Mengharukan! Anak Korban Aleppo Operasi Tanpa Dibius, Jurnalis Turki Tidak Kuasa Menahan Tangis

Anak-anak patut mendapatkan kebahagiaan dan hidup yang layak. Anak-anak jiwanya masih lemah, ia perlu disayangi dan dilindungi. Akan tetapi, seperti yang kita ketahui tidak semua anak bisa hidup layak dan mendapatkan kebahagiaan. Selama ini banyak anak-anak yang hidupnya terlantar, mereka tidak mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka tidak dapat hidup tenang, hidup  di tengah-tengah masalah dan kekerasan, serta tidak sedikit anak yang hidupnya terancam.

Rasa tidak aman dan terancam tentu saja akan dirasakan oleh anak-anak yang menjadi korban peperangan. Terjadinya peperangan dan gencatan senjata adalah peristiwa yang sangat mengerikan. Bahkan tidak sedikit orang yang menjadi korban dari kejadian tersebut, baik itu orang dewasa, orang tua hingga anak-anak. Tidak sedikit orang yang mengalami luka-luka atau trauma yang disebabkan karena kejadian naas tersebut. Tidak sedikt pula orang yang kehilangan keluarga dan sanak saudara, anak kehilangan orang tua atau orang tua yang kehilangan anak-anaknya.

Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, kejadian di Aleppo sudah merenggut banyak sekali jiwa, bahkan sampai ribuan. Selain jiwa, krisis kemanusiaan tersebut telah merusak berbagai fasilitas umum dan menghancurkan kota.

Kisah Inspirasi Aleppo

Para staf medis diturunkan untuk membantu para korban di Aleppo. Hanya saja, berdasarkan sumber para staf medis membantu korban Aleppo hanya dengan memanfaatkan peralatan medis seadanya. Meskipun begitu, para korban tidak mengeluh. Banyak korban, khususnya anak-anak tetap sabar. Mereka tetap semangat dalam menerima setiap keadaan yang menimpa dirinya dengan lapang dada. Mereka tidak mengeluh, mereka justru menunjukan kekuatan dan kesabarannya kepada seluruh dunia yang membuat semua dunia ikut menangis menyaksikannya.

Banyak kisah mengharukan yang dialami oleh para  korban. Mengetahui kisah atau beritanya hati kita tentu akan tersentuh dan terenyuh. Salah satu kisah begitu menyedihkan salah satunya dialami oleh anak berusia 5 tahun. Kisah seorang anak yang menjadi korban di Aleppo sempat viral di dunia maya. Kisah anak berusia 5 tahun ini membuat jutaan pasang mata manusia di dunia mengeluarkan air mata. Banyak orang yang terenyuh menyaksikan kisahnya. Namun, banyak pula orang yang merasa bangga dengan kesabaran dan ketabahan anak tersebut.

Kisah Anak Korban Aleppo Dioperasi Tanpa Dibius

Video yang memperlihatkan kisah anak tersebut sudah banyak beredar di dunia maya. Pada video tersebut terlihat anak berusia 5 tahun sedang melakukan operasi karena luka bakar yang disebabkan oleh ledakan bom. Diketahui, obat bius staf medis di sana tidak tersedia. Untuk menyelamatkan dan menyembuhkan luka anak tersebut , staf medis kemudian harus melakukan operasi pada si anak tanpa memberikan obat bius sama sekali.

Bisa kita bayangkan sendiri, melakukan operasi atau pembedahan tanpa dibius terlebih dahulu tentu saja akan sangat menyakitkan, orang dewasa sekalipun tentu saja tidak bisa menahannya, apalagi jika anak-anak yang mengalaminya. Kita tentu saja tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang akan dialami. Meskipun mengalami rasa sakit yang tidak tertahankan, tapi anak berusia 5 tahun tersebut tidak pernah menjerit, menolak ataupun meronta ketika menjalankan operasi meskipun tanpa dibius terlebih dahulu. Anak tersebut tetap menjalankan operasi dengan tegar dan tenang. Bahkan, di tengah-tengah operasi ia menyempatkan menghafal surat pendek Al-Quran. Melihat keadaannya tersebut, sontak banyak orang yang menyaksikan videonya menangis karena tidak kuasa menahan air mata.

