Organ kewanitaan pada perempuan adalah bagian paling sensitif.

Tak ayal hal ini dikarenakan bagain tersebut seringkali terkena masalah apabila si pemiliknya tidak pandai dalam menjaga dan merawat kebersihan serta kesehatan organ tersebut.

Baca Juga:

Letaknya yang berada dibagian bawah dan menjadi sumber keluar masuknya bakteri membuat bagian organ kewanitaan bisa sangat sensitif terhadap masuknya benda asing kedalamnya. Tak heran ketika bagian ini bermasalah maka akan banyak tanda dan gejala yang akan mungkin dirasakan salah satunya seperti gatal yang tak tertahankan yang menyerang bagian ini.

Ya, gatal pada bagian kemaluan tentu saja menjadi hal yang akan sangat menganggu dan menyiksa. Pasalnya anda para wanita tidak akan mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya dengan terus menerus menggaruk bagian ini untuk mengatasi gatal pada bagian organ kewanitaan.

Selain itu rasanya akan sangat mengurangi rasa percaya diri pada saat gatal mulai menyerang dan pada waktu yang bersamaan anda tengah berada bersama dengan orang lain. Kondisi gatal yang menyiksa dan ketidak mampuan anda untuk menggaruk bagian ini tentu akan menimbulkan kondisi yang menyiksa dan membuat anda dibuat tak nyaman.

Bukan hanya itu, menggaruk bagian organ kewanitaan pada saat terjadi gangguan dibagian tersebut tentu akan membuat bagian ini menjadi terinfeksi. Alhasil kebiasaan menggaruk inilah yang akan menimbulkan ruam dan sakit dibagian tersebut. Selain menimbulkan perasaan sakit yang menyiksa, menggaruk bagian organ kewanitaan pada saat gatal tentu akan meninggalkan luka bekas garukan. Lantas bagaimanakah menyikapi kondisi gatal pada bagian organ kewanitaan tersebut?

menangani gatal organ intim


Gatal Pada Bagian Organ Kewanitaan

Gatal yang dirasakan pada organ kewanitaan adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa dan kondisi ini cenderung tidak berbahaya. Akan tetapi demikian kondisi ini akan berubah menjadi kondisi yang berbahaya apabila anda mengabaikan kondisi gatal tersebut.

Gatal pada bagian organ kewanitaan yang dibiarkan begitu saja akan berubah menjadi kondisi yang berbahaya bila tidak segera ditangani. Hal ini dikarenakan kondisi gatal yang menyerang bagian organ kewanitaan bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan pada bagian tersebut.

Bayangkan apabila rupanya rasa gatal tersebut adalah indikasi dar adanya penyakit serius dalam tubuh namun pada saat yang bersamaan kondisi ini anda abaikan begitu saja, maka mungkin ini sama artinya dengan anda mengabaikan kesehatan ada dari ancaman penyakit yang berbahaya.

Untuk itulah meski dampaknya tidak berbahaya akan tetapi mengabaikan adanya paparan penyakit dalam tubuh bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Seberapa kecilnya dampak dari sebuah penyakit akan tetap bahaya dampaknya apabila si penderita mengabaikan kondisi tersebut.

Terutama pada gatal dibagian organ kewanitaan yang datang bersama dengan gejala lain dan kondisi ini tidak kunjung sembuh selama beberapa hari. Dengan demikian perlu dicari solusi untuk mengatasi kondisi ini agar tidak memburuk dan berlangsung lama.

Nah untuk itu maka mari kita ketahui terlebih dahulu apa saja penyebab dibalik rasa gatal yang akan mungkin dirasakan ini? Simak dibawah ini.

Penyebab Gatal Pada Bagian Organ Kewanitaan

Gatal dibagian organ kewanitaan dapat terjadi sebagai satu atau kombinasi beberapa penyebab. Dibutuhkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter guna mendeteki kondisi yang menyebabkan gatal tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter akan menghasilkan diagnosis yang tepat sehingga pengobatan yang optimal pun bisa dilakukan dengan lebih cepat dan lebih tepat. Untuk mengetahui beberapa penyebab umum yang dapat terjadi dari kondisi gatal pada bagian organ kewanitaan, maka mari kita simak beberapa hal dibawah ini:

1. Penggunaan Bahan Kimia

Penyebab pertama dari timbulnya rasa gatal yang tak tertahankan pada bagian organ kewanitaan adalah adanya penggunaan bahan kimia. Dalam hal ini si penderita mungkin memiliki riwayat alergi bahan-bahan kimia tersebut.

