Kisah Inpiratif: Mantan Atlet yang Rela Berjualan Telur Demi Bantu Ibunya

Kisah Inpiratif: Mantan Atlet yang Rela Berjualan Telur Demi Bantu Ibunya Kisah inpiratif kali ini datang dari sebuah video haru dimana seorang pemuda dari provinsi Liaoning China rela melakukan hal apa saja demi membantu ibunya tercinta. Dalam video berdurasi 17 menit 45 detik ini merangkum bagaimana cinta kasih seorang anak terhadap ibu yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Tergambar dalam video ini, seorang pemuda bernama Zao Qingdong seorang mantan atlet balap sepeda tingkat propinsi yang sudah menghasilkan cukup banyak medali emas. Sebuah prestasi yang tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Namun sayangnya, preastasi dan penghargaan dari medali tersebut harus ia tanggalkan dan membanting kemudian hidupnya ke arah yang berbalik. Qingdong harus rela menjadi seorang pedagang telur demi membantu ekonomi kehidupan keluarganya.

Rela Bejualan Telur Setelah Jadi Mantan Atlet

Kisah Inpiratif: Mantan Atlet yang Rela Berjualan Telur Demi Bantu Ibunya

Sudah 3 bulan ini Qingdong berhenti dari arena balapan karena cedera yang dialami membuatnya terpaksa harus berhenti sementara dari arena dimana penonton biasa mengaguminya dan kini ia harus rela menjadi seorang pedagang telur dipasar, tak jarang beberapa orang mengenalinya dan bertanya mengapa ia tak kembali ke balapan yang telah melambungkan namanya. Namun apa mau dikata, jika nasib sudah berkata lain, ia hanya bisa mengikuti jalan nasib dan mengikuti permainan hidup ini.

Dalam video ini juga digambarkan Qingdong mengikuti sebuah acara reality show di TV tentang pencarian bakat, dimana pemenangnya bisa mendapatkan sejumlah hadiah berupa uang yang menjanjikan. Melihat kesemptan ini, Qingdong tentu tidak mau menyia-nyiakannya. Apalagi saat itu ia benar-benar memerlukan dana segera untuk biaya pengobatan serta operasi ibunya yang tengah menderita gagal ginjal. Keadaan ekonomi dan keterbatasan biaya membuat pengobatan ibu Qingdong terpaksa tertunda.

Tanpa pikir panjang, Qingding mengikuti kompetisi tersebut, sebenarnya ia tidak memiliki bakat dan kemampuan seni lain selain menyanyi. Terlihat Qingdong yang begitu gemetar dan gugup ketika mendengar namanya dipanggil ke panggung pertunjukan. Ia mungkin jarang sekali menghadapi keadaan seperti ini, tampil ditelevisi dengan semua mata audience menantikan penampilannya, kali ini bukan kemampuan dalam mengayuh pedal sepeda yang akan ditunjukan. Namun bakatnya dalam menyanyi yang akan menentukan apakah ia bisa membawa pulang hadiah tersebut atau tidak.

Semua audience di studio seolah mendengarkan dengan seksama suara Qingdong saat itu, lagu yang dibawakannya saat itu adalah tentang ibu yang tentu saja membuat suasana pada saat itu begitu khidmat dan menyentuh. Secepat setelah Qingdong selesai menyanyi, para juri bertanya apa alasan ia mengikuti acara tersebut. Dengan polos dan jujur Qingdong memberitahu alasan yang sebenarnya bahwa ia benar-benar membutuhkan sejumlah uang untuk membantu operasi ibunya yang terkena gagal ginjal. Dan yang menarik pada saat itu, ada satu orang juri yang bertanya seberapa banyak uang yang ia butuhkan. Kondisi ibunya yang harus cuci darah setiap 3 kali dalam satu minggu, jika dikalkulasikan membutuhkan sekitar 200 hingga 300 ribu Yuan, biaya tersebut sudah termasuk biaya tranplantasi ginjal untuk ibunya.

Sebenarnya saat Qingdong masih berfrofesi sebagai atlet, keuangan keluarganya masih bisa tercukupi dengan penghasilan Qingdong perbulannya yang mencapai 10 ribu Yuan. Namun setelah Qingdong berhenti menjadi atlet dan harus berubah profesi menjadi pedagang telur, penghasilan yang didapatnya hanya 1 sampai 2 ribu dalam sebulan yang mana hal ini tidak cukup untuk menopang kebutuhan bulanan dan biaya cuci darah ibunya. Selain itu, Qingdong juga sudah tidak tahan melihat ibunya yang sering kesakitan dan tidak berdaya sewaktu melakukan cuci darah. Untuk itulah ia rela melakukan segala cara untuk segera mendapatkan sejumlah uang agar dapat membantu ibunya untuk segera menjalani operasi tranplantasi ginjal. Bahkan dalam kompetisi saat itu, ia menangis menceritakan kehidupannya dan ibunya sampai ia rela menjaminkan seluruh medali emas yang ia dapatkan sewaktu bertanding dan berharap adalah seorang dermawan di studio tersebut agar mau membantunya dan meminjaminya sejumlah uang yang dibutuhkannya dan ia berjanji akan segera menebusnya dan membayar hutangnya.

Hal ini sontak saja membuat semua audience diruangan tersebut meneteskan air mata karena terharu melihat perjuangan Qingdong untuk ibunya. Qingdong bukan tidak berusaha menolong ibunya sendiri dengan mendonorkan ginjal miliknya, jika hal itu bisa dilakukannya, maka ia tidak akan lagi pikir panjang. Hanya saja apalah daya, golongan darahnya tidak sama dengan ibunya, selain itu dokter melarang keras karena usia Qingdong yang masih terlalu muda.

Aku Datang Bersama Dengan Ibuku

Kisah Inpiratif: Mantan Atlet yang Rela Berjualan Telur Demi Bantu Ibunya

Hari berikutnya Qingdong kembali mengikuti kompetisi tersebut dan melanjutkannya, meski belum ditentukan siapa pemenangnya, Qingdong terus berjuang dan tidak pernah patah semangat. Di hari kedua kompetisi adu bakatnya, kini Qingdong mengajak serta ibu tercintanya dan rupanya tindakan Qingdong seperti ni tidak pernah diketahui oleh ibunya dan betapa teharunya sang ibu menyaksikan perjuangan anaknya yang begitu mencitainya hingga meneteskan air mata.

Dan akhirnya siapa yang menduga jika hadiah yang ia terima bukan saja didapat dari kompetisi tersebut. Berkat penyiaran media ini banyak sebagian orang yang merasa ia dengan pengorbananya, bahkan seorang profesor dari Universitas Medis Dalian China sanggup menanggung seluruh pengobatan ibunya. Selain itu Qingdong juga mendapatkan hadiah dan penghargaan dari Komisaris perusahaan olahraga Guangzhou dan dari wakil kepala marketing perusahaan mobil Shenzen.

Sungguh sebuah perjuangan yang berbuah manis ya, semoga perjuangan ini bisa menginspirasi kita untuk tidak mudah menyerah dan selalu berusaha lebih baik lagi.

Anda Bisa Simak Video Berikut Ini 

{embed:youtube:7dgoQTf5c3k}

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)