Disadari atau tidak, setiap wanita pasti pernah merasakan yang namanya keputihan. Baik itu sekali atau beberapa kali dalam hidupnya. Kondisi keputihan pada dasarnya adalah hal yang wajar dan lumrah dialami oleh para wanita. Jadi anda tidak perlu merasa khawatir atau berpikiran buruk dengan kesehatan organ kewanitaan saat anda mendapati keluarnya cairan dari organ kewanitaan anda.

Bahkan sebaliknya, keluarnya cairan dari organ kewanitaan sebenarnya merupakan upaya tubuh dalam membersihkan vagina dan melindunginya dari paparan bakteri dan infeksi. Ibu hamil dan beberapa kondisi lainnya bisa membuat keputihan keluar dengan mudah. Bahkan biasanya ibu hamil mengalami keputihan yang lebih sering daripada biasanya.

Baca Juga:

Ketika mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan sejumlah cairan dari organ kewanitaannya. Lendir yang diproduksi oleh kelenjar dari vagina dan serviks tersebut akan keluar membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga organ kewanitaan anda tetap bersih dan terjaga.

Ada banyak mitos dan anggapan keliru tentang keputihan, termasuk dengan anggapan bahwa konsumsi timun dapat menyebabkan keputihan. Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak lebih lanjut apakah konsumsi timun dapat menyebabkan keputihan terjadi?

benarkah-makan-timun-sebabkan-keputihan.jpg

Benarkah Makan Timun Sebabkan Keputihan?

Banyaknya mitos atau anggapan keliru yang berkembang di masyarakat tentang suatu hal yang sebenarnya boleh dan baik dilakukan adalah hal penting. Sebab dengan semakin pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi ada banyak kekeliruan yang harus dikoreksi.

Agar demikian, hal tersebut tidak terus berkembang menjadi kesalah pahaman atau terus menerus menjadi mitos yang dianggap sebagai sebuah kebenaran. Termasuk salah satunya adalah mengkonsumsi timun yang sering dikaitkan dengan keputihan.

Timun merupakan salah satu buah yang kaya akan kandungan vitamin A, B, C dan juga kaya akan kandungan mineral di dalamnya. Sayangnya, buah dengan warna khas hijau ini seringkali dikaitkan dengan salah satu penyebab keluarnya cairan dari bagian organ kewanitaan atau yang kita kenal dengan sebutan keputihan.

Padahal keputihan secara alami memang terjadi dan dialami oleh hampir setiap wanita dimana kondisi ini biasanya terjadi sesuai dengan perubahan siklus menstruasi bulanan mereka. Cairan yang keluar pada saat keputihan biasanya berupa cairan kental atau lengket yang mana kondisi cairan ini pun akan bergantung dari beberapa kondisi. Seperti pada saat ovulasi biasanya cairan keputihan yang keluar lebih cair dan warnanya bening.

Ada banyak penyebab yang bisa membuat keputihan terjadi pada seorang wanita. Namun hingga sampai saat ini tidak ada studi yang menghubungkan antara makanan dengan penyebab keputihan yang terjadi pada wanita, termasuk dengan konsumsi timun yang selama ini diasosiasikan dengan penyebab keputihan.

Jadi demikian, muncul kesimpulan bahwa konsumsi timun tidak menyebabkan keputihan secara keseluruhan terjadi pada seorang wanita. Karena biasanya keputihan yang normal terjadi sebab adanya siklus bulanan anda sendiri.

Ketahui Jenis Keputihan Anda

Selain mengetahui apakah makan timun menyebabkan keputihan atau tidak. Informasi lain yang juga penting untuk anda ketahui dengan baik adalah mengetahui jenis keputihan yang anda alami saat ini. Hal ini dikarenakan jenis keputihan itu sendiri terbagi ke dalam dua bagian, yakni keputihan yang normal dan keputihan yang tidak normal.

Keputihan Normal

Keputihan yang normal adalah keluarnya sejumlah cairan dari organ kewanitaan sebagai usaha dari tubuh dalam menjaga vagina tetap sehat dan terhindar dari infeksi. Biasanya keluarnya cairan ini akan datang secara berkala pada sebagian wanita. Dimana waktu keluarnya bisa sebelum menstruasi atau bahkan setelah periode menstruasi anda selesai.