Banyak Orang Menangis Mengetahui Kisahnya

Karena ketabahan dan kesabarannya tersebut, banyak orang yang mengetahui kisah dan menyaksikan videonya tidak kuasa membendung air mata dan menitikannya. Banyak orang yang merasa terharu dan tersentuh. Bahkan seorang jurnalis yang berasal dari Turki,  sekaligus pembawa acara, Turgay Guler, yang  sedang menyiarkan berita tidak bisa menahan air mata dan membendung rasa prihatin atas kejadian  yang menimpa korban perang di Aleppo, Suriah. 

Awalnya Guler menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar sampai masuk pada berita mengenai konflik bersenjata di Suriah, khususnya di Aleppo. Dalam video yang diperlihatkan sebagai ilustrasi dari berita, terlihat video anak berusia 5 tahun tersebut sedang menjalankan operasi tanpa dibius atau anestesi. Kondisi yang memprihatinkan tersebut membuat sang pembawa acara tidak bisa menahan air matanya. Guler hanya terus memegang kepalanya sambil membacakan berita. Melihat video tersebut, rekannya pun ikut menangis tidak kuasa menahan haru.

Atas apa yang menimpa rakyat Aleppo sungguh menyedihkan dan memprihatinkan sekali.  Hal ini bukanlah kali pertama yang terjadi pada anak-anak di Aleppo. Pada bulan November yang lalu, harian The Independent menyatakan bahwa bayi bayi yang lahir prematur harus dipindahkan dari incubator, pasalnya rumah sakit yang menaungi mereka keadaannya rusak total karena bom.

Namun beruntung, kesepakatan baru sudah dicapai dan warga yang menjadi korban sedikit demi sedikit bisa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Pelajaran yang Dapat Diambil Dari Kisah Ini

Mengenai kejadian di Aleppo , serta kisah anak berusia 5 tahun tersebut tentu saja banyak inspirasi atau pelajaran yang dapat kita ambil. Kita tentu harus bersyukur karena kita masih bisa hidup dengan aman tanpa ada ancaman apapun. Kesabaran dan ketabahan rakyat Aleppo dalam menghadapi musibah patut kita jadikan pelajaran. Meskipun keadaannya memprihatinkan, luka dan rasa sakit menimpa tubuhnya tetapi mereka tidak pernah  mengeluh. Kesabaran dan perjuangannya dapat membuka hati kita semua untuk selalu sabar dan tabah dalam menghadapi segala macam masalah dan persoalan. Usia bukanlah penentu seberapa besar kita bisa sabar, kesabaran bisa muncul dari keinginan dan harapan kita untuk kembali menjadi lebih baik lagi.

Setiap orang akan mengalami cobaan hidup yang berbeda-beda. Besar kecilnya cobaan yang kita alami tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dalam menghadapi masalah hidup baik besar ataupun kecil, hal paling penting yaitu kesabaran. Tanpa adanya rasa sabar, kita akan merasa bahwa hidup kitalah yang paling menderita. Padahal pada kenyataannya, masih banyak orang di luar sana yang hidupnya lebih menderita dibandingkan dengan apa yang kita alami.   Ujian tidak akan diberikan pada manusia di luar batas kemampuannya. Jika mereka dengan ujian yang besar dapat menghadapinya dengan tabah dan tenang , lantas bagaimana dengan kita? Tetaplah yakin dan janganlah berputus asa. Yakinlah bahwa dibalik cobaan yang kita alami akan ada kebaikan yang datang pada kita nantinya.

Mengenai perang yang terjadi di Suriah , tentu saja kita semua berharap bahwa perang bisa segera dihentikan dan perdamaian dunia bisa terwujudkan tanpa adanya masalah ataupun peperangan. Kita tentu berharap semua orang di dunia ini bisa hidup dengan nyaman , aman dan tenang.

Semoga kisah ini bisa menginspirasi dan memberikan pelajaran yang berharga untuk kita semua.