Menyembuhkan Luka Akibat Perselingkuhan Pasangan dalam Rumah Tangga

Hati siapa yang tak sakit dan kecewa ketika mendapati orang yang selama ini kita sayangi dan cintai rupanya berkhianat dibelakang kita. Kepercayaan besar yang anda berikan padanya ternyata ia sia-siakan dan dengan mudah menodai kebahagiaan rumah tangga dengan menghadirkan orang ketiga kedalamnya.

Tak heran bila perasaan kecewa, terluka, sedih, ingin memaki dan bahkan dendam bercampur menjadi satu menjadi sebuah perasaan yang tak karuan. Akan tetapi, ketika anda memutuskan untuk bercerai anda kemudian berpikir bagaimana nasib buah hati anda tanpa kehadiran ayah dan ibunya.

Baca Juga:

Bagaimanapula tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan baik ketika mendapati ayah dan ibunya tidak tinggal dalam atap yang sama. Pemikiran semacam ini pada akhirnya lagi-lagi membuat anda harus berdamai dengan keadaan dan memilih untuk menyelamatkan pernikahan anda daripada menyudahinya.

Memang tidak mudah memaafkan sebuah pengkhianatan yang terjadi dalam sebuah rumah tangga. Meski anda memafkan pasangan, mungkin rasa cinta anda padanya tidak sebesar dulu. Dan bahkan mungkin rasa percaya anda sudah hancur.

Lantas bagaimana menyembuhkan luka akibat perselingkuhan pasangan didalam rumah tangga? Berikut ini kami berikan beberapa tipsnya.

menyembuhkan-luka-akibat-perselingkuhan-pasangan-didalam-rumah-tangga.jpg

Menyembuhkan Luka Akibat Perselingkuhan Pasangan dalam Rumah Tangga

Merasa sedih dan kecewa usai diselingkuhi oleh pasangan adalah hal yang wajar. Akan tetapi, tidak baik pula terlalu lartu dalam kesedihan tersebut. Sebab pada akhirnya keputusan harus dibuat dengan bijak.

Bila anda memilih untuk mempertahankan rumah tangga anda demi anak-anak dan keluarga. Maka mungkin anda perlu mengetahui tips menyembuhkan luka akibat perselingkuhan pasangan dalam rumah tangga dibawah ini.

Cobalah Untuk Bersikap Terbuka

ANda tentu tahu apa yang akan terjadi pada saat anda menekan sebuah selang kran air yang airnya sedang selalu menyala lalu anda melepaskannya begitu saja. Ya, air dari dalam selang tersebut akan menyemprot kemana-mana tanpa terkendali dan mungkin semua bagian tubuh anda akan basah karenanya.

Jika anda memendam sendiri rasa sakit, kecewa, amarah, dendam dan semua rasa perih akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh pasangan. maka kurang lebih akan seperti itulah yang akan terjadi dengan diri anda.

Perlahan anda mungkin akan merasa tertekan dan stress sehingga pada akhirnya anda sendiri yang akan merasakan depresi dari kondisi ini. Padahal masih ada hal lain yang membutuhkan kehadiran anda, terutama dalam hal ini anak-anak anda yang masih kecil.

Oleh karenanya, cobalah untuk menjadi terbuka. Hadapi semua rasa sakit dan kecewa yang anda rasakan. Memendam semua perasaan tersebut tidak akan membuat anda menjadi lebih baik. Justru suatu saat ini, ketika anda sudah tidak lagi sanggup menagannya, bukan tidak mungkin anda akan mengeluarkannya dengan meledak-ledak.

Sebuah perselingkuhan didalam rumah tangga memang menjadi borok yang besar yang sembuhnya membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, pada akhirnya anda akan bisa berdamai dengan kondisi tersebut meski tak sembuh sepenuhnya. Jadi cobalah bagi apa yang anda rasakan dengan sahabat atau orang yang bisa anda percaya.

Cobalah Untuk Menerima

Satu hal yang telah hilang dari seseorang yang telah berkhianat adalah kepercayaan. Termasuk pada pasangan didalam rumah tangga anda. Ketika ia memutuskan untuk berselingkuh dan anda mengetahui hal ini maka saat itu juga kepercaayaan anda padanya telah hancur dan lebur bersama dengan kebohongan yang sudah terjadi.

