Secara Tidak Sadar, Beberapa Hal Ini Menggambarkan Bahwa Kamu Sudah Dianiaya Secara Emosional

Belakangan ini, berita di tanah air sedang marak dengan kasus seorang model asal Indonesia yang tinggal di kota New York, Amerika Serikat atas kasus penganiayaan secara fisik dan mental yang dialaminya. Pelaku yang tak lain adalah pasangannya sendiri seakan menjelaskan bahwa hubungan yang dijalani oleh seseorang tak selalu mulus dan indah.

Meski banyak hubungan asmara yang dibangun dengan kasih sayang dan rasa cinta yang begitu dalam. Namun nyatanya, tidak sedikit diluar sana pasangan yang mengalami kekerasan baik secara fisik maupun emosional. Kekerasan fisik yang dirasakan seseorang mungkin akan dapat menghilang dan bekas luka yan ditinggalkan pun akan dapat sembuh seiring dengan berjalannya waktu.

Baca Juga:

Akan tetapi, untuk kekerasan mental dan emosional mungkin saja hal ini akan dapat meninggalkan trauma yang mendalam pada diri korban. Sayangnya, karena konteksnya permasalahan yang terjadi adalah antara hubungan. Seringkali banyak pasangan tidak menyadari adanya kekerasan emosional dengan mengatas namakan rasa cinta yang begitu dalam.

Nah, untuk memudahkan anda mengenali beberapa ciri bahwa didalam hubungan sudah ada yang namanya kekerasan emosional. Maka mari kita simak beberapa hal yang menggambarkan kondisi ini.

 

Pasangan yang Mudah Berubah

Dalam suatu hubungan Perilaku abusive bukan hanya tentang kekerasan fisik yang ada didalamnya. Akan tetapi juga bisa melalui verbal atau yang lebih dikenal dengan emotional abusive. Perilaku seperti ini dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan kekerasan secara fisik.

Sebab dampaknya akan mungkin mempengaruhi kesehatan mental dan interaksi sosial diantara keduanya dengan lingkungan luar sehingga hal ini akan menambah deretan penyiksaan yang lebih panjang. Nah, emotional abusive dalam sebuah hubungan pun patut diperhatikan dengan baik. Bisa jadi, kondisi ini tidak disadari karena kita memandang orang yang kita sayangi terlihat begitu sempurna.

Akan tetapi memang ada beberapa kondisi yang penting dan perlu untuk diperhatikan dengan baik. Salah satu ciri ketika anda mulai mendapatkan emotional abusive diawali dengan sikap pasangan yang seringkali berubah. Mungkin ketika diawal pacaran ia bersikap dengan begitu manis dan romantis.

Namun kedepannya, seandainya pasangan anda tiba-tiba berperilaku kasar secara verba. Maka tentu saja hal ini perlu diwaspadai sebagai bentuk dari emotional abusive. Sebab mungkin dari perilaku inilah pasangan anda akan berubah semakin menjadi dan berani untuk menyakiti diri anda secara fisik. Maka dari itu, sadari masalah ini dengan baik dan mulailah berpikir dengan logis.

Selalu Menjadi Korban (Playing Victim)

Seringkali seorang pelaku kekerasan secara emotional senang memainkan peran bahwa dirinya adalah korban dari setiap hal yang terjadi. Hal ini dilakukan demi menutupi kekesalannya pada diri anda. Selain itu, ia pun seringkali menyalahkan anda untuk mendapatkan image baiknya. Seorang pelaku kekerasan secara emosional akan senang mencari kesalahan dari pasangannya.

Misalkan ketika janji bertemu namun dalam waktu bersamaan anda harus melakukan pekerjaan anda seperti pekerjaan di kantor. Sementara ia pun datang terlambat dan sudah waktunya anda bertemu dengan clien padahal anda sudah menunggunya sementara waktu. Maka nantinya anda sendiri yang akan disalahkan, ia akan cenderung mengeluh dan menyalahkan anda "aku sudah capek-capek datang kesini, tapi kamu malah sibuk terus".

