Agar Prima Saat Lebaran, Hindari Kebiasaan Ini Selama Puasa

Ibadah puasa secara umum memang memberikan dampak yang positif bagi kesehatan apabila seseorang mampu memperhatikan banyak hal dan pola hidup sehat selama puasa. Sayangnya, permasalahan selama puasa lebih banyak dipicu karena kebiasaan buruk yang dilakukan selama menjalankan ibadah yang satu ini.

Perubahan waktu makan dan terbatasnya waktu bersantap seringkali membuat seseorang cenderung 'terobsesi' memasukkan banyak makanan dan minuman kedalam tubuhnya hanya dalam satu waktu yang sama. Terlebih lagi, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi tersebut belum jelas kandungan kesehatannya untuk tubuh.

Akibatnya, kondisi inilah yang seringkali membuat masalah mudah terjadi selama puasa. Gangguan kesehatan dan penyakit pun menjadi sulit dihindari. Nah, bila kondisi ini tidak segera diatasi dan terus terulang maka kemungkinan mendekati momen lebaran nanti banyak orang yang sakit. Padahal seharusnya momen lebaran dirayakan dengan suka cita.

Nah, untuk menghindari masalah tersebut dan menjaga tubuh tetap prima menjelang lebaran. Maka mari simak kebiasaan buruk yang harus dihindari selama puasa.

Menabung Atau Mengumpulkan Banyak Makanan Untuk Buka

Meski masih pagi dan baru saja selesai menyantap sahur, tidak sedikit orang yang mulai merencanakan dan memikirkan dengan matang menu makanan apa yang akan mereka santap untuk menu buka puasa nanti. Sehingga pada akhirnya, menjelang siang hari ketika rasa lapar sudah mulai terasa. Secara tidak sadar, mereka mulai 'menabung' dan mengumpulkan makanan untuk disantap saat buka puasa nanti.

Namun kebiasaan seperti ini bukanlah hal yang baik untuk terus dilakukan. Pada saat siang hari wajar bila hasrat ingin memiliki segala jenis makanan datang menghampiri diri anda. Hal ini pada umumnya dipicu karena perut yang lapar. Sehingga segala jenis makanan akan terlihat menggoda untuk disantap.

Namun penting dipahami dengan baik bahwa keinginan semacam ini hanyalah sementara. Dan belum tentu makanan dan minuman yang anda tabung saat ini akan dapat anda nikmati pada saat buka puasa nanti.

Alih-alih habis termakan dengan nikmat, yang ada mungkin anda akan terpaksa menjejalkan makanan dalam jumlah banyak tersebut kedalam tubuh anda hanya karena anda merasa sayang dengan makanan yang sudah anda kumpulkan.

Pada akhirnya, kekenyangan dan perut yang terasa begah akan anda rasakan. Belum lagi pencernaan anda akan dipaksa untuk memproses makanan dalam jumlah yang melebihi batas. Dalam kondisi tertentu hal ini akan dapat menyebabkan masalah pencernaan yang menyakitkan.

agar-prima-saat-lebaran.jpg

Berbuka dengan Gorengan

Sudah bak sebuah tradisi yang diwariskan secara turun temurun bahwa menyantap beberapa 'makanan khas puasa', seperti gorengan adalah kebiasaan yang wajib untuk ditunaikan. Padahal kebiasaan yang satu ini lebih banyak ruginya dibandingkan dengan manfaatnya untuk tubuh. Mengawali buka puasa setelah menahan lapar seharian dengan cuaca bulan Ramadhan yang selalu khas dengan musim panasnya yang terik. Memang menjadikan gorengan cocok sebagai kudapan yang sempurna untuk dinikmati pada saat adzan magrib berkumandang.

Akan tetapi, sebenarnya hal ini malah akan memberikan masalah untuk kesehatan anda. Setelah seharian tubuh kehilangan energi dan nutrisinya, tentu ada banyak kebutuhan gizi yang perlu segera dipenuhi. Gorengan tidak memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut. Sehingga mengkonsumsi gorengan pada saat puasa bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Selain itu, konsumsi gorengan akan mungkin memberikan anda pengaruh kenaikan berat badan sebab kandungan lemak jenuh yang banyak dalam kudapan yang satu ini. Apalagi ketika kebiasaan ini dilakukan secara berulang-ulang selama puasa. Maka tentunya, pada saat menjelang lebaran nanti anda bisa mungkin mengalami penambahan berat badan yang besar. Kondisi semacam ini bisa mungkin membuat penampilan kurang menarik.

