Menurut Para Ahli Cinta Dibagi Pada Beberapa Jenis, Kamu yang Mana?

Sekilas berbicara mengenai hubungan yang dijalin seseorang bersama dengan lawan jenisnya mungkin kita mudah mengasumsikan bahwa ikatan semacam ini adalah romantika cinta saja. Akan tetapi, bila ditelaah lebih jauh lagi ternyata di dunia ini ada banyak jenis cinta yang mungkin banyak diantaranya tidak kita ketahui.

Nah, untuk itulah dalam pembahasan kali ini kita akan cari tahu lebih dalam apa saja sih jenis cinta itu. Siapa tahu kamu sendiri bisa mengkategorikan ada di jenis cinta apa hubungan yang kamu jalin bersama dengan pasanganmu saat ini.

Ketika melihat pasangan begitu nyaman bersentuhan fisik, cuek, salin mendiamkan diri, menjaga komitmen yang kalian buat bersama atau mungkin pasangan yang mudah berselingkuh, apa yang ada dalam benakmu saat ini?

Mereka semua memiliki cinta atau tidak memiliki cinta setelah mendapatkan pengalaman cinta yang tidak menyenangkan? Akan tetapi sadarkah kamu akan apa itu cinta dalam artian sebenarnya? Ternyata cinta itu banyak jenisnya lho.

Menurut seorang pakar dari sebuah Triangle of Love Theory atau teori tentang cinta segitiga yang dicetuskan oleh salah seorang psikolog Amerika Serikat bernama Robert Sternberg. Ia membedah tentang konsep cinta atau loving dan dari pembedahan ini didapatkan hasil bahwa cinta itu terbagi kedalam banyak jenis. Simak dibawah ini.

menurut-para-ahli-cinta-dibagi-berapa-jenis.jpg

Menurut Para Ahli Cinta Dibagi Pada Beberapa Jenis, Kamu yang Mana?

Dalam penelitiannya, Sternberg menyatakan bahwa pada dasarnya cinta itu didasari oleh tiga hal, yakni passion, intimacy dan yang terakhir adalah commitment. Lantas apa saja sih maksud dari tiga komponen tersebut? Mari simak dibawah ini penjelasannya.

Passion

Menurut penjelasannya, dalam hal ini passion atau gairah muncul karena adanya kebutuhan biologis manusia. Dalam komponen semacam ini, cinta terbentuk karena adanya interaksi secara biologis lawan jenis untuk dapat memenuhi kebutuhan biologisnya.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan gairah merupakan elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat dengan seksual. Itulah mengapa hubungan yang dijalin seseorang dengan lawan jenisnya bisa jadi didasari karena mereka butuh untuk memenuhi hasrat seksualnya.

Hanya saja, sebagai masyarakat yang menganut budaya Timur pelampiasan pada pasangan tanpa adanya ikatan pernikahan adalah hal yang dilarang oleh norma dan ada agama yang mengikat tentang aturan yang satu ini.

Namun demikian, adanya dorongan seksual dalam berhubungan dengan pasangan memang hal yang wajar. Hanya saja, ekspresi pelampiasannya yang penting untuk diperhatikan dengan baik. Oleh karenanya, ketika masing-masing lawan jenis sudah tertarik secara seksual terhadap pasangan maka penting sekali untuk mempertimbangkan memikirkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Adanya ikatan resmi tentu membuat hubungan yang dijalin akan bisa dijalankan dengan lebih mudah tanpa adanya tekanan atau campur tangan dari orang lain.

Intimacy

Elemen yang satu ini adalah komponen yang terbentuk melalui interaksi emosional dimana masing-masing pasangan berusaha untuk dapat melengkapi satu sama lain. Elemen emosi ini didalamnya mencakup kehangatan, kepercayaan terhadap pasangan atau yang lebih dikenal dengan sebutan trust. Serta adanya keinginan untuk membina hubungan bersama dengan pasangan.

Kamu akan senantiasa dapat mengetahui seseorang yang memiliki intimacy bersama denganmu ketika orang tersebut selalu ingin berdekatan dengan kamu, atau sebaliknya. Mereka pun akan cenderung senang berbicara dengannya dalam waktu yang lama. Bahkan ketika mereka berada berjauhan maka hal ini membuat mereka cenderung kesepian dan merasakan rindu yang mendalam.

