Menikah adalah sebuah hubungan sakral yang dibina oleh satu pasangan dimana keduanya terikat selama-lamanya. Pernikahan tidak bisa dijadikan sebagai sarana untuk bercanda atau dimainkan begitu saja.

Jadi demikian, ketika memilih pasangan untuk dijadikan teman hidup maka jangan lakukan dengan sembarangan. Sebab sekali terikat dalam hubungan pernikahan ini sama artinya bahwa kamu dan si dia sama-sama berkomitmen untuk hidup hanya dengan satu orang yang sama selamanya sampai maut memisahkan kalian berdua.

Baca Juga:

Nah, untuknya penting sekali menganalisis karakter dan sifat dari pasanganmu, terutama dalam hal ini adalah para perempuan yang tengah mencari pasangan hidup. Jangan karena asal memilih dan asal mendapatkan pasangan hidup. Nantinya hubungan pernikahan kalian malah tidak bahagia.

Nah, diantara sekian banyak pria yang diharapkan untuk menikah denganmu. Ada beberapa karakter pada seorang pria yang sebaiknya kamu hindari. Bahkan tanpa perlu kamu jauhi, mungkin beberapa pria dengan karakter ini tidak akan pernah punya niatan baik untuk mengajak kamu ke pelaminan.

Untuk itu, bila tujuan menjalin kedekatan kamu bersama dengan dirinya adalah untuk menikah. Maka mungkin analisis apakah beberapa karakter buruk ini ada pada dirinya? Bila memang ya, maka mungkin kamu harus siap meninggalkannya.

11-karakter-pria-yang-tak-pantas-dinikahi.jpg

Pria yang Tak Bisa Move On

Menjalin hubungan asmara dan menaikannya pada satu level lebih tinggi dengan hubungan pernikahan sama artinya dengan memulai sebuah hidup yang baru. Dimana ikatan sakral ini akan menjadi tali yang membuat kamu dan pasangan setuju untuk menghabiskan sisa hidup satu dengan yang lainnya tanpa ada orang lain.

Lantas apa jadinya bila pria yang kamu nikahi rupanya belum bisa move on dari masa lalunya? Selama bersamamu meski ada dalam hubungan perkawinan kehidupannya masih dibayang-bayangi oleh masa lalu yang besar. Sosok wanita lain yang pernah ia cintai di masa mudanya dulu masih membendungi pikiran dan hatinya. Hal inilah yang membuat fokusnya seringkali terbagi kepadamu.

Hal semacam ini akan tentu menghambat kebahagiaan yang kamu bina bersama dengan calon suamimu kelak. Kamu pun akan mungkin dibuat kecewa dan sering sakit hati karena perasaan dan cintanya masih terbagi bersama dengan orang lain..

Untuk itulah sebelum kamu memutuskan membawa hubunganmu ke jenjang yang lebih serius. Maka perhatikan dengan baik bahwa kamu perlu menganalisis apakah priamu sudah move on atau mungkin masih dibayang-bayangi dengan cinta dan semua hal yang indah di masa lalunya. Selain akan menyakitkan, pria yang tak bisa move on pun akan cenderung menjadikan kamu bahan perbandingan dan ini akan sangat menyakitkan.

Pria yang Tak Siap Berhubungan Serius

Ketika hasrat dan impianmu sudah mantap untuk mencari seorang pendamping hidup. Maka mungkin ketika mencari seorang pacar atau pasangan penting sekali untuk kamu menganalisis dengan baik bagaimana kualitas diri dari si pasangan. Hal ini dikarenakan menikah adalah komitmen seumur hidup yang berjalan dalam jangka yang panjang.

Ketika kamu memutuskan untuk menikah dengan seseorang yang bahkan tak mau untuk diajak serius maka tidak ada jaminan yang baik bila rumah tangga yang kamu jalani akan berumur panjang dan kamu akan bahagia didalamnya.

