Menyelami Lebih Dalam Kisah Inspiratif Seorang Wanita Pendiri HTC

Menyelami Lebih Dalam Kisah Inspiratif Seorang Wanita Pendiri HTC Lahir dari keluarga yang cukup terpandang dan berada, tidak membuat sosok wanita yang satu ini lupa bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan sebenarnya harus dimulai dari usaha dan kerja keras yang dilakukan sendiri. Dan berkat semua perjuangan serta jerih payah yang ia lakukan selama ini, akhirnya ia dapat meraup kebahagian dan kesuksesan yang besar. Adalah Cher Wang, wanita sang pendiri pabrikan perangkat telekomunikasi HTC. Bukan saja itu, Cher Wang juga sekaligus sebagai seorang pendiri pembuat smartphone dan juga merupakan inovator lahirnya chipset terintegrasi Via Technologies.

Mungkin sebagian dari anda pernah atau anda mungkin adalah pengguna ponsel besutan HTC? Yang merupakan salah satu merk kelas atas asal Taiwan yang kini telah menjadi salah satu pemain industri telekomunikasi yang cukup diperhitungkan. Dan hal ini tak lepas dari peranan penting seorang wanita inspiratif yang telah membesarkan HTC, Cher Wang.

Menyelami Kisah Hidup Cher Wang

Meskipun lahir dari keluarga yang berada, namun hal ini tak lantas membuat Cher Wang menjadi pribadi yang suka berfoya-foya dan menghabiskan kekayaan orangtuanya. Cher Wang lahir pada tanggal 14 Sepetember 1958 di Taipe, Taiwan. Ia adalah puteri dari seorang pengusaha sukses bernama Wang Yung-ching. Ayah Wang bukanlah seorang pengusaha biasa. Ia adalah seorang miliader yang menjalankan bisnis dibidang pengelolaan material plastic dan pabrik kimia dibawah kibaran bendera Formosa Plastic Group. Kekayaan yang diperoleh kelurga Wang juga tidak bisa dianggap remeh, bahkan dalam beberapa tahun, ayahnya pernah dinobatkan menjadi salah satu orang terkaya di Taiwan. Namun demikian hal ini tak lantas membuat Wang pada saat itu menjadi pribadi yang sombong dan gemar hidup bergaya glamour. Hal ini mungkin juga berkat sang ayah yang sering menanamkan nilai kerja keras serta kemandirian dalam diri anak-anaknya yang membuat Wang tumbuh menjadi wanita yang memiliki pribadi kuat dan mandiri.

Biograpi Cher Wang

Menyelami Lebih Dalam Kisah Inspiratif Seorang Wanita Pendiri HTC

Wang kecil seringkali diajak sang ayah untuk pergi ke sebuah rumah sakit dimana rumah sakit tersebut adalah rumah sakit dimana ayahnya seringkali memberikan sumbangan. Disanalah nilai dan ajaran mengenai menjadi seorang yang dermawan dan selalu membantu sesama selalu ditanamkan sang ayah padanya. Dan nampaknya, usaha sang ayah berhasil, nyatanya hingga Wang tumbuh dewasa ia menjadi pribadi yang dermawan dan banyak dicintai orang disekitarnya.

Selepas menuntaskan pendidikan menengahnya di Taiwan, Wang bersama dengan saudaranya dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan studi disana. Ia melanjutkan studinya di College Prepartory School, di Oakland, California, Amerika Serikat. Hal ini dilakukan ayahnya semata-mata selain untuk memberikan pendidikan, juga untuk mengajarkan kemandirian terhadap anak-anaknya agar mau belajar dan berusaha sendiri.

