Bagi seorang ibu anak adalah segalanya. Mereka menganggap bahwa anaknya tersebut adalah malaikat kecil yang diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Bahkan demi anak-anaknya seorang ibu rela melakukan apapun. Ia tidak segan-segan memberikan segalanya untuk anak-anaknya. Bahkan ia pun rela menaruhkan nyawanya sendiri untuk anak yang ia cintainya. Dan pernyataan tesrebut bisa kita buktikan sendiri dan kita saksikan ketika seorang ibu mengandung dan melahirkan anaknya. Mengandung dan melahirkan seorang anak itu tidaklah mudah, namun ia tidak pernah mengeluh sama sekali. Meskipun mungkin rasa sakit ia rasakan, tetapi ia tetap kuat dan tegar serta terus berjuang demi kelahiran buah hati tercintanya.

Bahkan setelah anaknya lahir, seorang ibu rela berkorban tenaga dan pikiran untuk merawat dan mendidik anaknya. Bangun pagi untuk menyiapkan semua kebutuhan anak-anaknya sudahlah menjadi kebiasaan untuk dirinya. Meskipun kita tahu dirinya dilanda kelelahan tetapi ia tidak pernah menunjukan itu semua. Apapun keadaan dan bagaimanapun keadaan yang dirasakan olehnya maka senyuman tidak pernah luput dari wajahnya. Bahkan meskipun terkadang anak-anaknya sering melakukan kenakalan dan menyakiti hatinya, tetapi ia tidak pernah marah. Dimana kesalahan anaknya tersebut selalu diterimanya dengan lapang dada dan hati yang ikhlas. Dan disetiap hembus nafasnya tentunya akan tersimpan do'a dan harapan untuk kebahagiaan anak-anaknya.

Baca Juga:

Melihat anaknya tumbuh dewasa adalah harapan semua ibu yang ada di dunia ini. Ketika menyaksikan anaknya telah dewasa maka ia akan merasa bahwa perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia. Ia akan merasa puas dan bahagia. Terlebih lagi kebahagiaannya akan bertembah ketika menyaksikan anaknya bersanding dengan orang yang akan menjadi pendamping hidupnya.

Namun, nyatanya tidak semua ibu yang bisa merasakan hal seperti itu. Pasalnya keadaan dari semua ibu di dunia ini berbeda-beda. Semakin hari seluruh ibu di dunia ini semakin bertambah tua, dan tidak jarang jika kesehatannya mulai terganggu oleh penyakit dan menuntut dirinya tidak bisa melakukan apapunn. Karena keadaan tersebutlah tidak sedikit ibu yang tidak bisa menyaksikan momen bahagia anaknya.

Namun lain halnya dengan ibu yang satu ini. Dimana meskipun ibu ini mengalami gangguan kesehatan, tetapi dirinya berjuang untuk sembuh agar bisa menyaksikan pernikahan anaknya. Meskipun kanker payudara semakin hari semakin menggerogoti tubuhnya tetapi ia berusaha untuk kuat dan semuanya ia lakukan karena cinta yang begitu besar kepada anak laki-lakinya tersebut.

Berjuang dan Tidak Menyerah Agar Bisa Sembuh

Mary Ann adalah seorang ibu yang berjuang melawan kanker payudara dalam tubuhnya. Ia adalah seorang ibu yang berasal dari Dublin. Tiga tahun sudah Mary menderita kanker payudara dan melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya ini. Dalam perjuangannya ini ia tidak pernah menyerah sama sekali. Meskipun kita tahu penyakitnya ini bisa kapan saja merenggut nyawanya, tetapi Mary memiliki keinginan besar agar bisa sembuh. Alasannya untuk sembuh hanyalah satu yaitu karena ia ingin menghadiri pesta pernikahan anak laki-laki yang amat ia cintai, Ryan Manning.

Menurut anak wanitanya, Mary tidak peduli bagaimanapun caranya untuk bisa sembuh. Apapun ia rela lakukan untuk bisa datang ke pesta pernikahan anak laki-lakinya tersebut meskipun dirinya harus melakukan kemoterapi lebih banyak.

