Ibu adalah muara kasih dan sayang. Ibu adalah malaikat yang diturunkan oleh Tuhan ke dunia. Ibu adalah salah satu orang yang memperjuangkan kita. Kasih sayang dan cintanya kapan saja akan ada untuk kita sebagai anaknya. Entah itu ada dan tidak ada seorang ibu akan selalu menyayangi anaknya. Ibu rela melakukan apapun demi anaknya. Bahkan meskipun nyawa taruhannya ibu akan berikan semuanya yang terpenting anaknya bisa tetap hidup. Rasa lelah selama sembilan bulan mengandung dan mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan tidak pernah ia hiraukan sama sekali. Ia tidak mengeluh sama sekali, meskipun dirinya kesakitan tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk terus memperjuangkan hidup anaknya.

Baca Juga:

Setelah anaknya dilahirkan ke dunia, perjuangan ibu tidak berhenti sampai di sana. Setiap harinya ibu merawat dan mendidik anaknya hingga anaknya tersebut tumbuh menjadi dewasa. Semua yang terbaik ibu berikan kepada anaknya. Meskipun terkadang anaknya melukai hatinya, tetapi ibu tidak pernah membalasnya sama sekali. Dengan lapang dada ibu selalu memaafkan anaknya. Bahkan disetiap do'a dan hembusan nafasnya terselip do'a untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anak bagi seorang ibu adalah kebahagiaannya juga, dan kesedihan anaknya adalah luka untuknya sendiri. Bahkan kesedihan yang dirasakan oleh anaknya tersebut akan lebih besar dirasakan oleh sang ibu. Ya, ibu memiliki ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Apapun itu dan bahaya apapun itu, meskipun tidak terduga tetapi ibu akan merasakannya.

Nah, seperti halnya kisah di bawah ini. Dimana kisah dibawah ini menceritakan perjuangan seorang ibu. Ibu yang diceritakan pada kisah di bawah ini rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi anaknya. Dan ini menjadi salah satu bukti bahwa kebahagiaan dan keselamatan anaknya adalah nomor satu untuk sang ibu.

Menjemput Anaknya di Tempat Penitipan Anak dan Terkena Rudal

Alexandra Klimenko itulah nama ibu hebat tersebut. Alexandra adalah seorang ibu yang memiliki dua orang anak. Dimana anak sulung Alexandra berusia 7 tahun dan anak bungsunya berusia 3 tahun. Setiap hari Alexandra selalu menitipkan buah hati yang paling kecilnya tersebut ke tempat penitipan anak, dan ia pun rutin menjemput anaknya tersebut. Pada suatu hari Alenxandra berniat menjemput anaknya lebih awal karena ia tidak tega meninggalkan anak sulungnya, dimana anaknya tersebut tengah sakit. Ketika itu Alexandra pergi dengan terburu-buru dari rumahnya di Kramatorsk, Ukraina.

Ketika dirinya sudah sampai di rumah tempat penitipan anak, dimana ketika dia hanya berjarak dua langkah dari gedung, tiba-tiba tanpa disadari rocket Tornado salah satu senjata yang paling canggih di gudang Moskow menghantam dirinya setelah diluncurkan dari jarak sejauh 80 mil. Tidak hanya mengenai Alexandra saja tetapi rocket tersebut juga menghancurkan mobil, bangunan dan fasilitas lainnya. Di Ukraini serangan Rudal bisa menghantam siapa saja dan kapan saja bahkan ketika semua orang sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

Menurut tetangga yang melihat kejadian tersebut bahwa sebelum Alexandra terkena serangan rudal ia pada saat itu mencoba untuk melindungi anaknya. Ia melompat dan mendekap anaknya agar rocket tersebut tidak menghantam anaknya. Namun meskipun dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk melindungi anaknya, tetapi anaknya tersebut tetap saja terkena serangan rocket. Dimana rocket tersebut menghantam tangannya dan menyebabkan tangan anaknya tersebut robek. Namun meskipun begitu setidaknya anak bungsunya tersebut masih bisa diselamatkan.

