Meskipun Terjebak dalam Tubuh Balita, Gadis Berusia 19 Tahun Ini tetap Semangat Menggapai Cita-Citanya

Setiap manusia terlahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan dan kelebihan yang diberikan oleh Tuhan tersebut bukan berarti untuk dijadikan sebagai alasan menyombongkan diri atau mengeluh dan putus asa. Meskipun Tuhan membekali setiap manusia dengan perbedaan tetapi ia mengharapkan bahwa semua manusia masih bisa mengamalkannya dengan baik. Kelebihan yang diberikan oleh Tuhan tersebut tentunya akan membuat setiap manusia bangga dan bersyukur. Namun, jika Tuhan memberikan kekurangan maka tidak banyak orang yang akan bersyukur. Jangankan untuk bersyukur yang ada justru mereka malah mengumpat, menyalahkan keadaan atau bahkan sampai menyalahkan Tuhan.

Namun, perlu kita ingat semua bahwa kekurangan yang diberikan oleh Tuhan tersebut janganlah dijadikan sebagai kelemahan untuk diri kita. Kekurangan yang kita miliki sepatutnya jadikanlah sebagai kelebihan. Tuhan telah menciptakan setiap umatnya denan sangat adil, meskipun ia memberika kekurangan tetapi itu bukan berarti bahwa ia tidak menyertai kelebihan dibelakangnya.

Apapun keadaan kita, maka kita sebagai umatanya sangat wajib untuk mensyukurinya. Berterimakasihlah kepada beliau dan mintalah petunjuk kepadanya untuk segera membuka jalan terang atas rencana indah yang tersimpan untuk kita. Janganlah pernah mengeluh atas apa yang kita milik, karena Tuhan tidak menyukai orang yang lemah dan selalu putus asa. Tuhan maha baik, ia tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan setiap umatnya.

Ketika diri kita terselimuti oleh kekurangan, baik itu kekurangan fisik atau yang lainnya itu bukan berarti bahwa kita harus selalu mengeluh. Janganlah memiliki anggapan bahwa kita tidak bisa sukses atau berhasil seperti orang-orang dengan segala kelebihan dan kesempurnaan. Jika kita berusaha dan bekerja keras maka apa yang kita inginkan dan harapkan akan sangat mudah kita raih. Intinya, apapun keadaan kita maka tugas kita sebagai makhluk Tuhan yaitu menerima dan memaksimalkan apa yang telah kita miliki. Dan di bawah ini ada salah satu kisah yang bisa menyadarkan kita bahwa bersyukur atas apa yang kita miliki adalah hal yang perlu kita lakukan. Dimana kisah di bawah ini menceritakan kisah seorang gadis berumur 19 tahun tetapi memiliki tubuh layaknya seorang balita. Namun, meskipun begitu ia tetap semangat dan optimis dalam meraih cita-citanya.

Memiliki Kelainan Pada Tulang dan Membuat Tubuhnya Tidak Bisa Berkembang

Girija Srinivas merupakan gadis yang berasal dari Bangalore, India, dan kini ia berusia 19 tahun. Seperti yang dilansir dari dailymail.co.uk, gadis ini mengalami sebuah kelainan yang disebut dengan congenital agenesis. Dimana kelainan tersebut menyerang tulangnya, sehingga membuat tubuhnya tidak bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak normal lainnya. Karena kelainan yang menimpanya ini membuat tubuh gadis ini terjebak dalam tubuh balita, ia hanya memiliki berat badan sebesar 12 kg dengan tinggi badan yang tidak mencapai 1 meter. Keadaan tubuhnya tersebut setara dengan anak berusia 2 tahun.

Tidak hanya membuat tubuhnya tidak berkembang saja, tetapi kelainan yang menimpa dirinya juga menyebabkan ia tidak bisa duduk, karena ukuran kepala gadis ini lebih besar untuk ukuran tubuh yang dimilikiya. Bahkan ia juga tidak bisa mengangkat benda apapun yang ada disekelilingnya. Jika bisa pun ia hanya bisa mengangkat benda dengan berat tidak lebih dari secangkir kopi. Dan untuk menggerakan kepala saja, ia harus dibatasi. Karena jika berlebihan maka tulang lehernya akan mengalami cidera.