Perjalanan Karir Cher Wang Dimulai

Menyelami Lebih Dalam Kisah Inspiratif Seorang Wanita Pendiri HTC

Setelah menuntaskan pendidikannya di Amerika, Wang kembali ke Tanah kelahirannya dan memulai karirnya di Taiwan. Karir pertamanya dimulai di sebuah perusahaan komputer di Taiwan yakni First International Computer pada tahun 1982. Pada waktu itu Wang masih minim sekali pengalaman. Namun ia membuktikan bahwa dirinya memiliki kapasitas yang mumpuni untuk pekerjaannya. Hal ini dibuktikannya dengan mampu memberikan kontribusi yang baik pada perusahaan tempatnya bekerja.

Hasilnya setelah 5 tahun mengabdi di First International Computer, dirinya merasa cukup siap untuk masuk ke jenjang karir yang lebih tinggi. Keputusannya ini terbilang cukup besar untuk karirnya. Disaat banyak wanita mungkin merasa sudah merasa puas dan cukup, namun semangat Wang masih membara untuk mencari yang lebih baik lagi.

Dan ditahun 1987 ia mendirikan sebuah perusahaan pembuat chipset, Via Technologies. Perusahaan ini dirikannya bersama dengan sang suami Wen Chi Chen. Dan bisa dikatakan perusahaan tersebut berjalan dengan baik, bahkan pada saat itu perusahaannya mampu memproduksi sebuah chipset komputer yang paling populer pada saat itu.

Awal Perjuangan Che Wang Mendirikan HTC

Memang jika dihitungkan sudah begitu banyak kesuksesan yang diraih Wang pada saat itu. Namun ternyata, kesuksesan tersebut tak lantas membuatnya berpuas diri. Ia kemudian mengembangkan perusahaan baru yang lebih berfokus pada produksi ponsel dan notebook, yang diberi nama HTC Corporation dimana nama ini adalah kependekan dari High Tech Computer Corporation.

Diawal beroperasi, perusaahaan ini memang hanya memproduksi notebook saja. Namun setelah berjalan beberapa saat, Wang mulai melihat persaingan bisnis yang begitu ketat. Hal tersebutlah yang membuat Wang mengubah fokus produksinya ke ranah smartphone. Yang mana pada saat itu, produksi smartphone belum terlalu banyak digarap oleh perusahaan teknologi di Taiwan ataupun di kawasan Asia lainnya, dan ia meyakini usahanya tersebut memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.

Saat meluncurkan produk pertamanya yang menggunakan OS Windows Phone, rupanya produk PDA besutan dari HTC ini tidak menuai kesuksesan seperti yang diperkirakan. Namun hal ini tak lantas membuat Wang berhenti dan menyerah begitu saja. Pada saat itu, Google telah memegang hak paten dari kepemilikan Android dan memang sedang gencar mencari partner bisnis. Sehingga jadilah pada tahun 2009, HTC dan Google menjalin kerja sama untuk membuat smartphone pertama yang menggunakan OS Android.

Bahkan akhirnya hal inilah yang dapat membawa nama HTC ke puncak kejayaannya dan menjadikannya salah satu produsen smartphone yang paling populer di dunia manakala seri HTC google, Nexus One berhasil dirilis. Dimana peluncuran seri tersebut mendatangkan respon yang lkuarbiasa. Dan berkat semua itu, kesuksesan serta pundi-pundi kekatyaan mulai menghujani Wang dan perusahaanya. Bahkan ia pernah dinobatkan sebagai wanta terkaya di Taiwan dengan total aset kekayaannya hingga mencapai 8,8 milia AS dollar.

Namun meski demikian hal ini tak lantas membuatnya lupa dan membuat sikap kedermawanannya luntur, ia terus mendonasikan dan memberikan kontribusi di beberapa badan amal di Taiwan, bahkan ia pernah menyumbangkan kekayaan pribadinya sebesar US $ 28.100.000 untuk sebuah sekolah di China.

Nah, dengan kerja keras, ketekunan dan kesabaran maka segala sesuatu bisa diraih sebab didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Selain itu jangan pernah terlena dengan semua kekayaan dan kesenangan, sebab didalam harta kita ada hak orang lain yang wajib kita bantu.

Berikut Ini Video yang Bisa Anda Simak 


Loading...

Loading...