Kondisi tubuh yang sehat tentu membuat anda akan dapat melakukan aktivitas dengan baik sebagaimana biasanya. Hanya saja, mendapatkan tubuh yang sehat tentu tidak bisa dicapai dengan mudah dan begitu saja. Selain itu, belum tentu juga semua orang diberikan kehidupan yang sehat dengan tubuh yang selalu fit dan bersemangat saat melakukan banyak pekerjaan.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, seseorang perlu melakukan upaya untuk menjaga dan mencukupi segala nutrisi kedalam tubuhnya. Mengupayakan tubuh yang sehat memang tidak mudah untuk dilakukan. Selain menjaga asupan makanan yang baik, pola hidup sehat pun perlu dibenahi sebaik mungkin. Karena selama ini tolak ukur kesehatan seseorang seringkali dilihat dari pola gaya hidup yang diterapkannya.

Baca Juga:

Tidak sedikit orang yang menerapkan gaya hidup yang salah. Hanya karena pola hidup yang dijalankannya terasa nikmat untuk dirinya, mereka lantas membenarkan apa yang mereka jalankan. Baru pada saat masalah kesehatan menyerang, keluhan banyak ditunjukan dan membuat mereka menyesal menjalankan pola hidup yang salah.

Jika pola hidup yang dijalankan tepat dan sesuai maka tubuh tidak akan mudah terserang dengan yang namanya penyakit. Sebaliknya, tubuh anda akan terasa lebih segar dan siap untuk melakukan banyak kegiatan dan rutinitas seperti biasa.

Berbeda halnya ketika anda kurang baik dalam menjaga pola hidup sehat anda. Masalah dan gangguan penyakit akan mudah menyerang dan menghinggapi. Banyak orang memforsir tubuhnya dengan berlebihan tanpa mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Bahkan beberapa diantaranya kurang memperhatikan pola makannya dengan baik. Alhasil kondisi ini mudah membuat tubuh merasa lelah dan sistem imun menjadi melemah. Akibatnya, masalah dan penyakit lebih mudah menyerang dan terjadi.

Selain pola hidup yang kurang baik, masalah kesehatan pun sering terjadi dari kurangnya memperhatikan pola makan. Mengkonsumsi segala jenis makanan dengan porsi yang tidak teratur akan membuat kesehatan mengalami gangguan. Adapun keluhan kesehatan yang umum terjadi pada saat pola makan tidak teratur banyak dijalankan adalah keluhan pada lambung dan sistem pencernaan.

Masalah ini memang dapat menyebabkan kondisi yang tidak nyaman, belum lagi perasaan sakit dan perih yang ditimbulkannya akan membuat aktivitas terganggu. Kondisi seperti ini akan tentu saja membuat anda tidak dapat menjalankan rutinitas dengan baik. Dengan begini, tingkat produktivitas anda pun akan berkurang.

Gangguan lambung dan pencernaan seringkali terjadi dalam waktu yang tidak terduga sehingga demikian kondisi ini akan mungkin membuat anda banyak melewati pekerjaan. Alhasil lebih memilih diam dirumah menjadi pilihan terakhir yang banyak dilakukan.

Padahal kondisi penyakit pada sistem percernaan bisa dicegah dan dihindari apabila kita semua dapat memperhatikan dengan baik pola makan sehari-hari. Gangguan pencernaan memang merupakan salah satu masalah kesehatan yang mempengaruhi satu atau beberapa bagian organ dari sistem pencernaan dalam waktu yang serentak.

Dalam tubuh, sistem pencernaan bertugas menerima makanan, mencerna atau menghancurkannya menjadi nutrisi yang bisa diserap untuk selanjutnya dialirkan kedalam tubuh melalui aliran darah. Bukan hanya itu, system pencernaan dalam tubuhpun bkerja untuk menyaring dan membuang bagian dari makanan yang tidak dapat dicerna, seperti misalkan serat.

Adapun bagian-bagian dari sistem pencernaan sendiri saling berkaitan dan emanjang dari bagian mulut sampai dengan ke bagian anus. Bila dijabarkan maka susunanya akan seperti dibawah ini.

