Meski Mengalami Lumpuh Otak, Tak Menghalangi Gadis Ini Sukses Berbisnis Apel Online dengan Hidung

Meski Mengalami Lumpuh Otak, Tak Menghalangi Gadis Ini Sukses Berbisnis Apel Online dengan Hidung Keterbatasan fisik bukanlah sebuah hambatan untuk menggapai mipi dan cita-cita dalam hidup. Ada begitu banyak hal yang bisa kita lalukan untuk menggapai mimpi dan angan yang sudah kita miliki. Kuncinya adalah tekad yang bulat dan kerja keras yang tinggi. Kedua hal inilah yang akan menunjang mimpi seseorang meski banyak rintangan atau dengan keterbatasan yang dimilikinya. Jangan sampai batasan yang anda miliki dalam diri membuat anda berkecil hati dan lantas memadamkan api semangat dalam diri anda dan membuat anda berhenti berusaha.

Ada begitu banyak kisah inspiratif yang datang dari berbagai orang dengan keterbatasan, namun dengan kerja keras dan usaha yang tinggi yang dilakukannya, keterbatasan tersebut malah mengantarkannya pada kesuksesan. Ingatlah, buah kesuksesan tidak tumbuh di ladang yang gersang. Jika anda menginginkan kesuksesan, maka ubahlah diri anda, bangkit dan berjuang. Mulailah berusaha, jika anda yakin niscaya selalu ada jalan terbuka untuk anda. Nah, seperti yang dilakukan oleh Guo Xiangge, yang tetap gigih menjalani hidup mskipun dirinya mengalami kelumpuhan otak. Justru sebaliknya, keterbatasan dalam dirinya ini tidak lantas ia jadikan sebagai penghalang untuk meraih kesuksesannya.

Kelumpuhan Otak yang Sudah Aku Derita Sejak Lahir

Meski Mengalami Lumpuh Otak, Tak Menghalangi Gadis Ini Sukses Berbisnis Apel Online dengan Hidung

Sebagaimana dilansir dari shanghaiist.com, mengungkapkan, gadis yang berusia 24 tahun asal kabupaten Linyi, kota Yuncheng, provinsi Shanxi, China ini memang telah sejak lahir menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak. Dimana kondisi inilah yang membuat Guo tidak dapat berbicara atau mengendalikan anggota tubuhnya dengan baik. Disadari betul oleh orangtuanya, Guo tidak akan bisa tumbuh dengan baik sebagaimana anak semestinya. Namun hal ini tak lantas menajdikan Guo berputus asa dan merasa minder dengan teman-temannya. Meskipun ia hidup dalam keterbatasan berbicara dan kesulitan mengendalikan anggota tubuhnya, nyatanya ia masih bisa diterima oleh lingkungannya, terutama orang-orang yang telah mengenalnya sejak dulu.

Saat ini, Guo sudah pintar mengoperasikan komputer dengan menggunakan ujung hidung dan dagunya. Sebenarnya, Guo tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah, namun ia belajar huruf pinyin dari salah seorang teman Guo yang peduli padanya. Selain itu, Guo juga berhasil mempelajari sebanyak tujuh kamus tulisan pinyin.

Keberhasilan Guo dalam mempelajari huruf pinyin tentu tidak lepas dari campur tangan sang ibu yang telaten mengajarinya mengenal huruf pinyin.

Seringkali seusai bekerja, ibu Guo mengajarkannya mengenal huruf pinyin lewat tabel huruf dalam kertas kardus yang telah usang saking seringnya digunakan untuk belajar.

Meskipun Kondisiku Berbeda dengan yang Lain Aku Tetap Tidak Menyerah dengan Hidup Ini

Meski Mengalami Lumpuh Otak, Tak Menghalangi Gadis Ini Sukses Berbisnis Apel Online dengan Hidung

Sebagai seorang gadis, Guo memang sempat merasa sedih kareba melihat teman sebayanya yang dapat bermain, berlarian dan berjalan-jalan dengan sangat gembira, sementara hal tersebut tidak bisa dilakukan olehnya. Namun hal ini tidak lantas membuat Guo larut dalam kesedihannya, ia akhirnya mengerti dan menyadari jika dirinya masih beruntung masih mendapatkan kasih sayang dan cinta yang begitu tulus dari orang tuanya. Sehingga pada akhirnya, Guo memutuskan untuk menjalani hidupnya lebih positif dengan tidak terlalu memikirkan oranglain sebab apa yang diterimanya saat ini adalah apa yang telah tuhan berikan padanya yang harus selalu ia syukuri.

Mulai Mengenal Komputer dan Memulai Bisnis Berjualan Apel Secara Online Meski Harus Mengetik Menggunakan Hidung dan Dagu

Meski Mengalami Lumpuh Otak, Tak Menghalangi Gadis Ini Sukses Berbisnis Apel Online dengan Hidung

Pada tahun 2007, kakak laki-laki Guo mebawa pulang sebuah komputer laptop ke rumah, dan dari semenjak itulah, Guo mulai belajar mengoperasikan komputer. Ia mulai belajar mengoperasikan komputer dengan menggunakan hidung untuk mengetik dan dagu untuk men-scroll touchpad pada laptop tersebut. Tak ingin ketinggalan, Guo juga menggunakan layanan QQ, yakni sebuah layanan pesan instant online yang memungkinkan para penggunanya untuk berkomunikasi dengan teman-teman lain sesama penggunanya.

Kemudian pada akhir tahun, Guo mulai tertarik dan memutuskan untuk memulai toko online dengan menjual apel milik keluarga dan sesama penduduk desa. Dan sejak thaun 2014 Guo mulai membuka toko onlinenya dan membuat apel dari Linyi akhirnya dapat dipasarkan ke seluruh negeri, berkat usaha Guo menekuni internet dan mempergunakannya untuk hal yang positif.

Gou berhasil menjual apel sebanyak 350 kilogram. Dimana sebagian besar apel ini banyak dijual ke Shenzhen, Shanghai dan Guizhou. Apel-apel yang dijualnya secara online ia jual dengan harga 15 yuan per kilogram atau sekitar Rp. 30 ribu.

Sontak saja hal ini membuat penghasilan para petani apel di desa Guo mendapatkan penghasilan yang lebih besar, selain itu, apel produksinya bisa sampai dikenal ke luar daerah yang membuat produksi apel desa Linyi menjadi dikenal masyarakat dari luar desa. Mereka amat berterimakasih kepada Guo, yang meskipun dirinya hidup dalam keterbatasan, nyatanya hal ini tidak menghalanginya untuk bisa berkarya dan menghasilkan pundi-pundi uang untuk keluarganya. Ibu Guo juga mengaku benar-benar bangga pada Guo, berkat dirinya, kini penghasilan keluarganya menjadi lebih baik. Guo juga tidak pernah keberatan meskipun ia harus berjibaku dengan hidung dan dagunya yang hampir sepanjang hari melayani pembeli di toko online miliknya.

Perjuangan yang dilakukan Guo seolah menjadi bukti dari sekian banyak kisah inspiratif para penyandang keterbatasan untuk dapat menghasilkan karya dan meraih kesuksesan. Hal ini seolah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang dalam menggapai impiannya dan keluar dari keterpurukannya. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita untuk tidak gampang mengeluh dan berputus asa dalam menggapai asa dan angan kita.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)