Setelah kejadian itu semua warga bergotong royong untuk membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan dan yang lainnya. Dan pada saat itu warga sempat terkejut karena mereka menemukan tubuh Alexandra yang berlumuran darah, sementara tangannya masih mendekap anaknya sangat erat.

Sebelum Alexandra dan anaknya ditemukan, semua keluarga merasa sangat cemas dan mereka tidak menyangka bahwa kejadian naas tersebut akan menimpa Alexandra dan anaknya. Karena semua keluarga merasa khawatir, akhirnya bibi Alexandra berusaha keras untuk menghubunginya. Namun meskipun telah beberapa kali dihubungi tidak ada jawaban sama sekali dari Alexandra. Dengan rasa cemas bibinya tersebut terus menanyakan keberadaan keponakannya. Dan ketika dicobadihubungi kembali akhirnya telepon Alexandra bisa tersambung , namun yang mengangkat telepon pada saat itu seorang laki-laki. Laki-laki tersebut mengangkat telepon dengan suara ragu-ragu, dan dia menyampaikan berita kepada bibi Alexandra bahwa keponakannya tersebut sudah meninggal. Ketika mengetahui berita tersebut keluarga Alexandra sempat diam membeku tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Tangan Anaknya Harus Diamputasi

Karena rocket menghantam tangan putra Alexandra dan merobeknya akhirnya tangan putranya tersebut harus diamputasi. Demi menyelamatkan nyawanya akhirnya semua keluarga setuju untuk melakukan itu semua dan berusaha untuk memberikan semua yang terbaik, karena semua keluarga ingin menunjukan kepada Alexandra bahwa usahanya untuk menyelamatkan anaknya tidak sia-sia.

Saat itu anak Alexandra yang masih sangat kecil tersebut terus memanggil-manggil ibunya. Suami Alexandra yang bernama Alexander berniat untuk mengajak anaknya tersebut melihat jenazah ibunya di dalam peti mati agar ia bisa memberikan kecupan selamat tinggal kepada ibunya. Namun, Alexander tidak bisa melakukannya dan ia bingung apa yang harus dilakukan karena anaknya tersebut terus menanyakan ibunya.
Menurut keluarga terdekatnya selama hidup Alexandra dikenal sebagai sosok ibu yang sangat menyayangi anak-anakknya. Semuanya akan ia lakukan demi melindungi dan membahagiakan buah hatinya tersebut. Karena sosoknya yang baik, oleh sebab itulah keluarganya merasa terpukul atas meninggalnya Alexandra. Bahkan suaminya Alexandra terus menangisi jenazah istrinya di peti mati. Sebenarnya tidak hanya merenggut nyawa Alexandra saja, tetapi rocket tersebut juga melumpuhkan dan membunuh banyak orag disana.

Salah satu hal yang tidak bisa kita duga yaitu kematian. Selain itu masih banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak bisa terduga di dunia. Dan itulah yang namanya takdir atau suratan hidup manusia.

Nah, sahabat karena kita tahu bahwa takdir manusia tidak terduga dan tidak diketahui oleh siapa pun untuk itu sebelum takdir buruk menimpa kita maka berusahalah untuk perbaiki diri mulai dari sekarang dan yang terpenting bahagiakanlah orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus seperti halnya orangtua kita sendiri. Dimana pun kita berada meskipun orangtua kita tidak ada di depan mata tetapi itu bukan menjadi alasan bahwa kita tidak bisa membahagiakan mereka.

Berikanlah semua yang terbaik untuk mereka, karena mereka juga telah berusaha untuk memberikan semua yang terbaik untuk kita anaknya. Bahagiakanlah ayah dan ibu kita masing-masing, balaslah semua jasa yang diberikan kepada kita. Membalas jasa bukan berarti kita harus memberikan barang mewah untuk mereka, melainkan memberikan seluruh kasih sayang seperti apa yang telah mereka berikan kepada kita. Perlu anda ketahui bahwa tiada hari seindah ketika kita bisa membuat orangtua kita tersenyum atas apa yang telah kita raih. Dan kita do’akan semoga Alexandra bisa tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Loading...

Loading...