Tak hanya itu, konsumsi gorengan selama puasa pun akan mungkin mempengaruhi rasa lapar dan haus semakin buruk selama puasa. Karena kandungan cairan didalam tubuh terkuras pada saat tubuh mencerna makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Akibatnya, bukan prima puasa yang dijalani malah akan terasa begitu berat.

Nah, oleh karenanya maka perhatikan dengan baik pada saat menyantap menu makanan ini selama puasa. Hindari konsumsi gorengan terlalu banyak apalagi untuk anda yang memiliki keluhan penyakit lambung. Makanan berlemak malah akan menyebabkan masalah semacam ini menjadi lebih buruk.

Buka Puasa dengan Merokok

Umumnya, bagi seorang perokok tantangan terberat menjalani ibadah puasa bukan terletak dari tidak makan dan minum. Melainkan tantangan menahan untuk tidak merokok selama waktu tertentu.

Jangankan selama 14 jam ketika puasa, seorang perokok yang sudah begitu aktif akan cenderung kelabakan saat mereka tidak merokok dalam kurun waktu yang lebih singkat. Tak heran bila hal ini membuat para perokok umumnya akan mengawali buka puasa mereka dengan melewatkan makan dan minum dan memilih untuk menyegerakan menyalakan rokok mereka.

Padahal kebiasaan yang satu ini tentunya bukanlah hal yang baik untuk dilakukan secara berulang selama puasa. Bisa mungkin kondisi ini akan dapat menyebabkan permasalahan pada lambung, salah satunya seperti dispepsia. Kondisi ini adalah sebuah penyakit sistem pencernaan yang ditandai dengan perasaan sakit yang cukup memekik.

Selain itu, dispepsia akan mungkin membuat seorang penderita mengalami sendawa dan perut kembung yang terjadi dalam intensitas yang sering. Nah, demikian, perhatikan dengan baik agar kebiasaan merokok pada saat buka puasa tidak terus menerus dilakukan.

Terutama untuk anda yang memiliki riwayat penyakit maag. Awali buka puasa anda dengan segelas air putih yang hangat. Air hangat akan dapat memberikan efek relaksasi untuk perut dan tubuh anda. Sehingga hal ini bekerja seolah seperti 'sinyal' kedalam tubuh yang mengisyaratkan agar pencernaan lebih siap sebab kita akan mulai makan besar.

Buka Puasa Balas Dendam

Jangan jadikan buka puasa sebagai ajang 'balas dendam' untuk makan segala hal yang anda inginkan karena pada siang hari kita tidak bisa makan sepuas seperti yang kita inginkan. Kebiasaan semacam ini sudah harus dihilangkan dengan perlahan sebab kerugian yang banyak akan dirasakan oleh tubuh kita sendiri ketika makan berlebihan pada waktu buka puasa.

Hanya karena waktu makan yang terbatas pada saat puasa. Bukan berarti hal ini membuat kita harus melampiaskan hasrat makan kita dengan bertubi-tubi saat buka puasa. Sebab hal semacam ini tidak akan membuat kebutuhan gizi didalam tubuh dapat terpenuhi seketika anda makan banyak.

Tidak pula makan dalam jumlah yang banyak membuat lemas yang anda rasakan menjadi menghilang kemudian dalam waktu yang singkat anda akan merasa seperti kekuatan anda kembali. Justru sebaliknya, makan yang banyak dalam satu waktu ketika buka puasa hanya akan membuat tubuh tak berdaya. Sebab kekenyangan akan menghalangi aktivitas lanjutan yang akan anda lakukan.

Perut yang kekenyangan bukan semangat untuk melaksanakan banyak aktivitas. Malah sebaliknya, seseorang yang makan banyak akan cenderung melewatkan banyak kegiatan penting, seperti ibadah teraweh, shalat isya dan masih banyak lagi.

