Kisah Inspiratif Seorang Ibu : Aku Cinta Kamu Jane

Kisah Inspiratif Seorang Ibu : Aku Cinta Kamu Jane Hallo apa kabar sahabat bisikan.com? Kali ini Bisikan.com akan berbagi kisah inspiratif bagaimana kisah kasih seorang ibu pada seorang anak yang akan sangat menyentuh. Nah, dengan menyimak cerita kali ini diharapkan sahabat semua bisa lebih tegar dan lebih mencintai sesama terutama buah hati kita sebab mereka adalah anugerah terbesar yang tuhan berikan pada kita. Nah, agar tak lagi penasaran, yuk kita simak kisah berikut ini.

Kisah kali ini datang dari sebuah video inpiratif dari youtube, sebuah kisah yang menceritakan kisah perjuangan seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Thailand bernama Jane. Saat itu terlihat Jane yang tengah lari terburu-buru dari sebuah parkiran sekolah dengan masih mengenakan seragam dan atribut sekolahnya. Jane kemudian berganti pakaian disebuah toilet sebuah gedung, nampaknya ini adalah gedung sekolah yang berbeda dimana Jane tadi berlarian, sambil terburu-buru dan memegang ponselnya, Jane disibukan dengan pakaiannya yang masih terlihat berantakan, selesai dengan merapihkan pakaian Jane langsung mengambil lipstik dan mulai merapihkan penampilannya. Tiba-tiba pesan masuk diponselnya yang menanyakan dimanakah Jane berada saat ini, yang mana pesan tersbeut datang dari temannya Phutt.

Latar berubah di sebuah gedung sekolah dasar dengan setting yang begitu ramai dimana para orangtua siswa dan anaknya telah duduk dan saling memeluk di depan dan ternyata hari itu adalah perayaan hari ibu dimana anak-anak akan duduk dan memberikan hormat berupa sungkeman serta pelukan pada ibunya. Tradisi seperti ini memang cukup terkenal di Thailand dan menjadi salah satu pelajaran etika tentang bagaimana menghormati seorang ibu. Dan ternyata Jane adalah seorang mahasiswi sekolah perguruan tinggi yang sudah memiliki seorang anak.

Setiap hari Jane pulang jam 4 sore, seringkali ia tak sabar menunggu waktu pulang sekolah tiba. Ketika waktu pulang sekolah tiba dimana teman-teman sebayanya asik mengobrol saat menjelang pulang, Jane selalu terburu-buru karena harus menjemput anaknya disekolah. Hal ini tentunya tidak berjalan dengan mulus, ketika seseorang memiliki anak saat masih duduk dibangku sekolah maka konsekuensi akan pembicaraan orang lain akan dihadapinya. Semua rumor yang menyudutkan bahwa Jane hamil diluar nikah dan semua hal buruk seringkali menjadi santapan hariannya. Namun demikian, sebagai seorang ibu yang mencintai putrinya, Jane tidak pernah malu, menyerah apalagi berputus asa. Jane selalu mengatakan biarkan oranglain berkata karena mereka tidak tahu alasannya. Untungnya saja ada teman Jane yang selalu menemaninya dan puterinya melalui hari-harinya yang cukup sulit, teman itu adalah Phutt seorang guru anaknya yang baik hati.

