Meskipun Tidak Memiliki Tangan, Wanita Ini Tetap Hidup Normal

Khususnya di negara kita sendiri, peperangan sudah berakhir dan tidak ada lagi.

Namun, faktanya banyak negara-negara lain yang masih dalam masa peperangan. Ketika masa peperangan tidak akan ada negara yang dapat hidup dengan nyaman dan aman, begitu pun dengan negara Vietnam. Selama masa perang di Vietnam, pasukan militer Amerika pada saat itu mengeluarkan Agent Orange ke hutan dengan maksud dan tujuan untuk menggunduli lahan, namun tujuan utamanya yaitu untuk menghancurkan tempat serta untuk merencanakan penyerangan dan geriliya.

Dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya, bukan hanya hutan dan lahan saja yang hancur, bahan kimia tersebut juga mempengaruhi kehidupan warga Vietnam pada saat itu. Seperti yang dikutip dari boredpanda.com, lebih dari 4,8 juta orang terinfeksi oleh bahan kimia berbahaya tersebut. Tidak hanya itu, ratusan orang pun meninggal dunia, sedangkan sebagian orang lainnya mengalami cacat fisik. Hidup dengan resdiu serta racum di dalam tubuh membuat mereka sakit-sakitan.

Ngunyet

Banyak orang yang mengalami efek buruk dari kejadian ini, dimana salah satunya yaitu Nguyet. Dimana ia merupakan seorang gadis yang terlahir tanpa lengan karena efek bahan kimia berbahaya. Namun meskpun begitu, wanita ini tetap bisa hidup normal layaknya orang-orang normal yang ada di sekitarnya. Kita tahu bahwa dirinya tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap, namun semangat hidupnya sangat tinggi. Ia menyadari bahwa hidupnya berbeda dengan orang lain, oleh sebab itu ia berlatih agar bisa hidup seperti mereka. Dan pada akhirnya ia bisa melakukan berbagai macam aktivitas dengan hanya menggunakan bantuan kedua kakinya saja.

Mungkin banyak dari kita yang akan merasa malu atau minder ketika bagian penting dari tubuh ini tidak lengkap, tetapi lain halnya dengan Nguyet. Dimana ia sangat percaya diri dan tidak pernah merasa putus asa sekali pun. Nguyet memiliki mimpi bahwa kelak dirinya dapat memiliki rumah kecil sendiri, ia juga berharap bahwa dirinya bisa hidup dengan mandiri di sana tanpa menyusahkan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia menginginkan hidup dengan damai di desanya. Saat ini Nguyet masih hidup serumah dengan kedua orang tuanya di sebuah kota di Vietnam.

Ngunyet1

Selain ia bisa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti misalkan, memasak, menyapu, mengpel lantai dan lain sebagainya, Nguyet juga biasanya mengasuh semua keponakannya di rumah demi membantu meringankan beban keluarganya. Ketika dirinya memiliki waktu senggang, wanita tangguh ini juga menyempatkan dirinya untuk membaca buku serta browsing internet bersama dengan keponakan-keponakannya. Hal ini dimaksudkan agar ia mendapatkan pengetahuan yang lebih.

Meskipun dirinya memang tidak bisa mendapatkan pekerjaan di luar karena kondisi tubuhnya yang tidak mendukung, namun Nguyet tidak ingin keadaanya tersebut menghalangi dirinya untuk melakukan hal-hal yang ia bisa. Selama masih mampu dan bisa bermanfaat untuk orang lain serta bisa membantu keluarga di rumah, ia akan melakukan hal-hal itu dengan ikhlas dan penuh suka rela.

Nah, sahabat kekurangan atau keterbatasn yang kita miliki bukanlah alasan bagi ita untuk tidak bisa berkembang. Dibalik keadaan yang kita miliki, itu bukan berarti bagi kita untuk terus menerus merenungi nasib dan keadaan. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki selama ini, karena faktanya masih banyak sekali orang-orang yang lebih menderita dibandingkan dengan kita. Kita juga harus ingat, bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan atau ujian di luar batas kemampuan umatnya. Dibalik ujian atau cobaan yang diberikannya, Tuhan menyimpan rencana yang begitu indah. Semoga kisah Nguyet serta semangat dan kerja kerasnya dapat memotivasi kita untuk selalu memberikan yang terbaik pada hidup yan singkat ini.

Loading...

Loading...