Senyum Riang Malaikat Kecil, Si Gadis Penyapu Jalan yang Ditolak Di sekolahnya

Senyum Riang Malaikat Kecil, Si Gadis Penyapu Jalan yang Ditolak Di sekolahnya Seharusnya anak-anak diusianya yang masih begitu belia, mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan penghidupan yang lebih baik. Usia anak-anak adalah usia dimana mereka sedang riang-riangnya bermain dan berbagi bersama teman-teman sebayanya. Mereka seharusnya dapat menikmati hidup dengan lebih baik, tanpa beban dan tanpa pikiran yang berat. Sebab anak-anak yang masih begitu belia, umumnya belum mengetahui segala kesulitan hidup dan sulitnya mencari sesuap nasi. Untuk itulah, tidak sebaiknya anak-anak dibebani dengan pekerjaan dan sulitnya bertahan hidup. Sebab mental anak akan goyah dan membuatnya tidak mendapatkan masa kecil yang indah.

Nah, inilah yang dialami oleh seorang gadis cilik asal, China yang harus menelen kenyataan pahit bagaimana sulitnya menjalani hidup, bagaimana susahya mencari uang dan bagaimana merasakan kerasnya hidup dijalanan. Diusia yang masih 6 tahun, dirinya harus rela kehilangan masa kecilnya yang bahagia. Jika anak sebayanya, masih bermain-main dan menikmati hari-hari dengan tanpa beban serta selalu di manjakan oleh kasih sayang kedua orang tuanya. Gadis ini harus disibukan dengan debu dan sampah yang berserakan dijalanan dan menjadi seorang penyapu jalan.

Aku Liu Yiting Gadis Kecil Berusia 6 Tahun Sang Penyapu Jalan

Senyum Riang Malaikat Kecil, Si Gadis Penyapu Jalan yang Ditolak Di sekolahnya

Adalah Liu Yiting yang mengalami nasib kurang beruntung. Jika anak-anak sebayanya diusianya yang belia pergi ke solah dan mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya. Hal ini tidak dirasakan Liu. Liu adalah anak terlantar dari Jining, provinsi Shandong, China yang harus mnghabiskan hari-harinya dijalanan dengan menyapu jalan bersama dengan kakek dan neneknya.

Kondisi seperti ini tentunya menjadi tamparan untuk kehidupan sosial di China. Gadis kecil yang seharusnya berdiam diri dirumah dan bersekolah. Harus terlantar dijalanan dan berjibaku dengan sapu dan pembersih jalan.

Sebenarnya, Liu bukan tidak ingin bersekolah dan mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya. Namun apa hendak dikata, Liu adalah anak yang ditelantarkan kedua orangtuanya. Sementara itu, ia tinggal bersama dengan kakek dan neneknya yang berprofesi sebagai seorang pembersih jalan.

Aku Ditelantarkan Kedua Orangtuaku

Senyum Riang Malaikat Kecil, Si Gadis Penyapu Jalan yang Ditolak Di sekolahnya

Orangtua Liu bercerai pada 4 tahun silam, Liu kecil lantas dikirimkan orangtuanya untuk tinggal bersama dengan nenek dan kakeknya di Jinan. Kedua kakek dan nenek Liu bekerja sebagai pekerja sanitasi dengan gaji perbulannya sebesar 3.000 RMB yang didapat oleh kakek dan neneknya.

Saat ini ayah Liu tengah bekerja di Shenzen dan sudah satu tahun lamanya. Sementara ibu Liu sudah tidak pernah bisa dihubungi sejak 4 tahun lalu setelah keduanya bercerai. Dengan kondisi seperti inilah, Liu jadi kesulitan untuk bisa bersekolah karena kakek neneknya yang tidak memiliki surat sah atas hak asuh Liu. Ditambah lagi dengan kenyataan jika kakek Liu tidak dapat menunjukan dokumen jaminan sosial kedua orangtua Liu. Dan hal inilah yang membuat sekolah yang Liu masuki tidak dapat menerima Liu sebagai murid disana.

Hal ini memang membuat Liu kecil yang ingin bersekolah menjadi kecewa, kerap kali ia menanyakan kapan ia akan berskolah. Namun apa hendak dikata kakek dan neneknya tidak bisa berbuat banyak untuk Liu kecil.

Selain itu, kakek dan nenek Liu mereka tidak bisa selalu memenuhi kebutuhan Liu dan mengimbangi mental anak-anak. Karena kerap kali kakek dan nenek yang tinggal di desa ini juga mengalami pendidikan yang rendah. Sehingga mereka tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan pendidikan sang cucu.

Karena Ditolak Disekolah Akhirnya Aku Jadi Penyapu Jalan

Senyum Riang Malaikat Kecil, Si Gadis Penyapu Jalan yang Ditolak Di sekolahnya

Karena kondisi inilah, saat ini Liu kecil harus terpaksa menjadi seorang penyapu jalan membantu nenek dan kakeknya. Dengan mengajak Liu kecil menyapu di jalanan, dianggap sebagai cara terbaik untuk mengajak Liu 'bejalar hidup' karena mereka telah pasrah menani kesempatan bagi Liu untuk benar-benar bisa belajar dan mengenyam pendidikan dengan baik.

Kini setiap pagi dengan senyum gembira dan terlihat begitu polos, Liu kecil terus membantu sang nenek menyapu dan mengangkat semua sampah yang berserakan dijalanan, seperti mengangkut dan membersihkan daun-daun kering berjatuhan yang tertiup dengan angin. Meskipun dengan beban yang begitu sulit yang harus ia pikul dipundaknya, namun Liu kecil yang masih begitu polos tetap menikmati semua yang diterimanya saat ini. Dengan harapan yang besar agar kelak ia bisa bersekolah, Liu terus menjadi anak yang periang dan berusaha menjadi sosok yang berguna yang bisa membantu meringankan pekerjaan sang nenek dan kakek.

Dengan berselimutkan jaket hangat dan tutup kepala yang lucu, Liu kecil terus membersihkan jalan-jalan di Jining yang terselimuti oleh sampah daun-daun kering yang berjatuhan. Baju dan perlengkapan yang tebal ini sengaja dipakaian sang nenek untuk menjaga Liu kecil agar tetap hangat, mengingat pekerjaan yang dijalankannya tidaklah mudah untuk seorang anak kecil seperti Liu.

Dengan melihat dan menyaksikan kisah Liu yang harus berjuang hidup dengan keras semenjak kecil dimana hidupnya dihiasi dengan berbagai penolakan, nyatanya tidak pernah memadamkan api semangat dalam diri gadis kecil ini. Ia tetap bersemangat dan ceria menjalani hari-harinya, meski ia harus dihadapkan pada kenyataan yang cukup pahit dimana anak seusianya harus berjuang membersihkan jalanan dan melawan dinginnya pagi serta serangn debu yang akan sangat menyakitkan mata dan hidung. Semoga kisah kali ini dapat menginspirasi kita untuk lebih tabah dan terus berjuang menjalani hidup ini meski banyak cobaan yang saling melintang. Kita harus tetap yakin dan percaya bahwa pertolongan tuhan selalu ada bersama kita.

Loading...

Loading...