Timbulnya gangguan kesehatan yang muncul dalam tubuh tentu menjadi hal yang merisaukan.

Betapa tidak tubuh yang dihinggapi dengan penyakit akan mungkin beresiko meningkatkan masalah lainnya dalam tubuh. Lain halnya pada saat sehat, tubuh yang sakit seringkali menimbulkan dampak yang menganggu untuk si penderita. Akibatnya si penderita akan kesulitan untuk menjalankan rutinitasnya seperti yang selalu dijalankan pada kondisi yang normal. Hal inilah pula yang akan mungkin berdampak pada terganggunya produktifitas seseorang yang memiliki pekerjaan.

Baca Juga:

Untuk itulah, penyakit yang timbul dalam tubuh haruslah segera diatas dan ditangani. Sebab bila tidak kondisi ini akan terakumulasi menjadi penyakit yang kronis dan pada akhirnya, penanganan terlambat pada sebuah gangguan kesehatan akan menyebabkan masalah yang serius pada si penderita.

Selain itu rasanya kurang bijak mengabaikan gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh. Salah-salah, kondisi yang dialami saat ini malah menimbulkan masalah besar dan berubah menjadi komplikasi yang harus segera ditangani. Termasuk salah satunya adalah dengan gangguan keputihan yang dialami oleh seseorang.

Keputihan pada dasarnya adalah sebuah kondisi yang umum dan lumrah dialami oleh seorang wanita. Bahkan kondisi ini merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk kedala organ kewanitaan dengan cara dikeluarkan lewat lendir atau cairan yang keluar dari organ genital perempuan. Selain itu, pada umumnya keputihan akan keluar seperti pada periode menstruasi pada wanita, yakni datang secara berkala sebelum atau sesudah keluarnya mestruasi. Dengan demikian tidak heran bila keluarnya cairan keputihan seringkali dijadikan indikasi masa subur seorang wanita.

Hanya saja pada keputihan yang normal, ada beberapa standar yang membuat cairan yang keluar dari organ genital perempuan dikatakan normal. Beberapa diantaranya dapat dilihat dari cairan yang keluarnya. Pada keputihan yang normal, jenis cairan tidak berwarna, tidak berbau dan keluar dengan jumlah yang normal.

Sementara itu, bila jenis cairan yang keluar tidak sesuai dengan ciri-ciri yang ada pada standar maka bisa dikatakan cairan keputihan tersebut bermasalah. Tidak sedikit wanita yang mengalami cairan keputihan yang bermasalah. Kondisi keputihan ini pada umumnya disebut dengan keputihan patologis atau keputihan yang berbahaya, yang mana kondisi ini haruslah segera mendapatkan pertolongan. Sebab bila tidak akan fatal akibatnya.

dampak penyakit keputihan

Keputihan patologis dapat dilihat dari beberapa ciri dan tanda. Dimana cairan yang dikeluarkan akan mengeluarkan warna yang cukup bervariasi seperti warna kemerahan, warna cairan yang kuning kehijauan dan masih banyak lagi.


Bukan hanya itu, pada keputihan patologis atau yang berbahaya jenis cairan yang dikeluarkan akan menimbulkan aroma yang tidak sedap. Selain itu, jumlah keluarnya cairan pun dapat dikatakan berlebih. Kondisi inilah yang umumnya akan dapat dirasakan oleh si penderita dengan jelas.

Dampaknya yang tidak nyaman akan mungkin membuat anda menyadari bahwa terjadi sesuatu dengan cairan keputihan yang keluar dari organ kewanitaan, yang mana kondisi ini haruslah diwaspadai betul.

Segera konsultasikan kondisi ini ke dokter. Agar penanganan yang tepat bisa segera didapatkan. Sayangnya, pada faktanya tidak sedikit para wanita yang mengabaikan kondisi ini. Banyak alasan yang dituai yang membuat mereka enggan segera pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi ini. Mulai dari menganggap bahwa kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya sampai dengan menganggap bahwa penanganan ke dokter saat keputihan adalah langkah yang berlebihan.

