Hubungan pernikahan adalah sebuah jalinan suci yang mana diharapkan hanya terjadi satu kali dalam seumur hidup seseorang. Jalinan kasih yang sakral yang dijalani oleh sepasang suami istri yang saling mencintai ini adalah sebuah perjalanan panjang yang mana sisa hidup anda hanya akan dihabiskan bersama dengan pasangan. Untuk itulah, suami dan istri dituntut untuk bisa menjaga dan senantiasa memupuk hubungan pernikahannya. Hal ini tentunya dimaksudkan untuk mendapatkan sebuah hubungan pernikahan yang bahagia. Sehingga masalah kebosanan dan kejenuhan dalam rumah tangga bisa dihindari dan diminimalisir. Ya, dalam pernikahan sebuah masalah dan ujian akan senantiasa menghiasi perjalanan rumah tangga yang anda jalani bersama dengan pasangan.

Untuk itu meneguhkan dan menguatkan cinta serta komitmen dalam rumah tangga adalah hal yang akan bisa dijadikan sebagai tameng yang melindungi ikatan rumah tangga dari badai dan prahara yang akan mungkin menerjang. Berbagai masalah akan mungkin dihadapi pasangan, bukan saja pasangan yang menikah, saat sewaktu masih berpacaran saja, hal ini akan sangat mungkin terjadi dan banyak dijumpai. Hanya saja, dampak dari permasalahan tersebut mungkin akan lebih besar pada hubungan yang telah menikah dibandingkan pada hubungan pacaran.
Masalah yang datang menerjang dalam hubungan suami istri banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari luar maupun dari dalam.

Baca Juga:

Permasalahan yang timbul karena faktor luar salah satunya disebabkan oleh campur tangan orang ketiga baik orang lain, mertua, teman, sahabat ataupun orang ketiga dalam hubungan rumah tangga. Sementara masalah yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam adalah masalah yang bersumber dari suami maupun istri. Hanya saja, kasus permasalahan atau pertengkaran dalam hubungan rumah tangga lebih sering dipicu karena kesalahan suami. Dalam hal ini ada banyak pria atau suami yang tidak mengerti dan tidak menyadari tentang kesalahan perilaku yang mereka buat dalam pernikahannya. Ada kalanya suami berbuat salah dan itu amat manusiawi dalam sebuah hubungan. Hanya saja, apabila kesalahan tersebut dilakukan terus-menerus, tentunya hal ini akan membuat si istri merasa kesal dan jengkel atas semua yang dilakukan oleh suami. Dan mungkin yang akan menambah rasa kesal dari seorang istri adalah sewaktu suami mereka tidak menyadari kesalahan yang mereka buat. Sehingga pada akhirnya pertengkaran dan perselisihan tidak akan dapat dihindarkan dalam hubungan rumah tangga. 

Untuk itulah, dalam rangka berusaha menjadi seorang suami yang baik, anda perlu melakukan usaha atau mengupayakan bagaimana mengetahui kesalahan apa saja dalam rumah tangga yang harus anda hindari. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, maka suami akan dapat membuat istrinya lebih bahagia. Ketika hati istri dalam keadaan baik dan merasakan kebahagiaan, maka rasa nyaman berada dirumah dan hidup berumah tangga akan senantiasa anda dapatkan. Lantas apa saja sih kesalahan suami dalam rumah tangga yang harus dihindari? Kita simak berikut ini.

Kesalahan yang Harus Dihindari Suami Pada Istri Dalam Pernikahan

1. Kurang Menghargai

Segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan rumah memang menjadi tugas seorang istri, mulai dari mengurus rumah, membersihkannya, memasak, menjaga anak sampai mengurus suami memang menjadi tugas seorang istri. Namun demikian, tak sedikit suami yang kurang memberikan penghargaan pada istrinya dengan menganggap saat istri melayani suami itu adalah kewajibannya. Namun demikian, seorang istri juga pantas mendapatkan penghargaan. Ingatlah seorang istri bukan hanya pelayan anda namun juga teman hidup yang harus anda cintai dan harus anda kasihi. Perwujudan dari kata menghargai bukan hanya diungkapkan dengan menghadiahi istri dengan banyak hadiah atau barang-barang mewah atau perhiasan berkilauan. Sebuah penghargaan bisa diaplikasikan pada hal kecil seperti mengucapkan terimakasi atas semua hal yang dilakukan istri untuk anda. Dengan begini mereka akan merasa begitu dihargai dan diperlakukan dengan baik oleh suaminya. Selain akan membuat mereka senang, hal ini juga akan senantiasa membuat istri semakin mencintai anda.

