Tak Tega Melihat Sang Anak Terkapar, Orang Tua Rela Membagi Ginjalnya

Tak Tega Melihat Sang Anak Terkapar, Orang Tua Rela Membagi Ginjalnya Setiap orangtua tentu menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya. Melihat anak tumbuh dengan baik, merasakan aman dan nyaman adalah prioritas setiap orangtua. Ya, anak adalah anugerah terindah dari tuhan yang sudah semestinya harus dijaga dan dirawat. Untuk itu, tak heran jika banyak orangtua yang akan rela melakukan hal apa saja demi menjaga dan merawat anak-anaknya. Bahkan tak sedikit pula orangtua yang rela dan ikhlas melakukan hal apa saja, bahkan rela mempertaruhkan nyawanya sekalipun. Melihat sang anak dalam kondisi yang mengkhawatikan tentu akan menjadi pukulan berat bagi orangtua. Selain itu, hal ini juga akan membuat orangtua merasa sedih dan khawatir. Segala cara akan dilakukan orangtua demi menyelamatkan anaknya dan bisa kembali bercengkrama dan berkumpul bersama dengan sang anak sebagaimana seperti sediakala.

Itulah yang dilakukan pasangan suami istri di Cina, tak tega melihat kondisi anaknya yang terkapar lemah di rumah sakit dan tengah berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya, membuat kedua pasangan ini rela membagi organ tubuhnya untuk sang anak. Tidak tanggung-tanggung, pengorbanan besar dan beresiko ini bukan hanya dilakukan satu pihak saja, namun keduanya serentak membagi organ tubuhnya demi anaknya yang tengah sekarat. Sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa, dimana kasih sayang orangtua terhadap anaknya sampai rela mempertaruhkan nyawanya untuk kesembuhan anaknya.

Tak Tega Melihat Kondisi Kedua Anaknya yang Terbaring Lemah

Tak Tega Melihat Sang Anak Terkapar, Orang Tua Rela Membagi Ginjalnya

Adalah pasangan Li Qingzhong dan Duan Shuhua yang rela mempertaruhkan organ tubuhnya demi kesembuhan kedua anaknya. Seperti dilansir dari shanghaiist.com, orangtua dari dua saudara kandung yang mengalami sakit uremia, kondisi inilah yang membuat kedua anak pasangan Li dan Duan harus terbaring dirumah sakit dan harus mendapatkan perawatan medis yang memadai. Selain itu, kondisi kesehatan anak Li dan Duan yang begitu mengkhawatirkan membuat masing-masing pasangan ini memberikan satu ginjalnya untuk sang anak.

Melihat kondisi sang anak yang begitu mengkhawatirkan, akhirnya membuat kedua pasangan ini memutuskan untuk melakukan tes kecocokan ginjal dan hasilnya didapat keduanya memiliki ginjal yang cocok dengan anak-anaknya. Tanpa berpikir panjang lagi, demi menyelamatkan sang anak, akhirnya keduanya memutuskan untuk memberikan ginjalnya pada masing-masing anak mereka dan kini mereka terpaksa menjalani hidup hanya dengan satu ginjal.

Meskipun mereka telah diberitahu oleh dokter segala resiko yang mungkin akan mereka hadapi ketika mereka harus menjalani hidup hanya dengan satu ginjal, namun mereka tetap menerima segala resikonya, yang terpenting kedua anak mereka bisa dipulihkan.

Operasi Tranplantasi Ginjal Dilakukan Untuk Menyelamatkan Kedua Anaknya

Tak Tega Melihat Sang Anak Terkapar, Orang Tua Rela Membagi Ginjalnya

Keluarga yang berasal dari Chengde provinsi Hebei ini akhirnya melakukan transplantasi ginjal di Rumah Sakit Umum Polisi Bersenjata di Beijing. Operasi ini dilakukan pada tanggal 14/12/15 yang diselenggarakan pada sore hari, operasi pertama ini dilakukan oleh sang ibu, yakni Duan dengan memberikan satu ginjalnya kepada putra lelakinya Li Kai yang berusia 17 tahun. Sementara sang ayah akan menjalani operasi transplantasi tersebut pada sang putri yakni Li Min pada 15/12/15.

Li Kai anak laki-laki kedua pasangan suami isteri ini didiagnosis menderita uremia pada tahun 2009, yakni sebuah kondisi komplikasi ginjal yang menyebabkan penumpukan urea serta limbah lainnya didalam tubuh. Sementara Li Min anak perempuannya didiagnosa menderita penyakit yang sama tiga tahun selanjutnya. Kondisi seperti ini tentunya menjadi pukulan besar untuk keluarga ini. Pasalnya Duan dan Li Qingzhong terpaksa harus menelan kenyataan pahit dengan mendapati kedua buah cintanya mengalami kondisi yang begitu mengkhawatirkan.

Biaya Pengobatan yang Berharga Mahal

Selain kenyataan pahit yang harus diterima keduanya. Masalah biaya pengobatan yang begitu mahal pun harus menjadi beban yang mereka tanggung. Di akui kedua pasangan ini bahwa untuk pengobatan kedua anaknya, mereka telah menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Yang mana dana tersebut mereka dapatkan dari berhutang. Hal ini mereka lakukan dikarenakan kondisi ekonomi keluarganya yang begitu sulit. Belum lagi saat ini keduanya harus disibukkan dengan menjaga putra dan putrinya dirumah sakit, sehingga Duan dan Li tak memiliki waktu untuk bekerja dan mencari nafkah.

Namun untungnya, setelah berita mengharukan dari keluarga Li diliput media pada tahun lalu, Lembaga Palang Merah Cina mulai membantu mengumpulkan sumbangan publik untuk membantu biaya operasi keluarga ini. Dan, saat ini keluarga ini telah berhasil melakukan operasi tranplantasi ginjal. Dan Kai, anak laki-laki Li dan Duan merasa sangat senang, sebab berkat operasi yang dilakukan tersebut, akhirnya dirinya bisa sembuh dan kembali melanjutkan sekolah.

sHampir selama 6 tahun ini Kai menderita uremia, hal inilah yang membuatnya berhenti dari sekolah. Namun kini, ia begitu berterimakasih pada kedua orangtuanya, sebab kini ia telah sembuh dan dapat kembali bersekolah lagi.

Nah, sahabat kita doakan saja semoga keluarga ini diberikan kesembuhan dan bisa hidup bahagia seperti sedia kala. Sementara itu, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dengan selalu bersyukur kepada tuhan atas nikmat sehat yang selalu Ia berikan pada kita dengan seraya mengucam Hamdallah.

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...

Tutorial Hijab

 Tutorial Hijab Segi Empat
 Tutorial Hijab Pashmina
 Tutorial Hijab Pesta
 Tutorial Hijab Modern