Setelah menikah bukan berarti semua pasangan bebas dari permasalahan yang ada. Justru setelah menikah banyak sekali permasalahan-permasalahan yang datang menghampiri. Jutsru permasalahan setelah pernikahan akan lebih banyak dari sebelumnya. Namun tugas kita hanyalah tetap mempertahankan pernikahan yang dijalin bersama pasangan sesuai dengan komitmen sebelumnya.

Mendapatkan hubuangan pernikahan yang bahagia dan harmonis tentunya merupakan dambaan semua pasangan yang ada di dunia ini. Oleh sebab itulah, tidak heran jika semua pasangan melakukan berbagai macam cara demi untuk menjaga keutuhan rumah tangga sampai kakek nenek nanti.
Dalam langkah menjaga hubungan pernikahan agar tetap utuh, bahagia dan harmonis, tentunya kita harus memperhatikan beberapa hal. Jangan sampai kita terlalu fokus pada tujuan kita dan lupa akan hal-hal lain yang ada di samping kita.

Baca Juga:

Ancaman dan masalah dalam pernikahan akan kapan saja datang dan menghampiri. Janganlah sampai mengabaikan ancaman-ancaman tersebut karena ancaman dalam hubungan pernikahan merupakan salah satu penyebab kerusakan hubungan pernikahan.

Ada berbagai macam ancaman yang akan datang, entah itu dari luar atau dari dalam diri pasangan masing-masing. Namun ada pula ancaman yang selalu diabaikan oleh pasangan dalam pernikahan, tanpa pernah mereka duga sebelumnya ternyata ancaman atau masalah yang terabaikan tersebut merupakan monster yang dapat merusak keutuhan rumah tangga. Lantas apa saja ancaman bagi keutuhan rumah tangga yang sering diabaikan? Yuk simak penjelasan di bawah ini.

Ancaman yang dapat merusak pernikahan

Ancaman Bagi Keutuhan Pernikahan yang Sering Diabaikan

Menganggap pernikahan sebagai sarana penghapus kesendirian

Pernikahan dilakukan tentunya berdasarkan komitmen yang telah dibuat oleh pasangan itu sendiri. Namun jangan pernah menganggap bahwa pernikahan itu merupakan sarana untuk menghapus kesendirian. Jika anda menganggap bahwa pernikahan merupakan sarana untuk menghapus rasa kesendirian, maka sudah bisa dipastikan jika nanti anda akan merasa kesepian. Atau bahkan anda akan menyalahkan pasangan anda, menganggap pasangan anda tidak benar, atau bahkan mencari lagi hubungan di luar sana.

Pernikahan merupakan sarana untuk dua orang manusia yang jauh berbeda untuk berbagi kesendirianya. Saat-saat berbagi itulah, kedua manusia yang menjadi satu pasangan akan menciptakan sebuah momen kebersamaan dan tidak akan lagi merasa sendirian.

Menikahi seseorang karena menyukai dirinya apa adanya

Ketika sedang jatuh cinta mata dan hati kita akan buta. Kita akan menganggap seseorang yang tidak baik untuk kita layak sebagai pendamping hidup kita, begitu juga sebaliknya. Janganlah anda menikah karena anda menyukai dia apa adanya, terlebih lagi menikahi sosok yang nantinya akan anda rubah sesuai dengan keinginan anda. Menikahlah dengan dia yang memiliki tekad dan niat yang kuat untuk dirinya sendiri, anda, anak-anak dan keluarga kecil anda nantinya.

Menganggap bahwa pernikahan adalah kumpulan masalah

"Hubungan pernikahan akan sangat rentan oleh masalah," ya pernyataan tersebut memanglah benar adanya. Namun janganlah pernah sekali-kali mengangap bahwa pernikahan merupakan kumpulan masalah dan kekacauan, karena permasalahan dalam pernikahan tidak akan muncul setiap saat. Jika anda tetap menganggap bahwa pernikahan merupakan kumpulan permasalahan, maka saat ada sesuatu yang tidak berjalan dengan keinginan maka kita akan menyalahkan pasangan sebagai pencipta masalah. Bahkan kita akan memberikan tambahan masalah pada kehidupan pernikahan dan cinta yang memang anda anggap sebagai bagian dari permasalahan.

Cobalah mulai dari sekarang untuk berhenti menyalahkan orang lain termasuk pasangan anda sendiri. Cobalah untuk menjalin hubungan pernikahan dengan sebaik mungkin.

