Masalah keputihan kerap kali menjadi masalah yang telah lama dikeluhkan pada wanita.

Telah sejak lama sebagian banyak wanita mengeluhkan kondisi masalah yang menyerang bagian organ wanitanya ini. Betapa tidak organ kewanitaan adalah bagian organ yang penting yang memiliki peranan utama dan telah menjadi mahkota untuk para wanita. Sehingga bila terjadi sedikit masalah saja pada bagian ini maka sebagian wanita akan mungkin merasa khawatir dan tidak tenang, meski demikian tak sedikit para wanita yang merasa acuh dengan kondisi ini dan menganggap hal ini akan dapat pulih dengan sendirinya.

Baca Juga:

Masalah dibagian organ intim kewanitaan paling sering menimbulkan ketakutan yang besar yang ditakuti oleh sebagian besar wanita. Betapa tidak keputihan atau keluarnya cairan yang tidak normal dari bagian organ kewanitaan akan tentu saja menganggu dan dapat pula menimbulkan kondisi yang tidak nyaman untuk si penderitanya.

Beraktivitas tidak nyaman, berpergian menganggu dan bahkan pada saat anda bersantai sementara dalam waktu yang bersamaan timbul keputihan maka kondisi ini akan dapat membuat siapa saja tak merasa nyaman dengan kondisinya yang demikian.

Untuk itulah masalah keputihan perlu sekali mendapatkan perhatian lebih tentang bagaimana menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang kompleks ini.

Cairan yang dikeluarkan oleh vagina merupakan hal yang normal dari dalam tubuh. Sebab pada umumnya fungsi utama dari cairan tersebut adalah untuk melindungi tubuh serta mengeluarkan sel mati dan kuman yang masuk kedalam organ kewanitaan dengan cara dikeluarkannya cairan tersebut.

Nah dengan demikianlah pada dasarnya keluarnya cairan keputihan dari dalam organ kewanitaan adalah hal normal yang justru bermanfaat untuk tubuh. Untuk mengetahui lebih jauh tentang apa itu keputihan, mari simak dibawah ini.

mengapa bisa terjadi keputihan berwarna coklat


Apa Itu Keputihan?

Keputihan atau yang dalam bahasa medis disebut dengan leukorea adalah keluarnya cairan dari bagian organ kewanitaan cairan yang keluar adalah bukan darah. Kondisi keluarnya cairan ini bukan hanya terjadi karena penyakit namun justru kebanyakan adalah hal yang normal yang terjadi pada wanita. Keputihan merupakan upaya tubuh yang dilakukan guna menjaga kebersihan organ kewanitaan dan menjaga agar lingkungan pada area tersebut tetap sehat dan terjaga dengan baik.

Interaksi antara kedua hormon esterogen dan progesteron dalam tubuh seorang wanita berperan terhadap perubahan tubuh wanita selama siklus menstruasi terjadi. Sehingga tidak heran apabila warna, tekstur ataupun jumlah keputihan yang keluar akan bergantung pada tahapan siklus menstruasi yang terjadi.

Akan tetapi pada keputihan yang normal cairan yang dikeluarnya umumnya tidak berwarna, tidak berbau dan keluar dengan jumlah yang tidak berlebihan. Kondisi inilah yang menjadi mekanisme tubuh dalam mengeluarkan kuman atau bakteri yang masuk kedalam tubuh.

Akan tetapi selain tidak berwarna, keputihan yang keluar dari organ kewanitaan bisa bermasalah dan keluar dengan warna yang berbeda, tekstur yang berbeda serta bau yang tidak wajar. Pada kondisi ini keputihan yang keluar haruslah diwaspadai sebab bisa jadi kondisi ini merujuk pada kondisi yang tidak wajar dan mengindikasikan adanya penyakit dalam tubuh anda.

Kondisi keputihan yang bermasalah adalah hal yang harus anda waspadai dengan baik. Hal ini dikarenakan keputihan yang bermasalah adalah salah satu dari sekian banyak masalah pada organ kewanitaan yang dampaknya berbahaya.