Padahal hal ini tentu saja keliru. Seberapa sepele pun sebuah gangguan kesehatan, penanganan yang terbaik adalah diberikan atau diserahkan pada ahlinya. Dengan begini, penanganan yang tepat dan pengobatan yang aman akan bisa didapatkan dengan baik dibandingkan dengan mengobati keputihan seorang diri. Meski begitu, ada pula beberapa orang yang mempercayai beberapa pengobatan herbal untuk menghentikan keputihan yang dilakukan dirumah.

Pentingnya memeriksakan kondisi ke dokter bukan hanya akan dapat menangani masalah kesehatan yang sedang anda alami. Dengan cekatan memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter, maka sedikitnya kemungkinan terburuk dari kondisi tersebut akan bisa dihindari. Begitupula dengan keputihan patologis yang menyeramkan.

Perlu diketahui, mengabaikan kondisi keputihan berbahaya yang dialami bukan hanya akan menimbulkan perasaan tidak nyaman saja, akan tetapi dampak terburuk dari kondisi ini akan dapat berbahaya untuk wanita yang mengalaminya, pada gilirannya kondisi ini akan dapat menimbulkan kemandulan. Untuk lebih jauhnya, mari kita simak dibawah ini.

Keputihan Akibatkan Kemandulan

Penyakit akibat keputihan pada wanita masih erat kaitanya dengan sistem reproduksi dan juga sistem perkemihan karena letaknya yang masih berdekatan, sebagian dapat berlangsung dengan ringan, akan tetapi ada pula yang berbahaya bahkan sampai dapat menimbulkan kemandulan (infertilitas).

Kondisi ini tentu akan membuat siapa saja khawatir, terutama para wanita yang telah menikah dan mendambakan kehamilan. Timbulnya keputihan yang berbahaya akan mungkin mempengaruhi tingkat kesuburan yang pada akhirnya bila kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan maka impian memiliki buah hati tentu akan menjadi hal yang harus dengan rela anda kubur dalam-dalam.

Adapun jenis keputihan yang dapat berakibat pada kemandulan adalah jenis keputihan patologis atau keputihan yang berbahaya yang mana bila tidak segera diatasi, maka akan fatal akibatnya. Sementara itu, untuk keputihan yang normal maka tidak akan dapat menimbulkan masalah apapun.

Akan tetapi bukan hanya kemandulan yang terjadi sebagai dampak dari adanya keputihan patologis. Kondisi lain yang dapat terjadi dari jenis keputihan ini diantaranya mampu meningkatkan berbagai macam penyakit organ reproduksi yang berbahaya. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat terjadi sebab dari adanya keputihan patologis yang tidak segera diatasi.


1. Vaginitis Bakteri (Bacterial Vaginitis)

Penyakit organ reproduksi yang pertama yang bisa muncul dari kondisi keputihan patologis yang tidak segera mendapatkan pertolongan adalah adanya penyakit jenis vaginitis bakteri. Kondisi ini adalah penyakit organ kewanitaan yang timbul sebab adanya iritasi dan peradangan yang terjadi dibagain selaput organ vagina. Masalah ini umumnya disebabkan oleh adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Adapun jenis bakteri yang dapat menyerang pada kondisi ini adalah jenis bakteri Gardnerella, dimana bakteri jenis ini adalah jenis yang paling sering dijumpai.

Pada penderita vaginitis bakteri mereka akan mungkin mengalami beberapa gejala seperti halnya rasa nyeri, timbulnya ruam kemerahan pada bagian organ genital adanya gatal, berbau busuk dan cairan keputihan yang keluar dari organ ini pada umumnya memiliki warna kekuningan dan lain-lain.

2. Vaginitis Jamur

Penyakit yang kedua adalah timbulnya vaginitis jamur, kondisi gangguan kesehatan organ kewanitaan yang satu ini umunya sama dengan yang terjadi pada vaginitis bakteri, yakni penyebabnya disebabkan oleh infeksi jamur. Gejala yang timbul dari kondisi ini diantaranya adalah keputihan berwarna putih seperti gumpalan susu dan timbulnya perasaan gatal dibagian organ kewanitaan. Gejala tambahan yang mungkin dialami oleh si penderita diantaranya adalah timbulnya ruam kemerahan dan disertai dengan rasa sakit yang muncul dibagian jalan lahir, serta timbulnya ruam dibagian pangkal paha.

