Kisah Haru Pertemuan Singkat Ayah dan Anak Setelah Terpisah 43 Tahun Lamanya

Kisah Haru Pertemuan Singkat Ayah dan Ank Setelah Terpisah 43 Tahun Lamanya Bertemu kembali dengan rekan, sahabat dan keluarga yang sudah lama tidak kita jumpai tentu menjadi kebahagiaan yang tak terhingga. Dapat kembali berkumpul dan bercengkrama bersama mereka dengan dihiasi canda dan tawa akan semakin membuat suasana menjadi semakin hangat. Ya, perpisahan memang sebuah kepahitan yang mau tidak mau harus kita jalani. Namun, dapat kembali dipertemukan dengan orang yang telah lama tidak berada disamping kita tentunya akan kembali membawa kebahagiaan dalam hidup kita.

Namun bagaimana, jika orang yang terpisah dari kita tersebut adalah orang yang begitu penting dalam hidup kita yang mana seharusnya orang tersebut senantiasa berada disamping kita. Tanpa kehadiran sosok tersebut tentunya akan membuat kita merasa hampa. Apalagi jika kepergiannya bukan dalam waktu yang sebentar, namun dalam kurun waktu yang begitu lama. Hal ini tentu saja akan membuat kita tidak merasakan cinta dari orang tersebut, karena ia tidak pernah hadir disamping kita.

Seperti halnya sosok seorang ayah. Bisa kita bayangkan, bagaimana perasaan kita jika harus terpsah dari ayah kita dalam waktu yang begitu lama. Ayah yang semestinya berada disamping kita dan menjaga kita serta melindungi dengan kasih sayang dan tulus cintanya, terpaksa harus pergi karena ada kepentingan dan harus tinggal jauh dari kita. Namun setelah ia kembali lagi, tentu hati kita akan merasa senag dan bahagia.
Hal inilah yang dirasakan oleh seorang perempuan yang kembali bertemu dengan sang ayah setelah keduanya terpisah selama 43 tahun. Jelas waktu tersebut bukanlah waktu yang sebentar. Bukan lagi kebahagian yang dirasakan oleh keduanya, kisah harupun dituai siapa saja yang melihat. Pasalnya, pertemuan yang mengharukan tersebut hanya berlangsung begitu singkat sebelum akhirnya sang ayah pergi untuk selama-lamanya.

Terpisah Dari Ayah Selama 43 Tahun

Kisah Haru Pertemuan Singkat Ayah dan Anak Setelah Terpisah 43 Tahun Lamanya

Adalah Mary Garcia yang mengalami nasib yang mengharukan tersebut. Perempuan yang kini berusia 41 tahun ini, sudah tidak mengenal cinta dan sosok kehadiran ayah sejak dirinya masih kecil. Jika diusia Mary yang masih begitu kecil, anak-anak sebayanya mendapatkan cinta dari ayah-ayah mereka dan dihujani banyak kasih sayang. Hal serupa tidak dirasakan Mary, Mary kecil hanya ditemani oleh ibunya.

Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Jim McKelvie ayah Mary adalah seorang mantan tentara yang berpisah bersama Mrs Gracia dan putrinya yang masih berusia 2 tahun. Sejak saat itulah, diberitakan kedua pasangan ini telah kehilangan kontak selama 43 tahun lamanya. Namun demikian, perpisahan yang membuat Jim kehilangan anaknya tersebut tak lantas membuatnya benar-benar bisa melupakan masa lalunya. Hingga saat ini Jim yang telah menjadi pria tua yang begitu renta masih saja menyimpan foto dirinya dengan putrinya, yakni Mary. Bahkan diakuinya, setiap saat Jim selalu memandangi foto bersama dengan putrinya. Jim tidak pernah tahu dimana putrinya saat ini, seperti apa rupanya, apakah ia tumbuh dengan baik atau tidak. Namun, Jim yakin jika putrinya yang begitu ia rindukan telah tumbuh menjadi seorang perempuan cantik yang mungkin tak bisa ia kenali, jika Mary tak memperkenalkan dirinya.