Akhirnya keinginan wanita berusia 61 tahun ini terkabulkan. Anak lelakinya tersebut menikah pada tanggal 15 Sepetember tahun yang lalu. Meskipun keadaanya sangat lemah tetapi ia tidak menunjukan itu semua. Ia berusaha tegar dan kuat demi kebahagiaan anaknya tersebut. Bahkan di pesta pernikahan anaknya itu, Mary berdansa dengan anaknya tersebut. Dansa ibu dan anak ini diiringi oleh sebuah lagu yang berjudul Somewhere Over The Rainbow. Ketika berdansa Mary sangat bahagia, bahkan ia pun seolah-olah melupakan rasa sakit yang ada di dalam tubuhnya.

Dansa dalam pesta pernikahan ini bukanlah dansa biasa pada umumnya. Sebab dalam dansa ini ada perjuangan yang sangat besar dari Mary agar bisa berdiri di sana. Dansa yang dilakukan oleh pasangan ibu dan anak yang saling menyayangi ini sebagai tanda bahwa Mary telah melepaskan anaknya tersebut untuk memulai kehidupan yang baru bersama wanita yang dicintainya.

Ketika mereka berdansa keduanya menyimpan haru. Bahkan bukan hanya Mary dan Ryan saja, tetapi semua orang yang ada dalam pesta pernikahan ini pun merasakan hal yang sama. Bahkan ada di antaranya beberapa tamu undangan yang menyeka air matanya.

Sebelum beberapa bulan putranya tersebut melangsungkan pernikahan, kondisi dari Mary semakin memburuk. Bahkan keadaannya tersebut menuntut dirinya untuk menggunakan kursi roda. Banyak orang yang menyangka bahwa dengan keadaannya seperti ini Mary tidak akan bertahan dalam waktu yang lama dan tidak bisa datang untuk menghadiri pesta pernikahan putranya. Namun berkat usaha dan kegigihan ibu tangguh yang satu ini, akhirnya ia bisa berdiri dari kursi roda dan berjalan pada saat tanggal pernikahan putranya semakin dekat. Dengan keadaannya seperti ini tidak sedikit orang yang merasa heran bagaimana Mary bisa berdansa layaknya orang normal di pesta pernikahan anaknya.

Menurut sang putri bahwa hal tersebut sangatlah emosional, terlebih lagi ketika ibunya ini bisa berdiri dari kursi roda. Dan menjelang hari pernikahan, semua keluarganya membantu Mary akan segala sesuatunya.

Setelah 3 Hari Pernikahan Putranya, Ibu Tangguh Ini Meninggal

Setelah harapan dan impiannya ini terkabulkan, hanya selang beberapa hari dari pesta pernikahan anaknya Mary berpulang dalam keadaan damai. Tepatnya pada tangal 8 September semua keluarga sangat berduka atas berpulangnya sosok wanita dan ibu yang tangguh ini. Kepergian Mary memberikan duka yang sangat mendalam untuk anak-anaknya. Namun meskipun begitu, anak-anaknya tersebut telah banyak mengambil pelajaran dari ibunya. Dimana ibunya sudah memberikan pelajaran sekaligus kenangan yang sangat berarti tentang arti berjuang dan tetap semangat dalam menggapai mimpi dan harapan.

"Saya merasa tidak ragu bahwa ibu saya sangat kuat. Dia berjuang dengan keras agar bisa sampai ke titik tersebut," ungkap Ryan.
"Kami semua memiliki kenangan yang sangat berharga bersamanya. Dan kami merasa sangat senang, bahkan sangat beruntung karena kami telah bisa memanggilnya dengan sebutan ibu.

Nah perlu kita ketahui semua bahwa sumber kekuatan dari seorang wanita terutama seorang ibu adalah anak-anaknya. Oleh sebab itu, bahagiakanlah ibu kita semua dan penuhilah segala permintaannya. Rangkullah ibu kita dalam keadaan apapun, entah itu bahagia ataupun sebaliknya. Sayangilah beliau, karena kita yakin bahwa seorang ibu tidak menginginkan apapun dari anaknya terkecuali kebahagiaan dan kasih sayang dari anaknya sendiri.

Apapun keadaan kita, maka itu bukanlah menjadi alasan untuk kita tidak bisa membahagiakan orang tua. Ingatlah kita menjadi seperti sekarang ini itu adalah berkat perjuangan dan pengorbanan orang tua kita. Bahkan mungkin tanpa mereka kita tidak bisa menjadi seperti sekarang ini.

Loading...

Loading...