Cara Menghadapi Suami yang Arogan dan Mau Menang Sendiri

Kehidupan berumah tangga dibangun atas dasar rasa saling cinta antara laki-laki dan perempuan. Ikatan pernikahan yang dijalin lahir dari komitmen yang kuat untuk menghabiskan waktu bersama baik dalam suka maupun duka bersama-sama. Pasangan suami istri yang mau untuk bekerja sama dengan baik dalam membangun rumah tangga dan senantiasa saling bahu membahu untuk mewujudkan impian dalam rumah tangga akan tentu senantiasa melahirkan keharmonisan didalam pernikahan.

Hal ini pulalah yang menjadi salah satu faktor bertahannya rumah tangga dalam waktu yang lama dan langgeng. Akan tetapi, sayangnya tidak sedikit pasangan suami istri yang seringkali mengalami masalah karena mereka tidak mampu bekerja sama dan membangun harmonisasi yang baik.

Dalam kasus kali ini suami menjadi pihak yang tak mau kalah dan arogan. Bahkan adanya pembagian tugas dan kewajiban didalam rumah tangga membuat suami enggan membantu istrinya meski mereka tengah kerepotan mengurus keluarga dan rumah tangga. Hal semacam ini pasti mengundang rasa jengkel dan kesal yang dalam.

Namun untuk menghadapi suami yang memiliki sikap demikian maka tak perlu khawatir anda akan dapat menyimak cara menghadapi suami yang arogan dan mau menang sendiri. Mari simak informasi menariknya dibawah ini.

cara-menghadapi-suami-yang-arogan.jpg

Lebih Sabar

Kesabaran menjadi kunci dari keberhasilan harmonisasi didalam sebuah rumah tangga. Itulah mengapa sikap penuh dengan kesabaran sejatinya perlu untuk dimiliki oleh pasangan yang sudah menikah baik mereka yang tengah menjalin komitmen bersama dengan pasangannya. Akan tetapi, untuk anda yang memiliki suami dengan sifat yang arogan dan maunya menang sendiri maka mungkin sikap sabar yang anda miliki perlu lebih besar dibandingkan dengan orang lain.

Meski tidak mudah untuk dapat bersikap sabar dan senantiasa mengendalikan emosi dan amarah dengan baik. Akan tetapi, ini adalah senjata paling ampuh yang akan mampu menjaga hubungan rumah tangga yang anda bina bersama dengan pasangan. Apalagi untuk anda yang sudah mengetahui sikap pasangan anda sejak dulu masih pacaran. Tentunya akan jauh lebih mudah bagi anda memahami perkara semacam ini sebab mungkin bukan suatu hal yang aneh lagi ketika anda menghadapi pasangan anda saat sudah menikah.

Ketika suami mulai marah maka jangan tanggapi amarahnya dengan kekesalan yang besar. Cukup dengarkan dan biarkan sampai amarahnya meluap. Selama ia tidak menggunakan kekerasan fisik yang mungkin akan merugikan diri anda maka sebaiknya cukup dengarkan.

Ia mungkin hanya butuh untuk meluapkan kekesalannya dalam bentuk amarah verbal. Meski menyakitkan cobalah untuk menahannya lebih sabar. Sampai emosinya mereka maka anda bisa memulai pembicaraan yang lebih santai. Yakin dengan begini maka ia anda dan pasangan akan senantiasa menemukan solusi dari masalah yang kalian perdebatkan.

Jadilah Lebih Peka

Memang tidak mudah menghadapi pasangan dengan sikap ego yang tinggi dan maunya menang sendiri. Akan tetapi, komitmen dari sebuah pernikahan adalah saling memahami dan menemani sampai kapanpun hingga maut menjemput. Lantas bagaimana sebuah hubungan pernikahan akan dapat berjalan dalam waktu yang lama apabila masing-masing dari pasangan tidak mampu memberikan pengorbanan yang besar?

Untuk itulah, menghadapi suami yang egois anda sebagai istri haruslah lebih peka. Peka disini adalah menjadi lebih peka dan cepat tanggap terhadap perubahan yang dialami oleh suami anda. mungkin saja perubahan sikap yang dialaminya datang sebab ia tengah terjebak didalam masalah yang berhubungan dengan banyak hal. Entah itu masalah mengenai pekerjaannya, masalahnya dengan rekan kerja dan lain-lainnya.