Pria yang tak siap dengan hubungan yang serius adalah mereka yang masih ingin main-main. Pria semacam ini kerap kali menginginkan petualangan cinta dan menjajaki banyak hubungan untuk mereka jadikan sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Pada intinya pria yang belum siap untuk diajak berhubungan serius adalah karakter paling penting untuk kamu hindari. Karena mungkin seberapa tampan dan mapannya seorang pria ketika kamu mengharapkan hubunganmu menjadi lebih serius sementara dia masih ingin main-main. Maka bukan tidak mungkin kamu pun hanya menjadi persinggahannya saja dan ini akan cukup membuang-buang banyak waktu berharga kamu.

Pria yang Tak Pernah Merasa Puas

Ya, dia memang mengatakan bahwa ia mencintai kamu apa adanya. Ia pun tak segan untuk memberikan banyak pujian dari hal-hal sepele yang kamu lakukan untuknya. Akan tetapi, ketika diajak untuk membicarakan mengenai masa depan ia akan seolah merasa tidak siap dengan semua ini.

Ia pun sudah dengan jelas mengatakan padamu bahwa ia tidak akan bisa menikahi kamu dengan alasan ia masih belum bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Semua yang ia katakan tidaklah jelas dan pada intinya ada banyak hal yang menjadikan semua rencana yang telah kamu bangun bersama terdengar kurang jelas bersama dengannya. Atau bahkan pria mu terlihat seringkali tergoda ketika melihat seseorang yang jauh lebih menarik daripada dirimu.

Ini adalah tipikal pria yang tak pernah merasa puas maka tidak heran bila ketika membicarakan masa depan ia seringkali merasa tidak percaya diri karena ia sendiri tahu bahwa mungkin ada hal yang jauh lebih menyenangkan dan lebih menarik perhatiannya dibandingkan hanya terikat dalam satu hubungan seumur hidup.

Bila priamu memiliki sifat yang satu ini maka mungkin mau tidak mau kamu perlu membuat keputusan dengan tegas. Apalagi untuk kamu yang sudah merencanakan untuk mencari pasangan hidup dan membina rumah tangga bersama dengan dirinya.

ABG Tua

Pria dengan tipikal yang satu ini adalah mereka yang umumnya sudah berusia lebih matang. Misalkan kita ambil contoh seorang pria dengan usia 40-an namun ia masih senang bermain dengan teman-temannya yang berusia 25 tahun. Ia pun tak segan untuk berpesta dan bersenang-senang dengan mereka.

Meski usianya terbilang sudah tidak muda lagi namun kelakuannya masih seperti anak-anak dan hal semacam ini akan kurang pantas mengingat usianya sudah tak lagi semuda dulu.

Nah, untuk kamu yang memiliki pria semacam ini dan ia pun cenderung masih senang berpesta pora atau bahkan menggoda perempuan maka mungkin penting untuk kamu pertimbangkan lagi membawa priamu ke pelaminan. Sebab menikahi pria semacam ini hanya akan membuat kamu cepat merasa jengkel.

Dalam rumah tangga biasanya kebanyakan wanita memilih pria yang lebih tua usianya. Dengan harapan seorang pria dapat menjadi seorang imam dan pembimbing dalam keluarga. Sehingga impian dan cita-cita kehidupan rumah tangga yang dijalani akan dapat dicapai dengan baik. Namun ketika priamu masih senang main-main maka mungkin impian tersebut hanyalah sebatas angan-angan.

Priamu Kurang Percaya Padamu

Tidak sedikit pasangan yang menjalin hubungan asmara meski belum menikah mereka akan cenderung over protective dengan banyak hal. Meski belum ada ikatan pernikahan yang mengikat keduanya, namun pria yang kurang percaya kepadamu akan mungkin memberikan banyak larangan terhadap kehidupan yang kamu jalani.

Ia tidak akan percaya ketika kamu pergi bersama dengan teman-temanmu. Ia pun cenderung melarangmu untuk pergi bersama dengan sahabat-sahabatmu. Apalagi ketika tahu didalam satu interaksi ada mantan atau seorang teman yang berusaha mendekatimu padahal kamu bersikap acuh-acuh saja.