Untuk kamu yang merasakan kondisi seperti ini dengan seseorang maka bisa jadi hal ini mengindikasikan bahwa kamu memang memiliki perasaan yang lebih terhadapnya. Adalah hal yang wajar kondisi ini terjadi sebab ketika seseorang sudah remaja atau beranjak dewasa maka mereka akan cenderung memiliki ketertarikan pada lawan jenisnya.

Jangan takut ketika kamu mulai merasakan perasaan semacam ini. Bisa jadi cinta tumbuh ketika kalian sering bersama atau mungkin saat ruang dan waktu bersama tidak bisa kalian hindari. Mudah sekali mengungkapkan isi hati ketika masing-masing orang merasakan hal yang sama. Untuk itu, tidak ada salahnya segera mengungkapkan perasaan kamu pada seseorang yang kamu damba sebelum diambil orang.

Commitment

Elemen dari adanya cinta yang terakhir adalah komitmen. Ini adalah elemen kognitif yang mana komitmen bekerja untuk mempertahankan hubungan yang dijalin bersama dengan pasangan. Sebuah komitmen cara kerjanya akan seperti sebuah janji yang tidak tertulis dimana masing-masing orang akan bekerja dengan keras untuk bisa menjaga hubungannya agar tetap baik dan menyenangkan bersama dengan pasangan.

Hal ini dibangun ketika pasangan yang saling menginginkan memiliki perasaan sayang dan cinta yang mendalam. Sehingga mereka memutuskan untuk terus membina dan menjaga untuk tetap menjalankan hubungan yang sudah mereka pupuk dari dulu.

Akan tetapi, dalam hal membangun komitmen biasanya ada batas waktu tertentu dimana komitmen tersebut bisa saja kandas dan usai. Bahkan mungkin meski mereka merencanakan komitmen agar berjalan dengan lama namun bukan berarti sebuah komitmen dapat berjalan sebagaimana direncanakan.

Setiap komponen yang ada dimiliki seriap orang tentu berbeda-beda. Setiap orang belum tentu memiliki kadar komponen cintab yang seimbang. Artinya meski rasa cinta yang kamu miliki untuk pasanganmu begitu banyak. Namun hal ini bukan berarti membuat kadar cinta yang harus dimiliki pasanganmu sama besarnya dengan dirimu.

Memang ada kecenderungan-kecenderungan yang khusus pada individu dalam memandang cinta sehingga hal ini dapat mempengaruhi kecenderungannya pada komitmen yang mereka buat.

Selain itu, dari kecenderungan dominasi pada salah satu pihak dari hubungan yang dijalanipun akan dapat mempengaruhi pada cinta semacam apa yang mereka terapkan dalam hari dan kehidupan bersama dengan pasangan mereka sendiri.

Nah, dari elemen cinta inilah Strenberg lantas membagi-bagi cinta kedalam beberapa jenis. Nah, dibawah ini adalah pembagian cinta berdasarkan jenis yang berbeda. Siapa tahu dengan menyimak beberapa jenis cinta dibawah ini kamu tahu di tahap apakah cintamu bersama dengan pasanganmu saat ini.

Empty Love (Cinta yang Hampa)

Jenis cinta yang pertama yang mungkin banyak dijalani oleh mereka yang menjalin hubungan dengan pasangannya adalah cinta yang hampa atau empty love. Pada dasarnya, setiap cinta mungkin pernah mengalami tahapan yang satu ini. Meski ada ikatan bersama dengan pasangan namun tetap saja, hati ini terasa begitu sepi dan kosong.

Biasanya cinta semacam ini dialami ketika hubungan bersama dengan pasangan kehilangan kehangatannya. Entah itu, karena bertengkar atau mungkin ketika mereka tidak lagi saling memahami satu sama lainnya.

Selain itu, empty love pun bisa dirasakan karena masalah kejenuhan bersama dengan pasangan. Ketika masing-masing orang merasa jenuh tentunya cinta tidak akan terasa sehangat dahulu. Rasa jenuh dan bosan bisa mungkin menuntun pada usaha untuk menemukan cinta yang baru.

