Kisah Inspirasi Pejuang Hidup Ini Sungguh Menyentuh dan Menyayat Hati

Hidup yang kita jalani bukanlah hanya perjalanan semata, hidup ini adalah perjuangan, oleh karena itu kita harus memperjuangkannya jika ingin terus hidup dan bahagia.

Setiap orang tentunya memiliki kekurangan. Namun, kekurangan yang kita miliki tak lantas membuat kita putus asa dan enggan menjalani hidup ini. Selalu percayalah kepada Sang Pencipta, ia akan menghadirkan kebahagiaan dibalik cobaan yang di berikan.

Dengan kekurangan atau ujian yang kita miliki dan sedang kita jalani, bukan berarti kita harus iri dengan orang-orang yang ada di luar sana. Jangan pula kita ingin dikasihani dan meminta belas kasihan orang lain. Tetaplah semangat dan tetaplah perjuangkan hidup kita.

YUE1

Kisah inspirasi kali ini datang dari pria paruh baya bernama Yue Jin. Pria ini bukanlah pria biasa, ia merupakan sosok yang begitu luar biasa hebat dan penuh dengan inspirasi. Berdasarkan sumber, 23 tahun yang lalu ia harus rela kehilangan kedua kakinya serta 9 jari tangannya. Yang mana pada saat itu ia mengalami kejadian yang begitu naas. Ketika tahun 1993, pada saat dirinya sedang memotong kayu bakar di sebuah daerah pegunungan, ia terjatuh ke sebuah lembah yang begitu dalam. Bahkan pada saat itu ia hampir tewas. Ia mengalami cedera yang begitu parah, sehingga dokter yang menanganinya pada saat itu terpaksa harus mengamputasi kedua kaki serta sembilan jari tangannya. Keadaan ini tentunya bukanlah keadaan yang mudah untuk setiap orang.

Sejak kejadian yang naas tersebut, hidup Yue tidak lagi sama seperti dulu. Ia merupakan kepala keluarga yang harus berusaha mencari nafkah untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya. Baginya, kehilangan kedua kaki dan jari tangannya seakan-akan sudah seperti hukuman mati baginya. Ia juga harus menghidupi putrinya hanya seorang diri, karena sang istri meninggal setelah tiga hari melahirkan putrinya tersebut.

Agar semua kebutuhannya tetap terpenuhi dan putrinya tetap bisa ia hidupi, pada saat itu Yue sempat pergi meminta-minta. Ketika itu, ia meminta belas kasihan dari orang lain yang bersedia memberinya uang recehan dan makanan. Sementara sang putri, ia titipkan pada tetangganya.

YUE2

Namun, sesaat setelah itu Yue tersadar bahwa dirinya tidak selamanya harus meminta-minta belas kasihan dari orang lain. Meminta-minta tentunya bukanlah hal yang ingin ia lakukan, namun pada saat itu tidak ada pilihan lain lagi yang harus dilakukannya. Ia kemudian bangkit dan tersadar bahwa ia harus mencari nafkah dengan kemampuan dan kekuatannya sendiri. Sehingga pada saat itu ia terpaksa mengeluarkan uang tabungannya senilai 700 yuan atau sekitar 1,4 juta rupiah. Uang tabungannya tersebut ia belikan alat dan mengikuti pelatihan mereparasi sepedah angin. Perjuangannya pada saat itu begitu keras untuk melakukan pekerjaan tanpa jari tangannya.

Saat ini, Yue memiliki bengkel sendiri dan ia bekerja disana. Sekarang, putrinya sudah dewasa dan kini ia sudah menikah. Putrinya sebenarnya ingin merawat sang ayah sehingga ayahnya tersebut tidak harus bekerja keras lagi seperti itu. Namun, ia tidak ingin merepotkan anaknya tersebut. Ia tetap ingin bekerja di bidang yang sudah ia cintai itu.

Nah, sahabat sungguh sangat menyentuh sekali kisah hidup Yue. Kisah hidupnya begitu menginspirasi. Ia mampu membuktikan kepada kita semua meskipun dengan keterbatasan dan kekurangan, ia tetap bisa hidup dan membesarkan putrinya sendiri. Semoga kita terinspirasi dari kisah hidup yang begitu menyentuh dan menyayat hati ini.

loading...