Akan tetapi, untunya penyakit yang satu ini masih dapat diobati, yakni dengan menggunakan krim oles atau supositoria yang memiliki kandungan antijamur, serta obat antijamur oral.

3. Radang Panggul

Gangguan kesehatan lain yang juga bisa muncul sebab dari kondisi keputihan patologis yang tidak segera diobati adalah adanya radang panggul. Radang panggul merupakan gangguan kesehatan yang terjadi sebab adanya infeksi pada bagian organ reproduksi wanita yang ebrada dalam panggul.

Penyakit jenis ini muncul akibat adanya penyakit menular seksual, seperti halnya gonore atau klamidia. Kondisi inilah yang digadang-gadang menjadi peyakit keputihan paling berbahaya yang seringkali menyebabkan kemandulan yang banyak ditakuti oleh kaum wanita.

Adapun beberapa gejala yang dapat dirasakan dari kondisi radang panggul diantaranya termasuk keputihan, nyeri dibagian perut bagian bawah, demam, nyeri selama melakukan hubungan intim dengan pasangan, mual, muntah, adanya pendarahan menstruasi yang hebat dan timbulnya nyeri punggung dibagian bawah.

Pengobatan yang umumnya diberikan pada penderita radang panggul adalah berupa pemberian antibiotik dan paracetamol atau menggunakan obat anti-inflamasi nonsteroid untuk rasa sakit dan demam. Terkadang pada gilirannya saat penyakit ini berada dalam level yang parah maka tindakan operasi akan dibutuhkan guna meringankan infeksi yang telah membentuk nanah (abses) dibagian panggul.


4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih akibat keputihan dapat terjadi ketika bakteri dan cairan keputihan masuk kebagian uretra. Yang mana kemudian  kondisi ini menyebar hingga kebagian kandung kemih lalu bisa naik sampai ke bagian ginjal sekita 30 persen dari wanita mengalami infeksi saluran kemih pada beberapa waktu selama hidup mereka. Akan tetapi, infeksi saluran kemih ini umumnya jarang sekali terjadi pada laki-laki.

Gejala dari kondisi infeksi ini akan mungkin menampakan beberapa kondisi, termasuk timbulnya rasa sakit pada saat buang air kecil, adanya peningkatan frekuensi kencing, adanya darah pada saat buang urine demam, nyeri dibagian perut bawah dan adanya dorongan konstan untuk buang air. Selain itu, beberapa gejala tambahan seperti nyeri punggung, meriang, nyeri pinggang dan muntah akan mungkin dialami bila infksi sudah menyebar hingga kebagian ginjal.

Adapun pengobatan untuk kondisi gangguan kesehatan yang satu ini meliputi banyak minum air putih, konsumsi obat penghilang rasa sakit dan antibiotik. Dalam kasus yang jarang terjadi infeksi saluran kemih akan mungkin membutuhkan operasi untuk mengangkat jaringan yang terkena dengan infeksi.

Demikianlah beberapa dampak penyakit yang bisa ditimbulkan dari adanya keputihan patologis yang tidak segera ditangani. Dengan mengetahui beberapa hal diatas diharapkan anda bisa lebih peduli terhadap kesehatan terutama menjaga kebersihan organ kewanitaan agar masalah, termasuk keputihan tidak timbul dibagian tersebut.

Nah, untuk itu maka penting pula untuk anda mengetahui bagaimana pencegahan terhadap kondisi keputihan patologis yang mungkin dapat terjadi. Dengan begini, maka dampak beberapa kondisi berbahaya yang menganggu akan bisa dihindari dengan baik, sehingga dampak terburuk dari kondisi keputihan yang berbahaya akan dapat anda hindari dengan baik.

Untuk mengetahui pencegahan terhadap keputihan yang berbahaya, beberapa langkah pencegahan dibawah ini akan penting untuk anda ketahui. Seperti apa saja langkah-langkah tersebut? Mari simak dibawah ini penjelasan mendetail mengenai cara mencegah keputihan patologis atau yang juga dikenal dengan keputihan berbahaya.

