5 Pertanyaan yang Umumnya Muncul Setelah Menikah

Pernikahan adalah sebuah karunia yang membahagiakan untuk setiap pasangan yang saling mencintai. Untuk pertama kalinya saat ini kita bisa memiliki hati, jiwa dan cinta dari pasangan lewat sebuah ikatan pernikahan dan akan senantiasa memiliki dirinya untuk selama-lamanya. Tak terkira kebahagiaan yang didapatkan seseorang setelah menikah. Rasa cinta yang begitu menggebu dan perasaan sayang yang teramat dalam pada pasangan akhirnya bisa diwujudkan dengan cara yang resmi dan bisa memiliki pasangan kita untuk menjadi pasangan hidup selama-lamanya. Jika sebelum menikah anda bersama dengan pasangan tidak diwajibkan untuk melakukan segal hal secara bersama-sama. Nah, lain halnya setelah menikah, setelah menikah adalah sebuah kewajiban pasangan untuk bisa menemani pasangannya dalam hal apapun baik saat susah maupun senang. Saat mengikrarkan janji suci pernikahan, anda dan pasangan tentunya sudah menyetujui dan menyanggupi jika anda akan dapat menerima pasangan dengan apa adanya dan dalam kondisi apapun. Untuk itulah, menemani pasangan dalam melakukan sesuatu dan dilakukan bersama-sama adalah bagian dari perwujudan senantiasa menemani pasangan dalam kondisi apapun.

Pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang dalam kehidupan seseorang. Dalam sebuah ikatan pernikahan, anda dan pasangan tidak akan melulu dapat merasakan keindahan dan kebahagiaan saat menikah. Adakalanya sebuah masalah dan cobaan akan mungkin menerpa sebuah hubungan pernikahan. Untuk itulah, setiap pasangan suami istri dituntut untuk bisa menghindari, menghadapi dan mengatasi masalah tersebut serta mengupayakan bagaimana sebuah masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik agar hubungan rumah tangganya bisa bertahan hingga usia senja. Setiap pasangan suami istri dituntut untuk dapat menjaga dan memupuk hubungan cinta diantara keduanya. Agar kebahagiaan dalam menjalin hubungan pernikahan akan senantiasa dapat terjalin. Sehingga keharmonisan dalam berumah tangga bisa dicapai oleh keduanya.

Bagi anda yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga bersama dengan pasangan, anda mungkin berpikiran jika segala sesuatu dalam kehidupan anda bisa anda lakukan sendiri. Dan rasanya selama hal tersebut bisa dilakukan dan dikerjakan sendiri seperti halnya berpergian atau mengunjungi seseorang bisa anda lakukan sendiri, rasanya canggung bila meminta bantuan pasangan. Namun tahukah anda? Setelah menikah, hal ini haruslah anda lakukan bersama dengan pasangan untuk menghindari spekulasi negatif yang akan muncul dari lingkungan dan oranglain. Selain itu, setelah menikah akan juga muncul pertanyaan-pertanyaan yang umum dihadapi oleh sepasang suami istri yang baru saja menikah yang akan ditanyakan banyak orang disekitar anda. Berbagai pertanyaan tersebut juga ada pertanyaan yang baik dan adapula pertanyaan yang membuat anda resah. Seperti apa sih pertanyaan-pertanyaan tersebut? Yuk, kita simak beberapa pertanyaan yang akan muncul setelah menikah.

5 Pertanyaan yang Umumnya Muncul Setelah Menikah

1. "Ingin Bulan Madu Ke Mana?"

Pertanyaan yang satu ini adalah pertanyaan yang paling utama yang seringkali ditanyakan teman, keluarga atau orang yang kenal dekat dengan diri anda. Bahkan pertanyaan yang satu ini kerap muncul sebelum anda melangsungkan hari pernikahan. Terkadang, tidak masalah saat teman-teman dekat anda menanyakan hal ini karena mungkin anda berpikiran jika mereka wajar bertanya demikian pada temannya sendiri, begitupun dengan keluarga dekat anda. Hanya saja, saat pertanyaan ini diajukan oleh oranglain yang hanya anda kenal sekilas atau mungkin ditanyakan oleh keluarga jauh anda. Seringkali hal ini membuat anda kesal dan bingung untuk menjawabnya, "Nikah saja belum, sudah bulan madu" dan mungkin inilah pemikiran yang saat ini tenngah membendung dibenak anda.

