Mengharukan Pria Ini Mencari Pekerjaan Sambil Mengendong Ibunya

Semua manusia hidup di dunia ini dengan nasib dan takdir yang berbeda-beda. Ada sebagian orang yang beruntung dan ada juga sebagian orang yang kurang beruntung. Namun, apapun keadaan tersebut seharusnya kita tetap bersyukur. Janganlah sampai dengan keadaan seperti itu kita menganggap bahwa kita adalah orang yang paling menderita di dunia ini. Perlu kita ketahui semuanya bahwa banyak orang di luar sana yang justru lebih susah dibandingkan dengan kita. Semangat dan terus berjuang untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik adalah hal yang perlu kita lakukan dibandingkan dengan terus mengeluh meratapi nasib ini.

Apapun dan bagaimanapun keadaan kita, meskipun itu susah tetapi itu bukan berarti kita harus melupakan orang-orang yang ada disekitar kita terlebih lagi orang tersebut merupakan ibu kita tercinta. Ya kita semua juga tentunya tahu bahwa ibu merupakan sosok pahlawan dan malaikat yang diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Perjuangan dan pengorbanan ibu untuk anaknya sangatlah besar. Ibu berjuang antara hidup dan mati ketika melahirkan anaknya ke dunia ini. Ibu juga berkorban tenaga dan pikiran ketika membesarkan dan mendidik kita hingga menjadi dewasa seperti ini. Meskipun lelah melanda tetapi ia tidak pernah menghiraukannya sama sekali. Ia tetap sabar menghadapi tingkah laku anaknya meskipun terkadang sang anak berbuat tidak baik kepada dirinya. Dengan ketulusan hati dan keikhlasannya ia selalu memaafkan anaknya. Dan disetiap hembus nafasnya tersimpan do'a untuk kebahagiaan anak-anaknya.

Ibu adalah salah satu orang yang berharap bisa melihat anaknya bahagia. Kebahagiaan anaknya adalah kebahagiaan untuk dirinya, dan kesedihan atau penderitaan yang dialami anaknya adalah penderitaan untuk dirinya juga. Bahkan ketika melihat sang anak menderita ibu akan lebih menderita dibandingkan dengan anaknya tersebut. Melihat perjuangan ibu yang sangat besar untuk itu wajib bagi kita untuk membalas jasa dan pengorbanannya tersebut apapun keadaan kita.

Nah, sahabat di bawah ini ada salah satu kisah yang sangat mengharukan. Kisah di bawah ini menceritakan sebuah perjuangan seorang pria dan ibunya. Pria ini berjuang untuk mengalahkan berbagai cobaan yag menimpanya, namun di sisi lain pria ini juga harus merawat sang ibu tercinta. Untuk itu demi memperbaiki hidupnya, pria ini terpaksa mencari pekerjaan sambil membawa sang ibu yang sudah tua.

Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Dai Xunwu merupakan pria yang terus berjuang di tengah-tengah cobaan hidup yang menimpanya. Seperti yang dilansir dari shanghaiist.com, pria yang kini berusia 44 tahun itu menerrima banyak sekali pujian setelah kisah hidupnya tersebar di dunia maya.

Sejak masih kecil ayahnya sudah pergi duluan dipanggil oleh sang maha pencipta. Tidak hanya itu ia pun ditinggal pergi oleh sang istri semenjak 18 tahun yang lalu. Cobaan hidup Dai pun ternyata tidak henti-henti menimpanya, dimana tidak lama dari itu sang ibu mengalami sebuah kecelakaan. Ketika berumur 68 tahun ibunya tersebut terjatuh parah hingga menyebabkan ibunya lumpuh dari pinggul hingga bawah. Dan dari semanjak itulah Dai harus menjadi tulang punggung keluarga meskipun ia merupakan anak bungsu.

Untuk mencukupi semua kebutuhan ekonomi mulai dari merawat sang ibu dan membayar uang sekolah putrinya, Dai memutuskan untuk menanam Monk Fruit. Tidak hanya itu, ia pun menanam paprika dan berternak babi. Namun, meskipun begitu uang yang dihasilkannya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Meskipun kesulitan selalu menghampirinya tetapi itu tidak membuat dirinya mengeluh. Ia terus memutar otak untuk mencari solusi agar bisa merubah kehidupannya, dan suatu ketika akhirnya ia memutuskan untuk mencari pekerjaan baru di luar kota.