Menurut orang tua Girija, ketika usia putrinya masih kecil memang perbedaan terlihat, dimana putrinya tersebut tidak sama dengan bayi-bayi lainnya. Karena merasa ada keganjilan mereka memutuskan untuk membawa putrinya ke dokter untuk diperiksa keadaannya lebih lanjut. Dan ketika itulah dokter memberi tahu mereka bahwa putrinya tersebut memiliki kelainan yang bersifat permanen dan tidak bisa disembuhkan. Tidak hanya itu, sebenarnya Girija juga membutuhkan alat bantu untuk bernafas, karena kelainan tersebut telah mengganggu sistem pernafasannya. Untuk memwujudkan semua itu memerlukan biaya yang sangat tinggi, dan memang perekonomian keluarga Girija pada saat itu sangatlah tebatas dimana ayahnya hanyalah seorang penjahit, untuk itu mereka tidak sanggup untuk membayarnya.

Keadaan yang seperti itu membuat Girija terus bergantung kepada ke dua orang tuanya. Dan yang lebih hebatnya lagi, meskipun keadaan gadis ini tidak normal tetapi orangtua dan keluarganya selalu mendukungnya dan merawatnya dengan penuh cinta. Dan karena peran keluarganya inilah membuat gadis asal India ini memiliki kepribadian yang tangguh meskipun tidak setangguh tubuhnya.

Berusaha Mewujdukan Mimpinya Sebagai Seniman

Meskipun tubuhnya seperti itu, tetapi gadis ini tidak pernah putus asa dan mengeluh. Dengan bimbingan kedua orangtua dan keluarga tercinta ia berhasil tumbuh menjadi sosok yang optimis. Ia tidak pernah menyalahkan keadaan. Meskipun kita tahu bahwa keadaannya tersebut sangat mengkhawatirkan tetapi ia tetap mensyukurinya.

Bahkan dengan keadaannya seperti itu ia tetap berusaha untuk bisa mewujudkan semua cita-citanya. Ia memiliki sebuah talenta, dimana ia ahli dalam melukis. Dan kini ia terus mengembangkan bakatnya tersebut agar dirinya mampu menjadi pelukis yang handal. Meskipun ia harus melukis dengan keadaan tubuh terbaring, tetapi itu tidak pernah menjadi masalah untuk dirinya. Dengan tekad yang kuat dan keteguhan hati ia terus belajar dan belajar. Bahkan ia pun berharap bahwa lukisan tersebut ada yang menyukai dan bersedia membelinya, dimana uangnya yang didapatkannya akan ia gunakan untuk membantu ke dua orang tuanya.

Kerja Kerasnya Membuahkan Hasil

Kerja keras dan kegigihannya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil menjual lukisan hasil tangannya sendiri. Bahkan ia mampu menjual 5-6 lukisan dalam setiap bulannya, dimana masing-masing lukisan ia terjual dengan harga yang cukup tinggi yakni sebesar 8.000-10.000 rupee atau setara dengan 1-2 juta rupiah.

Gadis kecil ini mengatakan bahwa suatu saat dirinya ingin menjadi orang yang mandiri dan tidak ingin dikasihani oleh orang lain. Ia ingin dikenal oleh semua orang bukan hanya karena penyakit yang menimpanya, melainkan karena prestasi yang telah ia capai. Meskipun beberapa orang lain mengatakan hal-hal negatif kepada dirinya dan keluarganya, tetapi itu tidak akan pernah membuat semangatnya surut untuk bisa menjadi orang yang sukses kelak.

Nah, sahabat kita do’akan semoga cita-cita dan niat baik dari gadis ini untuk bisa membahagiakan keluaragnya bisa tercapai. Semoga kisah ini juga bisa memberikan inspirasi kepada kita agar kita tetap bersyukur dan terus bekerja keras untuk mencapai cita-cita kita apapun keadaanya. Semangatlah seperti apa yang dilakukan oleh Girija dan berlapang hatilah untuk selalu menerima kenyataan hidup. Ingatlah pelangi itu akan muncul setelah hujan turun. Dan kebahagiaan akan kita dapatkan setelah cobaan berhasil kita lalui.

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...