Tutorial Hijab

Hijab Tutorial Pashmina | Wide Shawl Simple and Easy

Hijab Tutorial Pashmina | Wide Shawl Simple and Easy

Seiring dengan berjalannya waktu banyak perubahan yang terjadi, tak terkecuali di dunia fashion. Saat ini hijab seolah menjadi trend baru di ranah fashion yang banyak dikenakan oleh para wanita. Banyak wanita muslim yang berlomba-lomba menyatakan diri untuk menutup auratnya dan berhijab. Trend mode… Selengkapnya..
Tutorial Hijab Untuk Idul Fitri 2014 #2

Tutorial Hijab Untuk Idul Fitri 2014 #4

Moment hari raya idul fitri biasanya dijadikan moment berharga untuk berkumpul dan bersilaturhami bersama dengan keluarga dan kerabat. Untuk itulah,… Selengkapnya..
Tutorial Hijab Pashmina Ala Fatin Shidqia #1

Tutorial Hijab Pashmina Ala Fatin Shidqia #1

Muda dan berbakat, itulah Fatin Shidqia, penyanyi mungil jebolan sebuah ajang pencarian bakat menyanyi disalah satu televisi swasta ini namanya… Selengkapnya..

Tutorial Hijab Paris Simple Terbaru yang Cantik dan Menarik

Berbicara tentang hijab tentunya sudah tidak aneh lagi. Ya, kain yang digunakan sebagai penutup aurat wanita ini pada saat ini sedang trend… Selengkapnya..
Tutorial Hijab untuk Pesta #5

Tutorial Hijab untuk Pesta #5

Kebiasaan para wanita, jika mendapatkan undangan pergi ke sebuah pesta, maka persiapan yang harus dipersiapkan begitu terperinci. Mulai dari,… Selengkapnya..
Loading...

Hindari Beberapa Hal Ini Ketika Suami dan Istri Bertengkar

Perbedaan pendapat dan pertengkaran dalam sebuah hubungan adalah hal yang tak terhindarkan. Meski awalnya anda dan pasangan senantiasa memiliki hubungan yang begitu romantis dan merasa masalah tidak akan pernah kalian alami. Namun tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran sebuah masalah bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja.

Selain itu, pertengkaran yang terjadi antara suami dan istri tidak selalu berakhir dengan pelukan dan ciuman yang mesra. Sebab pertengkaran yang terjadi biasanya disulut karena perbedaan pendapat. Oleh karenanya, saling berteriak dan memaki seringkali menjadi bagian didalam sebuah perselisihan rumah tangga.

Terkadang pula pertengkaran yang terjadi antara suami dan istri membuat satu sama lain mendiamkan dan efek dari permasalahan semacam ini akan mungkin menjadi lebih mengerikan. Bertengkar dengan pasangan memang hal yang wajar selama anda dan pasangan mengingat dan menemukan kembali cara untuk bisa berbaikan, kemudian melangkah seirama bersama-sama.

Nah, untuk menghindari pertengkaran dengan pasangan yang semakin buruk maka tak perlu khawatir. Dibawah ini mari kita simak hindari beberapa hal ini ketika suami dan istri bertengkar.

hindari-beberapa-hal-ini-ketika-suami-istri-bertengkar.jpg

Melibatkan Anggota Keluarga dan Mengadu

Hubungan yang dibina antara suami dan istri adalah ruang pribadi yang seharusnya tidak diketahui oleh orang luar. Bahkan dalam hal ini orang tersebut adalah keluarga seperti ibunya atau mungkin anggota keluarganya. Sebab ketika mereka mencium masalah didalam sebuah hubungan rumah tangga maka akan sulit untuk bisa mendamaikan pertengkaran yang terjadi dengan pasangan.

Hal ini dikarenakan ketika sudah ada campur tangan dari keluarga maka mungkin ada banyak orang yang terlibat didalamnya dan membuat masalah menjadi lebih sulit diselesaikan. Sikap kurang netral dari keluarga akan mungkin membuat masalah yang anda hadapi dengan pasangan malah sulit menemukan titik temu.

Jadi demikian ketika pasangan suami istri menjumpai masalah atau pertengkaran didalam hubungannya maka jangan libatkan orang luar, termasuk keluarga anda didalamnya. Seberapa pahit dan sulitnya masalah yang dihadapi, cobalah untuk terlebih dahulu mengatasinya secara bersama-sama. Selain itu, jangan sungkan untuk mengadakan diskusi pribadi dari hati ke hati dengan serius. Dengan begini maka perlahan masalah yang melibatkan pasangan didalamnya akan dapat diselesaikan dengan lebih baik.