  • Mulut
  • Kerongkongan
  • Lambung
  • Usus Kecil
  • Usus Besar
  • Rektum
  • Anus

Selain organ-organ yang disebutkan diatas, organ lainnya seperti pankreas, hati dan kandung empedu pun menjadi bagian dari rangkaian sistem pencernaan. Hanya saja, letak dari organ ini adanya pada bagia luar saluran pencernaan.

Ketika pola hidup yang baik dan pola makan tidak dapat diterapkan dengan baik pada kehidupan sehari-hari maka tubuh akan rentan dengan serangan penyakit. Termasuk gangguan penyakit yang menyerang bagian pencernaan.

Ada cukup banyak jenis gangguan yang dapat menyerang bagian sistem yang satu ini. Diantaranya adalah usus buntu, wasir, bayu empedu, keracunan dan masih banyak lagi. Nah, dibawah ini adalah beberapa jenis penyakit yang umum menyerang bagian sistem pencernaan pada manusia yang penting untuk dikenali.

mengenal-jeni-gangguan-lambung.jpeg

Mengenali Jenis Gangguan Pencernaan Pada Lambung

Umumya gangguan pencernaan yang terjadi pada tubuh manusia banyak disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang dilakukan oleh si penderita itu sendiri. Kurang bijak dalam memilih jenis gaya hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mungkin membuat masalah mudah terjadi, termasuk terganggunya masalah pencernaan. Nah, dibawah ini adalah beberapa jenis gangguan pencernaan yang dapat terjadi pada tubuh manusia.

Refluks Gastroesofagus

Penyakit pertama yang dapat menyerang bagian pencernaan adalah refluks gastroesofagus (penyakit asam lambung) atau yang juga dikenal dengan GERD. Penyakit ini adalah sebuah kondisi yang dapat terjadi sewaktu asam lambung naik kebagian atas sampai dengan kebagian atas kerongkongan. Adapun penyebab kondisi ini terjadi adalah akibat dari cincin otot esofagus tidak dapat menutup dengan baik.

Bagian kerongkongan atau yang juga disebut dengan esofagus adalah bagian yang menyalurkan mulut dengan bagian lambung. Cincin pada esofagus berfungsi sebagai katup satu arah dimana sewaktu kita menelan makanan, bagian ini akan melebar dan terbuka. Tujuannya tentu untuk mempersilahkan makanan lewat dan berjalan sampai ke bagian lambung.

Sementara itu, setelah makanan berhasil melewati bagian tersebut, maka cincin esofagus akan kembali menutup secara ototmatis guna mencegah maknaan dan asam lambung naik ke bagian kerongkongan.

Pengaruhnya ketika asam lambung naik sampai ke bagian kerongkongan, penderita yang mengalami GERD akan merasakan gejala seperti sensasi yang tidak nyaman dimulut, nyeri sewaktu menelan dan perasaan memekik pada bagian ulu hati. Kondisi ini tentu saja akan terasa tidak nyaman dan bahkan pada saat anda makan selera anda akan mungkin menghilang.

Adapun mereka yang beresiko mengalami penyakit GERD adalah mereka yang senang atau gemar mengkonsumsi makanan asam, berlemak berlebihan, pedas dan masih banyak lagi. Selain itu GERD akan mungkin terjadi pada orang yang memiliki ukuran berat badan berlebihan. Wanita hamil pun beresiko tinggi mengalami GERD dimana dampaknya akan lebih besar untuk kesehatan.

Keracunan Makanan

Masalah kedua yang mungkin menyerang bagian pencernaan pada tubuh adalah keracunan akibat konsumsi makanan yang salah. Keracunan makanan adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kontrsi setelah mengkonsumsi jenis makana tertentu.

Adapun dampak dari konsumsi tersebut bisa menyebabkan mual, muntah, sakit perut, demam, diare, lemas, nyeri otot akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi bahkan sampai dengan kehilangan selera makan. Adapun bakteri yang bisa mengkontaminasi makanan dan menyebabkan keracunan adalah jenis virus norovirus, bakteri e-coli atau bahkan bakteri salmonella.

Adapun pada umumnya penyebab makanan yang dapat terkontaminasi dengan beberapa mikroorganisme diatas diantaranya adalah tidak dimasak dengan baik, tersentuh dengan tangan yang kotor dimana terdapat virus pada bagian tanganya, terlalu lama disimpan dalam suhu yang hangat, melewati batas kadaluwarsa atau tidak disimpan dalam suhu yang dingin dibawah 5 derajat celcius.