Selain itu, dari kekesalan ini ia akan berlanjut marah dan menyalahkan diri anda. Ia pun tidak segan untuk mengutuk anda dan mengeluarkan kata-kata kotor hanya untuk menebus kesalahan anda padanya. Pada intinya, ia tidak lagi memandang anda sebagai pasangannya ketika ia marah. Sebaliknya, ia akan memperlakukan anda seperti musuh yang mungkin harus disingkirkan.

Masalah seperti ini terkadang sulit disadari karena mungkin sebagian pasangan memilih untuk mengalah dan terus mengalah karena tidak ingin membuat masalah yang dihadapi menjadi lebih besar. Namun perhatikan kembali setiap hal yang besar diawali dengan tindakan yang kecil.

Ia Akan Cenderung Mengisolasi Kehidupan Anda

Beberapa ciri lain ketika anda berada dalam hubungan yang kurang sehat dan anda mulai dianiaya secara emosional adalah ketika kehidupan anda sendiri seolah seperti diisolasi. Pasangan akan seolah selalu membutuhkan diri anda ada bersama dengan mereka. Padahal ketika kalian bersamapun tidak ada hal yang terlalu berarti yang dilakukan berdua.

Namun, ia seolah tidak mengizinkan anda bertemu dan berjumpa dengan orang-orang dekat anda. Bahkan ketika anda hendak bertemu dengan orangtua anda sendiri. Ia seperti mengisolasi anda dari kehidupan sosial anda. Nah, ketika hal ini terjadi maka penting sekali memperhatikan hal yang satu ini. Sebab mungkin hal ini bisa menjadi gejala hubungan dimana anda telah dianiaya secara emosional.

Tanda-tandanya adalah ketika ia membuat anda kehilangan kehidupan sosial anda karena semua yang kita lakukan selalu terpusat kepadanya. Anda pun akan lebih cenderung diseret ke dunianya. Sehingga anda akan cenderung lebih dekat dengan teman-temannya daripada lingkungan anda sebelumnya.

Hal semacam ini pada umumnya disebabkan karena keinginan dari pasangan yang menginginkan perhatian kita hanya tertuju padanya. Menganggap dirinya harus diutamakan dan ia pun akan cenderung lebih posesif dan mudah curiga dari semua hal yang anda lakukan ketika berkaitan dengan orang luar.

Ia Akan Cenderung Lebih Posesif

Meskipun kita hanya berteman seperti biasa dengan teman pria atau mungkin saat anda memiliki sahabat laki-laki dan kemudian pasangan anda mengetahui masalah ini. Maka ia akan tentu bereaksi dengan berlebihan dan ia pun akan cenderung mudah marah dengan hal ini. Ketika marah, ia tidak segan untuk memojokkan anda dan seolah pedang sedang dihunuskan kedepan muka anda.

Perkataan kasar dan cacian dengan mudah ia lemparkan pada diri anda. Padahal selama ini anda tidak pernah mendapati sikap dari pasangan anda yang demikian. Namun ketika marah, ia akan berubah seperti orang lain. Menghakimi anda, menyalahkan anda dan bahkan menuduh yang tidak-tidak. Nah, hal ini perlu diperhatikan dengan baik.

Tindakan posesif yang berlebihan pun bisa menjadi salah satu gejala bahwa didalam hubungan anda telah dianiaya secara emosional. Hubungan yang dijalani pun sudah tidak lagi sehat dan anda perlu untuk menggunakan akal sehat anda dengan baik. Agar jangan sampai tindakan semacam ini sudah berlangsung terlalu jauh yang mana akan mungkin membuat kemungkinan buruk bisa saja anda alami.

Selain itu, abusive relationships pun adalah bentuk hubungan yang seringkali diwarnai dengan kecemburuan yang berlebihan. Karenanya, hubungan yang dijalani akan jauh dari kehangatan emosional, kurangnya kualitas hubungan yang erat. Dan bahkan dalam kondisi terburuk hal ini akan berujung pada pelecehan seksual atau bahkan ketidak setiaan dan penyiksaan secara verbal yang tidak akan pernah ada habisnya.

