dan elektronik. Seperti yang kita ketahui bahwa pekerjaan pabrik merupakan pekrjaan yag berat, namun Zang Xhin yang pada saat itu berumur 14 tahun tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya tersebut. Zhang xin bekerja setiap hari selama 12 jam. Dan tentunya ini merupakan hal yang sangat mengerikan. Pekerjaan seperti itu dilakoninya selama 5 tahun. Meskipun ia hidup dalam kesengsaraan tetapi ia menyisihkan hasil jerih payahnya untuk ditabungkan.

Pada uisa 19 tahun, ia merasa bahwa uang tabungannya sudah mencukupi untuk bisa memberikan sebuah harapan baru. Meskipun nestapa, namun Zhang muda memiliki cita-cita yang sangat besar, ia memiliki cita-cita pergi ke Inggris untuk melanjutkan pendidikan yang sebelumnya pernah terhenti. Dan pada saat itu kebetulan Zhang mendapatkan beasiswa. Nah, dari sinilah Zhang bisa melanjutkan kuliahnya di Cambridge.

Kisah Awal Zhang Xin Menuai Kesuksesan

Kisah Buruh Pabrik yang Kini Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di DuniaSetelah bertahun-tahun ia hidup di Inggris kemudian pada tahun 1992 ketika ia berusia 27 tahun ia berhasil menyelesaikan S2 di bidang Development Economics dari Cambridge University. Setelah mendapatkan gelar S2nya tersebut kemudian Zhang Xin mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan internasional yaitu di Barings PIc untuk ditempatkan di Hongkong. Namun, tidak berapa lama bekerja di perusahaan tersebut Zhang Xin memutuskan untuk pindah bekerja ke Goldman Sachs, dan ia mulai bekerja di bidang Investment bank di New York City. Setelah itu sekitar tahun 1994 ia pindah bekerja dari perusahaan sebelumnya dan bekerja kembali di Travelers Group. Namun, tidak lama dari itu Zhang Xin memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Beijing.

Keputusan Zhang Xin untuk kembali ke kampung halamannya tersebut yaitu karena ia tergoda oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi. Salah seorang teman menyarankan kepada Zhang untuk memulai bisnis dalam bidang properti. Teman Zhang tersebut bernama Pan Shiyi, dulunya ia berasal dari keluarga yang lebih sengsara hidupnya dari Zhang, ia memiliki pandagan bahwa bisnis dalam bidang properti memiliki masa depan yang sangat bagus.

Tanpa berpikir panjang mereka berdua mendirikan SOHO (small Office Home Offfice). Mereka berdua membangun bisnisnya tersebut secara bertahap dan kemudian mereka berdua memutuskn untuk menikah dan menjadi pasangan suami istri.

Sekitar 12 tahun bisnis properti itu dibangun, akhirnya bisnis mereka berkembang hingga cukup besar. Namun pada tahun 2007, hambatan mulai muncul. Perusahaan yang didirikan oleh mereka sempat bangkrut dengan utang US$ 1,65 miliar. Dan tentunya hal tersebut merupakan pukulan yang sangat besar bagi Zhang Xin, ditambah lagi pada saat itu ia dan suaminya harus berjuang membayar gaji dan tagihan yang lainnya.

Meskipun dalam keadaan yang bangkrut, tetapi Zhang Xin memiliki pandangan bahwa bagaimanapun keadaan perusahaan tetapi tetap harus bergerak. Dengan kontrol keuangan yang ketat, Zhang Xin dan suaminya sedikit demi sedikit dapat me-restrukturisasi utang-utang perusahaan dan dengan cara bertahap akhirnya Zhang Xin bisa mendapatkan keuntungan.

Dan kini Zhang Xin telah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia, dimana kekayaannya didapatkan oleh keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah dan buka pula menikah dengan lelaki yang kaya. Diberitakan bahwa kini kekayaan Zhang Xin diperkirakan senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Penghargaan yang Didapatkan Zhang Xin

Kisah Buruh Pabrik yang Kini Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di DuniaDari kesuksesannya tersebut Zhang Xin telah berhasil mendapatkan berbagai macam penghargaan bergengsi international. Pada tahun 2004, ia pernah meraih BussinessWeek's Stars of Asia Award atau sebagai Ten Woman to Watch in Asia. Pada tahun 2008, Zhang Xin terdata sebagai "World's Most Powerful Women". Kemudian pada tahun 2009, Zhang Xin termasuk diantara "Top ten Billionaire Women We Admire" dan “Top 50 Women in World Business”. Setelah itu pada tahun 2010, Zhang Xin berada diantara "China Top 10 Career Women Role Models in 2009” . Dan yang terakhir pada tahun 2011, Zhang Xin berada diantara “The International Power 50″ of the “Most Powerful Women” dan kembali mendapatkan predikat sebagai “World’s Most Powerful Women”.

Meskipun telah sukses tetapi Zhang Xin tampil dengan sederhana, dimana make up dan perhiasan yang ia kenakan tidak berlebihan. Bahkan jika ia akan bepergian dengan jasa transportasi, ia menolak untuk menggunakan tiket kelas satu dan ia lebih memilih kelas bisnis.
Nah sahabat, diantara mimpi dan kenyataan ada yang namanya kerja keras. Berjalanlah di atas kerikil, percaya dan yakinlah bahwa waktu akan mengubahn kerikil tersebut menjadi debu yang sangat halus, dan jalan kita untuk melangkah lebih jauh akan menjadi mulus .

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...