Pelajaran yang Bisa Didapatkan Dari Perjalanan Cinta di Usia 20 Tahun

Cinta tumbuh pada siapa saja, dan yang lebih tepatnya tidak mengenal umur. Namun, pada usia remaja biasanya cinta yang tumbuh hanyalah cinta monyet saja. Dan pada usia 20-anlah anda semua bisa dibilang sudah lebih matang soal cinta. Asam manis dari cinta tentunya sudah anda rasakan dan segala tantangannya sudah anda coba. Anda pernah jatuh cinta dengan berlebihan, menjalin hubungan dengan orang yang salah, memendam perasaan yang bertepuk sebelah tangan, hingga merasa patah hati yang membuat anda merasa tidak bisa jatuh cinta lagi.

Nah, dari perjalanan cinta yang pernah anda lewati tersebut, apakah anda pernah berpikir pelajaran apa saja yang telah anda dapatkan? Apakah anda bisa dan kuat untuk mengingat kembali kisah cinta yang pernah anda jalani?

Tentunya tidak banyak orang yang mengetahui pelajaran yang bisa diambli dari perjalanan cintanya. Namun pada kali ini, kami akan mengajak anda untuk kembali mengingat masa lalu dan mengambil pelajaran dari cerita yang telah berlalu, dan ini dilakukan agar kehidupan percintaan anda lebih baik di masa depan.

Pelajaran Cinta yang Bisa Didapatkan Dari Perjalanan Cinta di Usia 20 Tahun

1. Menghubungkan dua jiwa dan tidak saling mengekang

Pada umumnya usia muda sangat erat kaitannya dengan kata bebas. Namun, entah disadari atau tidak disadari karena rasa sayang yang besar dan takut kehilangan membuat anda mengekang pasangan anda sendiri. Ketika pasangan anda tidak mengangkat telepon atau membalas SMS, anda akan merasa panik dan gelisah. Bahkan ketika ia ingin pergi bersama temannya pun harus lebih dahulu minta ijin kepada anda.

Saat anda dan pasangan saling mengekang, justru anda berdua akan rentan berselisih. Alih-alih menikmati hubungan anda berdua, justru yang ada anda dan pasangan saling menyalahkan. Perlu anda ketahui, hubungan yang sehat yaitu hubungan yang saling membebaskan, menghargai dan menghormati hak-hak pasangan masing-masing. Apapun yang ingin dilakukan tentunya sah-sah saja selama tidak merugikan diri sendiri. Nah, dalam hal ini pelajaran yang bisa anda petik yaitu dimana anda bisa menjadi sosok orang yang lebih dewasa, tidak mementingkan ego sendiri dan bisa menerima setiap keputusan dengan besar hati. Dan tentunya jika anda bisa mengaplikasikannya sampai nanti maka sudah bisa dipastikan bahwa hubungan anda dengan pasangan akan tetap terjalin.

2. Sebelum mencintai pasangan, anda harus mencintai diri anda terlebih dahulu

Rasa cinta kepada diri sendiri biasanya selalu berkaitan dengan rasa percaya diri. Dan hal inilah yang akan menjauhkan anda dari pikiran negatif dalam sebuah hubungan. Hal yang harus anda lakukan yaitu berdamai dan menerima segala kelebihan dan kekurangan diri.
Ketika anda berhasil mencintai diri anda sendiri maka anda akan bertambah menjadi pribadi yang lebih kuat. Berbeda sejak anda masih remaja, usia 20-an akan menuntut anda untuk siap menghadapi berbagai masalah dan ujian yang akan menghampiri dalam hubungan. Anda bukan lagi pribadi yang lemah dan selalu butuh topangan pasangan. Jika anda bisa mencintai diri anda sendiri maka meskipun hal buruk menimpa hubungan anda dengan pasangan, anda masih bisa sanggup melanjutkan hidup anda sendiri setelah itu.

3. Jangan dibutakan oleh cinta, tetap melihat agar tidak tersesat

Perasaan yang timbul karena cinta terkadang tidak bisa berkompromi dengan nalar. rasa cinta yang menggebu pada usia ini seringkali membuat anda tidak peduli dan mengabaikan kualitas pasangan sendiri. Bukannya memilih seorang pria yang tepat, tetapi anda justru tetap mempertahankan ia yang tidak memiliki masa depan.

