Demi Kebahagiaan Ibu, Wanita Ini Rela Menemani dan Mendorong Kursi Roda Sang Ibu Untuk Keliling Dunia

Seperti yang telah kita ketahui semua, bahwa wanita yang paling berjasa di dalam hidup anaknya yaitu sang ibu tercinta. Ibu adalah sosok wanita sejati yang memberikan sinar harapan untuk anak kesayangannya. Berkat sang ibu kita bisa berada di dunia yang indah ini, berkat ibu pula kita bisa tumbuh menjadi sosok seperti sekarang ini. Perjuangannya dan keputusannya untuk mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan sang anak telah memberikan secercah cahaya dan harapan kepada anaknya. Meskipun dirinya kesakitan ketika melahirkan sang anak tercinta, tetapi ia tidak pernah menghiraukannya sama sekali. Bahkan jika dirinya dipilihkan oleh pilihan yang berat dimana ia harus memilih salah satu nyawa antara nyawa dirinya dan anaknya, pastinya dengan besar hati ia akan merelakan Tuhan merenggut nyawanya yang terpenting anaknya bisa terus hidup.

Anak bagi sang ibu adalah anugerah terbesar yang pernah diberikan oleh Tuhan. Untuk itu, tidak heran jika ibu selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada anaknya. Dengan semangatnya ibu mendidik dan membesarkan anaknya, dan berharap bahwa anaknya tersebut bisa tumbuh sukses dan membanggakan dirinya. Bagi seorang ibu kebahagiaan anaknya adalah kebahagiaan untuk dirinya dan kesedihan anaknya adalah kesedihan untuk dirinya. Bahkan kesedihan yang dirasakan oleh sang anak bisa lebih besar dirasakan oleh seorang ibu.

Ketika sang anak dengan tidak sengaja menyakiti hatinya, seorang ibu tidak akan pernah menganggap itu sama sekali. Meskpun tingkah laku dan ucapan yang tidak baik dilontarkan oleh anaknya, tetapi pintu maaf akan selalu terbuka untuk sang anak. Bahkan tanpa anaknya meminta pun sang ibu akan memaafkan anaknya lebih dahulu. Dalam setiap hembusan nafasnya ada do'a untuk sang anak tercinta. Dalam setiap tetasan air matanya ada harapan yang besar terhadap sang anak.

Nah, setelah melihat begitu besar pengorbanan sang ibu kepada anakanya maka kita sebagai sang anak harus bisa membalas semua pengorbanan yang telah ibu berikan kepada kita semua. Bukan harta maupun barang mewah, melainkan membalasnya dengan menyenangkan hatinnya. Seperti halnya kisah di bawah ini. Dimana kisah di bawah ini menceritakan perjuangan seorang wanita demi membahagiakan sang ibu tercinta. Demi membahagiakan hati sang ibu, wanita dalam kisah di bawah ini berusaha untuk mengajak sang ibu yang sudah tua berkeliling dunia. Dimana karena keadaan sang ibu sudah tidak memungkinkan, wanita tersebut mengajak ibunya berkeliling dunia dengan mendorong kursi rodanya.

Sang Ibu Mengalami Kecelakaan dan Depresi

An rong adalah wanita yang kini berusia 42 tahun. An Rong memiliki seorang ibu yang sangat amat ia sayangi dan kini ibunya tersebut sudah tidak berusia muda lagi, dimana diketahui ibunya sudah berusia 87 tahun. Sang ibu pada saat itu pernah mengalami sebuah kecelakaan. Sejak mengalami kecelakaan tersebut sang ibu sangat depresi. Bahkan sampai saat ini kondisi fisiknya semakin mengalami penurunan, dan alasan itulah yang membuat sang ibu harus menggunakan kursi roda, karena untuk berdiri pun kemampuan sang ibu sudah berkurang.