Hal inilah yang mungkin memicu suami anda menjadi lebih egois dan mau menang sendiri. Atau bisa jadi pada beberapa orang yang memiliki sikap dimana ketika mereka mendapatkan masalah maka amarahnya akan merembet pada banyak hal. Jadi demikian, tak heran bila sikapnya bisa berbeda dan mungkin bertolak belakang dari biasanya.

Kondisi ini disebabkan akibat stress dan tekanan atau kejenuhan yang dialami oleh pasangan anda. Jadi demikian, perhatikan dengan baik agar jangan sampai tekanan yang anda berikan bisa membuat percikan pertengkaran terjadi antara anda dengan pasangan anda.

Tumbuhkan Kembali Rasa Cinta

Terkadang menghadapi sikap suami yang egois dan mau menang sendiri, sebagai seorang istri yang terus menerus diminta untuk mengalah maka rasa kesal dan jengkel seringkali mengurangi rasa cinta kita terhadap pasangan. Hal ini pula yang mungkin selama ini seringkali membuat pertengkaran mudah terjadi. Karena mungkin kadar cinta yang berkurang membuat kalian tak lagi ambil pusing ketika menghadapi sebuah masalah, meski masalah itu adalah hal yang sepele. Sehingga dengan mudah kalian putuskan untuk bertengkar dan menjadikan masalah tersebut menjadi besar.

Akan tetapi, percayalah perdebatan dan pertengkaran yang seringkali dilakukan pada dasarnya tidak pernah menghasilkan kesepakatan yang baik. Justru sebaliknya, rasa cinta yang dimiliki oleh pasangan terhadap kita atau sebaliknya malah berubah perlahan menjadi rasa kesal. Perlahan hal ini mungkin akan dapat merenggangkan hubungan bersama dengan pasangan.

Nah, didalam rumah tangga hal ini seringkali menjadi pemicu keretakan hubungan dan pada akhirnya perceraian seringkali menjadi hal yang tak pernah terelakan. Untuk itu, guna menghindari masalah ini dan menghadapi suami yang egois dengan sikap yang sudah ia miliki sejak lama. Maka cobalah untuk kembali menumbuhkan rasa cinta seperti pada saat masa-masa pacaran. Dimana meski kita sudah tahu dan paham betul sikapnya yang demikian kita tetap memilih untuk berada di sampingnya. Hal ini dikarenakan rasa cinta yang begitu besar.

Sampaikan Kritik dengan Cara yang Tepat

Ketika suami dalam keadaan emosi dan egoismenya sudah semakin memuncak, kritikan yang disampaikan serta bantahan yang diberikan mungkin tidak akan ada gunanya. Sebaliknya, hal ini malah mungkin membuat hubungan yang anda jalin bersama dengan pasangan menjadi semakin buruk. Pada akhirnya bila tetap dilakukan maka pertengkaran yang lebih dahsyat akan sulit untuk dihindarkan.

Nah, menghadapi masalah semacam ini maka mungkin anda perlu dengan cermat menyampaikan kritikan anda. Selain itu, penyampaian kritikan pun perlu memperhatikan waktu yang tepat. Ketika amarah suami sudah memuncak dan dianggap keterlaluan. Maka sebuah kritikan dengan maksud untuk mengubah sikap buruknya terkadang memang perlu untuk dilakukan.

Sampaikan kritikan anda ketika amarah suami sudah mulai mereda. Selain itu, perhatikan tata cara ketika menyampaikan kritikan anda. Jangan sampai apa yang anda sampaikan bernada menyinggung atau berusaha menyudutkan suami anda. Sebab masalah semacam ini akan tentu menumbuhkan masalah yang baru.

Upayakan untuk memilah kata-kata yang mudah diterima oleh pasangan anda. Selain itu, perhatikan pula agar suami anda bisa menerima perkara ini dengan baik. Agar demikian apa yang ingin anda sampaikan bisa diterima dan berhasil untuk perlahan menghilangkan sikap buruknya tersebut.