Menceritakan Kisahnya Ke Seluruh Dunia

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk senang berbagi. Ini memang merupakan hal yang wajar jika anda ingin mengeluarkan uneg-uneg atau isi hati anda pada orang terdekat atau teman-teman anda. Ya, memang lebih baik demikian, daripada mencurahkan isi hati di sosial media dan seluruh dunia mengetahui masalah yang anda hadapi. Akan lebih baik bila anda mengungkapkan apa yang anda rasakan pada teman atau saudara dekat anda.

Hanya saja, poin penting yang perlu untuk diperhatikan dengan baik adalah orang-orang yang anda curhati perlu diperhatikan karakternya. Jangan curhat atau mencurhakan isi hati anda pada orang-orang atau teman yang tidak bisa dipercaya.

Sebab hal ini akan jauh lebih merepotkan dari mempostingnya ke sosial media. Bisa jadi teman anda tersebut malah meneruskan apa yang anda ceritakan tersebut pada orang lain. Dan ketika sampai ke telinga pasangan maka mungkin masalah yang anda hadapi tidak akan pernah selesai.

Selain itu, ketika mencurahkan isi hati kepada seseorang maka filter untuk tidak menunjukan atau mencurahkan segalanya pada mereka. Ada beberapa adab dan etika yang perlu anda jaga demi menjaga keutuhan rumah tangga anda dengan pasangan. Jangan sampai anda terkesan menjelek-jelekan pasangan kepada dunia.

Curhat boleh namun selama curhat itu tujuannya adalah mencari solusi dari permasalahan yang tidak bisa anda selesaikan sendiri maka hal ini adalah hal yang bisa anda lakukan. AKan tetapi, ketika anda curhat tentang masalah yang anda alami semunya maka mungkin hal ini membuat masalah didalam keluarga semakin runyam.

Membiarkan Masalah Menggantung

Terkadang ketika terjebak dalam sebuah pertengkaran dan pasangan atau anda sendiri malas untuk menanggapi pertengkaran ini karena tahu nantinya masalah tersebut akan berakhir dengan pertengkaran yang hebat. Maka mungkin pasangan yang seperti ini cenderung sama-sama saling panas dan pada akhirnya meski masalah belum menemukan titik temu namun mereka sudah menyudahinya begitu saja.

Namun hal ini bukanlah penyelesaian yang baik. Semakin lama anda membiarkan masala tanpa solusi. Maka hal ini akan semakin membuat masalah yang anda hadapi menjadi semakin berlarut-larut dan mungkin besaran dari masalah akan semakin hebat dan dahsyat.

Selain itu, membiarkan sebuah luka hati tanpa diobati dengan segera malah akan membuat anda dan pasangan lebih mudah marah ketika tersenggol sebuah masalah, bahkan ketika perkara dari masalah yang dihadapi tidaklah terlalu besar.

Ada orang yang mungkin membutuhkan beberapa waktu untuk bisa menenangkan pikiran dan kembali menjalin hubungan yang baik dengan pasangan dengan minta maaf. Beberapa orang semacam ini mungkin memerlukan udara segar dengan pergi ke luar rumah saat mereka bertengkar. Baru setelah itu, sambil menghirup udara segar mereka akan merenungkan kesalahan yang mereka hadapi dengan pasangannya.

Tidak masalah bila hal ini terjadi, sebab setiap orang punya caranya tersendiri dalam menyelesaikan sebuah masalah, begitupun mungkin dengan anda dan pasangan. Selama pada akhirnya setiap kali bertengkar, permasalahan akan dapat diselesaikan maka berikan mereka ruang untuk mereka bisa merenung.

Menyimpan Marah dan Kesal Terlalu Lama

Menyimpan dan menyisakan kekesalan hati setelah pertengkaran adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, memaafkan dan menyadari bahwa tidak semua orang sempurna dan mampu menjadi apa yang kita harapkan, kemudian kembali menerima dan mencintainya, tentu saja bukan perkara yang mudah untuk dilakukan.

Setelah pertengkaran berlalu biasanya meski sudah ada kata maaf dan penyesalan didalamnya. Namun tetap saja ketika rasa kesal didalam hati belum bisa diajak berdamai dengan mudah. Maka tentu saja, hal ini membuat kita memandang pasangan sebagai objek untuk disalahkan.

Terkadang rasa cinta dan kewajiban untuk mengayomi pasangan pun dilakukan dengan tidak sepenuh hati karena rasa mengganjal yang besar yang menghiasi diri ini. Namun akan lebih baik bila anda tidak mengingat-ingat hal ini dengan terus menerus. Sebab mungkin hal ini akan menjadi masalah yang besar untuk kehidupan berumah tangga anda.