Kondisi ini bisa menyebabkan kemandulan atau bahkan kematian pada si penderita. Untuk itulah segera konsultasikan kondisi ini ke dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa dilakukan dengan segera dengan demikian kemungkinan terburuk dari kondisi keputihan ini bisa dihindari dengan baik.

Ciri Keputihan yang Normal

Selain bebarapa tanda keputihan normal diatas, ada beberapa hal yang bisa mengindikasikan keputihan yang normal yakni cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan tidak encer serta tidak mengeluarkan bau yang menyengat. Gejala ini merupakan proses normal yang umumnya akan terjadi sebelum atau sesudah siklus menstruasi terjadi dan seringkali menjadi tanda subur pada seorang wanita.

Keluarnya cairan pada organ kewanitaan ini bisa dialami oleh wanita pada segala usia dengan alasan tertentu. Nah beberapa orang yang mengalami keluarnya cairan dari organ kewanitaan yang normal diantaranya adalah:

Pada bayi perempuan yang baru saja lahir ke dunia, dalam waktu satu sampai dengan sepuluh hari dari bagian vaginanya akan keluar cairan dan hal ini adalah kondisi yang normal. Keluarnya cairan ini diakibatkan oleh pengaruh hormon yang dihasilkan oleh pasenta atau uri.

Sementara pada gadis remaja kadang-kadang mereka pun akan mengalami hal serupa dengan kaluarnya cairan keputihan sesaat sebelum masa pubertas. Kondisi ini biasanya akan dapat menghilang denga sendirinya dan ini adalah hal yang wajar.

Pada keputihan yang normal, keluarnya cairan tidak disertai dengan perasaan gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau mengalami daya tahan tubuh yang lemah. Sebagian besar datangnya cairan tersebut adalah dari bagian leher rahim, walaupun adapula yang keluar dari bagian organ kewanitaan yang terinfeksi atau alat kelamin bagian luar.

Keputihan akan lebih sering muncul pada wanita hamil. Hal ini dikarenakan pada saat hamil wanita mengalami perubahan hormonal. Kehamilan membuat aliran darah yang meningkat kebagian daerah kewanitaan dimana hal ini umumnya mempengaruhi produksi cairan dibagian area kewanitaan menjadi meningkat. Pada wanita hamil sejumlah cairan yang keluar bermanfaat untuk mencegah infeksi dari daerah intim yang menyebar kebagian rahim. Akan tetapi tidak jarang hal ini biasanya akan memuat infeksi terjadi apabila hygienitas pada organ kewanitaan tidak dijaga dengan baik.

Selain keputihan yang normal, munculnya cairan dari organ vagina pun bisa bermasalah dengan munculnya warna pada cairan seperti putih susu, keputihan berwarna kuning kehijauan, keputihan berwarna coklat dan sebagainya tergantung pada faktor yang mempengaruhinya.

Keluarnya warna pada keputihan seringkali mengindikasikan adanya masalah serius dalam tubuh. Keluarnya jenis cairan ini biasanya terjadi pada akhir periode menstruasi atau bisa juga terjadi pada masa kehamilan.

Jika keputihan anda tidak hanya berwarna, namun juga berbau dan disertai dengan perasaan gatal dan munculnya gejala lainnya maka mungkin itu adalah tanda-tanda adanya gangguan kesehatan. Nah, untuk mengetahui hal apa saja yang dapat menyebabkan keputihan berwara coklat pada seseorang, mari simak dibawah ini.


Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Keputihan bisa disebabkan oleh tanda ovulasi, awal pada masa kehamilan, mendeteksi menopaue, atau sudah memasuki masa menopause. Keputihan yang muncul biasanya berwanr coklat muda sampai dengan coklat tua.

Selain itu keputihan dengan warna coklat pun bisa terjadi apabila anda mengalami pendarahaan dinding rahim atau endometrium. Kondisi ini biasanya terjadi sebelum menstruasi dimulai atau pada tahapan akhir menstruasi.