Padahal seperti yang kita ketahui, bahwa sebuah kepercayaan didalam rumah tangga bak sebuah pondasi yang menahan semua bahtera rumah tangga yang telah anda bangun selama ini. Maka dari itu, akan sulit untuk seseorang yangtelah dikhianati untuk dapat kembali memiliki kepercayaan yang sama terhadap pasangannya.

Bahkan meskipun beberapa diantara mereka menyatakan bahwa mereka sudah memaafkan pasangannya. namun ingatan dan perasaan sakit akan senantiasa selalu menghantui hari-hari mereka.

Namun bagaimanapun juga, anda tidak bisa terlalu lama terjebak dengan rasa kecewa yang and alamai tersebut. Satu hal yang dapat membantu anda untuk menerima semua hal tersebut adalah dengan mencoba mempelajari rasa sakit anda.

Cobalah untuk berdamai dengan semua perasaan menyakitkan tersebut. Lalu pikirkan kembali hal-hal positif yang anda rancang untuk masa depan anda. Bayangkan pula kehidupan sukses yang ingin anda capai selama ini. Seiring berjalannya waktu, anda akan teralihkan dan tanpa anda sadari rasa sakit tersebut tidak lagi mempengaruhi anda.

Ceritakan Perasaan Anda Padanya

Satu-satunya penyebab rasa sakit yang anda alami saat ini tidak lain adalah pasangan anda. Meskipun anda sudah berusaha untuk memaafkan semua keselahan dan memberikan ia kesempatan kedua. Namun bayangan tentang pengkhiatan masih membendungi pikiran anda. Tak jarang, hal ini pun seringkali menjadi mimpi buruk di malam hari ketika anda tertidur. Hal ini pulalah yang seringkali membuat kesakitan tersebut seringkali muncul kembali meski anda sudah berusaha untuk merelakannya.

Nah, ketika anda berhadapan dengan masalah semacam ini jangan hanya diam saja. Atau mungkin mengabaikan perasaan semacam ini. Karena dari luka kecil yang kembali teringat bisa mungkin berubah menjadi perasaan kecewa dan benci yang besar. Pada akhirnya rumah tangga anda akan seringkali dilanda dengan pertengkaran yang besar.

Ceritakan apa yang anda rasakan ketika dia melakukan kesalahannya. Tanyakan pula padanya bagaimana bila ia berada di posisi anda. Akan tetapi, ingat utarakan hal ini dengan pelan dan tanpa emosi. Pada intinya, lakukan diskusi yang serius dan tidak bernada seperti anda mengajak bertengkar.

Jika ia benar-benar menyesali perbuatannya sendiri dan ingin kembali membangun hubungan rumah tangga dan memperbaikinya maka ia akan berusaha melakukan apa saja untuk bisa menebus kesalahannya.

Pasangan yang serius akan senantiasa berusaha untuk memposisikan dirinya dengan baik. Ia pun akan menerima bila anda marah dan kesal dengannya. Pada intinya segala hal akan senantiasa ia lakukan agar ia bisa kembali mendapatkan kepercayaan anda.

Pikirkan Masa Depan Anak-Anak

Dalam sebuah perpisahan rumah tangga antara suami dan istri, anak-anak akan senantiasa menjadi korban. Banyak hal yang akan mempengaruhi seorang anak akibat dari perpisahan kedua orangtuanya. Terutama dari perkembangan mental si kecil yang akan mungkin mengalami gangguan. Apalagi saat si kecil sudah masuk usia sekolah dimana mungkin beban mental dan moral akan semakin membuat ia kesulitan untuk menerima kondisi ini.

Ketika anak-anak lain ditemani ayah ibunya, anak anda mungkin terpaksa hanya datang dengan ditemani salah satu dari anda dan pasangan saja. Lantas ketika si kecil ditanya oleh teman-temannya kenapa ayah ibunya selalu terpisah dan tidak pernah datang secara bersama. Maka mungkin masalah semacam ini yang belum dipahami baik oleh si anak akan mungkin membuat mereka kebingungan.

