Pada wanita yang sudah mengalami masa pubertas, mereka akan dihadapkan pada timbulnya tanda kematangan dalam diri seorang wanita, yakni dengan munculnya darah haid yang akan datang setiap bulannya.

Kondisi keluarnya darah haid adalah sebuah proses alami tubuh yang terjadi pada wanita dewasa yang mana hal ini terjadi akibat sel telur yang siap dibuahi namun tidak terjadi pembuahan sehingga tubuh mengeluarkan darah kotornya lewat periode menstruasi bulanan.

Baca Juga:

Akan tetapi bukan hanya periode berkala ini yang akan dihadapi oleh wanita yang sudah masuk dalam tahapan pubertas, namun mereka pun akan dihadapkan pada keluarnya cairan dari dalam organ kewanitaannya. Keluarnya cairan ini bukanlah berbentuk darah, akan tetapi yang disebut dengan cairan keputihan. Sama halnya dengan siklus menstruasi, keluarnya lendir keputihan dapat terjadi secara berkala sebelum atau sesudah periode menstruasi dijalani oleh seorang wanita.

Dengan demikian, kondisi ini pada umumnya adalah hal yang wajar yang akan dialami setiap wanita didunia. Bahkan keluarnya cairan dari bagian organ kewanitaan adalah respon tubuh secara alami untuk membersihkan organ genital perempuan dari infeksi dan mengeluarkan sel-sel mati yang dibawah bersama dengan keluarnya lendir dibagian organ tersebut. Keputihan juga akan dialami oleh ibu hamil, yang mana keputihan jenis ini kaitannya adalah dengan kehamilan, yakni dengan adanya kenaikan hormon pada ibu hamil.

Saat mengalami keluarnya cairan keputihan, wanita akan mengeluarkan sejumlah lendir dari bagian organ genitalnya. Lendir ini diproduksi atau dikeluarkan dari bagian leher rahim dan kelenjar dalam organ genital yang mana cairan ini keluar dengan membawa sel-sel mati serta bakteri yang masuk kedalam bagian organ kewanitaan.

kebiasaan picu keputihan

Jumlah, tekstur kekentalan dan warna dari cairan keputihan yang keluar umumnya akan bergantung pada siklus menstruasi yang dialami oleh seseorang. Pada lendir yang normal, cairan yang keluar umumnya bening hingga keputihan, tidak mengeluarkan bau dan tidak juga disertai dengan rasa perih atau gatal-gatal yang timbul dibagian organ kewanitaan.

Apabila anda mengalami keluarnya cairan keputihan dengan gejala yang berbeda, maka sebaiknya waspadai kondisi ini. Misalkan seperti, adanya perubahan pada warna kekentalan lendir, jumah lendir yang berlebihan, timbulnya bau anyir dan tidak sedap pada cairan, adanya rasa gatal atau mungkin adanya pendarahan diluar waktu menstruasi.

Kondisi ini adalah gejala-gejala dari keputihan yang tidak normal. Setiap wanita akan terancam dengan jenis keputihan yang satu ini. Keputihan tidak normal atau yang disebut dengan keputihan patologis adalah kondisi yang terjadi sebab adanya benda asing, bakteri, jamur, kuman, virus dan mikroorganisme lain yang masuk kebagian organ kewanitaan dan menginfeksi bagian tersebut.


Akibatnya serangan mikroorganisme tersebut membuat cairan pada keputihan menjadi terkontimanasi. Selain itu, pada organ kewanitaan, bagian ini pada dasarnya dilindungi dengan mikroba yang baik guna menjaga tingkat keasaman daerah tersebut. Sayangnya, munculnya keputihan atau menstruasi seringkali mempengaruhi keseimbangan tingkat keasaman atau pH dibagian tersebut.

Keputihan tidak normal umumnya jarang terjadi pada remaja putri yang belum melewati masa pubertas, begitupun dengan wnaita yang telah masuk dalam masa menopause-nya. Untuk itu, sebaiknya kondisi keputihan berbahaya tidak diabaikan begitu saja tanpa mendapatkan pertolongan cepat dari tim medis.