Waktu terus saja berjalan, usia Jim yang sudah tidak muda lagi membuat dirinya tak lagi sekuat dan segagah dulu, kini ia jadi sering batuk-batuk dan sakit-sakitan.

"Pada bulan September ia sakit parah dan harus dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama dua minggu, kemudian kami mendapatkan kabar yang benar-benar memilukan ia menderita kanker stadium akhir," papar Claire Houston, cucu Jim.

Setelah perpisahannya dengan ibu Mary, Jim memang telah menikah lagi. Namun demikian, hal ini tidak lantas membuat Jim menghapus putrinya dari kehidupannya. Jim pun sering menceritakan tentang Mary kepada cucunya, Claire yang selau menjaganya di rumah sakit.

Pertemuan Dengan Sang Ayah yang Begitu Mengharukan

Kisah Haru Pertemuan Singkat Ayah dan Ank Setelah Terpisah 43 Tahun Lamanya

Karena sakit yang di derita kakeknya dan tak tega melihat sang kakek terbaring lemah dengan kerinduannya yang begitu mendalam kepada sang putri, Claire kemudian menghubungi Mary dan menceritakan semuanya. Setelah lama terpisah, Jim dan mantan istrinya terhubung kembali di media sosial 6 bulan yang lalu. Lalu, beberapa bulan kemudian, kabar yang mengejutkan datang dari Jim yang mengalami sakit parah.
Setelah mendengar kabar dari Houston dan mengetahui jika ayahnya sakit parah, tanpa menunggu lama, Mary pun langsung terbang ke Kircaldy, Fiife dan menempuh perjalanan sejauh 7400 km dengan jalur udara. Sesampainya di rumah sakit, akhirnya untuk pertama kalinya setelah 43 tahun terpisah pasangan anak dan ayah ini kembali dipertemukan dalam kondisi yang memilukan.

Melihat kehadiran sang putri ada didekatnya sewaktu dirinya berjuang melawan penyakitnya, sontak saja menjadi kekuatan untuk Jim yang sedang terbaring lemah. Semua yang hadir pada saat itu, termasuk Houston dan perawat yang menyaksikan pertemuan ini hanyut dalam haru yang mendalam. Cucuran air mata sontak ditumpahkan Mary dan ayahnya, dengan tidak canggung kedua saling memeluk dan menumpahkan kerinduan setelah berpuluh-puluh tahun tak bertemu. Dan untuk pertama kalinya, Mary merasakan dekapan dan kasih sayang ayah kandungnya yang tak pernah ia rasakan selama ini.

Pertemuan yang Begitu Singkat

Kisah Haru Pertemuan Singkat Ayah dan Ank Setelah Terpisah 43 Tahun Lamanya

Sayangnya, pertemuan bahagia dan mengharukan ini tak berlangsung lama. Perpisahan selama 43 tahun yang penuh dengan kerinduan ini hanya ditebus dengan 2 hari karena Jim McKelvie yang telah berusa 66 tahun ini harus tutup usia untuk selama-lamanya. Hal ini tentu saja membuat Mary yang baru saja bertemu ayahnya sebentar saja, harus menelan kenyataan pahit kembali ditinggalkan. Hanya saja, perpisahan kali ini adalah perpisahan untuk selamanya. Mary tidak akan lagi dapat melihat wajah dang ayah bahkan merasakan dekapannya lagi. Karena ayahnya, telah pergi untuk selama-lamanya. Namun begitu, Mary tak lantas meratapi seluruh kesedihannya, bagaimanapun hidup harus tetap berlanjut. Ia pun merasa lega dan bahagia, setidaknya sebelum kepergian sang ayah dirinya telah bertemu meski hanya sebentar.