Menghadapi dan Mengatasi Kemarahan Istri

Tidak ada yang abadi didunia ini, setiap hal kecil dan setiap hal yang terjadi dalam kehidupan tidak akan bertahan selama-lamanya. Semua yang anda miliki, semua yang anda alami saat ini baik senang maupun susah adalah hal yang tidak akan anda rasakan selama-lamanya. Ada masa dimana semua berubah dimana kesedihan berubah menjadi kebahagiaan dan kegelapan berubah menajdi terang dan begitupun sebaliknya. Untuk itulah, ketika sebuah masalah terjadi pada anda atau saat ini Tuhan sedang menguji anda dengan sebuah cobaan, maka jangan pernah takut dan berputus asa, sebab apa yang anda alami tidak akan melulu seperti itu. Semua hal yang anda rasakan dalam kehidupan ini akan mengalami perubahan sewaktu-waktu. Begitupun dengan jalinan pernikahan atau bahtera rumah tangga yang anda bina bersama dengan pasangan. Mungkin sebelum mengikatkan tali hubungan ke jenjang pernikahan anda menganggap jika masalah atau cobaan tidak akan mampu menggoyahkan cinta ataupun kasih sayang pada sebuah pertengkaran di hubungan yang anda jalani bersama dengan pasangan. Sebab perasaan yang begitu kuat yang anda alami bersama dengan pasangan terasa begitu dalam dan membuat anda yakin bahwa kasih sayang dan kebahagiaan akan senantiasa bersemayam dan abadi dalam benak anda bersama dengan pasangan.

Namun rupanya, tidak demikian, bahkan nyatanya setelah menikah gejolak asmara yang anda rasakan bersama dengan pasangan rupanya malah banyak mengalami masalah dan bahkan kini cinta dan perhatian yang diberikan oleh pasangan menjadi cenderung berkurang dan memudar. Alasannya pun beragam, mulai dari suami yang terlalu sibuk bekerja, istri yang menjadi cuek hingga sang suami yang cenderung lebih mementingkan anak dibandingkan dengan istri. Namun jika hal ini anda alami, rasanya tidak bijak jika anda merasa cemburu dengan anak sendiri. Kasih sayang yang diberikan oleh suami pada anak tentunya hal yang wajar, apalagi jika mengingat waktu suami yang lebih banyak dihabiskan dikantor membuatnya tak banyak memiliki waktu untuk bercengkrama bersama dengan anak-anaknya. Hal ini juga yang terkadang membuat suami tak habis pikir dan pada akhirnya percekcokan dan permasalahan akan lebih mungkn sering terjadi.

Memang sulit sewaktu menghadapi istri yang sedang marah. Bahkan sekalipun anda adalah seorang lelaki yang begitu ditakuti dilingkungan anda. Namun ketika istri marah, rasanya seperti citra menakutkan anda dilingkungan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemarahan istri. Selain itu, ketika sang istri marah ada banyak hal yang membuat anda dirugikan. Mulai dari makanan hingga pakaian semuanya harus anda yang menyiapkan sendiri karan istri masih tidak mau berdamai dengan anda.

Jika anda memiliki sebuah argumen bersama dengan sang istri pada malam sebelumnya, kemungkinan anda akan lupa terutama setelah anda menyentuh bantal dan tertidur. Mungkin kira-kiranya seperti ini, namun tidak dengan apa yang dialami oleh sang istri. Pria adalah mahluk rasional yang lebih menggunakan logika untuk memecahkan masalah. Hanya saja, tidak ada tempat untuk logika tersebut sewaktu anda berurusan dengan istri anda yang sedang marah. Untuk dapat menghadapi seorang istri yang sedang marah tidak cukup hanya dengan berpura-pura melupakan masalah dengan menganggap jika kemarahan tersebut akan bisa meredam dengan sendirinya. Apabila anda para suami mengenali karakter istrinya dengan baik, maka mungkin anda akan paham betul bagaimana menghdapi amarah sang istri. Namun bagaimana dengan anda yang saat ini masih kesulitan menghadapi amarah seorang istri? Nah, kita simak berikut ini.

