Keputihan seringkali menjadi masalah yang rumit yang dialami oleh sebagian besar wanita.

Terutama pada ibu hamil, kondisi ini bisa menjadi permasalahan besar yang menghantui kehamilan yang sedang dijalani oleh ibu hamil. Betapa tidak, semua ibu hamil tentu menginginkan bila janin yang dikandungnya tidak mengalami masalah tumbuh kembang dan masalah lainnya. Untuk itulah segala cara akan senantiasa dilakukan demi menjaga kehamilannya agar tetap sehat.

Baca Juga:

Kehamilan adalah dambaan untuk setiap pasangan yang telah menikah. Kehadiran buah hati ditengah-tengah keluarga kecilnya tentu akan semakin menyempurnakan kebahagiaan memiliki sebuah rumah tangga bersama dengan pasangan.

Sayangnya tidak semua pasangan yang telah menikah mendapatkan keberuntungan yang baik dengan hadirnya buah hati ditengah-tengah keluarga mereka. Sebagian harus menunggu dengan sabar sampai akhirnya impian menimang buah hati bisa mereka dapatkan. Bahkan untuk sebagian lain, mereka harus dengan rela mengubur dalam-dalam impian memiliki momongan karena berbagai alasan tertentu yang membuat mereka tak bisa mewujudkan impian memiliki buah hatinya.

Nah untuk semua permasalahan inilah anda yang telah diberikan berkah dan karunia yang besar dari Tuhan dengan hadirnya buah hati dalam kandungan anda. Maka sudah seyoganya anda menjaga dengan baik kehamilan yang anda jalani saat ini. Usahakan dan upayakan segala cara agar kehamilan yang anda jalani tidak mengalami masalah baik permasalahan untuk ibu hamil atau masalah untuk si janin yang tengah dikandungnya. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam menjaga kehamilan yang sehat adalah dengan memastikan bahwa ibu hamil memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan janin dalam kandungannnya.

bahaya keputihan saat hamil

Sayangnya meski banyak hal yang dilakukan dalam upaya untuk mencegah terjadinya masalah pada kehamilan akan tetapi tantangan seringkali hadir dan muncul yang membuat ibu hamil dibuat khawatir dengan kondisi tersebut.

Ya, salah satu permasalahan yang seringkali hadir pada masa kehamilan adalah timbulnya keputihan. Masalah ini seringkali menimbulkan pertanyaan yang besar untuk para ibu hamil. Bahayakah kondisi keputihan tersebut? Lalu bagaimana dampaknya untuk si buah hati dalam kandungan? Jawabannya adalah tergantung dari kondisi keputihan yang muncul dari bagian organ kewanitaan.

Keputihan sebenarnya adalah hal yang wajar pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika muncul atau keluarnya lendir dari bagian organ kewanitaan namun bukanlah darah. Selain itu kondisi ini adalah hal yang wajar dan normal terjadi. Sebaliknya keputihan yang normal adalah lendir yang keluar secara berkala yakni sebelum mentruasi dan setelah menstruasi.


Selain itu kondisi ini pun bisa mengindikasikan masa subur pada seorang wanita. Dengan demikian untuk anda yang mendambakan memiliki momongan, maka keluarnya cairan keputihan yang normal bisa dijadikan patokan pada saat hendak berhubungan bersama dengan pasangan.

Terutama pada ibu hamil, kondisi keputihan ini bisa terjadi akibat adanya peningkatan kadar hormon esterogen dan meningkatakn aliran darah kebagian organ intim kewanitaan. Yang mana hal ini membuat frekuensi dan kaar keputihan akan semakin meningkat pada masa kehamilan, terutama pada kehamilan muda yakni usia trimester awal.

Cairan tambahan yang keluar dari bagian leher rahim ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan organ kewanitaan, bakteri normal dari organ intim dan sel-sel mati dari dinding organ intim. Dengan demikian pada kondisi yang normal keputihan adalah hal yang wajar dan malah memiliki fungsi yang baik sebagai pertahanan tubuh dari bakteri dan mikroorganisme yang masuk kedalam bagian tersebut.

Hanya saja kondisi ini akan baik dan wajar apabila keluarnya cairan keputihan berada dalam standar yang normal dan baik-baik saja. Pada keputihan yang normal cairan atau lendir yang keluar tidaklah berbahaya karena cairan ini tidak berwarna, tidak berbau, tidak berwarna dan teksturnya encer.