An rong memaparkan bahwa setelah kecelakaan tersebut membuat sang ibu selalu mengeluh kesakitan. Terlebih lagi sang ibu kini sudah mulai berhenti makan dan minum, kesehariannya ibunya tersebut hanya menghabiskan waktu di tempat tidur saja. An rong sebagai anak bungsu sangat merasa sedih mendapati keadaan sang ibu yang tidak berdaya seperti ini. Namun, meskipun keadaan sang ibu sudah tidak sehat lagi dan tidak bisa apa-apa tetapi ia dan kakaknya tidak pernah mengeluh. Dengan besar hati meraka selalu merawat ibunya dengan penuh kasih sayang seperti sang ibu merawat mereka dari kecil hingga besar seperti saat ini. "Saya dan kakak saya harus mengingatkan ibu untuk makan dan membawakannya kunci sebelum ia pergi keluar," tutur An Rong.

Berusaha Untuk Membuat Ibunya Kembali Bahagia

Melihat ibu yang kita sayangi bersedih setiap hari tentunya rasa sedih juga akan kita rasakan. Terlebih lagi jika kesehatannya semakin turun dalam waktu ke waktu. Dan itulah perasaan yang dirasakan oleh An Rong. Sebagai seorang anak An Rong berusaha untuk membahagiakan sang ibu. Ia mencari cara agar ibunya tidak selalu terpuruk dalam kesedihan. Dan berkat bakti cinta kepada ibunya tersebut akhirnya An Rong Memutuskkan untuk membawa sang ibu jalan-jalan keliling dunia. Ia memilih mengajak sang ibu traveling di cuti tahunannya. Karena kondisi kesehatan sang ibu tidak memungkinkan akhirnya An Rong memutuskan untuk mengajak ibunya dengan menggunakan sebuah kursi roda.
Meskipun sang ibu tida bisa menikmati sepenuhnya perjalanan yang dilakukan, tetapi setidaknya kebahagiaan sedikit demi sedikit terpancar dalam wajahnya. Ditemani oleh kakak dan keponakannya, awalnya An Rong mengajak ibunya ke Hainan ada tahun 2006. Ketika pertama kali naik pesawat reaksi sang ibu terlihat sangat ketakutan. Awalnya ibunya tersebut berpikir bahwa traveling hanya bisa menghabiskan uang saja, tetapi setelah mencobanya untuk pertama kali sang ibu menjadi ketagihan untuk traveling menjelajah negara-negara lainnya.

Negara pertama kali yang mereka jelajahi yaitu negara Asia Tenggara. Hingga saat ini mereka semua telah mengunjungi Thailand, Korea, Jepang, Maldives dan sepuluh negara lainnya. Meskipun ketika menjelajahi berbagai negara ia harus mendorong ibunya dengan menggunakan kursi roda, tetapi ia tidak pernah merasa mengeluh sama sekali. An Rong justru sangat bahagia karena ibunya tersebut merasakan kebahagiaan yang sama.

Di perayaan imlek, mereka semua pergi ke Grand Canyon, Amerika. Setelah sembilan tahun lamanya mereka menjelajah negara di dunia dan sejak pertama kali sang ibu naik pesawat, kini rasa takut sudah tidak terlihat lagi dari wajah sang ibu. Senyumnya selalu melekat pada bibirnya dan raut wajah bahagia selalu terpancar di wajahnya. Setelah mengunjungi kurang lebih 10 negara, akhirnya apa yang diharapkan An Rong terkabulkan. Dimana kini sang ibu tercinta kesehatannya semakin lama semakin membaik. Bahkan selama berkeliling dunia, sang ibu sudah menghabiskan lima buah kursi roda.

Kebahagiaan itu tidak selalu bisa diukur dengan uang. Perasaan damai dan pengalaman bersama orang yang kita cintai pun merupakan kebahagaiaan yang tidak ternilah harganya. Nah, oleh sebab itu ketika membahagiakan ke dua orang tua bukan berarti kita harus memberikan kebahagiaan materi, dengan memberikan kedamaian dan pengalaman pun tentunya kita bisa membahagiakan mereka. Untuk memberikan kedamaian dan pengalaman kita tidak perlu melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh An Rong, melainkan dengan melakukan hal yang sederhana namun tetap berkesan untuk sang ibu. Bahkan untuk memberikan kedamaian kepada ibu, kita semua bisa memperlakukannya dengan sikap yang baik dan janganlah melakukan sesuatu yang bisa membuat pikiran ibu gelisah.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)