Mengharukan Pasangan Ini Rela Tinggal di Gunung Untuk Bisa Tetap Hidup Bersama

Mengharukan Pasangan Ini Rela Hidup di Gunung Untuk Tetap BersamaCinta merupakan perasaan yang diberikan oleh tuhan kepada umatnya. Cinta datang dengan sendirinya. Cinta datang tidak dengan paksaan. Itulah kata-kata yang pantas menggambarkan tentang cinta. Ya, cinta merupakan salah satu kata terindah di dunia ini. Dengan cinta kita bisa merasa bahwa diri kita lebih berarti. Cinta jugalah yang membuat kita mengerti akan arti kasih sayang. Selain itu cinta juga tidak akan pernah mengenal usia.

Hidup bersama orang yang kita cintai merupakan suatu kebahagian. Namun, pada kenyataanya tidak semua orang bisa hidup dengan orang-orang yang mereka cintai. Banyak sekali orang yang terhambat kisah cintanya. Banyak juga alasan yang menjadi penghambat dari kisah cinta yang dimilikinya.  Tidak mendapat restu dan perbedaan usia merupakan alasan yang paling dominan. Namun, meskipun begitu kita tetap harus memperjuangkan cinta yang kita miliki bagaimanapun keadaanya. Seperti salah satu pasangan yang berasal dari China ini , pasangan ini terhambat kisah cintanya karena perbedaan usia, namun akhirnya mereka bisa hidup bahagia meskipun harus membuat keputusan yang berat.

Perbedaan Usia Menjadi Penghambat Cinta Kita

Di China ada salah satu pemuda yang bernama Liu Guojiang. Pemuda tersebut berumur 19 tahun. Liu Guojiang mencintai seorang wanita. Dan sebaliknya wanita yang Liu Guojiang cintaipun mencintai dirinya. Namun, pada saat itu cinta mereka berdua mendapat berbagai cercaan dan tentangan dari berbagai pihak. Tentangan tersebut disebabkan karena pada saat itu wanita yang di cintai Liu yang bernama Xu Chaoqin memiliki umur yang lebih tua darinya yaitu 29 tahun. Selain itu Xu juga merupakan seorang janda yang memiliki 4 orang anak. Jika pada saat ini perbedaan usia sudah bukan suatu masalah lagi, namun berbeda halnya pada  tahun 1956 di China. Pada masa itu seorang laki-laki muda yang mencintai wanita dengan usia di atasnya dianggap sebagai hal yang tidak bermoral serta masyarakat masih sangat tabu untuk menerimanya.

Meskipun cinta mereka ditentang oleh berbagai pihak, tetapi mereka tidak putus asa dan tidak berhenti untuk saling mencintai. Untuk menghindari cercaan dan tentangan dari berbagai pihak kemudian tanpa pikir panjang mereka berdua melarikan diri pergi dari desa yang sebelumnya mereka tinggali. Sebelumnya mereka tidak memiliki tempat yang akan dituju untuk melanjutkan hidup bersama, karena kemanapun mereka berdua pergi mereka akan dapat tentangan yang sama dari masyarakat sekitar. Namun hal tersebut tidak pernah menyurutkan niat mereka berdua untuk hidup bersama, tanpa pikir panjang lagi akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melarikan diri ke pegunungan. Dipegunungan mereka berencana untuk memulai hidup baru. Di sana juga mereka tidak akan mendapatkan banyak tentangan dari masyarakat, karena dipegunungan tidak ada satu pun masyarakat yang bermukim.

Ketika sudah sampai dipegunungan mereka kemudian dibuat bingung kembali oleh temapt tinggal yang akan mereka tempati, karena disana tidak ada rumah ataupun gubuk yang bisa mereka tempati untuk tinggal. Untuk itu selama beberapa hari mereka hanya tinggal di bawah pepohonan yang beralaskan dengan daun-daun kering. Namun, tidak lama dari itu mereka berdua menemukan sebuah gua, kemudian mereka memutuskan untuk tinggal di dalam gua tersebut. Apapun keadaannya, susah maupun senang mereka akan bahagia jika tetap hidup bersama. Gua yang mereka tempati tersebut berada dipegunungan desa Jiangji, sebelah selatan Chong Qing.