Hal ini dikarenakan dampak dari keputihan jenis ini amat sangat berbahaya. Beberapa dampak yang mungkin dialami oleh si penderita selain perasaan tidak nyaman akibat keluarnya cairan dalam jumlah yang banyak juga kondisi ini akan mampu meningkatkan resiko terhadap penyakit dibagian organ kewanitaan.

Terutama untuk ibu hamil, rentanya ibu hamil terserang dengan keputihan tidak normal, terutama keputihan yang diproduksi dalam jumlah banyak akan membuat mereka beresiko terhadap gangguan dan dampak dari masalah ini.

Adapun resiko paling mengerikan dari kondisi keputihan patologis yang tidak segera mendapatkan pertolongan adalah resiko keguguran dan kelahiran bayi prematur. Untuk itu, maka sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini pada tim medis agar demikian penanganan yang lebih tepat bisa didapatkan dengan lebih cepat.

Nah, selain kuman, bakteri, virus dan jamur, kondisi keputihan bermasalah yang seringkali dihadapi juga rupanya bisa dipicu dengan beberapa kebiasaan yang seringkali baik secara sengaja atau tidak sengaja kita lakukan. Beberapa hal dan kebiasaan ini dapat meningkatkan resiko terhadap munculnya keputihan paologis.

Dengan mengetahui beberapa pemicu atau penyebab yang dapat meningkatkan resiko keputihan bermasalah pada wanita kali ini, diharapkan anda dan kita semua menjadi lebih concern terhadap kesehatan dan sedikitnya mengurangi atu bila mampu dengan perlahan menghindari kegiatan tersebut agar penyakit dan masalah kesehatan bisa dihindari dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa pemicu keputihan patologis yang dapat terjadi sebab dari kebiasaan buruk yang sering dilakukan.

1. Kebiasaan Mengelap Organ Kewanitaan dengan Tissu Toilet

Kemajuan tekhnologi cukup membawa perubahan terhadap kehidupan, salah satunya termasuk kemajuan terhadap hadirnya toilet modern dewasa ini. Ya, bila pada model toilet lama hanya tersedia toilet jongkok dengan air yang tersedia pada bak atau ember.

Dewasa ini sudah banyak toilet yang didesain lebih canggih dan modern. Selain itu, penggunaan air untuk membilas seringkali dihilangkan pada jenis toilet design yang satu ini. Penggunaan air diganti dengan menggunakan tissu toilet.

Nah, bagi anda yang memiliki kebiasaan membilas bagian organ kewanitaan setelah buang air dengan mengggunakan tisu toiler daripada air, kebiasaan ini sebaiknya anda hentikan. Sebab salah satu kebiasaan buruk ini disebut-sebut dan diyakini menjadi penyebab timbulnya dan masuknya bakteri serta kuman kedalam bagian organ kewanitaan yang pada akhirnya membuat keputihan bermasalah menjadi mudah timbul.

Penggunaan tissu toilet memang cukup praktis dan mudah, selain itu bagian organ kewanitaan dibuat tidak basah bila menggunakan bahan yang satu ini. Akan tetapi, kuman dan bakteri yang menempel pada bagian organ kewanitaan setelah anda buang air mungkin tidak akan dapat dibersihkan dengan baik seperti pada saat anda membilasnya menggunakan air.

Ada baiknya, gunakan air yang mengalir dari keran terlebih dahulu untuk membersihkan bagian organ genital, untuk kemudian lap dan keringkan dengan menggunakan tisu. Dengan demikian bagian ini akan dapat bersih dan kering sehingga masalah bisa dihindari.


2. Kebiasaan Mengenakan Celana Dalam yang Terlalu Ketat

Ketika memilih celaa dalam sebaiknya jangan pilih atau kenakan celana dalam yang terlalu ketat atau sempit. Kebiasaan ini akan membuat sirukulasi udara kebagian organ kewanitaan menjadi terhambat dan terhalang. Akibatnya bagian organ tersebut akan menjadi lembab dan akan semakin mudah untuk bakteri dan parasit berkembang biak.

Selain itu, hindari pula memilih jenis kain yang akan digunakan untuk celana dalam dengan jenis nilon atau bahan yang tidak menyerap keringat. Sebaliknya, kenakan bahan yang nyaman dan menyerap keringat dengan baik seperti halnya jenis bahan katun. Bahan yang satu ini tidak panas dan cenderung lebih sejuk saat dikenakan. Dengan demikian bukan hanya terhindar dari masalah keputihan, jenis kain ini akan membuat anda merasa lebih nyaman.