Mencari Pekerjaan Sambil Menggendong Ibunya

Dai tidak menunda-nunda niatnya tersebut untuk mencari pekerjaan. Dengan semangat dan tekad yang kuat akhirnya pria ini berangkat untuk mencari pekerjaan baru. Namun, di sisi lain ia bingung akan ibunya. Karena anaknya sekolah dan tidak ada yang menjaga ibunya tersebut, akhirnya Dai memutuskan untuk membawa sang ibu mencari pekerjaan. Ia menggendong sang ibu yang sudah tua. Semua jalan ia telusuri sambil menggendong ibunya, panasnya sinar matahari kerap menyengat keduanya. Namun, ia dan ibunya tidak pernah mengeluh.

Berbekal keyakinan anak dan ibu ini terus berjuang mencari pekerjaan meskipun perjuangannya ini tidak berjalan dengan mulus. Dai beberapa kali ditolak ketika melamar ke sebuah swalayan, restoran dan konstruksi. Tetapi keadaan ini tidak pernah membuatnya mengeluh, ia terus menelusuri jalan dan mengunjungi semua tempat yang bersedia memberikan pekerjaan kepadanya. Hingga akhirnya ia mendapat pekerjaan menjadi pengirim air mimun kemasan. Dimana setiap galon air minum yang dikirimnya tersebut, ia mendapat upah sebesar 2 yuan atau sekitar 2 ribu rupiah.

Disela-sela Kesibukannya Ia Tetap Merawat Sang Ibu

Meskipun kini dirinya sudah bekerja, tetapi ia tetap mengurus ibunya dengan baik. Sebagai bukti cinta kepada sang ibu, Dai setiap harinya menyiapkan makanan sebanyak tiga kali. Ia juga tidak ketinggalan menata tempat tidur sang ibu agar ibunya tersebut bisa nyaman. "Ibu sudah bekerja keras untuk membesarkan kami semua, kini ibu sudah semakin tua dan giliran sayalah untuk merawatnya, mencuci bajunya dan membuatkan makanan untuknya," tutur Dai.

Sebelum berangkat kerja pun ia selalu menyempatkan waktunya untuk membantu sang ibu ganti baju dan menyisir rambutnya serta menyalakan televisi. Ia juga memotong-motong makanan hingga menjadi kecil agar mudah dicerna oleh sang ibu, menyuapinya dan sesekali ia juga membelikan permen kesukaan sang ibu. "Kami memang miskin, tetapi kasih sayang tidak boleh terlewatkan, jangan jadikan kemiskinan menjadi alasan untuk mengeluh," ujarnya.

Demi ibu dan keluarganya Dai terus bekerja tidak mengenal lelah. Ia bekerja sangat rajin, bahkan setelah pekerjaannya mengantarkan air kemasan selesai ia juga melanjutkan pekerjaan sampingan yaitu membersihkan toko dan memungut botol bekas. Dai rela bekerja apapun yang terpenting pekerjaannya tersebut tidak memisahkan dirinya bersama sang ibu dan keluarganya.

Tentunya kita semua bangga akan pengabdian Dai kepada ibunya. Dengan keadaan seperti itu ia tetap berbakti dan bersedia merawat sang ibu tercinta dan demi sang ibu ia tidak pernah memikirkan dirinya sama sekali. Dai juga memiliki sebuah pesan untuk semua anak-anak yang ada di dunia ini agar bisa terus berbakti kepada orang tua, "Saya harap semua anak bisa membahagiakan hati orang tuanya dan merawatnya dengan baik".

Nah, sahabat sebelum terlambat sayangi dan bahagiakanlah orangtua kita masing-masing. Sebisa mungkin balaslah semua jasa dan pengorbananya meskipun mereka tidak pernah memintanya sama sekali. Membalas jasa bukan berarti kita harus membayarnya dengan uang atau barang berharga, melainkan dengan terus membahagiakan hatinya. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran yang berharga dari kisah ini, dan kita do’akan semoga Dai dan ibunya terus hidup bahagia.