Selain itu ketika cairan ini keluar tidak ada gejala lain seperti gatal, perasaan panas atau datang dengan jumlah yang berlebihan. Nah selain dari beberapa ciri diatas keputihan yang muncul bisa jadi adalah keputihan yang berbahaya.

Dalam bahasa kedokteran keputihan yang berbahaya disebut dengan keputihan patologis (keputihan penyakit). Jenis keputihan ini perlu diwaspadai karena ini adalah akibat dari masuknya benda asing kebagian organ kewanitaan yang akan mungkin menginfeksi bagian tersebut. Pada ibu hamil kondisi ini harus diwaspadai dengan baik karena dampaknya bukan hanya membahayakan diri anda namun juga si janin yang anda kandung.

Adapun ciri-ciri dari keputihan patologis diantaranya adalah:

  • Cairan yang keluar berwarna kekuningan, kehijauan, coklat, merah atau bahkan keabu-abuan.
  • Jumlah cairan yang keluar banyak dan muncul kapan saja.
  • Cairan yang keluar disertai dengan aroma bau yang anyir bahkan pada kondisi tertentu bau busuk.
  • Tekstur dari cairan lengket, kental
  • Gejala yang datang menyertai pada saat keputihan muncul seperti gatal, perih dan kepanasan dibagian organ kewanitaan.

Beberapa ciri dari keputihan diatas haruslah diwaspadi karena dampaknya berbahaya. Untuk mengetahui jenis bahaya keputihan patologis pada ibu hamil. Mari simak dibawah ini.


1. Kelahiran Prematur Pada Bayi

Salah satu bahaya keputihan patologis pada ibu hamil yang menakutkan adalah kelahiran prematur yang terjadi pada bayi yang dikandung. Bayi yang lahir dengan usia kurang dari 38 minggu dikategorikan pada kelahiran prematu. Sebab pada usia ini organ-organ pada tubuh bayi belum terbentuk dengan sempurna.

Akibatnya bayi yang lahir prematur tersebut akan mengalami perkembangan yang tidak sempurna. Selain itu perlu dikethaui bahwa angka kehidupan pada bayi prematur yang lahir pada usia kurang dari 38 minggu digolongkan rendah. Kondisi ini tentu akan beresiko untuk keselamatan dan kesehatan bayi anda.

2. Perkembangan Janin Terganggu

Dampak bahaya keputihan patologis pada ibu hamil yang lain adalah perkembangan janin dalam kandungan ibu menjadi terganggu. Jika sudah demikian, maka kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan organ dalam tubuh bayi karena tidak berkembang semestinya.

Bisa anda bayangkan apa jadinya bila perkembangan bayi dalam rahim ibu terganggu. Kondisi ini mungkin akan membuat organ dalam tubuh bayi mengalami hambatan untuk tumbuh dengan normal.

3. Menyebabkan Kebutaan Pada Bayi

Jangan pernah menganggap remeh kehadiran keputihan yang tidak normal. Sebab hal ini akan dapat menimbulkan banyak masalah untuk ibu dan bayi. Penyebab lain dari keputihan tidak normal pada bayi adalah kebutaan yang akan dialami si bayi. Keputihan yang disebabkan oleh bakteri Neisserea Gonorrhoeae akan dapat membuat si janin dalam kandungan ibu mengalami kebutaan.

4. Keguguran

Bahaya lain yang bisa didapat dari mengabaikan keputihan patologis yang terjadi pada masa kehamilan adalah kehilangan bayi anda dalam kandungan atau keguguran. Untuk itu sebaiknya konsultasikan kondisi keputihan anda dengan dokter agar kemungkinan terburuk dari kondisi ini bisa dihindari.

Cara Mencegah dan Mengatasi Keputihan Tidak Normal Saat Hamil

Keputihan yang timbul pada masa kehamilan adalah hal yang wajar selama keputihan tersebut tidak menimbulkan keluhan. Akan tetapi bila ternyata keputihan yang dialami adalah keputihan patologis, maka penting sekali mencari solusi untuk mencegah dan menangani kondisi tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari mengenakan celana yang ketat
  • Hindari mengenakan celana dalam dari bahan nilon yang tidak meneyrap keringat
  • Menjaga kebersihan organ kewanitaan
  • Hindari kelembapan diorgan kewanitaan
  • Membasuh bagian organ intim setiap kali buang air

Demikianlah beberapa hal yangd apat dilakuan. Cara penanganan paling tepat untuk keputihan adalah dengan berkonsultasi ke dokter agar penanganan yang tepat bisa didapatkan. 

Loading...

Loading...