Ibu yang Baik dan Teman yang Baik

Kisah Inspiratif

Setiap hari sebelum pergi kesekolah dan mengantarkan anaknya sekolah Jane dan puterinya bernama June sudah bak sepasang sahabat sejati yang selalu melakukan hal bersama dan saling membantu satu sama lain. Mulai dari bangun pagi bersama hingga dengan mengenakan seragam sekolah bersama-sama bahkan mereka seringkali melakukan hal-hal konyol bersama seperti mengeringkan rambut dengan kipas angin bersama. Ya, puteri Jane kini sudah besar, ia sudah sekolah disekolah dasar, jika diperkirakan mungkin saat ini ia sudah kelas 1 atau kelas 2. Saking dekatnya dengan Phutt tak jarang June puteri Jane menjemput dan menunggu Jane ke sekolah. Hari-hari dilalui Jane bersama dengan June dengan penuh cinta dan kebersamaan. Hanya saja, ada satu waktu dimana sebagai seorang teman, Phutt merasa kasihan pada Jane yang hidup sendirian dan seringkali digunjing orang lain, Phutt meminta Jane untuk mengatakan kejujuran pada orang lain dan mengungkapkan kebenaran. Ya, kebenaran akan puterinya Jane yakni June. Namun dengan tenang Jane mengatakan ia tidak perlu mengungkapkannya, ia sudah bahagia bersama dengan teman kecilnya June. Lantas apakah kebenaran itu?

Sebuah Misteri dan Kebenaran Terungkap

Kisah Inspiratif

Setting kembali pada gedung sekolah dasar dan upacara hari ibu, dimana murid-murid sungkem di pangkuan ibu mereka dan memeluknya dengan cinta. Namun tiba-tiba ingatan Jane teringat pada kejadian 7 tahun lalu dimana saat itu ia hendak membuang sampah di tempat sampah. Ia terkejut melihat sebuah tas besar yang ada ditong sampah tersebut, Jane mencoba mendekati tas tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika yang didapati dari isi tas tersebut adalah bayi yang menagis dan bergerak-gerak. Pada saat itu, Jane tidak tahu apa yang harus ia lakukan, siapa yang tega membuang bayi di tempat sampah seperti ini? dimanakah ibunya? siapakah ayahnya? apakah ibunya tahu bahwa bayi ini kedinginan? apakah ibunya tahu jika bayi ini kelaparan? apakah ibunya mendengar tangis bayi yang tidak berdosa ini? Pikiran Jane terus dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Hatinya mungkin menjerit, air matanya terurai begitu deras tak tega melihat sang bayi yang dibuang. Dan tanpa pikir panjang, dirangkulah bayi tersebut dan dipeluknya begitu erat, disanalah ia mendekap bayi dengan penuh cinta dan rasa ibanyalah yang membuat ia berjanji akan merawat dan menjaga bayi yang ditemukannya dan mengganggapnya seperti anak sendiri, ia berjanji untuk tidak memperdulikan omongan oranglain, yang ada dibenaknya hanyalah niatnya yang tulus mencintai sang bayi dan menjaganya dengan sepenuh hati meskipun bayi yang ditemukannya yang saat ini sudah ia rawat ia jaga, ia cintai, ia sekolahkan dan sudah tumbuh besar menjadi seorang puteri cantik yang tengah bersimpuh dikakinya bukanlah puteri kandungnya dan Jane tidak pernah menikah atau melakukan hal-hal buruk seperti yang orang pikirkan tentang dirinya. Jane adalah seorang remaja yang menemukan bayi yang tidak berdosa yang dibuang dan dengan rasa iba ia jaga, ia rawat dan ia cintai bayi tersebut dengan sepenuh hati.

Nah, ibu dan semua perempuan sungguh menyentuh kisah kali ini bukan? Kita mungkin beranggappan diawal bahwa Jane adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dan sudah memiliki anak. Namun ternyata setelah kita simak semua kisahnya, anak yang dibesarkannya sewaktu ia masih sekolah bukanlah anak kandungnya atau anak seperti yang kita pikirkan. Sungguh mulia hati seorang Jane ini, ia rela menanggung malu, menanggung cercaan dan gosip oranglain tentang dirinya padahal ia hanya membantu dan menyayangi bayi yang dibuang yang entah dimana orang tuan si bayi saat ini. Jadi demikian, jangan pernah menilai buruk seseorang jika kita tidak benar-benar mengetahui kebenarannya. Selain itu, cintai dan sayangi anak-anak kita, sebab merekalah anugerah terbesar kta dari tuhan.

Berikut Video dan Kisahnya Bisa Anda Simak Dibawah Ini

{embed:youtube:2SMpx-1dV24}

 

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami