Mengharukan Meskipun Hidup dalam Kesulitan Kakek Sebatang Kara Ini Rawat Anak yang Terlantar

Masa tua adalah masa dimana kita harus banyak beristirahat dirumah. Menikmati indahnya dunia dan menikmati kebahagiaan berkumpul bersama dengan keluarga tercinta.

Namun berbeda halnya dengan kake tua ini. Justru kakek tua ini tidak bisa menikmati masa-masa tuanya dengan baik. Ia yang seharusnya ditemani oleh anak dan sanak sudara, namun justru ia harus hidup sendiri di dalam peliknya hidup ini. Tidak ada yang mengurus dan merawat hidupnya, ia berusaha dan berjuang sendiri dalam hidupnya. Hidupnya dilanda kesulitan, namun kesulitan yang dirasakannya tersebut justru tidak lantas membuat dirinya terpuruk. Kakek tua ini memiliki hati yang sangat tulus. Ketulusuannya tersebut tidak bisa diukur oleh cara apapun. Dan ketulusan dari hati kakek tua ini benar-bena tulus di dalam hatinya, tidak bisa dilihat oleh mata tetapi dirasakan oleh hati.

kake-sebatang-kara-rawat-anak-terlantar

Kakek tua yang hidup sebatang kara ini telah membuat hati siapa saja yang melihatnya tergugah dan terharu. Akhir-akhir ini kisahnya telah muncul diberbagai media sosial dan menjadi sorotan publik. Kaket tua yang hidup sebatang kara dan berusia 70 tahun ini diketahui sudah merawat seorang anak yang terlantar selama 14 tahun lamanya. Seperti yang dilansir dari shanghaiist.com, kakek tua yang bernama Li Yuhua ini tinggal di sebuah daerah pegunungan tepatnya di provinsi Anhuai selama 20 tahun lamanya.

Dulu kakek tua ini pernah bekerja sebagai seorang petugas keamanan di kuil Shengquan di daerah tersebut. Hingga pada suatu hari kakek ini menemukan seorang anak perempuan terlantar di sebuah pintu rumah sakit.

Kakek tua menemukan anak terlantar ini pada tahun 2001. Ia menemukan anak perempuan ini tepatnya disebuah pintu rumah sakit di kota Xiao. Karena merasa kasihan, ia membawa anak ini pulang dan merawatnya serta memberinya nama Chen Hui. Chen Hui ini rupanya terlahir dengan keadaan yang tidak normal. Dimana dirinya ini menderita serebal palsi da epilepsi.

Berkat donasi dan sumbangan dari beberapa pihak, Chen Hui sebelumnya pernah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Beijing. Namun sayangnya, meskipun telah melakukan berbagai macam perawatan kondisinya tidak kunjung membaik juga. Tetapi walaupun keadaan anak angkatnya ini kurang sempurna, tetapi ia masih bersyukur karena setidaknya ia mendapatkan seseorang yang menemani sisa-sisa hidupnya.

Untuk membiaya kebutuhan sehari-harinya, Li kakek tua ini bergantung pada subsidi pemerintah. Li mendapatkan 2.000 RMB atau sekitar 4,2 juta rupiah dan Chen Hui sekitar 400 RMb atau sekitar 840 ribu rupiah dalam perbulannya. Bahkan terkadang, mereka juga mendapatkan kiriman makanan seperti nasi, telur dan mi dari para donatur.

kakek-sebatang-kara-rawat-anak-terlantarMeskipun Li dan Chen hidup dalam kemiskinan tetapi mereka bisa hidup bahagia bersama-sama. Dalam setiap harinya Li akan mengajak Chen Hui untuk bermeditasi bersama. Bahkan Li akan menggendong putri angkatnya ini ke tempat mereka berdua bermeditasi. Dengan tulusnya Li merawat dan menyiapakan semua kebutuhan Chen Hui.

Nah, sahabat meskipun hidup kakek tua ini tidak pernah bergelimpangan harta, tetapi ia tetap memiliki hati yang kaya dan mulia. Pasalnya diusia senjanya ini, ia masih menyempatkan untuk merawat seorang anak yang tidak memiliki ikatan darah dan keluarga denganya.

Saat ini kita semua mungkin berpikiran bahwa orang yang memiliki hati tulus sudah tidak ada lagi. Namun kakek Li ini membantah anggapan tersebut, karena pada kenyataan di dunia ini masih ada orang baik yang meiliki hati yang begitu tulus seperti dirinya. Kita do'akan semmoga mereka berdua diberikan semua yang tebaik oleh sang maha pencipta.

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...