Pencegahan Keputihan Patologis

Keputihan adalah hal yang wajar terjadi pada wanita, termasuk yang dialami oleh wanita hamil. Pada wanita hamil, munculnya keputihan disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang bergejolak yang membuat produksi lendir menjadi lebih banyak.

Akan tetapi, keluarnya lendir tersebut pun perlulah untuk diwaspadai sebab bila tidak, maka mungkin ancaman keputihan berbahaya tengah mengintai anda. Bukan hanya itu, pengaruhnya terhadap ibu hamil yang menderita keputihan patologis bisa sangat beresiko. Untuk itu, simak beberapa hal dibawah ini untuk mencegah timbulnya keputihan berbahaya.


Hindari Penggunaan Celana yang Terlalu Ketat

Penggunaan celana yang pas di tubuh dan cenderung ketat cukup menjadi trend fashion dewasa ini. Banyak wanita yang menganggap penampilan dengan menggunakan celana yang ketat akan membuat tubuh mereka terlihat indah dengan lekukan yang terlihat jelas, sehingga pada akhirnya kondisi ini membuat banyak wanita menerapkan gaya berpakaian yang keliru ini.

Padahal selain terlihat kurang enak dipandang, penggunaan celana yang ketat dan terlalu kecil akan meningkatkan resiko terhadap timbulnya masalah dibagian organ kewanitaan termasuk dengan adanya keputihan patologis.

Celana yang terlalu ketat, seperti halnya celana jeans akan dapat membuat perkembangan bakteri dan jamur dibagian organ kewanitaan semakin berkembang dengan pesat. Hal ini dikarenakan celana yang ketat akan menghalangi udara masuk kebagian tersebut, akibatnya bagian selangkangan, pangkal paha dan organ kewanitaan menjadi lembab dan kuman serta bakteri akan dapat berkembang dengan pesat dan mudah.

Ini artinya maka keputihan patologis yang disebabkan oleh kuman akan sulit untuk dihindari. Untuk itu, sebaiknya kenakan celana yang nyaman dan tidak terlalu ketat. Selain nyaman, penggunaan celana ketat pun akan dapat menghindarkan anda dari resiko gangguan kesehatan yang satu ini.

Hindari Mengenakan Celana Berbahan Nilon

Penggunaan kain untuk bahan celana yang satu ini bukanlah pilihan yang bijak. Bahan nilon yang dikenakan untuk celana akan membuat keputihan bisa muncul dengan mudah. Hal ini dikarenakan jenis kain yang satu ini tidak dapat menyerap keringat. Bahan nilon yang panas akan dapat menyebabkan bakteri berkembang pesat dengan mudah dibagian selangkangan dan masuk kebagian organ kewanitaan.

Untuk menghindari kondisi ini maka sebaiknya selektiflah menggunakan bahan celana, seperti misalkan kenakan bahan katun yang memiliki sifat menyerap keringan dengan baik. Selain itu bahan yang satu ini pun sejuk dan nyaman dikenakan sehingga tidak akan dapat menyebabkan lemban dibagian organ kewanitaan.

enis kain nilon memang jauh lebih murah dibandingkan dengan kain katun, akan tetapi untuk menghindari kondisi keputihan yang akan dialami, sebaiknya hindari kebiasaan mengenakan kain jenis tersebut.

Menjaga Kebersihan dengan Baik

Menjaga kebersihan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan dalam rangka menghindari masalah, termasuk masalah organ kewanitaan. Menjaga kebersihan organ intim tidak harus melulu menggunakan sabun, alasannya adalah sabun yang digunakan untuk membersihkan organ genital memiliki kadar keasamaan yang tdak cocok dengan organ kewanitaan.

Cara membersihkan organ kewanitaan yang baik dan benar adalah dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Dengan demikian air yang mengalir akan dapat membersihkan dan membasuh kuman dan bakteri yang ada dibagian organ kewanitaan.

Selain itu, hindari membasuh organ kewanitaan dengan menggunakan air yang kotor seperti di toilet umum atau dibeberapa tempat dimana kualitas air seringkali diabaikan.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mencegah agar terhindar dari resiko keputihan yang bisa saja dialami. Semoga beberapa poin diatas bisa membantu anda terhindari dari keputihan.

Loading...

Loading...