Hal ini dikarenakan kantuk adalah gejala lanjutan dari perut yang kekenyangan. Otak pun akan sulit untuk bisa berkonsentrasi pada satu hal. Yang ada malah setelah kekenyangan seseorang akan cenderung ingin berbaring dan lantas tidur dengan cepat. Hal inilah yang tentu membuat makan berlebihan sejatinya adalah kerugian bagi seseorang.

Buka Puasa Melewatkan Makan Nasi

Tidak sedikit mereka yang menjalankan ibadah puasa seringkali melewatkan menyantap makan nasi pada saat buka puasa. Hal ini umumnya terjadi ketika mereka lebih memilih mendahulukan menyantap makanan ringan atau makanan lainnya selain daripada nasi.

Akibatnya perut sudah terlanjur penuh dan tidak memungkinkan nasi bisa masuk kedalam tubuh dengan baik. Namun perhatikan dengan baik bahwa melewatkan menyantap makan nasi atau makanan dengan kandungan karbohidrat pada saat puasa sejatinya adalah kebiasaan buruk yang harus anda hindari.

Melewatkan makan nasi setiap kali berbuka tidak akan membuat anda kehilangan berat badan. Justru sebaliknya, hal ini adalah salah satu pemicu kegendutan yang dialami banyak orang. Sebab tanpa makan nasi orang secara tidak sadar telah menyantap banyak makanan dalam jumlah yang sedikit namun berkala sampai membuat mereka kenyang dengan sesuatu yang tidak jelas kandungan gizinya.

Sebaliknya, ketika buka puasa anda kenyang dengan makanan dengan kandungan gizi yang jelas. Maka tentu, nutrisi dalam makanan tersebut akan cepat diolah oleh tubuh menjadi energi dan tenaga. Sehingga meminimalisir pembentukan lemak didalam tubuh yang mampu memicu kenaikan berat badan. Itulah juga yang mengapa, banyak orang yang mengeluhkan puasa yang dijalani terasa mudah lemas. Sebab mereka tidak mendapatkan asupan gizi yang seharusnya dibentuk menjadi energi, yakni karbohidrat.

Nah, untuk itulah hindari menyantap aneka makanan dengan kandungan gizi yang tidak jelas. Alangkah lebih baik, awali buka dengan air mineral, kemudian isi dengan sedikit makanan manis dan berikan jeda dengan menunaikan shalat terlebih dahulu. Setelah itu, jangan terburu menyantap hidangan lainnya melainkan nasi dan lauk pauk yang sehat.

Melewatkan Makan Sahur

Karena rasa kantuk yang tak tertahankan atau dengan alasan tidak ada orang yang membangunkan. Lantas seseorang dengan mudah melewatkan santap sahur mereka. Namun hal semacam ini baiknya tidak dijadikan kebiasaan yang terus menerus anda lakukan setiap hari. Karena tentunya hal ini akan memberikan kerugian yang banyak untuk diri anda sendiri.

Jangan pernah malas menyantap makan sahur karena selain ganjaran pahala yang besar dari Allah SWT. Sahur adalah jadwal makan paling tepat untuk mengisi energi mempersiapkan aktivitas yang akan anda lakukan selama seharian ini. Meskipun seseorang akan cenderung kuat menahan lapar menjalani ibadah puasa tanpa makan sahur. Namun tidak dipungkiri bahwa lemas dan lemahnya puasa akan terasa begitu nyata.

Selain itu, melewatkan menyantap sahur akan mungkin membuat anda mudah mengantuk karena perut dalam keadaan kosong dari waktu yang lama. Jangan pernah sepelekan masalah semacam ini karena terus menguap dengan aktivitas harian yang anda kerjakan akan tentu terasa tidak nyaman.

Belum lagi untuk anda para penderita maag, jadwal makan yang anda lewatkan akan mungkin membuat rasa nyeri pada lambung terasa begitu menyiksa. Akibatnya puasa mungkin akan terkendala dan kondisi ini membuat anda melewatkan ibadah yang nyaman yang seharusnya anda jalani.