Menghadapi dan Mengatasi Kemarahan Istri

1. Akui Kesalahan

Poin pertama yang paling efektif dalam mendinginkan suasana dan mengesankan seorang istri yang sedang marah adalah dengan mengakui kesalahan apabila anda memang benar bersalah. Tidak ada untungnya terus-terusan menyangkal, apalagi jika bukti dan segala halnya telah membuktikan jika anda bersalah. Jika anda terus-terusan menyangkal percayalah amarah dan omelan sang istri malah akan semakin meledak dan memburuk dan mungkin bisa jadi membuat anda semakin kesal. Ada banyak pria yang karena ego yang tinggi dan merasa malu untuk mengakui kesalahnnya. Padahal justru inilah yang terkadang lebih cepat meredamkan amarah seorang istri. Untuk itu, akui segera jika anda memang berbuat salah. Hanya saja pastikan jika anda tidak melakukannya dengan cara yang merendahkan. Akui semua kesalahan yang anda buat dan lekaslah meminta maaf pada pasangan atau istri anda.

2. Minta Maaf

Tidak sedikit suami yang sewaktu bertengkar dan sudah diketahui mana yang benar dan mana yang salah, mereka cenderung sulit minta maaf karena merasa sungkan dan ingin menjadi orang paling dihargai. Namun jika anda terus-terusan melakukan hal ini, maka sampai kapanpun amarah sang istri tidak akan pernah meredam. Malah sebaliknya, emosi sang istri akan semakin tersulut dan membuat keadaan menjadi lebih buruk. Untuk itulah, jika memang benar anda melakukan kesalahan, setelah mengakuinya segeralah minta maaf pada sang istri. Jika saat itu si istri sulit memberikan maaf pada anda, maka mungkin ia masih tersulut dengan emosi dan belum siap memaafkan anda. Untuk itu, tunggu sementara sampai keadaan mereda, baru setelah itu sampaikan kembali maaf anda padanya. Percayalah, hal ini akan membuat istri mengetahui dan menyadari bahwa anda merasa berdosa pada istri.

3. Dengarkan

Amarah sang istri yang tersulut dengan berteriak atau terus mengomel bisa jadi karena selama ini ia tidak memiliki teman berbagi atau mencurahkan isi hatinya pada suaminya karena mereka sibuk bekerja. Seseorang yang mengalami hal ini bisa mungkin mengalami depresi karena ingin didengarkan. Untuk itulah, saat sang istri berteriak dan mengomel pada anda, jangan langsung melayani amarahnya sambil berdiri dan ikut membentak. Namun sebaliknya, cobalah dengarkan baik-baik apa yang coba disampaikan oleh sang istri. Dengarkan pula dengan cermat apa yang ia inginkan dan ia tidak inginkan. Tenangkan hati sang istri ajak ia untuk duduk dan menumpahkan segala uneg-unegnya pada anda. Dengan begini, perlahan namun pasti amarahnya akan teredam karena maksud hatinya sudah bisa tersampaikan.

4. Jangan Menggunakan Logika

Menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah adalah sifat dasar bagi seorang pria yang mana hal ini mereka anggap sebagai solusi penyelesaian masalah yang paling tepat. Hal ini mungkin bekerja sewaktu anda menyelesaikan masalah lain dalam kehidupan anda, namun sewaktu bersama dengan istri yang sedang marah, percayalah hal ini tidak akan pernah berhasil. Sebaliknya, daripada terus-terusan menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah dengan istri yang sedang marah, sebaiknya fokuslah pada bagaimana memahami perasaan istri. Umumnya, amarah yang mereka lontarkan hanya dimaksudkan agar si suami bisa mengerti dan memahami mereka, Untuk itulah jadilah lebih peka dan pahami perasaan sang istri dari pada terus-terusan menggunakan logika anda.

5. Tutup Mulut dan Tersenyum

Hal ini mungkin akan terdengar sulit untuk dilakukan. Sewaktu istri marah anda tentu saja akan tertekan dan merasa kesal. Jangankan untuk tertawa untuk bisa tenang saja, rasanya sulit sekali. Namun percaya atau tidak hal ini juga cukup ampuh untuk meredakan amarah istri yang begitu membara. Saat istri berteriak atau memaki, maka jangan lawan amarahnya. Sebaliknya berikan tutup mulut anda dan berikan senyuman pada istri juga katakan bahwa anda akan merubah semua kebiasaan buruk anda dan menjadi lebih baik.

Demikian beberapa hal untuk menghadapi dan mengatasi kemarahan seorang istri. Semoga bermanfaat.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)