Akan tetapi keputihan berwarna coklat tidak hanya terbatas oleh hal-hal normal diatas saja. Sebab ada banyak faktor lain yang membuat kondisi ini terjadi, diantaranya adalah:

Pendarahaan yang disebabkan Oleh Implantasi Janin

Keputihan jenis ini bisa mungkin dipicu karena proses penanaman sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim. Pada kondisi ini keputihan yang terjadi bisa menimbulkan warna yang berbeda yakni berwarna merah, merah muda atau bahkan coklat muda dan bisa jadi merupakan tanda-tanda awal sebuah kehamilan. Adapun jenis keputihan ini normal sifatnya dan bisa trjadi selama 10-14 hari setelah masa pembuahan terjadi.

Dengan demikian pada saat anda tidak mendapatkan menstruasi setelah terjadi hubungan intim bersama dengan pasangan, maka mungkin keluarnya keputihan dengan warna diatas bisa menjadi indikasi kehamilan terjadi.

Adanya Atrofi Vaginitis

Kondisi ini terjadi akibat tubuh wanita mengalami kekurangan hormon esterogen. Pada kondisi atrofi vaginitis, organ kewanitaan mengalami peradangan atau inflasi akibat rusaknya bagian jaringan otot dan produksi cairan lubrikasi yang menurun.

Bila anda mengalami kondisi ini maka anda bisa mungkin merasakan sakit pada sat melakukan hubungan intim bersama dengan pasangan. Bukan hanya itu gejala lain yang mungkin dirasakan diantaranya adalah organ kewanitaan yang kering, perih dan mengeluarkan keputihan berwarna coklat. Selain berwarna coklat, keputihan yang anda alami pun bisa berwarna kuning dan menimbulkan aroma bau busuk yang tidak sedap.

Saat anda mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera konsultasikan kondisi kesehatan ini ke dokter sebelum kondisi ini berubah menjadi lebih buruk.

Adanya Penyakit Seksual yang Menular

Munculnya cairan keputihan yang berwarna coklat juga bis mengindikasikan adanya penyakit seksual yang menular, seperti halnya gonore, kutil kelamin, trikomoniasis dan juga klamidia. Pada kondisi ini penting sekali memperhatikan gejala lain yang menyertai keputihan yang dirasakan seperti halnya timbulnya bau, ruam, perih dan gatal pada organ kewanitaan. Kondisi ini tentu perlu mendapatkan perhatian dokter dengan segera karena kondisi ini jelas berbahaya.

Adanya Kanker Serviks

Munculnya cairan keputihan dengan warna coklat yang menyertainya bisa menjadi tanda adanya penyakit kanker serviks yang menyerang bagian leher vagina. Perhatikan pula tanda-tanda lain yang menyertai kondisi ini, seperti halnya turunnya berat bada secara drastis, kelelahan yang berlebihan, nafsu makan yang berkurang dan sakit dibagian pinggul serta tungkai yang menyerang. Ketika kondisi ini mulai menyerang berkonsultasi ke dokter adalah hal penting yang harus dilakukan.


Adanya Polip Pada Rahim

Kondisi polip rahim pun bisa menjadi penyebab kemunculan keputihan dengan disertai bercak coklat. Bukan hanya keputihan, gejala-gejala lain seperti halnya perndarahan setelah melakukan hubungan intim atau munculnya darah menstruasi yang keluar cukup banyak bisa menjadi tanda adanya polip rahim. Kondisi ini seringkali cukup membingungkan dengan gejala yang kurang jelas. Untuk itu sebaiknya hubungi dokter pada saat anda mulai merasakan kondisi yang salah dengan tubuh anda.

Terlepasnya Jaringan Endometrium Tua

Pada wanita muda sesaat sebelum mereka menghadapi menstruasi maka memungkinkan untuk tubuhnya mengeluarkan keputihan dengan disertai warna yang coklat pada cairan yang keluar akibat terlepasnya jaringan endometrium yang sudah tua ketika menstruasi.

Beberapa penyebab diatas adalah hal yang merujuk pada kondisi yang besar. Dengan demikian sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter agar diagnosa yang tepat bisa anda dapatkan dengan lebih mudah. Dengan demikian penanganan yang tepat akan bisa anda dapatkan.

