Kenali Masa Tersulit Dalam Pernikahan Yang Mungkin Menjadi Masa Pahit Dalam Hidup

Tidak ada hal yang abadi dunia ini, semua hal yang terjadi dalam kehidupan akan berubah dan silih bergantian. Si miskin bisa menjadi kaya, si susah bisa menjadi senang dan mungkin sebaliknya. Begitupun bagi anda yang saat ini tengah merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup. Kebahagiaan yang teramat dalam yang anda rasakan saat ini mungkin membuat anda kegirangan dan anda berpikiran jika kebahagiaan tersebut akan terukir selama-lamanya dalam kehidupan anda. Namun, persipakanlah diri anda, tidak ada hal yang akan dapat bertahan abadi dan selama-lamanya. Akan ada masa dimana kebahagiaan yang anda rasakan akan berubah menjadi sebuah kesedihan yang akan mungkin menyakiti anda. Begitupun bagi anda yang saat ini sedang merasakan kesedihan dan keterpurukan, jangan pernah merasa putus asa dan khawatir jika kehidupan anda akan terus-terusan seperti ini sebab Tuhan tidak akan pernah melulu memberikan cobaan yang sulit yang tidak bisa diatasi oleh hambanya.

Sama halnya dengan hubungan pernikahan yang anda jalani bersama dengan pasangan. Saat awal-awal pernikahan karena rasa cinta yang begitu kuat, anda mungkin mengira jika kehidupan pernikahan anda akan senantiasa bahagia dan berjalan seperti yang anda harapkan. Rasa cita yang begitu besar yang dimiliki pasangan terhadap anda (begitupun sebaliknya) mungkin membuat anda seolah menjalani kehidupan cinta bak dalam sebuah cerita dongeng. Setiap pagi terbangun dengan pasangan berada disamping anda dan kehidupan pernikahan berjalan dengan begitu indah.

Namun, sebaiknya persiapkan diri anda. Kebahagiaan yang anda rasakan bersama dengan pasangan tidak akan melulu terasa begitu indah. Adakalanya masalah dan cobaan mendera dan menguji pernikahan yang anda jalani bersama denga pasangan. Masa-masa tersulit dalam pernikahan juga adalah sesuatu yang pasti yang akan anda hadapi dalam kehidupan berumah tangga. Tidak ayal, beberapa peneliti juga mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin fase-fase tersulit dalam hubungan pernikahan juga akan mungkin dirasakan pada saat awal-awal pernikahan. Namun tentunya, hal ini kembali pada masing-masing pasangan yang menjalankan.

Masa-masa tersulit dalam kehidupan pernikahan adalah sesuatu yang pasti dan akan terjadi, namun bagaimana kita bisa melewatinya dan bertahan dalam hubungan tersebut adalah sesuatu yang luar biasa yang akan senantiasa membuat hubungan pernikahan menjadi semakin kuat. Untuk itulah, suami dan istri yang telah menikah dituntut untuk bisa memupuk dan menjaga ikatan pernikahannya agar sebisa mungkin terhindar dan bertahan dari badai perniakahan yang akan mungkin menerpa sewaktu-waktu.

Menghadapi masa tersulit dalam pernikahan memang membutuhkan perjuangan dan kerja sama yang baik antara dua pasangan agar bisa saling bersinergi untuk menaklukan dan meruntuhkan masalah yang terjadi. Untuk itulah, setelah menikah sebuah jalinan cinta saja tidak akan cukup mempertahkan hubungan dari cobaan dan terpaan masalah dalam pernikahan. Dibutuhkan komitmen dan saling percaya satu sama lain untuk bisa meneguhkan dan menguatkan hubungan yang mereka jalin. Lantas, fase apa saja yang mungkin menjadi masa tersulit dalam pernikahan? Kita simak berikut ini.