Ia Seringkali Mengancam

Terjebak dalam hubungan bersama dengan seseorang yang bertindak tidak wajar akan tentu menyengsarakan bagi siapa saja. Untuk itulah, sebelum hubungan yang tidak sehat itu berlanjut pada kondisi yang lebih buruk maka penting sekali mengenali ciri-cirinya dan senantiasa gunakan akal sehat anda untuk dapat menyudahi kondisi ini dan keluar dari belenggu hubungan yang menyulitkan diri anda sendiri.

Ketika anda mengalami penganiayaan secara emosional didalam sebuah hubungan, salah satu ciri lanjutan dari beberapa kondisi diatas adalah ketika pasangan sudah tidak lagi segan untuk mengancam diri anda. Ketika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Atau ketika anda tidak bersedia melakukan apa yang diinginkannya maka ia akan dengan mudah memberikan ancamannya pada anda.

Ada begitu banyak ancaman yang akan ia lakukan bahkan ancaman ini bisa berubah cara dengan menyakiti dirinya sendiri. Ia akan memojokan diri anda seolah anda bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi dalam kehidupannya. Itulah mengapa anda perlu untuk mewujudkan keinginannya.

Nah, masalah inilah yang perlu untuk diwaspadai dengan baik. Sebab mungkin ketika mendapatkan ancaman anda sendiri akan merasa tertekan sehingga mau tidak mau anda akan menuruti semua permintaannya.

Meski kekerasan fisik dalam sebuah hubungan adalah hal yang tidak dapat ditolerir. AKan tetapi, pelecehan secara emosional pun dampaknya akan jauh lebih membahayakan. Jadi demikian, penting sekali memperhatikan masalah ini dengan baik agar jangan sampai anda sudah terlalu jauh mengalami penganiayaan semacam ini.

Pasangan Seringkali Mempermalukan Anda Dihadapan Teman-Temannya

Pada dasarnya seorang pasangan yang baik dalam menjalin hubungan yang sehat. Ia akan tentu dengan bangga memperkenalkan kita pada teman-temannya. Ia akan berusaha dengan baik untuk bisa menunjukan bahwa seseorang yang ia cintai perlu diperkenalkan pada lingkungannya. Akan tetapi, tidak ketika anda berada dalam hubungan yang tidak sehat dimana anda seringkali mendapatkan penganiayaan secara emosional.

Alih-alih menutupi aib anda dan berusaha melindungi anda dengan baik. Ia pelaku kekerasan emosional akan senang menjadikan anda sebagai objek untuk dipermalukan. Kemudian dengan dalih lain ia akan memberitahu kita bahwa hal tersebut dilakukannya hanya untuk bercanda dan memberikan hiburan semata.

Akan tetapi, ketika tindakan ini sudah terlalu jauh dan ia pun tidak segan untuk melecehkan anda dihadapan teman-temannya hanya untuk dijadikan bahan candaan. Maka mungkin anda pun akan menyadari bahwa diri anda sudah tidak lagi ada harganya dihadapan pasangan anda.

Nah, waspadai masalah ini sebagai tindakan kekerasan secara emosional. Sebab pasangan anda sudah dengan berani mempertontonkan diri anda dihadapan orang lain secara emosional. Kedepannya apakah ada yang menjamin bahwa ia tidak segan memperlakukan anda dengan lebih buruk? Bila anda mengalami masalah ini maka segera sudahi hubungan tersebut sebab hubungan yang sehat adalah pasangan dan anda akan saling berbagi dan melindungi satu dengan yang lainnya.

Pasangan yang Terlalu Banyak Memberikan Kritikan

Ada banyak hal yang menyebabkan seorang pelaku kekerasan emosional melakukan hal tersebut pada pasangan sendiri yang tak lain adalah orang yang mereka cintai. Beberapa hal tersebut bisa saja saat pasangan sudah merasa bosan dengan diri kita. Atau mungkin ketika ia mendapatkan kekecewaan yang mendalam yang tak bisa dimaafkan dalam diri kita. Dan kemungkinan lainnya adalah ketika pasangan sudah kehilangan cintanya pada diri kita.

Akan tetapi, seberapa berat pun alasannya kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan dalam satu hubungan. Sebab hal ini akan mungkin dapat mempengaruhi korban baik secara mental maupun fisiknya. Yang pasti seorang pelaku kekerasan emosional dalam suatu hubungan akan senang mencari-cari kesalahan pasangannya sendiri.