2. Terlalu Dominan

Dalam keluarga memang menjadi peran seorang suami untuk memimpin dan membimbing keluarganya. Namun hal ini tak lantas menjadikan anda raja dirumah anda dan membuat istri sebagai pelayan yang harus senantiasa tunduk dan patuh pada segala hal yang anda perintahkan. Menjadi seorang suami tidak secara otomatis menjadikan anda memiliki dominasi penuh dalam hubungan. Suami harus dapat memposisikan istrinya setara dengan anda sebagai teman atau rekan hidup anda. Jangan karena anda menjalankan tugas sebagai seorang pemimpin lantas semua hal yang berhubungan dengan keluarga anda putuskan sendiri semau anda. Ingatlah rumah tangga yang anda jalani tidak dibina sendiri namun bersama dengan sang istri. Untuk itu libatkan mereka dalam segala hal, bila perlu terbukalah dan minta pendapat istri dalam semua hal yang akan anda lakukan. Dengan begini istri tidak akan merasa asing dan merasa seolah mereka tidak dianggap.

3. Jarang Memuji

Seorang wanita senang akan sebuah pujian, terumata jika pujian tersebut datang dari suaminya sendiri. Anda mungkin sering memuji istri hanya saat anda dan istri masih berpacaran dulu. Namun setelah menikah, karena anda berpikiran anda telah memiliki jiwa dan cinta istri dengan sepenuhnya. Bukan berarti anda bisa mengabaikan mereka. Seorang suami tidak boleh mengabaikan untuk memuji istri mereka. Terutama ketika sang istri telah melakukan banyak upaya demi membuat tampilannya menarik. Katakan pada istri anda bahwa mereka terlihat begitu menarikdan berterimakasihlah untuk segala usaha yang mereka lakukan demi anda. Jangan sampai pengorbanan dan usaha yang dilakukan sang istri dengan begitu keras hanya terkesan biasa dan sia-sia dimata anda.

4. Tidak Pernah Meminta Maaf

Ketika bertengkar bersama dengan sang istri, sebagian besar suami malah seringkali bersikap defensif atu hanya pergi begitu saja bahkan sewaktu mereka menyadari jika dirinya bersalah. Lain halnya sewaktu masing mengejar cinta sang istri, kesalahan sedikit yang mereka lakukan mereka lantas datang ke rumah sang istri dan memohon meminta maaf. Tidak perlu merasa dikalahkan sewaktu anda meminta maaf terlebih dahulu kepada sang istri. Tak juga merasa malu jika citra anda dimata istri menjadi berkurang. Ingatlah suami yang baik selalu menang dalam pertengkaran dengan meminta maaf pada istrinya. Suami yang baik akan senantiasa melakukan segala cara demi membuat hubungan rumah tangga yang dibinanya senantiasa baik-baik saja, termasuk saat ia harus mengalah untuk istrinya. Ketika anda meminta maaf pada sang istri mereka akan menyadari penyesalan anda dan membuat masalah dengan sang istri bisa lebih cepat diselesaikan.

5. Tidak Mendengarkan

Mendengar tidak sama dengan mendengarkan. Seorang suami seharusnya tidak mendengarkan sitri mereka hanya dengan telinga namun dengan perasaan dan hati. Istri yang sering mengomel dan berteriak mungkin saja menandakan bahwa istri anda hanya ingin didengarkan. Adakalanya seorang istri perlu melampiaskan kekesalannya, suami hanya perlu mendengarkan mereka dengan begitu simpatik. Namun tentunya, bukan hanya didengar dan dimengerti haru ada usaha dan tindakan yang berarti yang anda tunjukan pada istri sebagai bukti bahwa anda benar-benar mendengarkan dan melakukan apa yang sitri anda inginkan.

Tidak sedikit suami yang seringkali membuat kesalahan dalam rumah tangga yang membuat istrinya kesal dan jengkel. Dan yang paling parah saat si suami tidak menyadari kesalahannya. Untuk itulah cara diatas diharapkan mampu membantu anda mengetahui kesalahan apa saja yang harus dihindari dalam rumah tangga untuk membuat istri bahagia.

Loading...

Loading...