Kenali Masa Tersulit Dalam Pernikahan Yang Mungkin Menjadi Masa Pahit Dalam Hidup

1. Pasca Bulan Madu

Inilah fase paling dini yang mungkin menjadi fase tersulit dalam kehidupan pernikahan. Mengapa dikatakan demikian? Seorang peneliti mengungkapkan jika ini adalah fase dimana pasangan suami istri akan mulai kembali ke 'dunia nyata'. Setelah menjalani bulan madu yang indah dan terkesan begitu harmonis, pasangan suami istri yang telah kemabli dari bulan madu dan menjalani kehidupan nyata penrikahannya umumnya akan merasa kaget bahwa kisah cinta mereka nyatanya tidak sesempurna saat mereka menjalani bulan madu. Jika pada saat bulan madu segala peralatan dan kebutuhan mereka bisa dipenuhi dari fasilitas penginapan atau hotel, kini pasangan suami istri mendapati hal lain di 'dunia nyatanya'. Tidak ada lagi fasilitas pelayanan hotel yang bisa membuat mereka nyaman dan service kebersihan pada ruangan kamar mereka. Kini tiba saatnya mereka dihadapkan pada kegiatan bersih-bersih rumah sendiri dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri, terutama dalam hal ini istri melayani semua kebutuhan suami. Hal ini adalah saat paling tepat untuk masa penyesuaian. Untuk bisa melawati fase ini dengan lebih mudah cara terbaik adalah dengan membuka diri anda dan menyadari bahwa sebagai seorang istri adalah tugas dan kewajiban anda untuk melayani suami anda.

2. Setelah Melahirkan

Sebuah kehamilan tentu menjadi kebahagiaan dan harapan yang indah yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Hanya saja, bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah, hal ini bisa menjadi masa tersulit dalam kehidupan rumah tangganya. Pasalanya, kehadiran sang buah hati dalam rumah tangga akan mungin menimbulkan percekcokan disana-sini. Hal ini mungkin dipengaruhi kepanikan dan ketidak kurang percayaan diri untuk bisa mengurus dan membesarkan anak dengan baik. Apalagi seorang istri dengan suami yang sibuk. Fokus mereka yang terbagi dua bersama dengan anak membuat mereka tak bisa memberikan perhatian sebesar dulu yang pada akhirnya memancing prasangka negatif ketakutan akan suami yang berkhianat. Untuk mengatasi hal ini, komitmen dan saling mempercayai satu sama lain adalah hal efektif untuk bisa menjaga hubungan.

3. Perselingkuhan

Seringkai kondisi yang tidak sehat dalam rumah tangga akan dapat memancing seseorang untuk melakukan perkhianatan dan perselingkuhan. Kebahagiaan dan kenyamanan yang tidak mereka dapatkan dari pasangannya membuat mereka mencari hal tersebut pada diri orang lain. Dalam bentuk apapun, sebuah pengkhianatan tentu saja tidak dibenarkan. Ketika pasangan mengetahui dan mencium bau pengkhiatan dalam hubungan rumah tangganya, hal ini tentu saja akan membuat hubungan dalam rumah tangga menjadi rusak dan berantakan. Untuk itulah, jaga selalu keintiman dan berikan selalu kasih sayang dan perhatian satu sama lain untuk menghindari masalah tersebut.

4. Masalah Finansial

Semakin tua usia pernikahan, maka akan semakin pula bertambah kebutuhan dalam rumah tangga yang harus dikeluarkan. Ketika kebutuhan tidak sesuai dengan keadaan keuangan yang memadai, hal inilah yang memicu timbulnya masalah dalam rumah tangga. Masalah finansial adalah masalah umum yang hampir dialami oleh sebagian besar pasangan, apalagi mereka yang memulai pernikahan dari nol. Untuk menghadapi hal ini maka ada baiknya dibicarakan bersama dengan pasangan dan rencanakan pengaturan keuangan sedini mungkin untuk menghadapi masalah tersebut.

5. Pensiun

Pensiun dapat mempengaruhi mental seseorang. Perasaan tidak berharga dan berguna akan mungkin mempengaruhi sisi emosional seseorang. Jika masalah ini terjadi dengan anda dan pasangan, maka hal yang paling dibutuhkan untuk menguatkan hubungan rumah tangga adalah saling mendukung dan membimbing satu dengan yang lainnya. Selain itu, tanamkan pula rasa saling mencintai dan menghargai dengan pasangan.

Demikian beberapa masa tersulit yang akan mungkin membuat kehidupan terasa pahit. Dengan mengetahui beberapa macam masalah diatas, diharapkan anda mampu mempersiapkan diri sehingga dampak buruknya bisa diminimalisir.

Loading...

Loading...