Bagaimanapun, mengingat kembali hal-hal baik dan perjuangan yang dilakukannya untuk kita akan jauh lebih baik dipikirkan dibandingkan dengan melihat kejelekan yang terus menerus dalam diri pasangan. Pikirkan apa yang membuat kita memilih pasangan dan memutuskan untuk mencintai dan menyayanginya. Hal ini akan penting dilakukan guna menumbuhkan rasa cinta yang besar dan melupakan kekesalan yang pernah anda rasakan untuk pasangan.

Ketika hati anda mampu ikhlas melepaskan dan memaafkan maka mengayomi dan melayani pasangan akan terasa jauh lebih ringan dan nyaman. Sebab semuanya tumbuh dari rasa cinta yang begitu besar.

Menggunakan Kekerasan

Seperti apapun bentuknya, kekerasan adalah hal yang tidak dibenarkan terjadi didalam sebuah hubungan. Apalagi untuk anda yang sudah menikah dan berumah tangga. Membiarkan kekerasan fisik terjadi didalam hubungan rumah tangga ketika anda bertengkar dengan pasangan akan memunculkan trauma bukan hanya secara fisik namun hal ini pun kemungkinan memunculkan trauma secara psikolgis.

Anda para suami yang menempatkan tangan anda di tubuh istri anda dan menyakitinya akan mungkin membuat sang istri sakit hati dan kesal. Meski anda sudah tidak lagi adalah dalam pertengkaran bersama dengan pasangan. Namun bukan berarti luka tamparan yang anda berikan pada istri anda akan dapat menghilang seiring dengan sirnanya luka lebam di kedua matanya.

Meski luka fisik sudah mampu sirna, namun kecacatan mental akan mungkin selamanya dirasakan oleh pasangan. Hal inilah yang akan membuat istri anda meski sudah tidak lagi dalam kondisi yang panas dan membara akibat pertengkaran. Ia akan menjadi kehilangan ketulusan dan rasa ikhlas sewaktu melayani anda sebagai suaminya.

Meski melayani seorang suami adalah sebuah kewajiban. Namun anda akan dapat merasakan sendiri bagaimana bedanya dilayani dengan penuh ketulusan dan cinta dan mereka yang melayani dengan terpaksa. Nah, jangan sampai hal ini terjadi yang mana tentunya rumah tangga anda akan dapat hancur karena ulah anda sendiri.

Selain itu, kekerasan didalam rumah tangga sudah diatur dalam peraturan hukum. Bisa jadi tindakan anda dalam menggunakan kekerasan pada pasangan dalam rumah tangga akan membuat anda terjerat dengan peraturan hukum yang cukup berat.

Bertengkar Karena Sebab yang Sama Secara Berulang-Ulang

Masalah yang terjadi dalam hubungan berumah tangga bisa beragam pemicunya. Akan tetapi, ketika anda dan pasangan menjumpai permasalahan  yang sama ketika bertengkar. Maka ini menandakan masalah yang dulu belum selesai dan belum dipahami dengan baik oleh pasangan sehingga mereka tidak mampu berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.

Nah, menghadapi masalah semacam ini maka anda dan pasangan perlu dengan serius membicarakan masalah ini. Pahami betul bagaimana konsekwensi dari pertengkaran akibat masalah yang sama di masa lalu. Jangan sampai apa yang dihadapi terus menerus terulang di masa depan. Sebab mungkin hal ini akan menghilangkan kepercayaan dari pasangan sendiri.

Untuk itu, temukan momen dan waktu yang pas untuk membicarakan masalah ini dengan baik sampai anda dan pasangan menemukan solusi dan jalan keluar dari masalah ini. Bila memang sulit untuk diselesaikan berdua karena anda dan pasangan tidak mampu berpikir dengan jernih maka temukan mediatior yang mampu bersikap netral.

Dalam hal ini anda akan bisa menggunakan jasa konsultan pernikahan sebagai mediator anda. Tentunya konsultan pernikahan memiliki kode etik untuk tidak membocorkan atau menyampaikan apa yang terjadi didalam rumah tangga anda pada orang lain.

Anda dan pasangan pun perlu berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut di masa lalu. Dan jika memang hal ini terulang kembali maka buatlah kesepakatan tentang apa yang akan menjadi akibat dari kesalahan tersebut. Sebab kita sendiri tidak ingin dibohongi dengan komitmen palsu yang dilakukan oleh pasangan, bukan?