Namun karena satu dan lain hal kita memutuskan untuk tetap setia dengan pasangan yang mana hal ini membuat cinta yang hampa akan semakin kuat dirasakan.

Bukan hanya pada hubungan pacaran saja, umumnya cinta yang hampa bisa dirasakan pada mereka yang sudah menikah. Apalagi saat usia pernikahan sudah berjalan dengan begitu lama dan masing-masing dari pasangan sudah tidak segan untuk menunjukan sisi buruk dari dirinya pada pasangan. Maka gesekan semacam ini perlahan akan berubah membuat cinta menjadi hampa dan dingin.

Companionate Love

Lain halnya dengan empty love atau cinta yang hampa meski ada begitu banyak kekurangan dalam hubungannya mereka tetap setia pada cinta yang mereka miliki. Companionate love ini umumnya lebih mengedepankan hubungan emosional dan biologis. Mereka yang memiliki jenis cinta ini akan lebih cenderung mendambakan sebuah hubungan yang sempurna dimana cinta dan kasih sayang adalah hal yang utama.

Sayangnya, mereka para pelaku Companionate love umumnya cenderung tidak bisa menerima ketika ada cacat dalam hubungannya. Hal inilah yang pada umumnya membuat cinta semacam ini tidak pernah berjalan dengan lama. Karena yang mereka inginkan dari sebuah cinta adalah hubungan emosional yang kuat dan ikatan biologis yang membuat mereka nyaman dengan cinta yang dijalankan.

Sementara itu, perbedaan dan gesekan sedikit saja akan dapat mempengaruhi kenyamanan mereka. Sehingga pada akhirnya, cinta semacam ini akan tentu mudah kandas dan berakhir. Tak heran bila para pelaku cinta seperti ini akan mudah berselingkuh dengan mencari cinta yang baru.

Meski tidak semua orang cenderung melakukan jenis cinta seperti ini. Akan tetapi, mereka yang beresiko mendapatkan cinta seperti ini adalah ketika menghadapi kejenuhan didalam hubungannya. Selain itu, umumnya pria lebih sering menginginkan jenis cinta dimana mereka hanya bisa merasa nyaman dan nikmat saja. Bahkan cinta Companionate love pun tidak berlandaskan komitmen sama sekali.

Infatuation Love

Komponen cinta semacam ini pada dasarnya amat menjunjung tinggi gairah. Mengapa demikian? Karena jenis cinta ini pada dasarnya hanya mengedepankan hubungan seksual saja. Dan bahkan mereka yang menganut jenis cinta semacam ini tidak memperdulikan adanya ikatan yang sah atau tidak. Bagi mereka selama mereka bisa merasakan kenyamanan daripada seseorang dan orang tersebut bisa memenuhi kebutuhan mereka maka mereka akan dapat bertahan.

Namun pada umumnya, bertahannya pun tidak akan lama. Karena mereka seringkali penasaran untuk bisa mendapatkan cinta dari yang lain. Bahkan setelah rasa penasaran mereka terjawab maka mereka tidak akan segan untuk meninggalkan pasangannya dan mencari pasangan yang baru.

Pada dasarnya cinta semacam ini adalah cinta yang semu karena terjadinya hanya sesaat saja. Mereka tidak bisa memaknai betul bagaimana mencintai pasangan dengan seutuhnya dan menghadapi segala halnya bersama. Hubungan jenis cinta seperti ini ada begitu banyak dan bisa dicontohkan dengan banyak kasus, salah satunya adalah pria yang dengan senang hati tanpa beban berhubungan dengan seseorang yang bukan muhrimnya.

Infatuation Love bukan hanya terjadi pada mereka yang masih menjalin hubungan pacaran. Bahkan mereka yang sudah menikah beresiko mendapatkan ancam dari pasangan yang menganut paham cinta jenis ini. Hal ini dikarenakan biasanya ketika seorang pria tidak lagi mendapatkan gairah cinta dari pasangannya. Maka mereka akan dengan mudah menjalin ikatan cinta satu malam dengan orang lain.