Jika pasangan anda sendiri tidak memiliki masa depan yang jelas, lantas bagaimana dengan hubungan anda berdua? Menjalani hubungan di usia 20 tahun ini akan membuat anda sadar bahwa segala keputusan yang diambil haruslah memiliki alasan yang jelas. Sebagai individu yang dewasa anda harus benar-benar dalam memikirkan kriteria pasangan agar bisa mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

4. Tidak harus kehilangan jati diri untuk menjadi yang terbaik

Ketika sedang jatuh cinta biasanya semua orang rela melakukan apapun untuk pasangannya yang terpenting pasangannya itu bahagia. Dan untuk mewujudkan itu semua terkadang anda rela untuk merubah diri anda sendiri. Karekter asli anda akan berubah dengan perlahan karena pasangan anda yang memintanya. Hobi yang selama ini anda tekuni pun akan terhambat karena pasangan anda meminta anda untuk selalu berada disampingnya.

Padahal usia 20 tahun merupakan usia yang paling tepat untuk menikmati masa hidup sendiri. Anda berhak jadi apa saja dan melakukan apa saja sesuai yang anda inginkan. Pasangan yang kini menjadi bagian hidup anda tidak berhak untuk mengatur dan merubah karakter asli anda. Anda dan pasangan juga pernah sama-sama jatuh cinta meskipun tampil dengan apa adanya bukan?

5. Di usia 20 tahun ini anda tidak bisa ragu terhadap perasaan anda sendiri

Ketika seseorang sudah mulai menginjak dewasa, maka ia akan benar-benar mengerti akan arti kehidupan yang sesungguhnya dan mulai menanggapi sesutu dengan sensitif. Tentunya segala perasaan akan anda rasakan termasuk dalam hubungan, baik itu senang ataupun susah. Perasaan yang anda rasakan tersebut memang sepantasnya untuk anda ungkapkan. Tidak hanya mengerti akan arti kehidupan saja, tetapi usia dewasa ini akan menuntun anda untuk jujur atas segala hal, termasuk kenangan di masa lalu. Pengalaman pahit di masa lalu tidak membuat anda menyerah. Berbagai pengalaman justru akan membuat anda lebih mantap menjelajahi hubungan baru yang lebih baik dan menjanjikan.

6. Pintar berkompromi untuk menyiasati perbedaan

Pria terkadang terlalu cuek, sedangkan wanita biasanya terlalu cerewet dan banyak aturan. Masalah yang muncul dalam hubungan akibat perbedaan karakter antara wanita dan pria tentunya sudah anda alami. Dan hal itu akan membuat anda berusaha belajar untuk pintar berkompromi demi menyiasati perbedaan. Agar tidak terjadi perselisihan, anda dan pasangan pun akan sama-sama bersikap dewasa demi mengatasinya.

7. Mulai mengerti bahwa orang yang anda cintai juga harus menjadi sahabat

Pada usia 20 tahun, anda tentunya pernah merasakan momen mencintai seseorang dengan begitu dalam. Oleh sebab itu, anda tidak lagi segan untuk menjadi penopang pasangan anda. Berusaha memberikan yang terbaik untuknya, ada di sisinya saat ia membutuhkan anda, hinggga menjadi pendukung paling depan atas segala keinginnya.

Namun, ketika bertambahnya usia maka anda juga akan semakin sadar. Dimana sepasang kekasih seharusya bisa saling menyeimbangkan perasaan masing-masing. Anda dan pasangan harus bisa bertukar posisi sesuai dengan kondisi.

8. Mencintai tidak harus memiliki dan merelakan dia yang tidak ditakdirkan untuk anda

Anda mungkin pernah menyimpan cinta yang besar untuk seseorang dan menganggap bahwa orang tersebut terbaik untuk anda. Anda memiliki harapan indah untuk diwujudkan bersama dengannya. Setelah anda dengannya menjalin ubungan, maka berharap anda berdua bisa menikah di usia yang telah ditentukan dan hidup dengan bahagia.

Namun sayangnya, nasib dan takdir tidak berpihak kepada anda. Pasangan yang selama ini anda banggakan justru mengkhianati anda. Meskipun pada saat itu rasa sakit yang luar biasa menerpa anda tetapi kedewasaan menuntun anda untuk merelakannya. Setelah itu, anda pun akan siap untuk melanjutkan hidup anda, memperbaiki diri, dan berharap untuk menemukan seseorang yang lebih baik lagi.

Itulah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan cinta di usia 20 tahun. Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik, dan tentunya pelajaran tersebut akan bermanfaat agar anda bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk ke depannya.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)