Tutorial Hijab

Tutorial Hijab Paris Segitiga

Tutorial Hijab Paris Segitiga

Bagi kamu yang saat ini baru saja memutuskan untuk memakai hijab dan masih kesulitan bagaimana menggunakan hijab dengan gaya yang simpel, inilah dia bisikan.com akan membisikan tutorial hijab paris atau segiempat dengan model yang simpel. Model ini cocok untuk kamu yang kurang menyenangi gaya yang… Selengkapnya..
Tutorial Hijab Pashmina Simple #3

Tutorial Hijab Pashmina Simple #3

Saat dunia fashion hijab tengah disemarakan dengan berbagai model hijab yang begitu bervariasi. Mulai dari gaya sederhana hingga gaya… Selengkapnya..
Tutorial hijab lebaran22

Tutorial Hijab Pashmina Untuk Lebaran Terbaru yang Simple #2

Hari raya lebaran merupakan hari raya yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim yang ada di dunia ini. Pasalnya hari tersebut merupakan hari besar yang… Selengkapnya..
TUTORIAL HIJAB HANG OUT 1

Tutorial Hijab Pashmina Untuk Hang Out Terbaru yang Unik dan Menarik

Tampil menarik dan modern kemana pun akan pergi, termasuk ketika hang out merupakan suatu keharusan untuk kaum muda saat ini. Setiap hal yang… Selengkapnya..
Tutorial Hijab - Cara Memakai Jilbab Turban Untuk Acara Formal

Tutorial Hijab - Cara Memakai Jilbab Turban Untuk Acara Formal

Pergi ke acara formal dengan orang spesial seperti kekasih ataupun teman lama tentunya akan menjadi moment yang menggembirakan. Selain… Selengkapnya..
Loading...

Keputihan Saat Hamil, Penyebab, Ciri dan Penanganan

Kehamilan tentu menjadi dambaan utuk setiap wanita yang telah menikah.

Hadirnya buah hati ditengah keluarga tentu akan semakin melengkapi kebahagiaan keluarga kecil dalam setiap pasangan. Untuk itulah tak heran bila hampir setiap pasangan akan senantiasa melakukan hal apa saja untuk dapat segera memiliki buah cinta hasil perkawinannya secepat mungkin setelah diputuskan.

Sayangnya tidak semua pasangan memiliki nasib baik dan beruntung dengan segera dikaruniai buah hati dalam keluarga kecilnya. Sebagian diantara mereka harus menunggu lebih lama untuk bisa mendapatkan momongan dalam rahim istrinya. Bahkan sebagian lain mengalami nasib yang kurang beruntung dengan tidak dapatnya si istri mengandung buah hati perkawinan mereka karena banyak alasan tertentu.

Untuk itulah bagi anda yang telah dikarunia buah hati dan diberikan kepercayaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa untuk memiliki buah hati. Sudah seyoganya kita mensyukuri karunia besar tersebut dengan menyayangi, mencintai dan senantiasa menjaga kehamilannya agar dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

Selepas mendapatkan berita kehamilan yang begitu menyenangkan seorang wanita tentu akan senantiasa dibuat gembira dan menjaga betul kehamilannya saat ini agar tidak terjadi masalah atau hambatan yang membuat kehamilannya berada dalam ancaman.

Akan tetapi sayangnya seberapa besarnya kita menjaga kehamilan yang kita jalani. Namun masalah seringkali datang dengan caranya sendiri dan menghampiri tanpa permisi. Hingga datang bagai tamu tak diundang dan merusak sebagian kebahagiaan yang telah didapat.

keputihan saat hamil

Ya, pada masa kehamilan adalah masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan untuk seorang wanita. Pasalnya kehamilan seringkali rentan dengan serangan masalah dan penyakit apabila si wanita itu sendiri kurang lihai dan teliti dalam menjaga kesehatannya.

Bukan hanya dapat berimbas pada bayi, kesehatan yang kurang dijaga juga akan berimbas langsung pada ibu hamil. Untuk itulah penting sekali menjaga kebersihan sebagai langkah pertama untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Sebab pada saat kebersihan ibu dan bayi dalam rahim terjaga maka kesehatan akan senantiasa mengikuti kondisi ini.

Pada saat munculnya masalah atau gangguan terhadap ibu hamil. Anda para wanita mungkin akan dibuat kaget dan bingung tentang masalah yang anda alami saat ini. Belum lagi perasaan panik akan mungkin membendungi benak anda karena anda merasa khawatir jika kondisi tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang si bayi dalam rahim anda.