Untuknya, jangan lewatkan menyantap sahur. Bila anda adalah seorang perantau yang jauh dari orangtua dan ketakutan tidak ada yang membangunkan maka atur alarm diponsel anda. Sementara untuk urusan makanan upayakan untuk mempersiapkan makanan yang mudah untuk diolah dan mudah untuk anda dapatkan.

Salah satu siasat penting adalah dengan membeli porsi makan lebih untuk buka puasa. Dimana sisanya akan dapat anda nikmati kembali saat sahur. Jadi demikian, anda tidak akan kerepotan mencari warung makan yang buka pada jam tersebut.

Tidur Setelah Sahur

Kebiasaan yang satu ini biasanya adalah salah satu kebiasaan buruk yang banyak dilakukan oleh banyak orang. Dengan alasan rasa kantuk yang begitu berat dan waktu yang masih terlalu dini untuk menunaikan ibadah shalat subuh. Lantas mereka beralasan untuk menunggu adzan subuh dengan segera bergegas tidur usai makan sahur. Akan tetapi, hal semacam ini adalah kebiasaan buruk untuk dilakukan pada saat puasa.

Mengapa demikian? Karena tidur setelah sahur akan mungkin menyebabkan masalah pencernaan mudah terjadi. Idealnya, tubuh memerlukan waktu minimal 3 jam untuk memproses dan mencerna makanan yang baru saja dimasukan kedalam tubuh.

Bergegas tidur saat baru selesai menyantap makan sahur akan mungkin membuat pencernaan kesulitan untuk memproses makanan dengan baik. Akibatnya, kondisi ini akan mungkin membuat permasalahan pencernaan mudah terjadi.

Selain itu, bergegas tidur setelah sahur akan mungkin membuat produksi asam lambung menjadi meningkat. Akibatnya, kondisi ini akan membuat anda sendiri merasa tidak nyaman dengan kondisi yang satu ini. Untuknya, maka perhatikan untuk tidak segera tidur setelah menyantap makan setidaknya berikan kesempatan bagi tubuh untuk bekerja mencerna makanan dengan baik.

Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis

Makanan manis seperti kolak, candil dan lain sebagainya memang merupakan bagian dari makanan khas puasa yang mungkin tidak dijumpai pada hari-hari lainnya selain Ramadhan. Konsumsi makanan manis memang dianjurkan dijadikan hidangan pembuka saat Ramadhan. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa kudapan manis tersebut adalah manis yang alami dengan porsi yang tidak berlebihan.

Kurma adalah salah satu kudapan manis yang ideal disantap saat Ramadhan. Selain itu, sebagaimana sunnah Rasulullah bahwa konsumsi kurma yang dianjurkan adalah sebanyak 3 butir. Porsi ini akan cukup mengganti sebagian pasokan energi yang hilang selama melakukan puasa.

Sebaliknya, konsumsi hidangan manis yang terlalu berlebihan akan mungkin membuat perut cepat merasa kenyang. Akibatnya, kondisi ini bisa mungkin membuat asupan makanan sehat lainnya tidak muat dimasukkan kedalam tubuh sebab anda sudah terlebih dahulu merasa kenyang.

Untuknya, asupi kebutuhan makanan manis hanya sebagai tambahan bukan sebagai makanan utama dalam menu buka puasa anda. Selain itu, perhatikan untuk tidak mengkonsumsinya terlalu berlebihan. Dalam artian ketika anda sudah menyantap kolak maka hindari mengkonsumi kurma atau sebaliknya. Agar demikian, tubuh anda tidak cepat merasa kenyang sehingga kebutuhan nutrisi dari makanan lainnya bisa terpenuhi dengan baik.

Nah, itulah dia beberapa informasi mengenai kebiasaan buruk apa saja yang sebaiknya dihindari selama puasa. Demi menjaga tubuh tetap prima menjelang hari lebaran yang tinggal beberapa pekan lagi maka perhatikan dengan baik untuk senantiasa menjaga kesehatan anda dengan menghindari kebiasaan diatas. Selamat berjuang dan semoga puasa anda lancar!

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)