Buat Ia Mengerti Bahwa Anda Memahami dan Memperhatikannya dengan Baik

Terkadang sikap seorang pasangan yang seringkali egois muncul dari banyak hal, salah satunya adalah ia menganggap bahwa kita tidak cukup memperhatikan apa yang diinginkannya. Bukan hanya itu, sikap pasangan yang egois pun dapat muncul karena ia sedang ingin didengarkan dan mendapatkan perhatian dari pasangannya. Jadi demikian, menghadapi suami dengan sikap arogan dan mau menang sendiri seperti ini selain rasa sabar maka kita pun perlu meyakinkan dirinya bahwa kita memahaminya dengan baik.

Ketika suami marah dan melontarkan perkataan yang beraneka ragam selama hal ini masih diambang batas kewajaran dan amarahnya tidak sampai kelewatan batas. Maka upayakan untuk mendengarkan dan usahakan mendapatkan perhatiannya dengan baik.

Ambil terlebih dahulu hati pasangan anda agar ia percaya bahwa anda mau mendengar segala hal yang ia ceritakan pada anda. Dengan begitu tentu ia akan merasa lebih nyaman untuk berbagi cerita dengan anda dengan penyampaian dan sikap yang tentunya lebih baik tanpa perlu menggunakan emosi. Dengan begini anda tentu tidak perlu lagi berurusan dengan amarah suami yang seringkali meledak setiap saatnya.

Jangan Pendam Perasaan Sendiri

Ketika menghadapi sebuah masalah atau pertengkaran rumah tangga bersama dengan pasangan, tidak sedikit para istri yang memilih untuk diam dan memendam perasaan mereka. Hal ini dilakukan agar pertengkaran yang terjadi tidak semakin buruk dan memanas. Namun tindakan semacam ini bukanlah pilihan yang bijak sebab perlahan diam akan mungkin berakibat buruk untuk diri anda sendiri.

Diam dan memendam perasaan aka malah membuat hari-hari anda semakin tertekan dan stress. Pada akhirnya masalah ini akan dapat seperti bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Yang mana ketika meledak kita tidak bisa memprediksi kekacauan seperti apa yang akan dapat diakibatkan dari masalah semacam ini.

Untuk itu, hindari memendam perasaan sendiri dan ada baiknya memberikan penjelasan ketika pertengkaran sudah mulai mereda. Jelaskan pada pasangan bahwa sikap buruk yang mereka miliki seringkali menyakiti kita. Ungkapkan pula unek-unek anda agar pasangan atau suami anda memahami bahwa sikap egoismenya tersebut dapat berakibat buruk untuk kehidupan rumah tangga yang mereka bina.

Atau bahkan mungkin selama ini sikap egoisme dan arogan yang dimilikinya tak pernah menghilang karena sikap anda yang seolah seperti dapat menerimanya dengan lapang dada. Padahal diam anda diartikan sebagai hal yang lain. Untuk itu, jangan sampai masalah ini menjadi boomerang yang akan menghancurkan hubungan rumah tangga yang kalian bina.

Berikan Pujian Ketika Mendapati Ada Perubahan Kecil Darinya

Ketika anda sudah mengungkapkan dengan baik apa yang anda rasakan dan seperti apa pengaruh dari aroganisme yang dimiliki oleh pasangan terhadap diri anda. Kemudian ia dapat menerima dan mau untuk merubah sikapnya dengan perlahan. Lalu secara bertahap anda mampu melihat perubahan suami dengan baik, bahkan meski itu adalah hal yang kecil. Maka tidak ada salahnya memberikan penghargaan atas usahanya ini.

Tak perlu hal-hal yang berlebihan hanya untuk menghargai usaha yang dilakukan oleh pasangan. Anda cukup memberikannya pujian. Dengan begini ia pun akan merasa bahwa apa yang ia lakukan tidaklah sia-sia dan anda mampu menyambut perubahannya dengan baik.