Oleh karenanya, amarah dan kecewa akibat perselingkuhan memang tidak terampuni. Akan tetapi, bukan berarti anda mengandalkan ego dan kondisi saat ini saja. Anda perlu mempertimbangkan bagaimana masa depan buah hati anda. Dan bagaimana pula perkembangan mentalnya akan dapat dibina dengan baik oleh kedua orangtuanya ketika anda dan pasangan memutuskan untuk berpisah.

Belajar Memahami

Setelah melalui fase krisis usai mendapati pasangan yang kita sayangi dalam rumah tangga rupanya melakukan sebuah pengkhianatan. Orang yang dikhianati akan memasuki fase pemahaman. Pada tahapan ini, ia akan mulai belajar memahami bagamaan dan apa pemicu dari sebuah perselingkuhan tersebut.

Pada fase ini, biasanya orang tersebut mulai bisa mengendalikan amarahnya dan mulai menumbuhkan rasa empati terhadap pasangannya sendiri. Ini adalah momentum yang tepat untuk bisa memutuskan apalah sebuah hubungan layak atau tidak untuk dipertahankan.

Berdasarkan fase ini sebuah keputusan akan bisa diambil berdasarkan prediksi apakah pasangan yang berkhianat akan patut untuk dipertahanakan atau tidak. Sehingga keputusan akan lebih bijak karena sedikit emosi yang terdapat pada fase yang satu ini.

Selain itu, memahami bagaimana pasangan bisa sampai melakukan perselingkuhan dalam rumah tangga akan membantu anda mengerti tentang duduk permasalahan dalam sebuah hubungan. Dengan demikian, pahamilah dimana letak tanggung jawab anda didalam hubungan selama ini, sampai-sampai pasangan anda sampai hati untuk berkhianat dari anda.

Ambil Waktu Sebanyak Mungkin Untuk Menyembuhkan Luka Hati Anda

Kita semua tahu bahwa sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh seseorang, apalagi pasangan sendiri dalam rumah tangga akan menimbulkan kepedihan yang mendalam. Hati yang luka, rasa kecewa, amarah dan semua hal yang menyakitkan akan tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa sembuh dengan baik. Jadi demikian, tidak ada salahnya anda meminta atau mengambil waktu untuk menyembuhkan sendiri luka hati anda.

Akan tetapi ingat bahwa luka yang anda alami tidak akan mungkin mengembalikan rasa cinta dan percaya anda kepada pasangan seperti dahulu. Meskipun anda mampu menyembuhkan luka hati anda namun bukan berarti luka tersebut akan membuat anda sembuh seutuhnya. Akan tetapi, setidaknya anda bisa merelakan dan kembali menerima pasangan anda dalam hubungan rumah tangga anda.

Berapa lama? Entahlah. Sebab semuanya akan tergantung dari bagaimana besarnya sebuah pengkhianatan. Selain itu, hati seseorang tidak pernah bisa kita tebak dan prediksi dengan baik. Jadi demikian, ambilah sebanyak-banyaknya waktu yang anda miliki untuk menyembuhkan luka hati anda.

Berikan penjelasan pada pasangan anda bahwa ini bukanlah hukuman untuknya. Namun ini adalah cara anda untuk bisa berdamai dengan diri anda dan keadaan. Ketika anda lebih tenang maka anda akan dapat menyelesaikan masalah dengan kepala yang lebih dingin.

Jangan Curahkan Pada Lawan Jenis

Ketika hati seseorang terluka dan mendapatkan pelarian pada lawan jenis maka yang terjadi bukanlah menyelesaikan masalah namun sebaliknya hal ini malah menimbulkan lebih banyak masalah. Bagaimanapun anda memang diperbolehkan untuk berbagi beban dalam hati anda dengan orang lain. Sebab memendamnya sendiri malah akan membuat kondisi menjadi lebih buruk.

Akan tetapi, hanya karena anda ingin berbagi dan mencurahkan rasa sakit anda. Anda lantas memutuskan untuk mencurahkan isi hati anda pada siapapun. Atau bahkan memilih teman lawan jenis yang anda anggap sudah dekat. Hal semacam ini tidak akan mungkin menjadi solusi yang bijak.

