Himpitan Kemiskinan Tak Halangi Orangtua Ini Sekolahkan Anak Hingga Sarjana

Dari hari ke hari, biaya pendidikan nampaknya semakin sini semakin malah saja. Alhasil, tak sedikit untuk beberapa lapisan masyarakat mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan. Bahkan sebagian terpaksa harus putus sekolah dan menggantungkan impian dan angan-angannya sampai disini saja.

Namun demikian, lain halnya dengan pasangan orangtua asal Filipina kali ini. Meski himpitan ekonomi yang terasa begitu sulit. Namun nyatanya, hal ini tidak membuat mereka harus mengorbankan impian anak-anaknya.

Dikutip dari laman viral4real.com adalah seorang anak perempuan bernama Girlie Versoza yang merupakan salah satu anak dari orangtua tersebut. Sejak kecil dirinya hidup dalam himpitan kemiskinan yang begitu buruk.

himpitan-kemiskinan-tak-halangi-orangtua-sekolahkan-anak-sampai-sarjana-3.jpg

Namun demikian, hal ini tidak pernah membuat ia bersedih atau berkecil hati. Semangatnya yang tidak pernah padam pun membuat kesempatan mendapatkan pendidikan menjadi lebih lebar.

Beruntungnya, orangtua Girlie selalu mendukung apa yang ingin ia capai dan dicita-citakan selama ini. Ayah dan ibu Girlie adalah seorang pedangan yang seringkali menjajakan dagangan kaki limanya di jalanan.

Penghasilan dari menjual perkedel ikan terbilang begitu pas-pas dan hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Tak jarang hal ini seringkali membuat kebutuhan sekolah Girlie tidak tercukupi dengan baik.

himpitan-kemiskinan-tak-halangi-orangtua-sekolahkan-anak-sampai-sarjana-4.jpg

Tak jarang pula karena hal ini, ia menjadi ledekkan teman-temannya di sekolah. Banyak yang menyebutkan bahwa Girlie tidak pantas bersekolah karena orangtuanya yang miskin dan tidak punya apa-apa.

Belum lagi, jumlah saudara Girlie yang terhitung banyak, membuatnya semakin sulit untuk dapat mengejar impiannya dalam bidang pendidikan. Namun hebatnya, orangtua Girlie tidak pernah membiarkan ia harus putus sekolah dan membiarkan dirinya tertatih-tatih mengalami nasib serupa dengan orangtuanya.

himpitan-kemiskinan-tak-halangi-orangtua-sekolahkan-anak-sampai-sarjana-1.jpg

Melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi bukanlah perkara mudah untuk Girlie. Karena impiannya ini, orangtua Girlie harus bekerja siang dan malam melupakan rasa lelah dan mengesampingkan waktunya beristirahat.

Yang mereka lakukan hanya bagaimana mencari biaya tambahan untuk Girlie dan adik serta saudara-saudara lainnya bisa hidup.

Untuknya, semua kerja keras yang dilakukan orangtua Girlie ini membuahkan hasil yang begitu luar biasa. Berkat kedua orangtuanya Girlie dan kakanya bisa menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar Sarjana.

himpitan-kemiskinan-tak-halangi-orangtua-sekolahkan-anak-sampai-sarjana.jpg

Tentu saja, untuk keluarga Girlie hal ini menjadi hal yang besar mengingat latar belakang ekonomi keluarga Girlie bukanlah orang berada. Ia pun tak jarang ketika memiliki waktu senggang ikut membantu ayah dan ibunya berjualan. Segala hal dengan rela dilakukannya asalkan impiannya tidak terputus.

Tentu saja, kisah ini banyak menginspirasi banyak orang. Bahwa seberapa keras kehidupan yang kita jalani ketika kita mau percaya dan berusaha untuk mengejarkan maka tidak ada hal yang tidak mungkin. Itulah yang berusaha dibuktikan oleh Girlie dan kedua orangtuanya.

Pada saat menghadiri wisuda Girlie Nampak wajah sumringah dan bangga dari kedua orangtua Girlie menghiasi momen foto yang diabadikan usai penerimaan sertifikat kelulusan. Tampak Girlie yang begitu berkharisma dengan toga dan piagam yang digenggamnya.

Saking bangganya dengan pencapaian sang anak ini, ayah dan ibu Girlie sampai ingin mencoba toga yang digunakan oleh Girlie dan enggan melepasnya. Semua ini mereka lakukan semata bangga melihat kerja keras mereka terbayar dengan buah manis pencapaian anak-anaknya.

Nah, semoga kisah diatas menginspirasi kita semua terutama para mahasiswa yang saat ini tengah pusing menghadapi penyusunan skripsi yang begitu melelahkan. Ketika kalian menghadapi kesulitan dan merasa ingin berhenti, ingat kembali perjuangan ayah dan ibu yang tak lelah mendoakan dan mendukung kita.

Loading...

Loading...