3. Kebiasaan Membilas Organ Kewanitaan yang Salah

Cara membilas bagian organ kewanitaan yang tidak tepat pun seringkali menjadi pemicu yang dapat meningkatkan resiko terhadap timbul atau munculnya keputihan terhadap seorang wanita. Kebiasaan membilas bagian organ kewanitaan yang salah seperti membilas dari arah depan ke belakang adalah langkah yang keliru. Lakukan metode membilas bagian organ kewanitaan setelah buang air dengan cara dari depan ke belakang.

Selain itu, perhatikan kualiatas air yang anda gunakan jangan sampai anda menggunakan air yang keruh atau kotor pada saat membilas bagian organ kewanitaan. Sebab salah-salah, kondisi ini akan membuat anda terinfeksi dengan jamur dan kuman yang anda dalam air yang kotor.


4. Hindari Berbagi Barang Pribadi Bersama dengan Orang Lain

Penggunaan beberapa barang pribadi seperti halnya handuk atau bertukar celana dalam bersama dengan teman atau adik adalah kegiatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini dikarenakan barang-barang yang dikenakan untuk organ kewanitaan haruslah barang yang bersih dan higienis. Sebab bagian tersebut bisa sangat sensitif terhadap paparan parasit.

Untuk itu, maka sebaiknya sebisa mungkin gunakan barang pribadi untuk anda saja. Mulailah untuk mencoba menghentikan kebiasaan berganti atau berbagi barang-barang pribadi anda dengan teman satu kamar atau saudara anda sendiri.

5. Pekerjaan yang Terlalu Berat

Tahukah anda aktivitas yang setumpuk dan kegiatan yang berat serta melibatkan aktivitas fisik yang segudang akan membuat tubuh anda meningkatkan resikonya terhadap keputihan patologis yang dialami. Hal ini dikarenakan tubuh yang lelah akan dapat dengan mudah meningkatkan resiko stres yang dialami.

Perlu diketahui stres adalah salah satu resiko yang dapat meningkatkan timbulnya keputihan patologis dengan jumlah lendir yang keluar lebih banyak daripada keadaan normal.

Untuk itu, sebaiknya kelola kegiatan dan aktivitas yang anda lakukan sehari-hari. Ukur pula kemampuan fisik anda dengan apa yang anda kerjakan hari ini. Jangan sampai anda mendorong dan memaksakan diri anda terlalu berlebihan yang pada akhirnya malah akan membuat tubuh mengalami masalah dan serangan terjadap penyakit menjadi lebih mudah.

6. Faktor Psikis

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko terhadap masalah yang satu ini adalah adanya pengaruh dari faktor psikis. Seperti halnya depresi, tertekan dan bahkan stres. Kondisi inilah yang akan membuat keputihan bermasalah atau keputihan patologis menjadi mudah menyerang seseorang yang mengalami beberapa faktor diatas.

Untuk mengatasi masalah ini, maka sebaiknya kelola emosi anda agar jangan sampai masalah semacam ini membuat anda berakhir menjadi depresi dan mempengaruhi pikiran anda.

Saat anda mulai merasa tertekan sebaiknya alihkan diri anda pada hal-hal yang akan membuat anda merasa lebih tenang dan lebih tentram. Misalkan melakukan hobi anda atau melakukan relaksasi seperti menghirup udara segar, pergi berlibur atau bahkan mungkin mengalihkan diri anda pada hal-hal kecil yang akan membuat anda merasa lebih baik seperti mendengarkan musik, menonton acara kesukaan anda dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa hal dan kebiasaan buruk yang dapat memicu timbulnya keputihan patologis atau keputihan yang bermasalah. Salah satu penanganan atau solusi terbaik untuk menghindari dan mengobati keputihan patologis dalam tahapan yang ringan adalah dengan menghindari dan menghentikan kebiasaan buruk diatas.

Hanya saja apabila keputihan yang dialami sudah parah dan membuat anda mudah terserang dengan penyakit lain, maka sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter sesegera mungkin. 

Loading...

Loading...