Perjuangan Ayah, Naik Turun Bus Untuk Menjual Buku Kisah sang Anak yang Menderita Penyakit Komplikasi

Ayah pada umumnya adalah sosok yang sangat kuat, pantang menyerah serta mempunyai keinginan untuk memberikan semua yang terbaik untuk keluarganya. Meskipun ada sebagian kecil ayah yang terkadang melakukan tindakan khilaf dengan melupakan tanggung jawabnya sebagai suami atau bahkan sebagai kepala keluarga, tetapi ia tetaplah sosok penting yang membuat kita semua ada di dunia ini. Bagaimana pun keadaan seorang ayah ia tetap bagian penting daridiri kita pada saat ini. Ayah adalah seorang pria tangguh yang menjadi tiang penyangga keluaraga. Ia bahkan rela menukar kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki yang terpenting keluarga dan anak tercintanya hidup dengan bahagia.

Membahas tentang perjuangan seorang ayah memang tidak akan ada habisnya, ya sampai kapanpun perjuangan seorang ayah akan ada demi keluarga dan anak yang dicintainya. Ayah rela melakukan apapun demi membahagiakan sang anak tercinta. Bahkan jika nyawa sekalipun taruhannya seorang ayah akan tetap berjuang demi membahagiakan anaknya. Setiap hari bekerja berangkat pagi, pulang petang, terkena terik matahari dan rasa lelah biasanya dihiraukan oleh pria tanggguh ini. Bahkan ia tidak pernah sama sekali mengeluh akan apa yang dirasakannya.

Nah, seperti halnya perjuangan seorang ayah yang akan kita bahas kisahnya di bawah ini. Sosok ayah yang ada dalam kisah di bawah ini sangatlah luar biasa hebat, ia bekerja keras dan berjuang demi memperjuangkan hidup sang anak yang pada saat itu anaknya tersebut menderita penyakit komplikasi. Dan memang pada kenyataannya tidak ada orang tua yang hanya berpangku tangan tatkala sang buah hatinya diterjang penyakit.

Sang Anak Tercinta Mengidap Penyakit Usus Buntu

Syaihul Hadi, itulah nama ayah tangguh dan hebat tersebut. Syaihul Hadi menikah bersama istrinya Inwaningsih pada 17 Agustus 2003 silam. Setelah pernikahannya tersebut mereka berdua dikaruniai putri yang diberi nama Viara Hikmatun Nisa. Keluarga kecil ini hidup dalam keadaan pas-pasan, namun meskipun begitu mereka semuanya hidup dengan bahagia.

Hingga pada akhirnya cobaan hidup datang sekitar 3 tahun yang lalu. Cobaan hidup keluarga yang bahagia ini datang melalui sang anak tercinta yakni Viara. Di usianya yang masih sangat belia Viara harus menanggung derita, dimana ia menderita penyakit usus buntu. Pada saat itu kondisi putri dari pasangan Syaihul Hadi dan Inwaningsyih ini semakin memprihatinkan. Selain badannya yang menjadi kurus gadis kecil ini juga tidak bisa buang air kecil dan juga buang air besar dengan normal. Karena khawatir akan penyakit yang semakin hari semakin menggerogoti anaknya, Syaihul Hadi pun kemudian memutuskan untuk membawa putrinya ke RSUD Abdoer Rachem Situbondo untuk dilakukan operasi. Namun hal yang memprihatinkan datang, pada saat itu operasi yang Viara tidak seperti yang diharapkan, dimana operasi yang dijalankan tidak kunjung membuat gadis kecil yang memiliki hobi membuat kreasi gelang karet tersebut sembuh.

Keadaan memang tidak berpihak pada keluarga kecil ini, ya pada tahun 2013 silam keadaan Viara semakin miris, usus gadis kecil ini mengalami pelengketan. Dan pelengketan usus yang dialaminya tersebut kembali terjadi pada bulan September tahun 2014 silam. Dalam usianya yang masih sangat belia ini Viara harus naik turun meja operasi.

Perjuangan Orang Tua Demi Memperjuangkan Hidup Sang Anak

Karena harus pulang pergi untuk mengantar dara kelahiran Situbondo, 22 Juli 2004 tersebut, Hadi dan istrinya memutuskan untuk melepaskan semua pekerjaan yang ia lakoni selama ini. Sebagai guru les lepas mereka berdua berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencari dana pengobatan putrinya tersebut. Lelaki yang berasal dari Pulai Ra'as, Sumenep itu juga harus menjual mobilnya. Tidak hanya itu, ia juga menjual komputer yang biasa ia pakai untuk rental di rumahnya. Sang istri pun pada saat itu harus resign sebagai guru SMP. "Sejak Viara sakit semua usaha sudah saya jual. Mesin fotokopi juga saya jual untuk biaya pengobatan Viara,” tutur Hadi dengan penuh haru.