Akan tetapi, hal penting yang perlu anda ketahui adalah jangan pernah mencoba untuk mengubah seseorang sesuai dengan keinginan anda. Atau menuntut mereka untuk merubah dengan waktu yang singkat sikap mereka. Hal ini tidak akan menjadi solusi yang baik dan bijak dalam menyikapi banyak sikap sebagai seorang manusia.

Sebaliknya, yang perlu anda lakukan adalah membuat ia menyadari dan mengerti keinginan anda melalui pendekatan yang tepat, seperti dalam bentuk pujian dan apresiasi yang mana hal ini akan menjadi solusi yang paling tepat untuk dapat mengubah sikap buruknya dengan perlahan.

Bersikap Tegas Bukan Keras

Melawan api dengan api bukanlah tindakan yang bijak untuk memadamkan sebuah rumah yang kebakaran. Itulah pula yang berlaku untuk suami anda yang memiliki sikap egois. Melawannya dengan tindakan keras tidak akan membuat sikap arogan dan egoisnya melunak dan dapat berubah menjadi sikap yang lebih baik dalam waktu yang singkat. Sebaliknya, hal semacam ini bisa mungkin membuat pertengkaran yang terjadi semakin memanas dan membara.

Lebih baik hadapi sikap egois suami dengan bersikap tegas bukan keras. Ada perbedaan yang jelas dari sikap tegas dan sikap keras yang diberikan. Sikap tegas adalah sebuah tindakan yang konsisten dalam menghadapi suatu kondisi yang berjalan pada beberapa waktu yang berbeda. Pada intinya konsistenasi dalam sikap tegas adalah dasar yang paling penting.

Sementara sikap yang keras adalah tindakan yang tidak didasari dengan alasan yang jelas. Siapa saja bisa bertindak keras tanpa adanya ketegasan. Itulah mengapa sikap keras akan dapat menimbulkan lebih banyak masalah dibandingkan dengan ketegasan.

Selain itu, sikap keras kepala pada seseorang umumnya perlu dihadapi dengan sikap kasih sayang. Sebab ketika anda bersikap dengan keras maka kemungkinan suami anda tidak akan peduli dengan masalah ini.

Melayaninya dengan Baik

Meskipun anda memiliki suami yang cenderung egois, namun hal ini bukan berarti membuat anda berhenti untuk melayaninya dengan baik. Salah satu cara untuk menaklukan kepala yang keras adalah dengan hati yang tulus.

Keikhlasan anda dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasangan akan perlahan membuatnya menyadari bahwa sikap yang ia berikan pada anda tidaklah pantas. Dengan demikian, perlahan ia pun akan berusaha untuk memperbaiki sikap ini dengan lebih baik.

Tentunya anda tidak perlu berusaha dengan terlalu keras untuk dapat mengubah sikap buruk  dan memperbaiki sikap egois dan arogan yang dimiliki oleh pasangan anda. Cukup tunjukan ketulusan anda bahwa meskipun ia memperlakukan anda dengan semaunya serta ia yang tidak mau mengalah. Namun tidak berarti ini menghentikan cinta anda padanya.

Sediakan Me Time

Sifat egois terkadang lahir dari kejenuhan rutinitas yang dijalankan setiap hari. Kesibukan yang terus menumpuk memang berpotensi untuk mematikan kepedulian seseorang terhadap lingkungannya sendiri, termasuk dalam hal ini adalah keluarga.

Orang-orang yang egois kerap kali berdalih dengan menyatakan bahwa mengurus dirinya sendiri saja mereka sudah kepayahan. Apalagi mengusu orang lain. Nah, ketika kata-kata ini keluar dari mulut suami anda maka mungkin sikap egois memang ia miliki.

Untuk sebab itu, maka menghadapi suami yang semacam ini nampaknya kata-kata tersebut adalah sinyal bahwa ia ingin diperhatikan dan perlu rehat dari banyak hal yang dilakukannya sehari-hari. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk menyediakan me time bersama dengan pasangan dan pastikan bila kegiatan ini membuat suami diberikan pelayanan yang baik didalam rumah tangga.

Demikianlah beberapa informasi mengenai cara menghadapi suami yang arogan dan mau menang sendiri. Semoga bermanfaat!

Loading...

Loading...