Sulitnya terlelap di malam hari seringkali membuat seseorang merasa jengkel. Rasa kantuk yang tak kunjung datang meski jam sudah menunjukan tengah malam membuat rasa gelisah dan kesal akan tentu memusingkan.

Apalagi saat ada deadline atau pekerjaan yang mengharuskan anda bangun pagi-pagi sekali. Tentu saja, kurang tidur di malam hari akan membuat bangun menjadi sulit dan bila pun berhasil, tubuh anda akan terasa sangat lelah dan mengantuk.

Baca Juga:

Sulitnya terlelap di malam hari atau sering terbangun tanpa alasan dan susah untuk kembali tidur dinamakan dengan insomnia. Di jaman modern seperti saat ini, serangan insomnia adalah hal umum dan banyak orang mudah terserang dengan gangguan tidur semacam ini. Tuntutan pekerjaan dan gaya hidup yang merusak waktu tidur adalah salah satu penyebab mengapa insomnia mudah terjadi.

Dan rupanya selain beberapa hal di atas, insomnia pun bisa disebabkan oleh beberapa hal yang mungkin selama ini kita anggap sepele. Apa sajakah hal tersebut? Mari simak di bawah ini. Namun sebelumnya, kita pahami terlebih dahulu apa itu insomnia secara medis.

Apa Itu Insomnia?

Insomnia secara medis diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mendapatkan sejumlah waktu tidur yang dibutuhkan untuk terbangun di pagi hari dan merasa segar dan bertenaga. Karena setiap orang membutuhkan waktu tidur yang berbeda maka insomnia di definisikan dari kualitas tidur seseorang dan bagaimana perasaan seseorang setelah bangun di pagi harinya.

Jadi demikian, intinya bukan jumlah tidur atau seberapa cepat seseorang terlelap di malam hari. Bahkan jika seseorang menghabiskan selama 8 jam tidur pada malam hari. Namun bila esok harinya ia tetap merasa ngantuk dan lesu, maka hal ini di kategorikan orang tersebut mengalami insomnia.

Pada dasarnya, gangguan tidur ini bervariasi tergantung dalam berapa lama episode ini berlangsung dan seberapa sering pula kondisi ini terjadi. Apakah jangka pendek yang dinamakan dengan insomnia akut atau berlangsung dalam jangka panjang yang disebut dengan insomnia kronis.

Selain itu, insomnia pun bisa datang dan pergi kapan saja, bahkan ketika anda tidak memiliki gangguan tidur sama sekali. Insomnia yang akut akan dapat bertahan selama satu malam hingga beberapa minggu. Sementara untuk insomnia yang kronis bisanya bertahan setidaknya tiga malam dalam waktu seminggu dan berjalan selama satu bulan atau bahkan lebih dalam dari waktu tersebut.

Jangan Sepelekan Kebiasaan Kecil Penyebab Insomnia Ini

Meski sudah berencana untuk tidur lebih awal namun pada kenyataannya seringkali rencana ini malah berubah menjadi begadang dan tidur hingga larut malam. Selain mengganggu kenyamanan, insomnia pun memiliki banyak bahaya untuk kesehatan. Rupanya, pemicu insomnia bisa disebabkan oleh hal-hal yang kita anggap sepele.

Yuk, cari tahu apa saja yang menyebabkan insomnia sehingga kita bisa memperbaiki hal tersebut untuk kembali tidur dengan lebih nyaman.

Seseorang dengan Jadwal Tidur Berbeda Antara Hari Kerja dan Akhir Pekan

Tidak sedikit mereka yang punya jam tidur yang tidak konsisten mengembangkan gangguan pada tidur dengan lebih cepat. Mereka yang terbiasa tidur tepat waktu pada saat hari kerja dan cenderung membiarkan terjaga sampai malam hari pada hari libur karena dianggap akhir pekan adalah hari yang santai,  lantas perlahan mengembangkan gejala insomnianya dengan lebih cepat.