Consummate Love

Dari semua jenis cinta, ini adalah jenis cinta yang paling sempurna daripada jenis lainnya. Hal ini dikarenakan semua komponen cinta ada didalam jenis cinta yang satu ini. Cinta ini adalah ikatan yang saling mendukung satu dengan yang lainnya. Tidak ada salah satu pihak yang mencoba untuk mendominasi hubungan yang mereka bina. Sebab mereka berusaha untuk saling memahami dengan baik.

Pasangan yang memiliki jenis cinta semacam ini biasanya hubungan yang mereka jalani adalah hubungan yang harmonis. Sebab kebutuhan biologis mereka seimbang dengan saling perhatian dan kedekatan emosional yang mereka miliki.

Kedekatan inilah yang membuat mereka berusaha untuk bisa mempertahankan hubungan mereka dengan baik sehingga mereka tidak tergoda dengan orang lain. Kata lain dari cinta yang sempurna ini adalah cinta sejati yang mana jaman sekarang sulit sekali mendapatkan cinta yang sejati.

Karena dalam suatu hubungan ada dua orang yang terlibat maka sulit sekali menyelaraskan pemahaman yang dimiliki masing-masing pasangan. Itulah mengapa, cinta sejati yang selalu mengalah dan berusaha memahami pasangan memang sulit untuk didapatkan. Akan tetapi demikian, hal ini bukan tidak mungkin karena buktinya ada satu dan beberapa pasangan yang bisa menjalani cinta semacam ini.

Mereka yang memiliki cinta jenis Consummate Love pun pada umumnya akan cenderung mampu mempertahankan hubungan mereka dalam waktu yang lama. Bahkan hubungan ini bisa langgeng sampai yang bisa memisahkan mereka hanyalah maut semata. Hal ini dikarenakan rasa saling menghormati dan memahami membuat hubungan mereka begitu hangat dan tidak terasa berat.

Puppy Love

Puppy love dalam bahasa Indonesia kita kenal pula dengan sebutan cinta monyet. Cinta yang semacam ini pada umumnya adalah cinta yang belum dewasa dan masing-masing diantara mereka yang menjalani cinta semacam ini akan cenderung lebih naif. Mereka pun memiliki harapan yang berlebihan dan cenderung naif. Cinta monyet biasanya dialami oleh anak-anak remaja atau mereka yang baru saja menjalin hubungan dengan seseorang.

Tidak adanya pengalaman menjalin hubungan bersama dengan seseorang. Ditambah dengan belum matangnya secara pemikiran membuat mereka menggambarkan bahwa hubungan mereka bak seperti negeri dongeng dimana segalanya harus sempurna dan mereka pun menuntut pasangannya untuk menjadi apa yang mereka inginkan.

Kesalahan sedikit saja akan tentu menimbulkan permasalahan yang besar dan tak jarang kata putus atau perpisahan mudah terjadi pada cinta dengan jenis yang satu ini.

Puppy love pun seringkali membuat si pelaku mendambakan seseorang dengan paras yang sempurna bak seorang pangeran atau puteri raja. Tak heran bila ketika bertengkar maka masing-masing diantara mereka akan mudah mendramatisir keadaan. Cinta semacam ini pun tidak pernah berlangsung lama dan berakhir dengan begitu cepat tanpa adanya ikatan atau kedekatan yang berarti yang mereka jalani.

Cinta Dewasa

Cinta semacam ini umumnya hadir ketika kamu sudah lelah menunggu. Atau ketika ada banyak cinta yang sudah kamu lalui dan kamu merasa sudah cukup dengan cinta-cinta yang tak berarti seperti itu. Dalam cinta ini, seseorang pada umumnya sudah tidak lagi terobsesi dengan cinta yang sempurna. Sebab mereka akan lebih berpikir bahwa cinta yang tulus adalah cinta yang paling penting.

Cinta yang tulus biasanya ditandai dengan kemudahan yang luar biasa dalam menerima dan memahami pasangan. Cinta semacam ini pun tidak pernah terlalu banyak bicara sebab bagi mereka cinta adalah bertindak bukan berbicara.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)