Perayaan hari raya Idul Adha selalu identik dengan banyaknya daging kurban yang dibagikan ke tetangga dan kerabat. Hal inilah yang seringkali membuat ibu kebingungan bagaimana cara mengolah daging selama kurban karena jumlahnya yang banyak. Diolah dengan cara itu-itu saja biasanya akan cukup membosankan dan membuat olahan daging yang dibuat menjadi tidak habis dan sia-sia.

Nah, melihat kondisi seperti ini maka mungkin anda akan perlu tehnik pengolahan daging yang lebih canggih dan baru sehingga mampu menghasilkan cita rasa dan tekstur yang berbeda pada masakan kali ini. Selain itu, tehnik pengolahan yang baik tentu akan dapat membuat ketahanan dari hidangan menjadi lebih lama sehingga meski tak habis dalam sekali hidang pun anda masih bisa menyimpannya dan kembali menghidangkannya lain waktu.

Baca Juga:

Di bawah ini mari kita simak cara mengolah daging kurban agar menjadi hidangan yang lezat dengan tekstur yang lebih nikmat dan empuk. Penasaran seperti apa saja? Mari simak informasinya di bawah ini hanya untuk anda.

agar-daging-kurban-enak.png

 

Jangan Cuci Daging Terlalu Lama

Hal pertama yang penting diperhatikan dalam tehnik pengolahan daging adalah bagian pencucian daging dimana ini adalah tahapan pertama yang seringkali diabaikan begitu saja oleh banyak orang. Padahal tehnik pencucian daging akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan nutrisi dari si daging itu sendiri. Oleh karenanya, anda dianjurkan untuk memperhatikan dengan baik bagaimana tehnik pembersihan daging yang baik.

Pertama jangan cuci daging terlalu lama sebab nantinya hal ini akan dapat membuat tekstur dari daging menjadi keras dan sulit empuk. Selanjutnya jangan pula merendam daging dalam baskom berisi air dalam waktu yang panjang karena hal ini bisa mungkin menghilangkan nutrisi yang ada pada daging dimana seharusnya daging menjadi hidangan yang sehat namun bila anda merendamnya terlalu lama hal tersebut malah membuat nutrisinya menjadi sia-sia.

Hindari pula mencuci daging secara langsung pada bagian westafel, meski dianggap mudah dan lebih praktis. Namun biasanya orang yang mencuci daging secara langsung pada bagian westafel akan cenderung secara tidak sadar meletakkan daging pada bagian westafel tanpa tatakan. Hal inilah yang membuat paparan bakteri lebih mudah menempel pada daging.

Tiriskan Daging Sampai Kering

Kandungan air bekas mencuci daging akan membuat tekstur daging ketika dimasak menjadi sulit empuk. Selain itu, daging yang tidak ditiriskan setelah dicuci malah akan membuat daging menjadi tergenang air pada saat di masak dan hal ini akan tentu mempengaruhi rasa karena komposisi bumbu menjadi berantakan. Untuknya, perhatikan dengan baik agar anda senantiasa mengeringkan dan meniriskan daging dengan baik sebelum diangkat dan disimpan ke dalam wadah atau lemari es.

Apalagi untuk daging yang akan dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar seperti steak. Biasanya anda perlu mengeringkannya dengan menggunakan tissue makan. Agar demikian, air sisa cucian yang ada pada permukaan daging dapat diserap oleh tisu sehingga kandungan air tidak keluar pada saat dimasak nantinya. Selain menggunakan tisu anda pun bisa meletakkan daging pada sarangan dan biarkan airnya menetes sebelum akhirnya anda olah menjadi masakan.

Perhatikan Tehnik Memotong

Selain beberapa hal di atas, cara lain yang penting untuk anda perhatikan dengan baik adalah tehnik pemotongan daging sebelum bahan ini disimpan dan di masak menjadi hidangan yang lezat. Daging kurban biasanya datang dalam keadaan sudah dipotong dengan ukuran yang lebih kecil. Namun demikian, terkadang ada sebagian yang ukurannya masih dianggap terlalu besar dan perlu dipotong menjadi beberapa bagian.

Biasanya jika pemotongan daging kurban dilakukan oleh seseorang yang berpengalaman maka mereka sudah tahu betul bagaimana seharusnya memotong daging. Namun lain halnya bila pemotongan daging dilakukan oleh sembarangan orang maka mau tidak mau anda menikmati daging dengan potongan yang begitu. Namun sebenarnya tidak masalah bila anda akan menikmati hidangan tersebut untuk konsumsi pribadi.

Hanya saja, informasi tentang pemotongan daging tetap penting diketahui. Sebaiknya potong daging dengan arah melintang sebab hal ini akan menghindarkan serat daging menempel pada bagian pisau yang membuatnya malah semakin hancur. Lakukan dengan perlahan dan pastikan pisau yang digunakan adalah pisau yang tajam agar anda lebih mudah memotongnya.

Jangan Langsung Dimasak

Saran para chef ternama di tanah air merekomendasikan agar daging kurban yang sudah dipotong tidak langsung dimasak dan diolah menjadi hidangan masakan. Hal ini dikarenakan biasanya hewan kurban dipotong dalam keadaan tegang, memasak daging secara langsung hanya akan membuat tekstur daging yang dinikmati terasa alot.

Untuk itu, ketika anda mendapatkan hantaran daging kurban dari tetangga sebaiknya diamkan terlebih dahulu beberapa saat. Contoh bila anda menerima daging kurban pada pagi hari maka anda bisa mengolahnya di sore hari. Waktu yang diberikan pada daging akan dapat melemaskan otot-otot daging dan membuat teksturnya menjadi lebih mudah empuk pada saat dimasak nantinya.

Berikan Rempah

Hindari mengolah daging kurban dengan bumbu yang sederhana atau bumbu yang sedikit. Apalagi bila anda hendak mengolah daging kambing yang mana jenis daging ini punya aroma khas yang sulit dihilangkan. Penggunaan rempah yang cukup dan beragam akan membantu anda mengurangi aroma tidak sedap pada bahan daging tersebut. Selain itu, khusus untuk daging kurban setelah dibersihkan anda sebaiknya tidak langsung mengolahnya begitu saja.

Silahkan rebus terlebih dahulu daging dengan rempah sebanyak 2 sampai dengan 3 kali untuk menghilangkan aroma yang ada pada daging. Buang air rebusannya dan ganti selama beberapa kali, baru setelah itu anda akan dapat mengolahnya menjadi hidangan yang anda inginkan.

Cara ini akan membantu anda untuk menghilangkan aroma tidak sedap yang ada pada daging. Sehingga sajian ini akan dapat diolah menjadi hidangan lezat sama seperti daging yang anda beli dari pasar yang terhindar dari bau tidak sedap.

Perhatikan Suhu Saat Memasak

Selain beberapa hal di atas, hal lain yang juga penting untuk diperhatikan dengan baik dalam mengolah daging kurban adalah memperhatikan suhu pada saat memasak. Hindari menggunakan api yang terlalu besar sebab hal ini akan membuat daging gosong. Meski anda mendapati daging matang pada bagian permukaan namun sebenarnya daging tidak matang secara merata. Bagian dalma daging bisa saja masih belum matang atau bahkan masih mentah.

Gunakan api yang sedang dan pastikan anda mengaduk daging secara berkala. Agar demikian daging tidak gosong dan menempel pada dasar wajan atau panci. Dengan begini daging pun akan lebih matang secara merata meski membutuhkan waktu lebih lama.

Loading...

Loading...