Seperti salah satunya adalah munculnya masalah keputihan pada saat hamil. Lantas apakah kondisi tersebut berbahaya? Bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan ibu dan bayi? Untuk lebih jelasnya lagi kita akan kupas lebih mendalam dibawah ini.


Keputihan Saat Hamil

Setiap wanita selain mengalami menstruasi juga mengalami hal lain yang menyerang bagian organ kewanitaannya. Yakni dengan keluarnya cairan yang bukan darah dari bagian organ intimnya. Cairan ini dinamakan dengan cairan keputihan. Keputihan adalah salah satu hal yang wajar terjadi pada seorang wanita bila bentuk dari keputihan tersebut berwarna kekuning-kuningan atau bening dan akan kental atau encer.

Akan tetapi, ketika keputihan yang dialami oleh seorang wanita berbau, dengan tekstur cairan yang lengket, berwarna kekuningan atau kehijauan bahkan tercampur bersama dengan darah, lalu pada saat yang sama kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti timbulnya gatal-gatal pada bagian organ kewanitaan, panas, rasa nyeri pada saat buang air kecil. Maka mungkin kondisi keputihan ini bukanlah hal yang wajar dan akan sangat berbahaya pada wanita, terutama wanita yang sedang hamil.

Nah, untuk keputihan ini anda patut memberikan perhatian yang besar dan segera konsultasikan ke dokter. Sebab kondisi ini bisa mungkin menimbulkan bahaya untuk anda dan bayi yang tengah anda kandung saat ini.

Keputihan pada ibu hamil sebagaimana dijelaskan diatas umumnya adalah kondisi yang normal. Kondisi ini lebih sering dialami pada saat usia kehamilannya masih muda atau pada trimester awal kehamilan.

Akan tetapi seringkali kondisi ini menjadi gangguan yang mencemaskan untuk sebagian masyarakat yang masih awam. Keputihan yang dialami biasanya mengganggu ruang gerak si ibu hamil dan membuat mereka merasakan kondisi yang tidak nyaman dari hal ini.

Bukan hanya itu keputihan yang dirasakan terlalu banyak pada saat masa kehamilan seringkali membuat para wanita cemas. Bagi anda yang mengalami keputihan pada saat hamil, sebaiknya tidak mengabaikan kondisi ini karena dikhawatirkan kondisi ini akan berdampak pada si buah hati dalam kandungan.

Adapun keluarnya cairan keputihan pada ibu hamil yang dirasakan lebih banyak pada saat ini disebabkan oleh adanya peningkatan hormon yang bergejolak pada si ibu hamil. Menaiknya kadar hormon esterogen dan meningkatnya aliran darah kebagian organ ke wanitaan membuat frekuensi dan jumlah keputihan dimasa kehamilan semakin meningkat. Cairan tambahan yang muncul dari bagian leher rahim ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina dan sel-sel mati dari dinding bagian vagina.

Pada masa kehamilan, cairan ini memenuhi saluran serviks untuk menciptakan lendir pelindung yang terlihat seperti putih telur. Dan menjelang persalinan lendir ini akan lebih banyak. Sementara itu pada lendir keputihan yang tidak normal beberapa ciri yang menunjukan gangguan pada lendir diantaranya adalah:

Ciri Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan yang tidak normal seringkali disebut dengan keputihan patologis. Jenis keputihan ini adalah keputihan yang harus diwaspadai. Beberapa keputihan jenis ini adalah sinyal adanya penyakit pada organ kewanitaan, terutama untuk ibu hamil. Kondisi ini haruslah diwaspadai dengan baik. Bila keputihan patologis teradi pada ibu hamil, resikonya bisa sampai berpengaruh pada bayi yang dikandungnya.  Untuk mengetahui ciri dari keputihan patologis diantaranya adalah:

  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Cairan terkadang lengket
  • Cairannya kental
  • Biasanya berwarna putih susu, kuning, kehijauan atau keabu-abuan
  • Menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan banyak dan akan meninggalkan bercak pada pakaian dalam

Bila anda mendapatkan ciri-ciri keputihan ini, saran terbaik adalah dengan segera memeriksakan kesehatan anda ke dokter. Terlebih lagi bila keputihan yang dialami sudah sering terjadi. Seringkali wanita mencoba mengobati keputihan yang dialaminya dengan mengkonsumsi obat atau jamu. Akan tetapi pada ibu hamil kondisi ini akan berbahaya untuk si bayi dalam kandungan anda.


Lantas Apa Penyebab dan Gejala dari Keputihan Pada Saat Hamil?