Tidak Menerima Permintaan Maaf

Ketika menjumpai masalah yang begitu besar dengan pasangan dan anda menghadapi kekesalan yang amat dahsyat dengannya. Maka ketika ada permintaan maaf keluar dari mulutnya, jangan pernah mengabaikan maaf ini. Menahan gengsi untuk menerima maaf ketika pasangan memohon dengan sunggu-sungguh, bukanlah perkara yang baik untuk dilakukan.

Yang mana hal diatas hanya akan memanjangkan permasalahan yang dihadapi dan membuat situasi menjadi lebih buruk. Bila anda dan pasangan memang masih membutuhkan waktu untuk bisa menenangkan diri dan merenungkan semuanya. Maka sampaikan dengan halus dan buat pasangan anda memahaminya dengan baik.

Jangan sampaikan dengan nada seolah adalah sebuah penolakan. Sebab hal ini akan mungkin membuat pasangan yang sudah berusaha keras untuk memenangkan hati anda akan merasa kecewa. Ketika anda dan pasangan sama-sama merasa kecewa maka penyelesaian dari sebuah masalah akan jauh dari kata berhasil.

Setidaknya hargai usaha pasangan untuk meminta maaf dari anda. Meski anda kecewa dan dipenuhi dengan rasa kekesalan yang besar. Bukan berarti hal ini membuat anda menutup mata dan telinga. Bagaimanapun ketika berada dalam hubungan rumah tangga yang menghadapi sebuah masalah.

Anda dan pasangan pelu untuk senantiasa menemukan solusi dari sebuah masalah dan kembali menemukan cinta yang hangat. Sehingga anda dan pasangan bisa kembali mesra dan mempertahankan hubungan yang kalian bina.

Bersikap Seolah Tidak Ada yang Terjadi

Sikap yang paling buruk yang dimiliki seseorang ketika bertengkar adalah bersikap seolah tidak ada hal yang terjadi antara anda dan pasangan. Padahal sebelumnya baru saja terjadi insiden yang besar yang mungkin seharusnya membuat pertengkaran yang besar terjadi antara anda dan pasangan.

Jika anda kesal dan kecewa kepada pasangan maka jangan pendam perasaan ini seorang diri. Bagaimanapun anda perlu menyatakannya dan mengungkapkannya dengan baik. Sebab memendam sesuatu seorang diri tidak menyelesaikan sebuah masalah. Melainkan hal ini akan membuat masalah semakin rumit dan tanpa anda sadari anda telah menyakiti diri anda sendiri.

Ungkapkan dan sampaikan sejujurnya kepada pasangan anda. Sehingga anda berdua bisa sepakat untuk membahasnya dengan sama-sama. Bila tidak maka hal ini membuat anda seolah seperti sebuah gunung merapi yang aktif. Yang sewaktu-waktu hanya karena sedikit tekanan, anda mungkin akan bisa meledak kapan saja. Dan ledakan inilah yang akan mungkin menyakiti orang lain yang ada disekeliling anda.

AKan tetapi, sewaktu membicarakan masalah ini dengan pasanganpun anda perlu memilahnya dengan baik. Sebab tidak semua hal yang anda alami dan anda rasakan bisa anda sampaikan sepenuhnya kepada pasangan. Apalagi bila anda adalah tipikal yang cerewet pada hal-hal yang kecil. Maka demikian, penting sekali untuk memilah dengan baik apa yang ingin anda sampaikan dan apa yang ingin anda diskusikan dengan pasangan.

Mengumbar Kata 'Cerai'

Perpisahan adalah jalan paling akhir dari setiap pertengkaran. Ketika seseorang mengucapkan perpisahan ini berarti orang tersebut sudah menyerah dan tidak ingin lagi mempertahankan apa yang telah mereka bangun selama ini.

Bayangkan betapa sebuah pernikahan akan terasa tidak berharga bila setiap pertengkaran, bahkan perihal yang kecil membuat anda sedikit-sedikit mudah sekali mengumbar kata cerai pada pasangan. Mengumbar kata cerai setiap kali bertengkar dengan pasangan sama artinya dengan anda senantiasa lari dari permasalahan yang sedang anda hadapi.

Padahal masalah adalah hal yang wajar terjadi didalam sebuah hubungan rumah tangga. Dan hal inilah yang pada umumnya akan dapat mempererat hubungan yang dijalani dengan pasangan. Namun ketika anda dengan mudah mengumbar kata cerai maka mungkin tidak ada maaf dari pasangan anda sendiri.

Loading...

Loading...