Beberapa penggunaan bahan kimia seperti halnya sabun, pembalut atau bahkan penggunaan deterjen pada saat mencuci celana dalam akan mungkin menimbulkan rasa gatal yang cukup tak tertahankan.

Untuk mengetahui kondisi ini maka sebaiknya anda mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter agar demikian diketahui dengan pasti apa saja penyebab timbulnya rasa gatal pada bagian organ kewanitaan tersebut.

2. Infeksi Jamur

Jamur yang tumbuh berlebihan dibagian organ kewanitaan dan bagian vulva adalah salah satu penyebab yang dapat menimbulkan perasaan gatal dibagian organ kewanitaan. Infeksi jamur ini lebih beresiko tinggi terjadi pada saat wanita sedang hamil, penggunaan antibiotik, aktif berhubungan seksual dan ketika sistem kekebalan tubuh pada si wanita sedang melemah.

Selain gatal yang ditimbulkan, kondisi infeksi akibat jamur akan dapat menyebabkan bagian organ kewanitaan menimbulkan cairan putih dan kental yang merujuk pada keputihan bermasalah.


3. Adanya Vaginasis Bakteri

Keberadaan bakteri-bakteri sehat pada organ kewanitaan dan daerah sekitarannya adalah hal yang normal dan wajar pada wanita. Akan tetapi selain jenis bakteri baik tersebut bagian organ kewanitaan lebih rentan tekena paparan bakteri jahat yang dapat menimbulkan infeksi dan menyebabkan rasa gatal menyerang dibagian ini.

Selain perasaan gatal yang menyiksa pada vaginasis bakteri juga datang dengan membawa gejala lainnya, diantaranya adalah rasa perih dan keluarnya ciaran keputihan dengan bau yang tidak sedap dari bagian organ kewanitaan.

4. Adanya Perubahan Hormon

Perubahan hormon pasti akan dialami oleh seorang wanita dan biasanya perubahan ini akan secara signifikan dapat dilihat pada saat wanita sedang hamil, menstruasi atau pada saat wanita memasuki masa menupausenya.

Pada saat masa-masa tersebut akan terjadi maka akan menyebabkan adanya peningkatan hormon atau pun mengalami penurunan pada wanita. Dalam hal ini respon tubuh akan berbeda-beda. Ada wanita yang akan merasakan nafsu makan yang meningkat, tidak memiliki nafsu makan bahkan sampai dengan timbulnya rasa gatal pada bagian organ kewanitaan.

Kondisi gatal yang menyerang bagian organ kewanitaan biasanya akan dialami jika terjadi perubahan hormon yang mengalami penurunan.

Dengan adanya penurunan hormon bagian area intim wanita bisa jadi kering sehingga bagian tersebut akan mungkin mengalami gatal yang tak tertahankan. Untuk mengatasi kondisi ini sebaiknya konsultasikan ke dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan.

5. Menopause

Turunnya produksi hormon esterogen pada akhir masa reproduksi pada wanita akan menyebabkan dinding bagian organ intim menjadi menipis dan mengering. Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan organ wanita menjadi gatal dan iritasi. Selain pada lansia, kondisi serupa juga bisa terjadi pada wanita yang sedang dalam tahapan menyusui bayinya.


6. Stres

Bukan hanya disebabkan oleh beberapa hal diatas, kondisi gatal pada bagian organ intim kewanitaan bisa jadi disebabkan oleh stres. Stres juga dapat menyebabkan perubahan hormon atau menyebabkan penurunan hormon yang mana kondisi ini salah satunya bisa menyebabkan perasaan gatal pada bagian organ kewanitaan.

Selain itu meski jarang terjadi, namun perubahan emosional yan tidak stabil akan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga resiko gatal pada bagian organ kewanitaan menjadi lebih besar.