Namun pria yang tidak menaruh percaya yang besar kepada dirimu akan mungkin memberikan banyak batasan pada dirimu. Hal ini yang mungkin akan membuat kamu merasa tidak nyaman. Padahal kehidupan yang kamu jalani seharusnya kamu sendiri yang menentukan akan melakukan apa dan ingin melakukan apa. Bukan malah dikendalikan oleh orang lain, sekalipun itu adalah pacarmu sendiri.

Nah, untuk itulah ketika masih pacaran saja ia adalah tipikal pria yang tidak memberikan kepercayaan yang besar. Apalagi nanti setelah menikah? Dan perlu diketahui tindakan kurang percaya dan sering curigaan yang dimiliki oleh pasangan akan mungkin menuntun pada pertengkaran yang sering dan hebat.

Ia yang Kurang Percaya Pada Dirinya Sendiri

Ketika menghadapi banyak hal bahkan hal yang sepele sekalipun ia mudah sekali dihadapkan pada rasa minder yang besar. Dan sedikit-sedikit ia pun seringkali menyalahkan dirinya sendiri hanya karena banyak hal tak sesuai dengan harapan dan keinginannya. Hal ini seringkali membuat kita merasa tidak enak dan selanjutnya maka kita akan berusaha untuk menenangkan dan memberikan pengertian padanya.

Hal diatas memang mungkin menjadi hal yang wajar dialami oleh setiap pasangan. Sebab pada dasarnya hubungan yang sehat adalah mereka yang mampu saling menguatkan satu dengan yang lainnya sehingga semua hal dan masalah yang ada didalam hubungan kalian akan mampu diatasi dengan lebih baik.

Akan tetapi, ketika ia adalah seseorang yang merasa kurang percaya dengan dirinya sendiri dan seringkali menyalahkan dirinya sendiri. Maka mungkin hal semacam ini akan mungkin membuat kamu seringkali frustasi. Kamu butuh seorang pria yang mampu membimbing kamu bukan seseorang yang perlu kamu urusi seperti anakmu sendiri.

Itulah mengapa ia pun harus percaya dengan dirinya sendiri untuk bisa melanjutkan kehidupannya dan untuk menjalin hubungan denganmu. Selain itu, pria yang tidak percaya dengan dirinya sendiri akan mungkin sulit dalam mengambil keputusan. Sementara setelah menikah nanti priamulah yang bertanggung jawab menjadi kepala keluarga nantinya.

Ia yang Tak Memiliki Ambisi dan Semangat

Ia seringkali terlihat lesu dan mudah sekali mengeluh dengan banyak hal. Bahkan beberapa hal yang sebenarnya bukanlah masalah yang besar dan mampu diselesaikan dengan cepat. Sifat semacam ini akan mungkin menuntun seorang pria pada kemalasan yang hakiki dan pada akhirnya mereka akan cenderung tidak mau berusaha.

Padahal dalam rumah tangga pria memiliki kewajiban untuk menafkahi dan memberikan sejumlah jaminan pada seorang perempuan yang menjadi istrinya. Ketika seorang pria tidak memiliki ambisi maka bagaimana impian didalam kehidupan dan rencana indah yang kalian bangun bersama akan dapat berjalan dengan baik?

Yang ada mungkin rumah tangga yang dijalani akan mengalami masalah yang besar. Belum lagi kebutuhan rumah tangga yang dijalani sehari-hari menuntut kalian untuk tetap produktif dan menghasilkan. Bila suami mu sendiri tidak mau berusaha maka mugnkin pertengkaran karena masalah keuangan akan sering kamu hadapi.

Dia Tidak Menjatuhkanmu Namun Ia pun Tak Berusaha Untuk Mendorongmu Lebih Baik

Ia memang mencintaimu namun lebih sering ungkapan cinta ini diwujudkan dengan hal-hal yang kurang berarti dan tidak sama sekali memberikan pengaruh terhadap hubungan yang kalian bina. Ia mungkin tidak pernah merugikanmu atau mungkin membuat kamu merasakan sakit hati yang dalam ketika menjalani hubungan bersama dengan dirimu.

