Tanpa Seorang Ayah, Remaja 12 Tahun Ini Berjuang Merawat Keluarganya

Hidup ini memang tidak akan pernah luput dari yang namanya permasalahan. Terkadang permasalahan yang menimpa membuat seseorang yang mengalaminya merasa putus asa. Tidak jarang juga mereka mengeluh dan menyalahkan keadaan dan nasib atau bahkan sampai mencaci Tuhan.

Hidup ini memang tidak semudah seperti yang kita bayangkan. Hidup ini hanyalah opera Tuhan, kita hanya menjalankannya dan Tuhanlah yang menentukannya. Jika kita bisa menjalankan kehidupan dengan sebaik mungkin, bisa melewati semua permasalah yang menimpa maka Tuhan pun akan memberikan imbalan atas itu semua, dimana kebahagiaan hidup akan kita dapatkan.

Permasalahan dalam hidup ini bisa menimpa siapa saja, tidak memandang usia. Nah, kisah kali ini datang dari seorang remaja berusia 12 tahun. Kisahnya ini patut kita acungi jempol, mengapa tidak, meskipun usianya masih sangat muda tetapi ia berjuang dan berusaha untuk merawat keluarganya.

Nah, kita yang selama ini selalu hidup enak dengan segala kemudahan seharusnya bisa lebih bersyukur, karena pada kenyataannya banyak orang di luar sana yang hidupnya tidak seperti yang kita dapatkan. Meskipun telah mendapatkan berbagai macam kebahagiaan hidup, tidak sedikit orang yang masih mengeluh dan menginginkan segala sesuatu yang lebih. Namun lihatlah apa yang dilakukan oleh remaja 12 tahun ini bisa dijadikan media pembelajaran untuk kita semua.

Abang1

Menjadi Seorang Kakak, Ayah, Sekaligus Ibu

Abang itulah panggilan remaja hebat ini. Saat ini kisah remaja ini telah tersebar luas di media sosial. Mengapa tidak perjuangan dan pengorbanan untuk keluarganya sangat menggetarkan hati kita semua.
Pada saat Abang lima tahun, kedua orang tuanya berpisah. Kemudian sang ibu yang lebih dikenal dengan sebutan Madam Nora menikah pada tahun 2008 silam. Namun sebagaimana yang diketahui ayah tiri Abang pada bulan Januari yang lalu tidak ada kabarnya lagi. Justru yang ada hanyalah surat hutang kartu kredit yang dikirim ke flat nenek remaja ini.

Madam Nora, merupakan seorang ibu dari lima anak, tiga anak lahir dari pernikahannya yang pertama, sedangkan dua anak lahir dari pernikahannya yang kedua. Ia mengatakan bahwa kedua suaminya tersebut memiliki hutang sebanyak 40 ribu dolar. Kondisi keluarga semakin parah ketika Madam Nora sang ibu mengalami gangguan kesehatan, ia saat ini tidak bisa bekerja. Bahkan sebanyak tiga kali dalam seminggu Madam Nora harus pergi ke rumah sakit atau klinik untuk memeriksa penyakit diabetes yang dialaminya beserta cedera bahu yang parah.

Karena tidak ada orangtua lagi di keluarga tersebut, oleh sebab itulah Abang yang menjadi anak sulung harus mengambil peran yang sangat besar di dalam keluarga. Ia tidak hanya berperan sebagai kakak saja, melainkan juga berperan sebagai ibu sekaligus ayah untuk adik-aduknya. Menurutnya apa yang dilakukannya tersebut sudahlah benar, ia sebisa mungkin akan membantu ibunya karena jika ia tidak membantunya ibunya akan sendirian.

Keseharian yang Penuh Perjuangan

Abang2Pada umumnya keseharian remaja berusia 12 tahun yaitu menghabiskan waktunya untuk sekolah, belajar, dan bermain, namun berbeda halnya dengan Abang. Dimana setiap hari ia harus melakukan berbagai macam kegiatan dan pekerjaan.