Pada saat itu keadaan sangat memprihatinkan, cobaan tak jua berhenti menimpa mereka. Usus buntu dan pelengketan usus membuat usus Viara harus dipotong sepanjang 45 sentimeter. Siswi SD Negeri 1 Asembagus tersebut juga harus menjalani operasi pemasangan kolon atau kantong pada usus besarnya. Sayangnya, operasi yang dijalani oleh Viara harus diulang beberapa kali, pasalnya bekas jahitan pada perut Viara sempat sobek. Hadi dan Inwaningsih pun harus menerima kenyataan pahit bahwa malaikat kecilnya harus menderita dan melakukan operasi sebanyak 7 kali.

Meskipun makan seadanya, menjual harta serta memiliki utang, Hadi dan sang istri tidak ingin patah semangat. Semuanya siap dilakukan yang terpenting putrinya tersebut sembuh.

Pada awal tahun yang lalu, kabar buruk kembali hadir. Viara pada saat itu didiagnosa penyakit yang lebih ngeri yakni gagal ginjal. Saat itu harapan dari Hadi nyaris sirna, namun ia masih teringat masih ada bantuan di handphonenya. Ayah tangguh tersebut juga sempat menyurati presiden Joko Widodo.

Hadi pada saat itu menelpon seluruh nomor kontak yang tersimpan di HPnya. Tujuannya yaitu untuk meminjam sejumlah uang, dan tidak jarang ia ditolak. Jika tidak dikasih pinjaman kemudian ia langsung meminta suka rela kepada mereka. Bantuan demi bantuan pun tiba hingga pada saat itu terkumpul uang sebanyak Rp 70 juta. Uang tersebut digunakan untuk biaya pengobatan Viara, sebab gadis kecil tersebut harus melakukan cuci darah setelah divonis gagal ginjal.

Naik Turun Bus Jual Buku Kisah Sang Anak

Pada Februari tepatnya tahun 2014 silam, ketika harapan mulai sirna dan usaha semakin membuntu, sebuah ide muncul. Pada saat itu Hadi membuat sebuah buku tentang perjuangan dan perjalanan pengobatan sang putri. Seluruh kisah perjuangan dirinya dan putrinya tersebut dicurahkan dalam 100 lembar kertas dan wujudnya menjadi sebuah novel. Sedikit demi sedikit kisah inspiratif itu ia ketiknya di sebuah rental tanpa rasa lelah. Setelah berahasil, novel yang dicetak dengan berjudul 'Gadis Kecilku' tersebut ia perbanyak dan dijual kepada siapa yang ingin membeli dan membantunya.

Hadi dan istrinya menjajakan buku tentang kisah anaknya tersebut ke sekolah, rumah sakit dan tempat yang mau menerima bukunya. Bahkan Inwaningsih sempat menjajakan bukunya ke 15 sekolah di daerahnya. Sementara itu, Hadi lebih memilih jalur yang lain. Dia rela keluar masuk bus antarkota untuk menjajakan buku yang ia tulis bahkan hingga ke ibu kota Jakarta. Perjuangan ayah tangguh ini dilanjutkannya di ibu kota. Buku yang tersisa pada saat itu hanya tinggal 100, Hadi pun mencoba peruntungannya di berbagai media sosial dan juga TV. Ia berharap bahwa pada saat itu ada orang baik yang bisa membantunya.

Namun, tidak lama dari itu, Hadi yang bekerja di ibu kota untuk menjual bukunya tersebut harus kembali ke daerah asalnya karena Viara Drop. Ketika itu Viara didiagnosis penyakit baru yakni lupus. Ayah yang sangat tegar tersebut tidak tinggal diam, ia terus menjajakan bukunya. Bahkan perawat di rumah sakit yang merawat Viara selama ini terus berdatangan untuk membeli buku tersebut.

Viara yang diperjuangkan oleh sang ayah tersebut tidak tingal diam, meskipun keadaannya lemah tetapi ia berusaha untuk membantu sang ayah. Dengan bermodalkan karet gelang pemberian donatur, tangan-tangan kecilnya tersebut terus menganyam hingga menjadi aneka gelang cantik. Dokter, perawat dan para pengunjung sudah menjadi konsumennya. Hasil jualannya tersebut hampir mencapai 3 juta. Dimana uangnya akan diberikan kepada sang ayah untuk membantu biaya pengobatan dirinya.

Sungguh pengorbanan ayah yang sangat luar biasa. Kita do'akan semoga perjuangan mulia dari Hadi dibalas oleh sang maha pencipta, tidak hanya itu semoga putrinya Viara diberikan kesembuhan dan selalu diberikan kesehatan.

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...