Namun ia pun tidak pernah berusaha untuk menenangkan kamu ketika kamu terjatuh dan merasa down karena banyak alasan. Artinya ia tidak begitu memperdulikanmu sehingga ia pun tidak harus ambil pusing tentang semua hal yang kamu lakukan. Bahkan ketika kamu butuh seseorang untuk mendukungmu meski seharusnya peran seorang kekasih memberikan support yang besar. Namun hal ini tidak kamu dapatkan dari dirinya.

Pada intinya hubungan yang kamu jalani bersama dengannya tidak sama sekali memberikanmu pengaruh. Baik itu pengaruh yang buruk ataupun hal yang positif. Jika kamu menjadikan pria semacam ini pasangan hidupmu maka mungkin pernikahan yang kalian jalani akan sia-sia. Karena sama saja kamu berjuang sendiri karena kamu tidak merasa peran yang nyata dari seorang suami atau pasanganmu.

Ia yang Seringkali Mengeluhkan Hal yang Sepele

Meskipun terkesan manis dan lucu ketika ia seringkali merasa kesal dengan beberapa hal yang kecil. Namun perlahan dan lama-kelamaan seseorang yang seringkali mengeluh meski karena hal yang kecil akan mungkin membuat kita jengkel dan kesal.

Ketika macet ia mengeluh, ketika kamu melupakan hal yang kecil ia marah, bahkan ketika hujan diluar sana ia pun akan seringkali mengeluh karena banyak hal. Nah, perkara semacam ini akan mungkin membuat kamu terpengaruh karena energi yang kurang baik yang diberikan oleh pasanganmu. Hal ini akan mungkin membuat kamu mudah stress dan memicu pertengkaran.

Apalagi setelah menikah tentunya ada lebih banyak hal yang jauh lebih penting untuk diurusi dibandingkan hanya dengan mengurusi satu masalah yang tidak penting. Selain itu, perilaku mengeluh pun cenderung adalah perilaku yang terlalu kanak-kanak. Sementara didalam hubungan pernikahan kedewasaan untuk saling mengerti adalah hal penting yang perlu dimiliki masing-masing pasangan.

Dia Punya Tujuan Hidup, Namun Tidak Ada Kamu Didalamnya

Dia bukan tidak punya masa depan, justru ada begitu banyak rencana indah yang ia miliki untuk masa depannya kelak. Akan tetapi, dari sekian banyak rancangan masa depannya itu tidak ada bagian dari impiannya tentang merencanakan pernikahan atau mungkin merencanakan hubungan kalian untuk dibawa ke jenjang yang lebih serius.

Ia tidak menetapkan batasan meski sudah terikat dengan jalinan asmara bersama denganmu. Bahkan ia cenderung lebih terbuka pada kesempatan termasuk kesempatan bersama dengan wanita lain selain daripada dirimu sendiri.

Baginya masih ada banyak waktu dan ia akan lebih senang untuk mengenal banyak pengalaman lain. Nah, untuk dijadikan pasangan hidup pria semacam ini bukanlah pilihan yang tepat sebab ia sendiri belum mampu untuk berkomitmen dengan baik bersama dengan satu orang. Jadi mungkin pria semacam ini perlu kamu jauhi bila memang kamu sedang berusaha mencari pasangan hidup.

Ia Mudah Bosan Namun Tidak Berusaha Untuk Mengatasi Kebosanan Tersebut

Setiap orang yang menjalin hubungan pasti pernah menjumpai titik bosan atau jenuh dalam dirinya. Apalagi untuk hubungan yang sudah berjalan dengan cukup lama maka mungkin rasa jenuh akan semakin beresiko. Akan tetapi, rasa bosan pada masing-masing orang dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah permasalahan yang cukup besar. Sebab hal ini akan tergantung pada masing-masing orang dalam menyikapinya.

Ketika seseorang mampu menyikapi rasa bosan dengan santai dan menemukan solusi untuk kembali mendapatkan rasa cinta yang besar maka kebosanan tersebut akan dapat sirna dan kembali mendapatkan rasa sayang yang hangat.

Namun seorang pria yang mudah bosan dalam sebuah hubungan namun ia tidak berusaha untuk mengatasi kebosanannya tersebut mungkin bukanlah jodoh yang baik untuk kamu jadikan sebagai pasangan hidup.

Loading...

Loading...