Sebaliknya, menurut para ahli akar dari sebuah perselingkuhan dapat berasal dari curhat bersama dengan lawan jenis. Mungkin pasangan anda yang selingkuh selama ini terjadi karena curhat sepele bersama dengan teman dekatnya yang lawan jenis.

Nah, demikian maka jangan munculkan masalah yang baru dengan mencurahkan atau memanfaatkan waktu sendiri anda bersama dengan lawan jenis. Sebab masalah semacam ini malah mungkin menimbulkan perkara yang lebih besar.

Temukan Sahabat yang Bisa Anda Percaya

Sulit rasanya memendam kesakitan hati hanya untuk diri sendiri. Bagaimanapun disaat seperti ini anda akan membutuhkan seseorang untuk bisa berbagi mengenai keluh kesah anda. Hanya saja, ketika anda sudah berumah tangga maka berbagi perasaan hati tidak bisa dilakukan dengan sembarang.

Temukan seseorang yang bisa anda percaya dengan baik. Orang yang mungkin tidak akan meneruskan isi curahan hati anda pada orang lain. Sebab hal semacam ini akan mungkin mendatangkan masalah yang lebih besar.

Alih-alih merasa lega dan mendapatkan solusi dari permasalah rumah tangga yang kacau balau yang anda hadapi dengan pasangan. Anda mungkin mendapatkan masalah baru karena isi curahan hati anda menjadi topik perbincangan dikalangan teman-teman anda.

Atau bisa jadi permasalahan seperti ini sampai kepada telinga orangtua atau mertua anda. Pada akhirnya, masalah yang lebih besar akan mungkin muncul dan kembali menjerat anda. Untuk itu, temukan sahabat yang memang bisa anda percayai dengan baik. Ia yang akan senantiasa memberikan anda solusi yang bijak dan mampu menjaga apa yang anda curahkan sebagai rahasia anda bersamanya.

Jadikan Anak-Anak Sebagai Pengalihan

Berlarut-larut dalam kesedihan dan luka hati yang dalam akibat perselingkuhan mungkin menjadi pilihan yang kurang bijak untuk anda. Sebab hidup ini berlanjut dan ada banyak kepentingan yang membutuhkan kehadiran anda dibandingkan hanya meratapi nasib anda karena dikhianati.

Anak-anak adalah sumber kekuatan dan pengalihan yang baik untuk anda. Disamping itu, mereka amat membutuhkan peran orangtuanya pada saat ini. Jadi demikian, daripada anda berkeluh kesah dan hanya mengurung diri di kamar. Mengapa tidak mendekati anak-anak anda dan tetap menjadi orangtua yang siaga untuk mereka.

Melakukan pekerjaan rumah dan tetap menjalankan rutinitas anda sebagai orangtua yang baik untuk anak-anak anda. Akan senantiasa membuat mereka terurus dengan baik. Perlahan anda pun akan sadar bahwa kebagiaan dan masa depan anak-anak anda jauh lebih baik dibandingkan hanya meratapi kemalangan nasib perkawinan anda.

Dengan begini maka akan timbul motivasi baru untuk dapat berdamai dengan diri anda sendiri dan keadaan sehingga masalah luka akibat perselingkuhan setidaknya bisa anda redam sementara.

Hentikan Menyalahkan Diri Anda Sendiri

Tidak sedikit pasangan yang dikhianati oleh pasangannya sendiri dalam pernikahan menjadikan dirinya sendiri sebagai penyebab dari perselingkuhan tersebut. Perasaan semacam inilah yang pada dasarnya membuat luka dari hal ini malah semakin sulit untuk dilupakan.

Daripada anda terus menyalahkan diri anda sendiri dan terus menghukum diri anda karena tidak cukup baik untuk pasangan anda. Sebaiknya pergilah ke luar kamar lihat sekeliling anda. Tengok kamar buah hati anda mereka yang tertidur lelap saat ini adalah pelita hidup anda.

Merekalah buah hati yang harus senantiasa anda jaga dan anda prioritaskan. Hapus kekesalan dalam diri anda, hentikan pula menyalahkan diri anda karena hal semacam ini hanya membuang-buang waktu saja. Apalagi anda yang sudah mengupayakan segala hal untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik. 

Loading...

Loading...