Tidak sedikit perempuan yang merasa khawatir dan was-was pada saat mereka mengetahui bahwa mereka tengah mengalami keputihan. Katanya, vagina yang mengalami keputihan adalah tanda dari infeksi bakteri atau bahkan adanya indikasi kanker serviks.

Dalam beberapa kasus, memang demikian keputihan bisa menjadi indikasi adanya gangguan kanker serviks yang menyerang seseorang. Namun demikian, tidak semua kondisi keputihan adalah indikasi secara absolut dari adanya kanker serviks.

Baca Juga:

Bahkan sebaliknya, keputihan yang dialami seorang wanita adalah hal yang wajar dan sebagian besar dari kita tentu pernah mengalami keluarnya cairan dari dalam organ kewanitaan atau yang lebih dikenal dengan keputihan. Hanya saja, jenis cairan yang keluar tersebutlah yang perlu dikenali cirinya. Sebab ada beberapa kondisi keputihan bermasalah yang menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan pada organ vital anda.

Nah, di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan seputar keputihan. Anda para wanita wajib tahu apa jawabannya karena tentunya informasi ini penting untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan kita.

pertanyaa-tentang-keputihan.jpg

  1. Apa Penyebab Keputihan

Keputihan adalah sebuah kondisi keluarnya cairan dari dalam organ kewanitaan seorang perempuan. Keputihan biasanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi bulanan seseorang. Meski demikian, sebenarnya anda tidak perlu merasa khawatir saat anda mengalami keputihan. Sebab ini adalah hal yang wajar dan lumrah terjadi pada seorang wanita.

Sebaliknya, keputihan adalah cara alami tubuh untuk membersihkan organ kewanitaan dan menjaganya tetap sehat. Lebih dari itu, keputihan pun punya fungsi sebagai pelumas organ kewanitaan anda dan melindunginya dari infeksi dan iritasi.

Namun demikian, ada pula jenis keputihan yang tidak normal dimana jenis inilah yang perlu diwaspadai banyak wanita. Penyebab dari keputihan yang tidak normal bisa bermacam-macam, mulai dari adanya infeksi bakteri, infeksi jamur pada organ kewanitaan sampai dengan adanya indikasi penyakit menular seksual seperti klamida, gonore dan trikomoniasis. Untuknya, penting sekali bagi anda dan kita semua mengetahui perbedaan antara keputihan yang normal dan keputihan yang tidak normal.

  1. Bagaimana Saya Mengetahui Jika Keputihan yang Saya Alami Normal?

Pada dasarnya volume keputihan dan seberapa sering keputihan itu keluar, warna dan tekstur dari kekentalan cairan yang keluar pada wanita akan berbeda-beda. Sebagian wanita mungkin mengalami keputihan hanya sesekali dan sedikit jumlahnya. Sementara sebagian lain mungkin mengalaminya lebih sering dengan jumlah cairan yang lebih banyak.

Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang membuat cairan keputihan bisa muncul. Seperti diantaranya adalah pada saat anda terangsang secara seksual, menggunakan pil KB, saat sedang ovulasi atau pada saat anda mengalami stress. Untuk keputihan normal ini biasanya cairan yang keluar berwarna transparan, tidak disertai warna dan tidak pula disertai dengan bau. Pada beberapa kasus tekstur dari cairan keputihan normal ada yang seperti air atau bahkan ada yang lengket seperti jeli.

Bila anda mengalami keputihan jenis ini maka sebaiknya tidak perlu merasa panic sebab ini adalah jenis keputihan yang normal dan hampir sebagian besar wanita mengalami kondisi yang satu ini.

  1. Apa Saja Indikasi Keputihan Tidak Normal?

Sederhana sekali membedakan antara keputihan yang normal dengan jenis keputihan yang tidak normal. Bila cairan yang keluar dari organ kewanitaan tidak memiliki warna, bau atau bahkan teksturnya seperti yang dijelaskan di atas maka cairan tersebut adalah keputihan yang normal dan wajar.