Bukan hanya itu, makanan yang dimasak dengan tidak sempurna atau makanan yang terkontaminasi dengan makanan yang basi pun bisa beresiko menjadi sumber makanan beracun untuk dikonsumsi.

Sebenarnya sebagian besar kasus keracunan makanan tidak berdampak terlalu serius pada para penderitanya. Karena umumya penderita yang mengalami keracunan makanan akan dapat kembali pulih meski tanpa mendapatkan pengobatan dari dokter.

Cukup mendapatkan sitirahat dan mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi maka kondisinya akan dapat kembali pulih. Selain itu, penggunaan oralit pun akan sangat disarankan terutama untuk penderita yang disaat bersamaan mengalami kondisi lain.

Meskipun bebrapa kasus keracunan tidak menampakan gejala yang parah. Akan tetapi, sebaiknya waspada bila gejala yang dialami tidak segera sembuh dalam beberapa hari maka segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik.

Penyakit Usus Buntu

Masalah berikutnya yang dapat menyerang bagian sistem pencernaan pada manusia adalah penyakit usus buntu. Kondisi ini adalah sebuah kondisi medis dimana terjadi peradangan atau pembengakakan di dalam usus buntu, yakni suatu organ yang berbentuk kantung dan seukuran dengan jari. Dimana bagian organ ini terhubung secara langsung dengan usus besar.

Penderita yang mengalami usus buntu pada awalnya akan mengalami sakit yang kerap muncul dan menghilang pada bagan perut tengah. Perasaan sakit ini dapat berlangsung selama beberapa jam dan malah semakin konstan dan perlahan berpindah menuju pusat peradangannya, yakni bagian perut sebelah kanan.

Pada kondisi usus buntu, perasaan nyeri akan dapat lebih terasa pada saat penderita berjalan, batuk, atau mencoba menekan daerah yang menjadi sumberi sakit. Adapun gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini diantaranya adalah hilangnya nafsu makan, terasa mual dan bahkan diare.

Sampai saat ini penyebab dari kondisi usus buntu belumlah diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengungkapkan bahkan kondisi ini dapat terjadi sebab adanya penyumbatan pintu masuk usus buntu akibat kotoran. Atau penyebab lainnya adalah akibat adanya pembengkakan kelenjar getah bening yang terdapat pada usus.

Jangan anggap remeh dampak usus buntu yang dirasakan segeralah kunjungi dokter pada saat anda mengalami gejala ini.

Wasir

Masalah lain yang juga seringkali terjadi dan menyerang bagian pencernaan adalah wasir. Kondisi ini merupakan pembengkakan pembuluh darah yang terjadi pada sekitar atau di dalam anus. Penderita yang mengalami wasir akan napak kesakitan pada saat hendak buang air besar.

Adapun penyebab kondisi ini terjadi adalah pembengakakan yang sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini erat kaitannya dengan tekanan yang meningkat pada bagian pembuluh darah akibat dari beberapa hal dibawah ini:

  • Mengejan berlebihan pada saat buang air besar
  • Sembelit yang terjadi secara berkepanjangan
  • Kurangnya asupan serat kedalam tubuh.

Diduga orang yang memiliki keluarga beriwayat wasir, berusia diatas 45 tahun, pengidap obesitas dan wanita hamil pun beresiko terhadap kondisi ini.

Penderita wasir akan mengalami beberapa gejala yang tidak mengenakan. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah pendarahan setelah buang air besar, rasa gatal pada bagian anus dan bahkan adanya benjolan yang menggantung diluar anus.

Kondisi penyakit ini termasuk kedalam jenis penyakit yang mudah didiagnosis melalui pemeriksaan pada bagian dubur. Jadi demikian, untuk anda yang mengalami beberapa gejala pada kondisi diatas maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter. Penanganan yang tepat dan cepat akan menghindarkan anda dari kemungkinan terburuk dari kondisi ini.

Itulah dia beberapa jenis penyakit yang mungkin menyerang bagian pencernaan. Pola hidup sehat yang dijalankan dengan baik akan menghindarkan anda dari resiko penyakit tersebut. 

Loading...

Loading...