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat Tua

Selain beberapa hal diatas cairan keputihan berwarna coklat tua seringkali menimbulkan pertanyaan yang besar. Adapun untuk cairan keputihan berwarna coklat tua diantaranya adalah:

  • Kehamilan
  • Penyakit inflamasi pelvis (radang panggul)
  • Ovulasi
  • Kanker Serviks
  • Perdarahan endometrium
  • Menopause

Perhatikan tanda-tanda lain yang mungkin dirasakan jika anda mengalami keputihan dengan keluarnya cairan berwarna coklat secara terus-menerus. Periksakan kesehatan anda ke dokter bila anda merasakan gatal, nyeri dibagian organ kewanitaan, pembengkakan dibagian organ kewanitaan, sakit pada saat berhubungan intim bersama dengan pasangan dan timbulnya bau busuk pada saat keluarnya cairan keputihan.


Pengobatan Keputihan Berwarna Coklat

Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan keputihan berwarna coklat seperti halnya kondisi-kondisi normal yakni kehamilan tidak perlu diobati sebab kondisi ini merupakan perubahan tubuh yang normal. Akan tetapi bila keluhan yang dirasakan dari keputihan disertai dengan keluhan lainnya atau masa berlangsungnya lama maka kemungkinan terdapat penyebab lain sehingga harus diperiksakan terlebih dahulu melalui pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan.

Apabia sudah jelas peneybab dari keputihan berwarna coklat yang dialami adalah karena adanya penyakit maka cara mengobati kondisi ini akan bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Misalkan seperti:

Penyebabnya Kanker Serviks

Bila penyebab keputihan berwarna coklat disebabkan oleh kondisi kesehatan dengan munculnya kanker serviks pada bagian organ kewanitaan maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan radiasi, operasi atau dengan menggunakan kemoterapi.

Penyebabnya Penyakit Menular Seksual

Bila rupanya penyebab dari kondisi keputihan yang dialami adalah adanya penyakit menular seksual, maka yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi obat antibiotik. Akan tetapi dalam hal ini anda perlu mengkonsultasikan masalah ini ke dokter terlebih dahulu agar dosis yang tepat bisa diberikan oleh dokter.

Penyebabnya Adalah Polip Rahim

Bila rupanya penyebab dari kondisi keputihan berwarna coklat yang dialami adalah akibat polip rahim. Maka biasanya ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Pilihan pertama yang dapat dilakukan untuk pengobatan polip rahim adalah dengan memberikan obat hormonal untuk mengurangi gejala dan memperkecil ukuran polip yang menyerang.

Sementara itu pilihan lainnya adalah dengan melakukan prosedur kuret pada wanita yang menderita kondisi ini. Metode ini akan dilakukan oleh dokter ahli kandungan. Melalui dokter, polip yang tertanam akan dikikis dari dinding darih. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Bukan hanya itu, anda juga dapat melakukan prosedur histerektomi, yakni dengan mengangkat semua polip yang tumbuh dan kemudian mengirimnya ke laboratorium guna dilakukan pemeriksaan.

Polip pada umumnya tidak bersifat kanker. Namun apabila ternyata ditemukan kanker dibagian rahim, maka dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan lebih lanjut pada si penderita.

Akan tetapi, apabila keputihan yang muncul rupanya disebabkan oleh menopause, ovulasi atau bahkan menstruasi maka anda tidak bisa mencegah hal tersebut dengan melakukan pengobatan atau tindakan untuk mengatasinya. Karena hal ini adalah kondisi yang terjadi secara alamiah.

Sementara itu bila penyebabnya adalah penyakit berbahaya seperti kanker serviks, polip rahim dan lain sebagainya maka kondisi ini perlu segala diatasi dengan pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi ini.

Masalah organ kewanitaan bisa membuat khawatir hampir setiap wanita. Seperti halnya keputihan yang disertai dengan bau yang tidak sedap dan gejala yang menyertainya tentu akan membuat wanita itu sendiri dibuat tidak percaya diri.

Keputihan yang berwarna coklat yang keluar dari organ kewanitaan adalah hal yang wajar. Namun demikian kondisi ini tetap harus diwaspadai karena bisa jadi mengindikasikan adanya penyakit berbahaya seperti yang dijelaskan diatas. Segera bawa kondisi kesehatan anda ke dokter agar penanganan lebih dini bisa segera dilakukan.

Loading...

Loading...