Namun sebaliknya bila anda mengalami keputihan yang berkontradiksi dengan ciri keputihan normal maka jenis keputihan tersebut perlu diwaspadai dengan baik. Adapun beberapa indikasi keputihan yang tidak normal diantaranya adalah:

  • Adanya bau menyengat yang tidak enak seperti bau amis atau bahkan bau busuk yang amat mengganggu.
  • Tekstur cairan yang keluar lebih kental dari biasanya atau bahkan disertai dengan busa dan menggumpal seperti keju cottage.
  • Cairan yang keluar disertai dengan darah.
  • Cairan yang keluar bisa berwarna baik warna keabu-abuan, kekuningan atau bahkan kehijauan.
  • Volume cairan yang keluar dari organ kewanitaan dalam jumlah yang banyak dan lengket bahkan bisa menempel pada bagian pakaian dalam dan keluar dalam waktu yang sering.

Di atas adalah indikasi dari cairan keputihan yang bermasalah dimana anda perlu segera mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter. Apalagi jika keluarnya cairan disertai dengan keluhan seperti organ kewanitaan yang gatal, terasa panas seperti terbakar atau mungkin perih pada saat buang air kecil.

Hal tersebut bisa terjadi adanya infeksi bakteri yang menyebabkan keputihan tidak normal bisa terjadi. Apabila tidak segera ditangani dengan baik dikhawatirkan terjadi masalah yang lebih buruk dengan kesehatan organ kewanitaan anda.

4. Apa Penyebab Keputihan Tidak Normal Terjadi?

Keluarnya cairan keputihan tidak normal bukan hanya berbahaya namun tentu hal tersebut akan menghambat aktivitas anda, terutama anda yang sudah menikah. Pasangan bisa saja mengeluhkan kondisi ini dan bila tidak segera ditangani dikhawatirkan hubungan asmara anda malah mengalami kemunduran.

Keputihan tidak normal yang terjadi pada seseorang bisa diakibatkan karena adanya infeksi jamur, bakteri atau parasit yang ada di bagian organ kewanitaan. Adapun sebagaimana dilansir dari Hellosehat terdapat 3 jenis penyakit yang paling sering menyebabkan keputihan tidak normal terjadi. Penyakit tersebut diantaranya adalah:

Bacterial Vaginosis

Jenis penyakit pertama yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal terjadi adalah bacterial vaginosis. Kondisi ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri bernama anaerob di dalam organ kewanitaan kita. Kondisi ini dapat muncul dengan ciri-ciri cairan keputihan yang keluar berwarna putih atau keabuan.

Teksturnya pun tidak kental disertai dengan bau amis dan jumlah cairan yang keluar bisa lebih bayak. Adapun keluhan yang menyertai kondisi ini adalah organ kewanitaan yang terasa gatal.

Candidiasis

Penyebab lain yang bisa muncul adalah adanya candidiasis. Keputihan yang muncul sebab penyakit ini datang dengan ciri-ciri cairan yang berwarna putih dengan tekstur yang kental. Bagian organ kewanitaan anda pun akan terasa gatal dan panas. Selain itu, akan timbul kemerahan dan bengkak pada bagian organ kewanitaan saat kondisi ini terjadi. Penyakit ini pemicu utamanya adalah infeksi jamur Candida albicans.

Trichomoniasis

Penyakit ini adalah penyakit seksual menular yang penyebabnya dipicu oleh adanya parasit bernama Trichomonas vaginalis. Pada kondisi ini cairan keputihan yang muncul biasanya berwarna kekuningan atau kehijauan. Keluarnya cairan pun terkadang disertai dengan busa, berbau amis dan keluar dalam jumlah yang cukup banyak.

Kondisi yang menyertai keputihan jenis ini adalah vagina yang terasa gatal, timbul kemerahan dan perasaan yang tidak nyaman. Selain trichomoniasis, penyakit menular seksual lainnya yang bisa timbul akibat keputihan ini adalah klamida dan gonorea.

Anda perlu segera mengkonsultasikan masalah ini ke dokter dan segera tangani kondisi keputihan tersebut dengan tindakan medis yang terpercaya. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotic dan melakukan tindakan medis lainnya.

Loading...

Loading...