Ketika anda ditanya ingin berbulan madu dimana semantara anda tidak akan melakukannya, maka anda bisa menghadapi pertanyaan ini dengan jawaban "Saya akan berbulan madu dirumah saja atau kapan saja kami ada waktu." Namun jika anda dan pasangan memang akan melaksanakan bulan madu namun belum memutuskan lokasi dan destinasi yang tepat. Maka tidak ada salahnya beritahukan atau jawab pertanyaan tersbeut dengan seadanya tanpa melebih-lebihkan yang akan membuat anda dan pasangan terkesan angkuh. Selain itu, jika anda dan pasangan memang belum menemukan tempat yang tepat, bisa jadi saran dari oranglain yang bertanya akan membantu anda memilih destinasi yang tepat.

2. "Sudah Hamil Belum?"

Nah, inilah pertanyaan yang menduduki peringkat kedua setelah pertanyaan diatas. Setelah anda menikah dan dalam beberapa saat mungkin semua orang yang mengenal anda dan hendak menyapa anda akan langsung menanyakan pertanyaan ini. Baik keluarga, teman kantor, sahabat dan semua orang yang anda kenal akan mungkin menanyakan pertanyaan ini. Ini adalah sebuah pertanyaan yang lumrah yang selalu ditanyakan sejak jaman nenek moyang kita dulu. Ada beberapa orang yang menjadi begitu sensitif ketika ditanyakan pertanyaan ini, karena mungkin mereka berpikiran jika ini adalah pertanyaan yang aneh yang ditanyakan pada pasangan yang baru saja beberapa hari melangsungkan pernikahan. Namun, meski demikian ada benarnya juga bahwa setelah menikah anda tentunya akan memiliki anak, jadi demikian tidak ada salahnya menjawab pertanyaan ini. Apabila anda adalah tipikal orang yang tidak terlalu suka menjelaskan panjang lebar, maka anda cukup menjawab "Ditunggu saja kabar baiknya ya".

3. "Kalian Tinggal Di Rumah Sendiri Atau Di Rumah Orang Tua?"

Pertanyaan yang satu ini mungkin terdengar begitu sensitif untuk pasangan pengantin yang baru saja menikah. Bagi pasangan yang sudah mapan secara materi mungkin mereka akan menjawab dengan mudah karena mereka sanggup membeli rumah dan memenuhi kebutuhan pasangannya dengan begitu baik. Hanya saja, untuk pasangan yang masih perlu berjuang dari nol, hal ini mungkin saja menjadi pertanyaan yang akan menyinggung mereka. Namun meskipun anda masih tinggal dirumah orangtua, jangan jadikan hal ini menjadi resah. Anda berdua bersama dengan pasangan hanya perlu berjuang untuk bisa membeli rumah sendiri dan memenuhi kebutuhan pasangan dengan lebih baik. Tunjukan pada oranglain bahwa dengan suaha dan kerja keras sendiri anda bisa melakukannya.

4. "Bagaimana Rasanya Menikah?"

Pertanyaan yang satu ini mungkin akan banyak ditanyakan oleh mereka teman dekat anda atau orang yang sudah mengenal anda secara emosi, seperti misalkan sahabat atau orang yang begitu dekat dengan anda. Selain itu, umumnya mereka yang menanyakan pertanyaan ini sudah mengetahui bagaimana jawabannya. Ketika anda baru saja menikah tentunya anda merasa bahagia. Hanya saja, terkadang ada beberapa pertanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak saja. Seperti misalkan "Apakah menikah itu enak atau tidak?". Untuk menjawab pertanyaan ini anda hanya perlu menjawab apa adanya. Hanya saja, jangan menceritakan semua hal yang anda alami bersama dengan pasangan secara terperinci. Sebab hal tersebut adalah privasi yang hanya anda dan pasangan saja yang boleh mengetahuinya.

5. "Pasangan Kamu Kerja Dimana?"

Mungkin pertanyaan ini adalah pertanyaan yang akan ditanyakan teman-teman yang peduli pada anda atau juga bisa jadi mereka adalah tipikal teman yang suka menggosip dan menjatuhkan oranglain. Beberapa orang memiliki anggapan jika pasangan anda memiliki pekerjaan sekelas menajer atau direktur itu berarti anda adalah ornag yang beruntung. Namun jika sebaliknya mereka tentu akan berpikiran negatif. Namun demikian, anda tak perlu resah pada gunjingan orang lain. Karena seberapa sulit pun anda berusaha untuk menjadi yang terbaik, penilaian akan senantiasa ada pada masyarakat. Namun kembali lagi, diri anda dan pasanganlah yang menjalani bahtera rumah tangga dan hanya anda dan pasanganlah yang akan menentukan seperti apa dan bagaimana pernikahan yang anda jalani.

Saat anda sering dihadapkan dalam beberapa pertanyaan diatas, maka jawablah dengan bijaksana. Posisikan pula diri anda untuk menjawab hal-hal yang penting dibandingkan menjawab hal-hal yang dianggap tidak perlu dijawab. Dengan begini, pernikahan yang anda jalani tidak akan terganggu dengan opini dan pendapat oranglain.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)