Pada kondisi keputihan yang tidak normal, keluarnya cairan dari organ kewanitaan bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Untuk mengetahui hal apa saja yang menjadi pemicu dari keluarnya cairan keputihan yang tidak normal diantaranya adalah:

1. Adanya Kandidosis Vulvova-Ginal

Kondisi keluarnya cairan keputihan ini disebabkan oleh adanya perkembangan jamur dengan jumlah yang berlebihan di area sekitaran organ ke wanitaan akibat adanya aktivitas mikroorganisme Candida Albicans. Adapun pemicu terjadinya keputihan jenis ini adalah disebabkan oleh diabetes, mengkonsumsi antibiotik secara berlebihan, kebiasaan menggunakan celana dalam yang ketat dan tidak menyerap keringan, serta kurangnya memperhatikan kebersihan area kewanitaan dengan baik.

Keputihan yang keluar pada saat masa hamil muda ini biasanya muncul dengan ciri-ciri seperti tekstur cairan yang lebih pekat, aromanya yang berbau tajam, menimbulkan perasaan gatal yang amat sangat, juga dapat menimbulkan rasa sakit pada saat berhubungan maupun pada saat buang air kecil.

Kondisi keputihan jenis ini perlulah diwaspadai oleh ibu hamil. Sebab dampak dari keputihan ini bisa menyebabkan kelahiran prematur pada si bagi dan menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan yang rendah.

Segera bawa dan konsultasikan kondisi ini ke dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan dengan lebih baik. Jangan pernah sesekali mengkonsultasikan masalah ini dengan orang pintar atau konsumsi obat dan jamu yang tidak jelas. Salah-salah bukan mengobati kondisi keputihan yang dirasakan malah kondisi ini akan sangat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang bayi dalam kandungan anda.

2. Adanya Vaginosis Bakterial

Kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan hormonal yang mengakibatkan pertumbuhan bakteri menjadi berlebihan pada organ kewanitaan. Kondisi ini dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari berat yang normal.

Kondisi vaginosis bakterial umumnya akan datang dengan beberapa gejala yang kontras seperti diantaranya adalah:

  • Keluarnya cairan berwarna abu-abu keputihan.
  • Gatal di sekitar vagina.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Terkadang kondisi ini akan dapat mereda dengan sendirinya tanpa dengan menggunakan jalan obat-obatan. Akan tetapi ada kalanya kondisi ini memerlukan pengobatan antibiotik yang diberikan oleh dokter dengan dosis yang sesuai. Apabila dibiarkan kondisi ini akan dapat menginfeksi dan menyebar menjadi penyakit radang panggul yang akan sangat menyiksa dirasakan oleh si penderita, terutama dampak yang lebih serius dirasakan oleh ibu hamil.

Untuk itu sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter agar nantinya anda bisa mendapatkan pengobatan dengan tindakan yang lebih tepat.


3. Adanya Infeksi Jamur

Penyebab selanjutnya adalah adanya infeksi jamur yang memungkin terjadinya keputihan yang tidak normal atau keputihan patologis. Pada kondisi ini penyebab yang lebih sering adalah adanya peningkatan hormon esterogen dan progesteron pada ibu hamil yang juga kondisi ini akan dapat meningkatkan pertumbuhan berlebihan untuk jamur Candida, yakni jamur yang tumbuh secara alami pada bagian organ kewanitaan.

Untuk gejala yang akan dirasakan dari kondisi keputihan jenis ini adalah diantaranya:

  • Penanganan umumnya dilakukan dengan krim atau obat-obatan antijamur.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, berbau ataupun tidak.
  • Vagina atau labia memerah dan bengkak.
  • Vagina terasa terbakar saat buang air kecil.
  • Nyeri dan gatal pada vagina.

Sama halnya dengan dua penyebab keputihan diatas, kondisi keputihan ini berbahaya dan dampaknya pun akan dirasakan oleh si bayi dalam kandungan ibu hamil. Untuk itulah penting sekali mencari cara guna mengatasi kondisi ini dengan pergi ke dokter. Melalui dokter ibu hamil akan ditanya seputar gejala fisik yang ditimbulkan dari keputihan. Hal ini ditujukan untuk mengetahui penyebab dan diagnosis yang tepat untuk keputihan yang dialami sehingga penanganan yang tepat akan dapat diberikan.

4. Adanya Paparan Bakteri Group B Strep (GBS)

Bakteri GBS terdapat pada 1 dari empat tubuh banyak wanita sehat. Akan tetapi pada beberapa orang, GBS akan dapat mengakibatkan infeksi virus tertentu yang menyerang tubuhnya.