Bagaimanapun, tubuh kita membutuhkan konsistensi. Jadi demikian, jangan hanya karena esok adalah hari libur anda lantai sesuka hati begadang dan terjaga sampai larut malam. Sebab kondisi ini akan dapat menyebabkan yang namanya "sosial jet lag" dimana tubuh dipaksa untuk secara aktif beralih antara dua zona waktu yang berbeda setiap minggu.

Maka dari itu, sebaiknya jangan biasakan diri untuk begadang bahkan ketika esok hari tidak ada kegiatan atau pekerjaan yang mengharuskan anda bangun pagi. Konsistenlah dengan jam tidur anda dan pastikan anda mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Tidur Terlalu Cepat

Siapa yang menyangka bahwa tidur terlalu cepat di malam hari pun bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya insomnia. Penelitian mengatakan bahwa 90% dari para penderita insomnia pada umumnya tidur terlalu cepat dari jadwal biasanya.

Meskipun kedengarannya kurang efektif, akan tetapi terjaga sedikit lebih lama akan membuat otak mengirimkan sinyal pada bagian sistem yang disebut dengan homestatik tubuh bahwa tubuh anda memelurkan lebih banyak tidur. Jadi demikian, ketika anda tidur maka anda akan terlelap dengan lebih cepat.

Dalam menghitung kecukupan tidur pada terapi perilaku kognitif (CBT), dokter akan menghitung waktu tidur anda dari waktu bangun anda di pagi hari. Kemudian setelah itu, dihitung waktu mundur dalam 6 hingga dengan 7 jam ke belakang. Contohnya seperti ini, bila anda terbiasa bangun jam 5:30, artinya waktu tidur anda adalah sekitar pukul 11:30.

Mereka yang Tidak Punya Rutinitas Menjelang Tidur

Pada kebanyakan kasus, seringkali ketika tubuh merasa lelah setelah melakukan banyak aktivitas seharian banyak orang cenderung terburu untuk langsung tidur, tanpa ada persiapan apapun untuk menabung lebih banyak waktu tidur.

Yang penting diketahui adalah bahwa rutinitas kecil menjelang tidur rupanya memiliki manfaat untuk mempersiapkan tubuh lebih rileks sehingga tidur pun akan terasa lebih mudah dan lebih nyaman.

Untuknyalah, tidak ada salahnya jika 1 jam sebelum tidur atau 30 menit sebelum tidur, sempatkanlah waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai seperti mencuci bekas makan malam. Atau mungkin membuat pernak-pernik buatan sendiri seperti misalkan bros kain flanel dengan aneka bentuk yang lucu dan menarik sehingga bisa anda gunakan sebagai aksesoris cantik dan menarik. 

Persiapan kecil semacam ini akan membantu tubuh anda lebih rileks. Selain itu, ketika rasa kantuk terakumulasi bersama maka tidur pun biasanya akan lebih cepat dan anda pun akan tentu lebih nyenyak.

Terlalu Banyak Asupan Kafein

Sudah bukan rahasia lagi jika kafein adalah salah satu penjaga rasa kantuk. Banyak orang yang terpaksa begadang semalaman menjadikan kafein seperti kopi dan teh andalan untuk mereka tetap terjaga sampai larut malam.

Nah, oleh karenanya hindari terlalu banyak konsumsi kafein saat anda tahu punya gangguan tidur. Apalagi sesaat sebelum menjelang tidur sebab hal ini akan tentu semakin memperparah kondisi insomnia yang anda alami.

Beranjak dari Tempat Tidur Saat Terbangun di Malam Hari

Ketika anda terbangun pada malam hari, sebaiknya jangan beranjak dari tempat tidur. Bila anda merasa butuh sesuatu segera jangkau hal tersebut dan segeralah kembali ke tempat tidur. Rasa kantuk yang dibiarkan begitu saja kemudian anda beranjak dari tempat tidur akan mudah menghilang.

Akibatnya, anda akan terjaga di malam hari dan akan sulit kembali terlelap. Maka dari itu, bila anda terbangun karena butuh sesuatu seperti ingin buang air kecil atau ingin minum maka cepat selesaikan dan segera kembali tidur. Agar demikian, anda tidak akan kesulitan untuk tidur nyaman di malam hari.

Loading...

Loading...