Sehingga tak heran bila ia akan cenderung senang memberikan kritikan pada pasangannya. Bahkan ketika hal tersebut sudah dilakukannya dengan baik. Namun ketika mendapati kesalahan sedikit saja maka mereka akan dikritik dengan habis-habisan.

Waspadai betul bila anda merasakan hal semacam ini. Karena tentu saja, berada dalam hubungan semacam ini anda akan jauh dari rasa tenang dan nyaman. Jangankan kehangatan yang ada anda mungkin akan terkesan enggan untuk berbagi lebih banyak dengan pasangan anda karena ia memperlakukan anda dengan begitu buruk.

Ia Sering Mengintimidasi Anda Untuk Melakukan Apa yang Ia Inginkan

"Kamu tidak cukup sempurna bersanding denganku", "Aku sudah berbuat banyak untuk dirimu" atau mungkin "Kamu sadar kalau kamu itu sudah melakukan banyak kesalahan selama bersama denganku maka dari itu kamu harus..." dan lain sebagainya. Seorang pelaku kekerasan emosional dalam sebuah hubungan akan cenderung mengintimidasi pasangan sendiri untuk bisa melakukan apa yang mereka inginkan.

Anda akan dibuat terpojok seolah diri anda tidak cukup baik untuk dirinya. Sehingga mau tidak mau anda akan menyerah dan melakukan apa yang ia inginkan. Perlakukan semacam ini meski secara sadar anda rasakan tekanan yang begitu besar. Namun pada akhirnya sebagian orang akan memilih untuk melakukan hal tersebut dalam rangka menebus kesalahan yang mungkin sebenarnya tidak pernah anda lakukan. Hanya saja, perlakuan intimidasi dari pasanganlah yang membuat anda seolah merasa bersalah.

Masalah semacam ini  perlu diperhatikan dengan baik sebab tentunya hubungan semacam ini akan terus menerus membuat anda tertekan. Hanya saja, disatu sisi anda tidak akan bisa mengungkapkan amarah anda karena perlakukan dari pasangan yang sudah menekan anda dengan begitu hebat. Nah, dari sinilah kekerasan emosional akan mungkin anda alami.

Hidup Anda yang Dikendalikan

Tanpa anda sadari selama ini anda hanya berusaha untuk menjadi apa yang dia inginkan. Ia pun tidak segan untuk mengontrol segala hal yang ada didalam hidup anda. Mulai dari cara anda berpakaian, cara bicara sampai dengan siapa saja yang boleh berinteraksi dengan diri anda. Pada intinya ia akan mulai mengontrol diri anda menjadi apa yang dia inginkan.

Anda pun seolah berusaha dengan keras menjadi orang lain dan mulai melupakan diri anda yang sebenarnya. Namun semua ini anda lakukan atas nama cinta dan kesetiaan pada pasangan anda. Namun ketika hidup anda keseluruhannya didikte oleh pasangan maka anda tidak akan bisa menjadi diri anda sendiri.

Nah, hal inilah yang penting untuk disadari dan diperhatikan dengan baik. Bisa jadi segala hal yang terjadi dalam hidup anda yang semuanya dikendalikan oleh pasangan anda adalah bentuk awal dari bagaimana ia menjadikan anda budak didalam kehidupannya bukanlah pasangan yang ia cintai.

Maka dari itu, jangan mau dikendalikan dan didikte tentang bagaimana anda harus menjalani hidup anda. Yang terpenting adalah jadilah diri sendiri dan gunakan akal sehat anda ketika menjalin suatu hubungan.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat disampaikan dari beberapa gambaran bahwa didalam hubungan anda sudah mengalami kekerasan emosional. Hal ini penting untuk dideteksi sejak dini sebab ketika berbicara mengenai hubungan biasanya seseorang sulit menggunakan akal sehat karena rasa cinta yang begitu dalam. Namun ketika hubungan sudah tidak lagi sehat maka penting sekali untuk segera keluar dari zona tersebut sebelum merugikan diri kita sendiri.

Loading...

Loading...