Jenis keputihan yang normal adalah keputihan yang tidak perlu anda risaukan karena sebagian besar wanita mengalami kondisi ini. Adapun untuk mengetahui apakah cairan keputihan anda normal atau tidak anda bisa melihatnya dari ciri-ciri cairan yang keluar dari organ kewanitaan anda. Di bawah ini adalah ciri keputihan yang normal:

  • Tidak berbau. Tidak ada aroma menyengat yang janggal yang menyertai keluarnya cairan dari dalam organ kewanitaan . Bahkan sebagian besar wanita justru tidak mendapati bau sama sekali saat cairan keputihan keluar.
  • Tidak berwarna. Keluarnya cairan dari organ kewanitaan anda tidak berwarna. Sebagian besar keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau transparan.
  • Teksturnya tidak terlalu kental. Beberapa jenis keputihan yang normal teksturnya akan nampak seperti putih telur atau bahkan sebagian lain ada yang mengalami keputihan dengan tekstur seperti jeli. Bila anda mengalaminya maka ini adalah keputihan yang aman.
  • Jumlahnya tidak berlebihan. Keputihan yang normal biasanya akan muncul selama beberapa hari selama periode bulanan anda dan menghilang dengan sendirinya sehingga kondisi ini tidak akan terlalu mengganggu aktivitas harian anda.

Keputihan Tidak Normal

Selain keputihan yang normal, jenis keputihan lain yang perlu anda waspadai dan perhatikan dengan baik kemunculannya adalah keputihan yang tidak normal. Dimana kondisi ini bisa mengindikasikan adalah masalah dengan kesehatan organ kewanitaan. Bahkan pada kondisi terburuk, hadirnya keputihan tidak normal mungkin menjadi indikasi anda terkena penyakit menular seksual atau bahkan terkena kanker serviks.

Maka dari itu, penting sekali untuk mengkonsultasikan keluhan ini ke dokter agar anda segera mendapatkan penanganan medis dengan lebih cepat sehingga bila anda keluhan yang serius, masalah tersebut tidak berlanjut menjadi lebih buruk. Adapun beberapa ciri untuk mengenali keputihan yang tidak normal diantaranya adalah:

Ada Aroma Bau yang Menyertai

Ciri pertama yang bisa dikenali dari keputihan yang tidak normal adalah timbulnya bau yang menyertai keluarnya cairan dari dalam organ kewanitaan. Bau ini bisa tercium bau amis, bau menyengat atau bahkan bau busuk. Anda yang mengalami kondisi ini sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter kelamin, terutama bila kondisi keputihan ini dialami pada saat anda sedang dalam kondisi mengandung.

Ada Warna yang Menyertai

Selain aroma, keputihan tidak nomal pun bisa disertai dengan warna pada saat cairan keluar dari organ kewanitaan anda. Warna tersebut bisa saja keabu-abuan, kemerahan, kekuningan atau bahkan kehijauan. Timbulnya warna pada cairan keputihan bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan organ intim. Maka dari itu, segera lakukan pemeriksaan kesehatan dengan baik.

Teksturnya yang Janggal

Tekstur pada cairan keputihan yang keluar dari organ kewanitaan menjadi alarm lain yang perlu anda waspadai dengan baik. Pada cairan keputihan yang tidak normal, teksturnya bisa sangat lengket bahkan sampai menempel pada bagian celana dalam anda. Yang mana tentunya ini akan sangat mengganggu aktivitas anda dan membuat organ kewanitaan menjadi lembab dan tidak nyaman.

Jumlahnya yang Berlebihan

Biasanya cairan keputihan akan dapat menghilang hanya dalam waktu yang singkat dengan hitungan hari. Akan tetapi, bila anda mengalami keputihan dalam jumlah yang banyak dan berlangsung sampai berminggu-minggu maka segera konsultasikan dengan dokter.

Loading...

Loading...