Dari mulai dirinya bangun ia tidak henti-hentinya melakukan aktivitas. Dimana pagi-pagi setelah bangun tidur ia bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia pergi sekolah dengan ketiga adiknya, mereka jalan kaki selama 15 menit dari rumah. Siang hari ia pulang sekolah. Abang dan ketiga adiknya tersebut pergi ke flat neneknya untuk menjemput adiknya yang paling bungsu yang masih berusia 30 bulan. Lalu ia membuat makan siang dan menyuapi adik bungsunya tersebut. Setelah itu, ia memandikan sang adik dan mengantarkan adiknya tidur siang. Sementara itu adik-adiknya yang lain setelah mandi membantu dirinya untuk melakukan pekerjaan rumah. Setelah mengurus adik dan pekerjaan rumah, ia baru bisa beristirahat dengan tenang. Ia menghabiskan sedikit waktu luangnya untuk tidur. Dan sebangun tidur ia pun harus membantu ibunya menyiapkan makan malam. Lalu membantu ibunya mengurus adik-adiknya. Bahkan di tengah malam ia harus membantu ibunya untuk menyiapkan pesanan makanan. Dan ia baru bisa tidur malam pada pukul 03.00 dini hari.

Meskipun Dirinya Merasa Lelah Tetapi Ia Tidak Pernah Mengeluh

Abang3Harus merawat empat adik secara sekligus serta membantu ibunya di rumah tentunya akan sangat melelahkan bagi remaja 12 tahun ini. Namun meskipun begitu, abang tidak pernah menyerah sama sekali. Bahkan ia bisa sekolah dengan baik dan lulus di semua mata pelajaran meskipun ada salah satu mata pelajaran yang tertunda. Abang mengaku bahwa dirinya terkadang merasa lelah ketika berada di sekolah, namun itu semua bukan masalah baginya karena ia masih bisa terjaga.

Saat ini Abang dan keluarganya telah mendapatkan bantuan dan donasi. Mereka telah mendapatkan bantuan berupa alat untuk memasak, kompor gas, kasur, kabinet dapur dan lain sebagainya. Bahkan ibunya mengatakan bahwa mereka bisa mendapatkan donasi sebesar 1.270 dolar dalam setiap bulannya. Dan itu semua belum termasuk bantuan lainnya seperti kesehatan dan makanan.

Abang Merupakan Pahlawan Untuk Keluarga

Madam Nora sang ibu membuka jasa katering untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Abang adalah anak yang bisa diandalkan untuk membantu dirinya. Menurutnya Abang adalah anak sekaligus pahlawan untuk dirinya. Ia membantu sang ibu dari berbagai macam hal, ia pun selalu siap menolong sang ibu saat ibunya tersebut membutuhkan bantuannya, khususnya dalam hal mengurus rumah dan adik-adiknya. Meskipun terkadang sang ibu merasa bersalah, tetapi akahirnya sang ibu merasa lega karena anaknya tersebut tulus melakukan itu semua.

Selain anak yang berbakti, menurut sang ibu Abang juga adalah tempat dirinya mengadu keluah kesah. Ia tumbuh dewasa dengan sangat cepat sekali karen ia memahami situasi keluarganya tersebut. "Ia tidak pernah mengecewakan saya sama sekali," tutur Madam Nora yang harus bercerai dengan suami pertamanya karena sang suami selalu mabuk-mabukan.

Setelah menikah kembali justru keadaannya tidak semakin membaik. Bahkan suaminya tersebut terlilit oleh banyak hutang dan menjadi beban keluarga, bahkan sekarang entah berada dimana. Namun meskipun begitu ia tetap bisa bersyukur karena ia masih memiliki Abang. Bahkan menurut sang ibu, Abang pernah menabungkan uang sakunya sebanyak 1 dolar dalam sehari. Selama 30 hari uang sakunya tersebut tidak ia jajankan. Setelah terkumpul sebanyak 30 dolar, uang tersebut dikembalikan kepada sang Ibu.

Sungguh anak yang berbakti. Semoga kisah Abang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu berbakti kepada kedua orangtua, membantu mereka ketika membutuhkan dan membuat mereka bangga. Semoga setelah membaca kisah ini juga kita semua bisa menjadi orang yang selalu mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Semoga anda semua terinspirasi. Kita do’akan semoga Abang dan keluarganya selalu hidup bahagia.

Subscribed Youtube Channel Kami, dan dapatkan video-video terbaru dari kami

Loading...