Meskipun Kesusahan Tetapi Kita Merasa Bahagia

Mengharukan Pasangan Ini Rela Hidup di Gunung Untuk Tetap BersamaKetika awal-awal pertama mereka hidup di gua tersebut, keadaan mereka sangat memprihatikan. Pada saat itu mereka tidak memiliki apa-apa. Jangankan kasur untuk alas tempat tidur makanan pun mereka tidak miliki. Untuk menyambung hidup mereka berdua harus makan rumput-rumputan, daun-daunan serta akar-akaran yang mereka temukan seadanya. Mereka juga tidak memikirkan keselamatan diri mereka. Sampai pada akhirnya Liu sempat merasa putus asa dan menyerah akan keadaan tersebut. Kemudian dirinya bertanya pada istrinya " Apakah kamu menyesal menikah denganku?". Namun, dengan bijak Xu menjawab"Selama kita rajin maka kehidupan ini akan menjadi lebih baik". Dan istrinya tersebut tidak pernah menyesal sama sekali, justru bagaimanapun kehidupan dan penderitaan yang mereka jalani Xu tetap bahagia karena telah bisa hidup bersama.

Paa saat itu mereka memutuskan untuk mencari makanan yang lebih layak, karena mereka berdua tidak ingin kembali memakan rumput dan akar-akaran. Mereka berdua pun kemudian membagi tugas, Lu bertugas untuk mencari kayu bakar dan Xu bertugas untuk mencari bahan-bahan makanan. Ketika mencari bahan makanan Xu terpaksa harus naik turun gunung. Medan yang dilalui ketika naik turun gunung tidaklah mudah dan Xu tetap menjalaninya dengan penuh kebahagian. Setelah hampir dua tahun lamanya Xu mencari makanan dengan naik turun gunung. Liu  merasa kasihan kepada Xu, untuk itu Liu memutuskan untuk membuat anak tangga agar istrinya bisa dengan mudah ketika naik turun gunung untuk mencari makanan. Liu dengan rajin dan rutin terus memahatkan anak tangga tersebut dengan menggunakan peralatan seadanya. Setiap hari ia tidak pernah melewatkan untuk memahat anak tangga tersebut, dan pada akhirnya setelah 50 tahun lamanya anak tangga tersebut selesai ia kerjakan dengan jumlah yang tidak sedikit pula yakni 6000 anak tangga.

Mengharukan Pasangan Ini Rela Hidup di Gunung Untuk Tetap BersamaSetelah 50 tahun mereka berdua hidup dipegunungan, lebih tepatnya pada tahun 2001 ada sekelompok pemuda penggembara yang sedang melakukan eksplorasi ke hutan digunung tersebut, kemudian dengan kaget mereka menemukan Liu dan Xu pasangan suami istri yang sudah tidak berusai muda lagi. Tidak hanya itu, para penggembarapun dikagetkan dengan adanya 6000 anak tangga yang mereka lihat yang telah dibuat Liu selama 50 tahun dengan penuh cinta dan kesabaran itu.

Menurut pengakuan dari salah satu anak Liu dan Xu, mereka berdua tidak pernah hidup terpisah meskipun hanya sehari. Meskipun mereka berdua hidup dengan penuh penderitaan tetapi mereka tetap menjalaninya dengan kebahagian.

Pada suatu hari Liu yang pada waktu itu berusia 72 tahun pingsan dan tidak sadarkan diri ketika pulang dari hutan. Xu yang dikagetkan dengan keadaan keadaan suaminya tersebut terus menangis dan berdo'a untuk kesembuhan suaminya tersebut. Ketika itu Liu sempat tersadar dari pingsannya dan kemudian menggenggam tangan Xu. Namun tidak lama dari itu Liu meninggal dalam pelukan Xu. Karena sangat mencintai sang istri, tangan Liu yang menggenggam tangan Xu sangat sulit untuk dilepaskan.

Xu sangat terpukul atas kepergian suaminya tesebut. "Kau telah berjanji untuk merawatku dan akan terus bersamaku sampai aku mati, tapi sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku bisa melanjutkan hidup tanpamu?". Selama beberapa hari Xu terus mengucapkan kalimat tersebut sambil memeluk peti jenazah suaminya dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.

Nah sahabat, kisah cinta mereka berdua bisa menjadi pelajaran untuk kita semua, namun tidak berarti kita harus melarikan diri seperti mereka. Pengorbanan yang tiada henti, kasih sayang  dan kebahagiaan dari merekalah yang patut kita jadikan pelajaran.

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...