Gejala yang dapat ditimbulkan dari kondisi infeksi akibat adanya paparan bakteri jenis ini umumnya sama dengan gejala pada pengidap infeksi saluran kencing, diantaranya adalah:

  • Infeksi saluran kencing
  • Warna urine yang keruh
  • Mendadak sangat ingin buang air kecil
  • Sensasi terbakar yang dirasakan pada saat buang air kecil

Beberapa gejala diatas umumnya adalah gejala yang akan terlihat dan dirasakan dengan lebih kontras. Dengan demikian pada saat anda menderita penyakit ini maka mungkin gejala akan dirasakan dengan jelas. Untuk itu sebaiknya jangan menebak atau memperkirakan penyakit yang dirasakan dan mengambil tindakan pengobatan dengan gegabah. Sebaliknya kunjungi dokter dan konsultasikan kondisi anda dengan baik.

Dengan melalui pemeriksaan dokter akan memberikan antibiotik agar infeksi tidak tertular pada bayi. Pemberian antibiotik ini umumnya akan diberikan pada saat ibu menjalani proses kelahiran. Sayangnya, tidak ada langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini. Untuk itu pengobatan yang tepat dari kondisi ini adalah langkah yang penting untuk menghindarkan kondisi ibu hamil dari kemungkinan yang lebih buruk.


5. Adanya Trikomoniasis

Kondisi keputihan tidak normal lainnya bisa jadi dipengaruhi karena adanya parasit yang tumbuh dan hidup dibagian organ kewanitaan. Selain itu, parasit ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual yang dilakukan bersama dengan pasangan.

Adapun gejala yang akan ditimbulkan dari kondisi ini adalah dengan munculnya cairan berbusa dan berwarna kuning kehijauan. Bukan hanya itu, ada bau yang ditimbulkan dari kondisi keluarnya cairan jenis ini yakni dengan bau busuk yang ditimbulnyanya. Bukan hanya itu, pada kondisi ini akan ada gatal yang menyertai kondisi ini seperti terbakar pada saat melakukan hubungan seksual.

Kondisi ini tentu menjadi tanda yang berbahaya yang tidak sebaiknya diabaikan bergitu saja. Untuk itu ketika anda mengalami satu dari gejala diatas maka sebaiknya segera konsultasikan kesehatan anda ke dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa didapatkan dari penyakit ini. Sehingga kemungkinan terburuk bisa dihindari dan kesehatan bayi dalam kandungan bisa dijaga dengan baik.

Selain itu hindari penggunaan obat-obatan bebas yang dijual dipasaran. Waspadai pula kehamilan yang anda jalani sebelum mencapai usia 37 minggu tapi terdapat perubahan bentuk dan warna ciaran yang keluar dari bagian organ kewanitaan, misalnya seperti cairan ini yang teksturnya menjadi begitu encer, berubah warna menjadi coklat atau merah muda. Sebab kondisi ini akan dapat menimbulkan bahaya dan pengaruh besar terhadap buah hati yakni kelahiran prematur.

Bagaimana Mencegah Infeksi?

Seperti yang dijelaskan diatas bahwasanya keluarnya keputihan patologis atau kondisi keputihan yang tidak normal seringkali dipengaruhi oleh adanya infeksi dari mikroorganisme yang kecil dan berbahaya yang masuk kedalam bagian organ kewanitaan.

Masuknya mikroorganisme tersebut banyak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor salah satunya adalah kurang terjaganya kebersihan dibagian tersebut. Untuk itu penting sekali menemukan solusi bagaimana mengatasi dan mencegah infeksi yang dapat terjadi sebagai sumber dari adanya keputihan patologis. Untuk mengetahui apa saja cara yang dapat dilakukan untuk mencegah keputihan patologis atau keputihan yang tidak normal, mari simak dibawah ini.

  • Selektif Memilih Celana Dalam

Celana dalam seringkali menjadi faktor yang mendukung masuk dan berkembang biaknya jamur dan bakter. Penggunaan celana dalam yang tidak menyerap keringat adalah media yang baik untuk bakteri dan jamur berkembang biak. Untuk itulah sebaiknya kenakan celana dalam dari bahan yang menyerap keringat seperti bahan katun.

  • Rajin Memilihara Kebersihan organ Kewanitaan
  • Konsumsi cukup air mineral
  • Buang air kecil secara teratur.

Demikianlah penjelasan mendetail mengenai keputihan pada kehamilan semoga bermanfaat!

Loading...

Loading...