Mengutamkan gengsi

Tentunya semua orang memiliki rasa ego masing-masing di dalam dirinya. Memiliki rasa ego atau gengsi sebenarnya adalah baik, karena mampu membantu kita menjaga emosi agar tidak mengalami depresi. Namun ketika kita beranjak dewasa dan menikah, maka egolah yang akan selalu dimenangkan, bahkan ego yang kita miliki tersebut akan menjadi sebuah dinding pemisah.

Demi keutuhan rumah tangga maka anda harus mencoba bersikap terbuka, memaafkan pasangan dibandingkan dengan membalas dendam, dan meminta maaf dibandingkan dengan menyalahkan. Bersikap ikhlas akan lebih baik dibandingkan dengan berkuasa.

Sulit berempati

Empati di dalam sebuah hubungan pernikahan atau percintaan tidak akan muncul dengan sendirinya secara alami. Karena pastinya akan ada salah satu yang memulai. Namun sayangnya, tidak ada jaminan dari pasangan atau orang lain yang akan langsung memberikan hal atau balasan yang sama. Hal ini merupakan resiko dan merupakan salah satu bentuk pengorbanan. Oleh sebab itulah kebanyakan dari masing-masing orang menuggu pasangannya yang memulai terlebih dahulu. Dan dia yang memulai duluan akan beresiko mengalami kebuntuan. Karena seperti biasanya, saat seseorang memulai berempati dan mengalah, ia akan secara terus menerus menjadi pihak yang diam, bahkan ia tidak bisa lagi menyatakan pendapatnya lagi. Nyatanya, orang yang kita sayangi tersebut merupakan manusia biasa, bisa berbuat salah dan tidak akan pernah menjadi sosok sempurna yang kita idam-idamkan. Nah, hal ini kembali lagi kepada diri kita sendiri, apakah kita mampu mencintai dia sepehunya dan berani mengambil risiko mengalah lebih dulu? Demi keutuhan rumah tangga, alangkah baiknya jika anda belajar untuk berempati kepada pasangan anda.

Saling berebut kekuasaan

Konflik yang terjadi di dalam sebuah pernikahan biasanya yaitu berusaha untuk menyelesaikan permasalahan seputar keterkaitan di antara pasangan. Hal ini disebabkan biasanya karena pihak pria tidak ingin terlalu dekat atau lengket dan pihak wanita sibuk, ingin dikabari terus oleh pasangan setiap waktu, ingin pasangan selalu ada di samping, ingin tahu semua urusan suami. Namun terkadang juga hal ini bisa terbalik.

Namun sayangnya, dalam setiap pertengkaran yang terjadi karena hal ini sebetulnya akan berujung pada sebuah pertanyaan besar yang tidak pernah terungkap, siapa yang berhak memutuskan akan seberapa jauh jarak yang dijaga di antara keduanya? Apabila pertanyaan tersebut tidak pernah diungkapkan atau dikemukakan secara langsung, maka kemungkinan keduanya akan terus bertengkar untuk mempermasalahkan atau meributkan hal tersebut secara tidak langsung

Lebih perhatian pada anak-anak dibandingkan pada pasangan

Anak merupakan anugerah tuhan yang sangat indah, oleh sebab itulah tidak heran jika segala kebutuhan anak akan menjadi prioritas utama, menuruti semua yang anak inginkan tanpa memikirkan atau memprioritaskan hubungan bersama pasangan. Ingatlah membangun keluarga memerlukan konsistensi, mencari keseimbangan dan bekerja keras.

Tidak tau cara mempertahankan ketertarikan kepada orang lain atu hal tertentu

Dalam hidup ini kita selalu dihadapkan oleh berbagai macam hal, selalu ada hal baru yang akan membuat kita tertarik, bahkan hal tersebut akan membuat kita teralih. Oleh karena itulah, anda harus bisa mengetahui bagaimana caranya mempertahankan ketertarikan kepada satu orang atau hal tertentu, janganlah sampai mudah teralihkan oleh hal-hal baru. Karena apabila perhatian kita teralihkan anda akan mengabaikan hubuangan pernikahan dan pasangan anda sendiri. Maka dari itulah, amat penting untuk mempertahankan hubungan pernikahan.

Nah, itulah beberapa ancaman bagi keutuhan rumah tangga yang memang sering diabaikan. Semoga bermanfaat.

Loading...

Loading...