Kisah Mengharukan: Seorang Pengemis Nabung Selama 2 Tahun Untuk Membelikan Baju Anak

Setiap orang tua tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Hanya saja apa daya, himpitan ekonomi terkadang membuat orang tua menunda memberikan apa yang anaknya inginkan. Namun meskipun begitu orang tua tetap akan memberikan yang anaknya inginkan walaupun harus berusaha  dengan keras seperti kisah ayah yang satu ini. Ayah ini diketahui seorang pengemis, demi membelikan baju baru untuk anaknya ia harus menabung selama 2 tahun. Kisahnya begitu menyentuh hati dan membuat haru.

Diusir Oleh Penjaga Toko

Tepatnya dua tahun yang lalu, seorang ayah yang diketahui bernama  Kawsar Hossain belum mampu memenuhi keinginan putrinya untuk membelikan baju baru. Saat itu, ia belum mampu membelikan baju yang diinginkan putrinya tersebut. Bahkan hanya melihat-lihat saja ia sempat diusir oleh seorang penjaga toko.

Hossain memang seorang pengemis. Namun, itu bukanlah keinginan dirinya. 10 tahun yang lalu diketahui ia mengalami kecelakaan yang menjadikan dirinya cacat. Bus yang ia tumpangi jatuh  ke dalam  jurang, namun beruntung ia selamat. Hanya saja, saat itu ia harus merelakan tangannya diamputasi dan membuat dirinya menjadi cacat.

Kisah-pengemis-mengharukan.jpg

Putri Hossain bernama Sumaiya. Putrinya tersebut menyukai baju yang terpajang di sebuah toko. Baju tersebut harganya sekitar 50 ribuan. Hanya saja, keadaan ekonominya yang buruk saat itu membuat ia tidak bisa membelikan baju yang putrinya sukai tersebut. Bahkan karena penampilan yang tidak meyakinkan, petugas toko malah mengusirnya ke luar.

Melihat sang  ayah diusir, membuat putrinya menangis yang kala itu sedang bersamanya. Sang putri kemudian mengajak ayahnya pulang. Gadis kecil yang tidak tahu apa-apa itu merasa terharu ketika ayahnya diperlakukan buruk oleh petugas toko. Ketika itu, Sumaiya mengatakan pada sang ayah bahwa ia tidak lagi menginginkan baju baru.

Hossain Merasa Iba dan Tersentuh

Ketika melihat putrinya menangis, Hossain merasa sangat tersentuh dan iba. Tangisan putrinya tersebut menjadikan ia semangat untuk membelikan baju baru kepada putrinya. Dari hari ke hari ia menabung sedikit demi sedikit. Uang hasil mengemis yang tidak terlalu banyak pasti ia sisihkan sedikit untuk membelikan baju keinginan putrinya. Dan setelah menabung selama dua tahun, akhirnya Hossain bisa membelikan baju untuk putrinya . Ia kembali ke toko tempat dimana ia dulu diusir dan membeli baju yang putrinya inginkan.

Melihat sang ayah membelikan baju yang ia inginkan, Sumaiya merasa senang dan berterima kasih pada sang ayah. Selain membelikan baju baru, Hossain juga mengajak putrinya jalan-jalan. Bahkan tanpa sepengetahuan sang istri, pria tersebut meminjam ponsel tetangga untuk memotret putrinya.

Saat mengemis, anak-anak Hossain selalu memperhatikan dirinya dari jauh. Hossain sebenarnya merasa sangat malu jika anak-anaknya mengetahui bahwa dirinya meminta-minta pada orang lain.  Hanya saja,  anak-anaknya selalu mengingatkan bahwa ia tak boleh malu. Tidak apa-apa melihat sang ayah menjadi seorang pengemis yang terpenting ayahnya tersebut baik-baik saja. Anak-anak Hossain sangat menyayangi ayahnya. Mereka bahkan sangat  takut jika ayahnya kecelakaan lagi dan meninggalkan mereka.

Itulah bukti kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Kasih orang  tua sepanjang masa, cintanya begitu sempurna bahkan tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Ia rela melakukan apapun untuk membuat  anaknya bahagia karena baginya kebahagiaan anak adalah hal yang paling penting. Senyum sang anak adalah kebahagiaan untuk setiap orang tua.

Loading...

Loading...