7. Penyakit Menular Seksual

Beberapa jenis penyakit berbahaya yang ada dalam tubuh juga bisa menimbulkan gatal pada bagian organ kewanitaan. Inilah mengapa gatal pada bagian organ kewanitaan perlulah diwaspadai untuk menghindari kondisi berbahaya penyakti menular seksual seperti halnya herpes, klamidia, gonore dan juga trikomoniasis.

8. Lichen Sklerosis

Kondisi ini adalah gangguan kesehatan pada bagian organ kewanitaan yang timbul dengan adanya tanda bercak putih pada bagian sekitar kemaluan. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi dan umumnya lebih sering dialami oleh wanita pascamenopause. Bukan hanya itu ada pula penyakit kulit lainnya seperti eksim juga bisa menjadi penyebab timbulnya rasa gatal pada bagian organ kewanitaan.

Itulah beberapa jenis penyebab yang bisa menjadi pemicu timbulnya gatal pada bagian organ kewanitaan. Iritasi dibagian organ kewanitaan pada umumnya akan dapat membaik dengan sendirinya tanpa harus mendapatkan pengobatan yang khusus. Akan tetapi bila tidak, sebaiknya segera konsultasikan kondisi kesehatan anda ke dokter agar anda bisa segera mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Segera konsultasikan dengan dokter terdekat, terutama bila bagian organ kewanitaan anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gejala-gejala tidak normal lain yang tetap ada hingga  lebih dari 1 minggu.
  • Bisul atau luka seperti sariawan pada vulva.
  • Sulit buang air kecil atau terasa perih saat buang air.
  • Gatal disertai pendarahan dan pembengkakan.
  • Keluarnya cairan tidak normal dari vagina.

Pada kondisi-kondisi diatas dokter akan memeriksa secara fisik dan menganjurkan tes medis untuk diberikan pada anda. Beberapa tes medis yang biasanya akan ditawarkan oleh dokter untuk mengatasi masala ini adalah dengan menggunakan pap smear, tes uris dan juga tes darah guna mendeteksi kemungkinana adanya penyakit tertentu dalam bagian organ kewanitaan.

Bagian organ intim yang disertai dengan perasaan gatal akan ditangani dengan cara yang berbeda tergantung pada sebab apa yang mendasarinya. Antara lain adalah:

Gatal yang disebabkan menopause ditangani dengan krim atau memberikan tablet estrogen. Jenis obat-obatan seperti losion estrogen atau krim kerap kali digunakan untuk menangani gatal dan peradangan yang ditimbulkan.

  • Jamur pada vagina ditangani dengan obat-obatan antijamur yang dikonsumsi dengan diminum atau krim yang dioleskan pada vagina.
  • Infeksi menular seksual ditangani dengan antibiotik.
  • Obat-obatan dengan jeni antihistamin umumnya akan digunakan untuk menangani perasaan gatal yang timbul akibat alergi.

Cara Mengobati Gatal Pada Organ Kewanitaan Agar Tidak Kembali dan Lekas Sembuh

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah datangnya gatal-gatal pada daerah kewanitaan atau bagaimana cara menangani kondisi ini apabila gejala mulai muncul. Selain pada orang dewasa, beberapa cara dibawah ini bisa diaplikasikan pada anak-anak dan juga remaja putri.

Hindari penggunaan bahan-bahan dengan kandungan kimia, seperti halnya pembalut atau pantyliner juga permbersih organ kewanitaan yang beraroma.

Biasakan untuk rajin mengganti celana dalam anda setiap harinya. Selain itu pilih juga bahan celana dalam yang menyerap keringan sehingga menghindarkan bagian organ kewanitaan dari kelembapan, contohnya dengan mengenakan bahan celana dalam dari katun.

  • Hindari melakukan hubungan intim pada saat organ kewanitaan terasa gatal.
  • Meski rasa gatal pada bagian organ kewanitaan tak tertahankan sebaiknya hindari menggaruk bagian ini.
  • Sebisa mungkin kurangi penggunaan celana atau rok yang terlalu ketat dan mengikat terlalu kencang
  • Segera ganti baju renang atau baju olahraga terutama setelah dikenakan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani gatal pada bagian organ kewanitaan. Semoga bermafaat!

Loading...

Loading...